Tampilkan postingan dengan label 1920-an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1920-an. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 April 2025

Surabaya di sekitar tahun 1920-an (3)

Sebuah trem melintas di atas Jembatan Simpang/Gubeng
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah jembatan di kawasan Pengampon
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Warga Surabaya mandi di Kali Pegirian, dengan latar belakang rendaman bambu, pakaian yang dijemur binatu, serta perumahan warga Tionghoa
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (?)
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 07 April 2025

Surabaya di sekitar tahun 1920-an (2)

Kawasan Pasar Besar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jembatan Genteng di wilayah Plampitan (sekarang jembatan Bungkuk?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pintu air Wonokromo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (?)
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 05 April 2025

Surabaya di sekitar tahun 1920-an (1)

Kawasan pecinan Kembang Jepun
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah rumah mewah di kawasan Darmo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jembatan Merah di atas Kali Mas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (?)
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 24 Februari 2025

Foto udara atas kawasan-kawasan industri di Jawa, sekitar pertengahan 1920-an (7)

Pabrik gula Sewugalur di Kulonprogo, Yogyakarta, yang area pabriknya tampak besar dibanding kawasan pemukiman pegawainya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pabrik gula Purwokerto di tengah pesawahan, perkebunan tebu, dan pemukiman warga serta pegawai pabrik
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pabrik gula Kalirejo di Sumpiuh, Banyumas, dengan sebuah taman bundar yang dikelilingi perumahan pegawai pabrik
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (1924?)
Tempat: Jawa (Banyumas, Purwokerto, Yogyakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 22 Februari 2025

Foto udara atas kawasan-kawasan industri di Jawa, sekitar pertengahan 1920-an (6)

Sebuah pabrik gula di wilayah Cirebon yang area pabrik dan kompleks perumahannya dikelilingi perkebunan tebu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Area perakitan kendaraan milik General Motors di kawasan Tanjung Priuk
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Perkebunan teh dan karet Maswati di Cikalong Wetan, Bandung Barat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pabrik gula di antara Cirebon dan Tegal, dengan jalur lori di sebelah kiri, dan dua silo berbentuk silinder di sebalah kanan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (1924?)
Tempat: Jawa (a.l. Bandung, Cirebon, dan Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 20 Februari 2025

Foto udara atas kawasan-kawasan industri di Jawa, sekitar pertengahan 1920-an (5)

Sebuah pabrik gula yang dikelilingi pesawahan dan pemukiman pegawai, serta taman yang berada di antara perumahan dan sebuah saluran air
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pabrik gula di wilayah Cirebon dengan tiga sisi berhadapan dengan pemukiman, dan satu sisi dengan perkebunan tebu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pabrik gula yang sama difoto dari sisi yang berbeda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pusat perakitan kendaraan milik General Motors di kawasan Tanjung Priuk
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (1924?)
Tempat: Jawa (a.l. Cirebon, Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 18 Februari 2025

Foto udara atas kawasan-kawasan industri di Jawa, sekitar pertengahan 1920-an (4)

Sebuah pabrik gula dengan satu cerobong asap, dikelilingi pesawahan dan perkampungan yang dipenuhi pepohonan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pabrik gula yang areanya tampak dirancang dengan cermat, dengan jalanan dan saluran air yang lurus, serta kompleks perumahan pegawai yang ditata rapi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan sebuah pabrik gula yang didirikan langsung dekat dekan lahan perkebunan tebu yang tampak di pojok kiri bawah dan kanan atas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pabrik gula dengan pesawahan yang belum ditanami, serta perkebunan (tebu?) di pojok kiri atas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (1924?)
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 16 Februari 2025

Foto udara atas kawasan-kawasan industri di Jawa, sekitar pertengahan 1920-an (3)

Pabrik kertas Padalarang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pabrik gula di tengah pesawahan, perkebunan, perumahan warga, dan kemungkinan juga hutan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah kawasan pabrik (di wilayah Cirebon?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pabrik gula dengan deretan lori di atas rel bagian bawah gambar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (1924?)
Tempat: Jawa (a.l. Padalarang)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 14 Februari 2025

Foto udara atas kawasan-kawasan industri di Jawa, sekitar pertengahan 1920-an (2)

