Tampilkan postingan dengan label abad ke-16. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label abad ke-16. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Agustus 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang adu ketangkasan berkuda di Jawa di abad ke-16

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: pertengahan abad ke-17
Tahun peristiwa: abad ke-16
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi: Adu ketangkasan berkuda di Jawa, yang a.l. disebut Senenan dan kelihatannya sudah punah, tampaknya merupakan tradisi yang sudah berlangsung selama beberapa ratus tahun. Posting ini memperlihatkan bagaimana pertandingan ini dilaksanakan di abad ke-19. Lukisan yang lebih tua di posting ini menunjukkan pelaksanaan lomba ini di abad ke-17. Gambar di atas tampaknya lebih tua lagi, dari ujung abad ke-16, atau awal abad ke-17, dan menggambarkan adu berkuda ini di Tuban (atau Gresik?), Jawa Timur. Lukisan ini memperlihatkan sebuah arena melingkar, dengan tiga jalan masuk yang masing-masing diisi sebuah kesatuan prajurit, dengan tiga pasang pekuda yang saling bertarung dengan menggunakan tombak. Ini boleh jadi menyiratkan adanya perlombaan antar tiga kelompok atau wilayah. Acara ini diiringi dengan gamelan (huruf A), baik yang dimainkan sambil duduk ataupun berkeliling. Tontonan ini tampaknya ditunjukkan kepada beberapa orang Portugis (huruf B) yang boleh jadi menjadi sumber yang menceritakan tradisi ini kepada bangsa Eropa. Di dekat pemain gamelan tampak seekor gajah; hewan yang juga muncul di lukisan dari abad ke-17 di posting ini. Bedanya, di lukisan tua ini sang gajah sedang dikurung, sementara di gambar yang lebih muda tampak dikendarai oleh bangsawan tertinggi (sultan?) untuk memasuki arena.
Juru foto/gambar: Isaac Commelin
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Jumat, 26 Desember 2025

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno karya Theodor de Bry tentang pemain gamelan di Jawa

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: abad ke-16 
Tempat terbit: kemungkinan Frankfurt am Main 
Tokoh:
Deskripsi: Theodor de Bry terkenal sebagai ilustrator abad ke-16 yang banyak memperkenalkan kepada warga Eropa suasana di luar Eropa seperti Amerika dan Asia Timur termasuk Nusantara. Karena de Bry menumpahkan imaginasinya berdasarkan naskah-naskah dan narasi yang dia baca atau dapat, dan bukan menyaksikan sendiri, maka tidak jarang hasil karyanya harus dipandang dengan cermat. Seperti halnya gambar tentang pemain gamelan di Jawa ini. Lelaki di sebelah kanan dipastikan adalah pemain gong. De Bry sudah benar dalam menampilkan gong dalam ukurang yang tidak sama; sayangnya tetapi kelebihan dua, dan posisinya 90 derajat terlalu banyak. Dua lelaki lain sudah benar digambarkan dalam keadaan duduk di lantai, memegang dua pemukul yang ujungnya dibungkus, menghadap "meja" yang berisi kenongan. Tetapi, bayangan de Bry tentang bentuk kenongan sedikit meleset: benjolannya terlalu lebar.
Juru foto/gambar: Theodor de Bry
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan:

Rabu, 24 Desember 2025

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno karya Theodor de Bry tentang tarian Jawa

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: abad ke-16 
Tempat terbit: kemungkinan Frankfurt am Main 
Tokoh:
Deskripsi: Theodor de Bry terkenal sebagai ilustrator abad ke-16 yang banyak memperkenalkan kepada warga Eropa suasana di luar Eropa seperti Amerika dan Asia Timur termasuk Nusantara. Karena de Bry menumpahkan imaginasinya berdasarkan naskah-naskah dan narasi yang dia baca atau dapat, dan bukan menyaksikan sendiri, maka tidak jarang hasil karyanya harus dipandang dengan cermat. Seperti halnya gambar tentang tarian Jawa di atas ini. Kemungkinan de Bry mendapatkan info bahwa tarian ini dilakukan berpasangan antara lelaki dan perempuan. Dan bahwa barisan perempuan mengenakan penutup dada (kemben), kain semata kaki, dan seledang. Pakaian barisan lelaki sulit ditebak jika mengikuti karya de Bry, tetapi kemungkinan penutup kepala yang digambar adalah blangkon tetapi dalam imaginasi de Bry. Pemain gamelan digambarkan dengan jongkok, yang seharusnya duduk, dengan bilah-bilah gamelan yang dilukiskan berdiri padahal seharusnya terlentang. Dan tentu saja, pemain gamelan tidak seorang diri.
Juru foto/gambar: Theodor de Bry
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan:

Senin, 24 Juni 2024

Peta kuno dari penghujung abad ke-16: Ketika Jawa menjadi pulau terbesar di Nusantara

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: ujung abad ke-16
Tempat terbit:
Tokoh:
Deskripsi: Peta tentang India dan Asia Timur ini masih sangat kacau dalam menggambarkan wilayah Nusantara. Yang relatif cukup cermat terpetakan adalah Sumatera, Ambon, dan Halmahera (Gilolo). Beberapa pulau membengkak di luar proporsi, misalnya Jawa (Iava maior), Sumbawa (Çambaba), dan Flores; sementara beberapa pulau tergambar kecil dan jauh dari bentuk aslinya, seperti Kalimantan (Borneo), Sulawesi (Celebes), dan Timor.
Juru kartografi: Ortelius
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: