Tampilkan postingan dengan label 1864. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1864. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Maret 2026

Lokomotif pertama di wilayah Nusantara, 1864

Para pria berpose bangga di lokomotif pertama yang melaju di jalur rel di Nusantara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1864
Tempat: kemungkinan Semarang
Tokoh:
Peristiwa: NISM (Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij = Perusahaan Kereta Api Hindia Belanda) didirikan di tahun 1863, dan merupakan badan usaha swasta yang pertama kali mendapat lisensi untuk mengoperasikan transportasi rel di wilayah Hindia-Belanda. NISM membangun jalur pertama antara Semarang dan Yogyakarta, dan pada tahun 1864 sudah meluncurkan lokomotif yang termaktub di foto di atas. Gambar ini menjadi bersejarah karena merupakan lokomotif pertama yang beroperasi di Indonesia.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 14 April 2023

Dari serakan foto-foto karya Woodbury & Page (6)

Walter Bentley Woodbury dan James Page adalah dua orang Inggris yang menjadi salah dua perintis dunia fotografi profesional di Hindia-Belanda. Studio foto yang mereka dirikan di Batavia menjadi teladan bagi fotografer lain untuk mendirikan hal yang sama di Padang, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lain di Nusantara. Blog ini sudah menampilkan banyak karya keluaran dari studio ini. Kali ini kita akan mencoba mengumpulkan foto-foto karya Woodbury dan Page yang berserakan.


1857: Aneka buah-buahan Nusantara
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1881: Aneka buah-buahan Nusantara, diwarnai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1860-an: Prajurit Nias
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1864: Pangeran Buleleng, Gusti Ngurah Ketut Jelantik, bersama pengiringnya dalam kunjungan ke Jakarta menghadap Gubernur Jenderal Hindia-Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1857, 1860-an, 1864, 1881
Tempat: Jakarta, Nias
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury & Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto terakhir pernah dimuat di posting ini dalam ukuran yang lebih kecil.

Senin, 06 Januari 2020

Peninggalan purbakala lain dari wilayah Jawa Barat

PENGANTAR

Pada tahun 1863-1864 Isidore van Kinsbergen menerbitkan sebuah album berjudul Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang berisi foto-foto peninggalan purbakala di Jawa, dari wilayah Banten hingga ke Jawa Timur.


Candi, arca, dan situs purbakala dari bagian tengah dan timur pulau Jawa umumnya sudah sangat terkena, banyak dibahas, dan menjadi objek wisata hingga sekarang. Berbeda dengan peninggalan purbakala di bagian barat, yang tampaknya tidak mendapat perhatian sebesar di bagian tengah dan timur.

Seri foto berikut akan mencoba untuk memperlihatkan apa yang sudah didokumentasikan oleh van Kinsbergen lebih dari 100 tahun lalu, dengan harapan mudah-mudahan tidak membuat kita lupa akan peninggalan nenek moyang ini.


Peninggalan purbakala berikut ini tidak begitu jelas deskripsinya. Catatan yang diberikan van Kinsbergen (di antara tanda kutip) harus diperiksa lebih lanjut. Perlu dicatat bahwa informasi "Cirebon" bisa juga termasuk Ciamis, sementara "Bandung" bisa termasuk Sukabumi

Ganesha dari "Landehan di Bandung"?
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Yoni dan beberapa patung dari "Cikaka di Bandung"?
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Dua patung dari "Lenggo di Cirebon"?
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Batu purbakala dari "Lenggo di Cirebon"?
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1864
Tempat: Jawa Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan:

Sabtu, 04 Januari 2020

Peninggalan purbakala dari Bandung, Cianjur, dan Sajira (Banten)

PENGANTAR

Pada tahun 1863-1864 Isidore van Kinsbergen menerbitkan sebuah album berjudul Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang berisi foto-foto peninggalan purbakala di Jawa, dari wilayah Banten hingga ke Jawa Timur.


Candi, arca, dan situs purbakala dari bagian tengah dan timur pulau Jawa umumnya sudah sangat terkena, banyak dibahas, dan menjadi objek wisata hingga sekarang. Berbeda dengan peninggalan purbakala di bagian barat, yang tampaknya tidak mendapat perhatian sebesar di bagian tengah dan timur.

Seri foto berikut akan mencoba untuk memperlihatkan apa yang sudah didokumentasikan oleh van Kinsbergen lebih dari 100 tahun lalu, dengan harapan mudah-mudahan tidak membuat kita lupa akan peninggalan nenek moyang ini.


Sebuah arca dari kawasan Cianjur
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Ganesha dari sekitar Bandung
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Bagian belakang dari Ganesha dari Bandung
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Patung Dewi Durga dari sekitar Bandung
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Patung pra-Hindu/Buddha dari Sajira, Banten
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1864
Tempat: Bandung, Cianjur, Sajira (Banten)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan:

Kamis, 02 Januari 2020

Peninggalan purbakala di sekitar Bogor: Patung-patung dan situs kuno

PENGANTAR

Pada tahun 1863-1864 Isidore van Kinsbergen menerbitkan sebuah album berjudul Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang berisi foto-foto peninggalan purbakala di Jawa, dari wilayah Banten hingga ke Jawa Timur.


Candi, arca, dan situs purbakala dari bagian tengah dan timur pulau Jawa umumnya sudah sangat terkena, banyak dibahas, dan menjadi objek wisata hingga sekarang. Berbeda dengan peninggalan purbakala di bagian barat, yang tampaknya tidak mendapat perhatian sebesar di bagian tengah dan timur.

Seri foto berikut akan mencoba untuk memperlihatkan apa yang sudah didokumentasikan oleh van Kinsbergen lebih dari 100 tahun lalu, dengan harapan mudah-mudahan tidak membuat kita lupa akan peninggalan nenek moyang ini.


Peta di bawah memperlihatkan situs-situs tempat ditemukannya benda-benda purbakala di sekitar Bogor.
(klik untuk memperbesar)

Patung-patung Hindu, a.l. Nandi dan Ganesha
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Arca-arca pra-Hindu/Buddha di Batutulis, a.l. Purwagalih dan Kidang Pananjung
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Tahta Rangga Gading di Batu Tumpang
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Tahta Rangga Gading di Batu Tumpang
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Situs Batutulis
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1864
Tempat: Bogor
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan:

Selasa, 31 Desember 2019

Peninggalan purbakala di sekitar Bogor: Prasasti-prasasti di Bogor

PENGANTAR

Pada tahun 1863-1864 Isidore van Kinsbergen menerbitkan sebuah album berjudul Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang berisi foto-foto peninggalan purbakala di Jawa, dari wilayah Banten hingga ke Jawa Timur.


Candi, arca, dan situs purbakala dari bagian tengah dan timur pulau Jawa umumnya sudah sangat terkena, banyak dibahas, dan menjadi objek wisata hingga sekarang. Berbeda dengan peninggalan purbakala di bagian barat, yang tampaknya tidak mendapat perhatian sebesar di bagian tengah dan timur.

Seri foto berikut akan mencoba untuk memperlihatkan apa yang sudah didokumentasikan oleh van Kinsbergen lebih dari 100 tahun lalu, dengan harapan mudah-mudahan tidak membuat kita lupa akan peninggalan nenek moyang ini.


Peta di bawah memperlihatkan situs-situs tempat ditemukannya benda-benda purbakala di sekitar Bogor.
(klik untuk memperbesar)

Prasasti Ciaruteun dengan dua tapak kaki Purnawarman
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Prasasti Jambu di Pasir Gintung
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Prasati Kebonkopi I di Kampung Muara dengan dua tapak kaki gajah
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Prasasti Batutulis
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1864
Tempat: Ciampea (Bogor)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan:

Minggu, 29 Desember 2019

Peninggalan purbakala di sekitar Bogor: Patung-patung Ciampea (2)

PENGANTAR

Pada tahun 1863-1864 Isidore van Kinsbergen menerbitkan sebuah album berjudul Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang berisi foto-foto peninggalan purbakala di Jawa, dari wilayah Banten hingga ke Jawa Timur.


Candi, arca, dan situs purbakala dari bagian tengah dan timur pulau Jawa umumnya sudah sangat terkena, banyak dibahas, dan menjadi objek wisata hingga sekarang. Berbeda dengan peninggalan purbakala di bagian barat, yang tampaknya tidak mendapat perhatian sebesar di bagian tengah dan timur.

Seri foto berikut akan mencoba untuk memperlihatkan apa yang sudah didokumentasikan oleh van Kinsbergen lebih dari 100 tahun lalu, dengan harapan mudah-mudahan tidak membuat kita lupa akan peninggalan nenek moyang ini.


Peta di bawah memperlihatkan situs-situs tempat ditemukannya benda-benda purbakala di sekitar Bogor.
(klik untuk memperbesar)

(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1864
Tempat: Ciampea (Bogor)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan:

Jumat, 27 Desember 2019

Peninggalan purbakala di sekitar Bogor: Patung-patung Ciampea (1)

PENGANTAR

Pada tahun 1863-1864 Isidore van Kinsbergen menerbitkan sebuah album berjudul Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang berisi foto-foto peninggalan purbakala di Jawa, dari wilayah Banten hingga ke Jawa Timur.


Candi, arca, dan situs purbakala dari bagian tengah dan timur pulau Jawa umumnya sudah sangat terkena, banyak dibahas, dan menjadi objek wisata hingga sekarang. Berbeda dengan peninggalan purbakala di bagian barat, yang tampaknya tidak mendapat perhatian sebesar di bagian tengah dan timur.

Seri foto berikut akan mencoba untuk memperlihatkan apa yang sudah didokumentasikan oleh van Kinsbergen lebih dari 100 tahun lalu, dengan harapan mudah-mudahan tidak membuat kita lupa akan peninggalan nenek moyang ini.


Peta di bawah memperlihatkan situs-situs tempat ditemukannya benda-benda purbakala di sekitar Bogor.
(klik untuk memperbesar)

(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1864
Tempat: Ciampea (Bogor)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan:

Rabu, 25 Desember 2019

Peninggalan purbakala di sekitar Bogor: Arca Domas (2)

PENGANTAR

Pada tahun 1863-1864 Isidore van Kinsbergen menerbitkan sebuah album berjudul Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang berisi foto-foto peninggalan purbakala di Jawa, dari wilayah Banten hingga ke Jawa Timur.


Candi, arca, dan situs purbakala dari bagian tengah dan timur pulau Jawa umumnya sudah sangat terkena, banyak dibahas, dan menjadi objek wisata hingga sekarang. Berbeda dengan peninggalan purbakala di bagian barat, yang tampaknya tidak mendapat perhatian sebesar di bagian tengah dan timur.

Seri foto berikut akan mencoba untuk memperlihatkan apa yang sudah didokumentasikan oleh van Kinsbergen lebih dari 100 tahun lalu, dengan harapan mudah-mudahan tidak membuat kita lupa akan peninggalan nenek moyang ini.


Peta di bawah memperlihatkan situs-situs tempat ditemukannya benda-benda purbakala di sekitar Bogor.
(klik untuk memperbesar)

(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1864
Tempat: Bogor
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan: Arca Domas merupakan situs yang menarik: Pertama, karena banyaknya patung yang dulu ditemukan di sana; kedua, karena bentuk arca-arca ini pra-Hindu/Buddha. Peneliti Belanda menyebut bentuk ini "polinesia", mengacu pada bentuk patung yang mirip yang berada di kawasan Polinesia. Sebenarnya penyebutan istilah ini bisa dipertanyakan, karena mengimplikasikan bahwa bentuk patung di Indonesia merupakan turunan dari Polinesia. Mengapa misalnya bukan patung yang di sana yang disebut "Nusantara"; atau kalau lebih netral, semua bentuk patung ini disebut "Austronesia" dengan mengacu pada rumpun bahasa yang sama.

Senin, 23 Desember 2019

Peninggalan purbakala di sekitar Bogor: Arca Domas (1)

PENGANTAR

Pada tahun 1863-1864 Isidore van Kinsbergen menerbitkan sebuah album berjudul Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang berisi foto-foto peninggalan purbakala di Jawa, dari wilayah Banten hingga ke Jawa Timur.


Candi, arca, dan situs purbakala dari bagian tengah dan timur pulau Jawa umumnya sudah sangat terkena, banyak dibahas, dan menjadi objek wisata hingga sekarang. Berbeda dengan peninggalan purbakala di bagian barat, yang tampaknya tidak mendapat perhatian sebesar di bagian tengah dan timur.

Seri foto berikut akan mencoba untuk memperlihatkan apa yang sudah didokumentasikan oleh van Kinsbergen lebih dari 100 tahun lalu, dengan harapan mudah-mudahan tidak membuat kita lupa akan peninggalan nenek moyang ini.


Peta di bawah memperlihatkan situs-situs tempat ditemukannya benda-benda purbakala di sekitar Bogor.
(klik untuk memperbesar)


(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1864
Tempat: Bogor
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan: Arca Domas merupakan situs yang menarik: Pertama, karena banyaknya patung yang dulu ditemukan di sana; kedua, karena bentuk arca-arca ini pra-Hindu/Buddha. Peneliti Belanda menyebut bentuk ini "polinesia", mengacu pada bentuk patung yang mirip yang berada di kawasan Polinesia. Sebenarnya penyebutan istilah ini bisa dipertanyakan, karena mengimplikasikan bahwa bentuk patung di Indonesia merupakan turunan dari Polinesia. Mengapa misalnya bukan patung yang di sana yang disebut "Nusantara"; atau kalau lebih netral, semua bentuk patung ini disebut "Austronesia" dengan mengacu pada rumpun bahasa yang sama.