Sebuah pabrik gula di wilayah Cirebon
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah kompleks industri di Bandung
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pabrik gula Demakijo di Sleman
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pabrik gula di tengah pesawahan dan perkebunan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (1924?)
Tempat: Jawa (a.l. Bandung, Cirebon, Sleman)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 12 Februari 2025

Foto udara atas kawasan-kawasan industri di Jawa, sekitar pertengahan 1920-an (1)

Foto udara atas sebuah kawasan industri yang umumnya mengikuti pola sbb.: kompleks pabrik yang biasanya terdiri dari bangunan-bangunan berwarna putih, area perumahan pegawai terutama warga Belanda, dan lapangan yang biasanya menjadi tempat bermain sepakbola
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah kompleks industri di Jawa Barat, kemungkinan industri perkebunan (bukan pabrik gula karena tidak ada cerobong asap)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pabrik dengan cerobong asap, di tepi sebuah sungai besar, di mana Belanda tampaknya membangun saluran air yang mengapit pabrik
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah kawasan industri di sekitar perumahan warga dan pesawahan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (1924?)
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 10 Februari 2025

Radio Dienst Luchtmacht Andir, sekitar pertengahan 1920-an (2)

Belanda tampaknya berencana menjadikan Bandung dan sekitarnya sebagai pusat sarana komunikasi. Dinas pos ditempatkan di Bandung, begitu juga jawatan telepon. Belanda kemudian membangun Stasiun Malabar yang pada saat itu menjadi sarana komunikasi tercanggih tanpa tanding di belahan bumi bagian selatan. Di pangkalan udara Andir, Belanda menempatkan Radio Dienst Luchtmacht (Dinas Radio Angkatan Udara) yang penampakan luar dan dalamnya akan ditampilkan di posting ini. Ketika Jepang menyerang Hindia-Belanda di tahun 1942, fasilitas-fasilitas di Bandung ini menjadi salah satu serangan utama Jepang guna mematahkan keunggulan Belanda dalam hal komunikasi, dan membuat beberapa bangunan dan sarana ini hancur tinggal kenangan.

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (1924?)
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 08 Februari 2025

Radio Dienst Luchtmacht Andir, sekitar pertengahan 1920-an (1)

Belanda tampaknya berencana menjadikan Bandung dan sekitarnya sebagai pusat sarana komunikasi. Dinas pos ditempatkan di Bandung, begitu juga jawatan telepon. Belanda kemudian membangun Stasiun Malabar yang pada saat itu menjadi sarana komunikasi tercanggih tanpa tanding di belahan bumi bagian selatan. Di pangkalan udara Andir, Belanda menempatkan Radio Dienst Luchtmacht (Dinas Radio Angkatan Udara) yang penampakan luar dan dalamnya akan ditampilkan di posting ini. Ketika Jepang menyerang Hindia-Belanda di tahun 1942, fasilitas-fasilitas di Bandung ini menjadi salah satu serangan utama Jepang guna mematahkan keunggulan Belanda dalam hal komunikasi, dan membuat beberapa bangunan dan sarana ini hancur tinggal kenangan.

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (1924?)
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 06 Februari 2025

Bandung dilihat dari udara, sekitar pertengahan 1920-an (3)

Formasi enam (bukan lima) pesawat Fokker di atas Gedung Sate yang saat itu masih dikelilingi lahan-lahan kosong, kebun, dan pesawahan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Foto udara atas sebuah kawasan di Bandung dengan sebuah lapangan besar dan beberapa bangunan pemerintah atau umum
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Foto ke arah pangkalan Andir dengan 28 pesawat terbang berderet di landasan membentuk huruf L
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (1924?)
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 04 Februari 2025

Bandung dilihat dari udara, sekitar pertengahan 1920-an (2)

Foto udara dari ke arah pangkalan udara Andir dari ketinggian yang lebih jauh. Kawasan di tengah dengan empat menara telekomunikasi adalah Radio Dienst Luchtmacht (Dinas Radio Angkatan Udara) Andir, yang penampakan dalamnya akan dimuat di posting berikutnya.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Formasi sejajar dari lima pesawat Fokker di atas kawasan Bandung yang tampak sudah padat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Edisi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (1924?)
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: