Tampilkan postingan dengan label Archibald Wavell. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Archibald Wavell. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 April 2025

Beberapa wajah KNIL sebelum Perang Dunia 2 melanda Hindia-Belanda (2)

Jakarta, Januari 1942: Rapat para panglima ABDACOM (American-British-Dutch-Australian Command) di bawah pimpinan Jenderal Archibald Percival Wavell, yang dua bulan kemudian terbukti tidak bisa menghadang gerak maju pasukan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jakarta, 31 Agustus 1941: Barisan prajurit KNIL Laut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Parade berkuda para prajurit KNIL di Lapangan Banteng dengan latar belakang Gereja Katedral
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bandung: Empat serdadu lokal KNIL
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bandung, 1942: Rapat para perwira Kementerian Perang yang a.l. dihadiri oleh Kolonel R. Bakkers, Mayor P.G. Mantel, dan Major W.P. van Veen (d.ki.k.ka.). P.G. Mantel beberapa minggu kemudian menjadi salah satu perwakilan Hindia-Belanda dalam penyerahan tanpa syarat kepada Jepang di Kalijati.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: a.l. 1941, 1942
Tempat: a.l. Bandung, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 27 April 2013

Panglima ABDACOM Jenderal Wavell berkunjung ke Jawa

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 22 Januari 1942
Tempat: Jakarta
Tokoh: H.F.C. Walsh (kiri, Konsul Inggris di Batavia), Jenderal Archibald Percival Wavell (tengah, Panglima ABDACOM), Mayjen Hein ter Poorten (kanan, Panglima KNIL)
Peristiwa: Jenderal Wavell berkunjung ke Jakarta untuk membicarakan strategi menghadapi merengseknya pasukan Jepang ke Asia Tenggara
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: http://www.unithistories.com/officers/persons_dutch_knil.html
Catatan: 1. ABDACOM (American-British-Dutch-Australian Command) hanya hidup beberapa minggu dan tidak mampu menahan kemajuan pasukan Jepang. 2. Sebelum ini tokoh sipil yang berjas putih disebut sebagai Van Mook, padahal Konsul Inggris di Batavia yaitu H.F.C. Walsh; dengan ini informasi tsb. dikoreksi.