Tampilkan postingan dengan label ranjau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ranjau. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Juni 2019

Beberapa foto dari album seorang tentara Belanda, 1948/1949

Ini adalah 4 halaman dari album foto dari seorang tentara Belanda yang tampaknya aktif di Indonesia di masa sekitar Aksi Polisionil 2.

Halaman ini menunjukkan Soekarno, Hatta, dan Sjahrir setelah ditangkap Belanda, dengan judul "Gevangen!" (tertangkap); Soekarno dan Hatta di Maguwo, menunggu diasingkan ke Bangka; serta Gedung Kegubernuran di Jogjakarta yang diberi judul "Paleis van Soekarno" (Istana  Soekarno) setelah diduduki Belanda.
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Halaman ini diberi judul "Op weg naar Bangka" (menuju Bangka) yang memperlihatkan Soekarno, Hatta, dan Sjahrir digiring pasukan Belanda ke Maguwo untuk diterbangkan ke pengasingan di Bangka.
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Halaman ini menunjukkan barisan tentara NICA yang oleh pemilik album disebut "anjing" (mungkin ironis); seorang prajurit KNIL mengasah kelewang; dan parade panser Belanda.
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Halaman ini berisi foto ranjau yang kemungkinan dipasang TNI; kesatuan "Peloppors" sedang makan, yang tampaknya adalah milisi bentukan Belanda yang memerangi bangsanya sendiri; beberapa prajurit Belanda menyeberang sungai; dan foto Ungaran, kemungkinan tempat si tentara pernah bertugas.
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)

Waktu: 1948/1949
Tempat: Jogjakarta, Ungaran
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI), Sutan Sjahrir (pejuang kemerdekaan di jalur perundingan dan diplomasi)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Zwiggelaar Auctions
Catatan:

Sabtu, 03 November 2018

Penggunaan bom peninggalan Jepang sebagai ranjau dalam menghadapi Aksi Polisionil 2

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 21 Desember 1948
Tempat: Solo
Tokoh:
Peristiwa: Pasukan Belanda mengamankan bom-bom peninggalan Jepang yang dipasang TNI di sebuah jembatan di Solo dalam usaha menghadang gerak maju militer Belanda semasa Aksi Polisionil 2.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Kamis, 01 November 2018

Penggunaan bom batok dalam menghadapi Belanda semasa Aksi Polisionil 1

Lumajang, 22 Juli 1947: Pasukan Belanda mengamankan ranjau-ranjau yang dipasang TNI di sekitar jembatan dekat pabrik gula Jatiroto.
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Sukabumi, 28 Juli 1947: Sebuah ranjau yang diamankan dan diberi tanda Awas bom batok matak tjilaka.
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: 22 & 28 Juli 1947
Tempat: Lumajang, Sukabumi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Hugo Wilmar
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Selasa, 30 Oktober 2018

Penggunaan bom peninggalan Jepang sebagai ranjau dalam menghadapi Aksi Polisionil 1

Sekitar Surabaya, 21 Juli 1947: Tentara Belanda membersihkan jalan dari ranjau yang dipasang TNI
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Karawang, 23 Juli 1947
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Semarang, 26 Juli 1947
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Juli 1947: Bom ranjau yang diamankan Belanda
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Cikajang (Garut), 28 Oktober 1947
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Madura, 20 November 1947: Tentara Belanda membersihkan jalan dari ranjau yang dipasang TNI
(klik untuk memperbesar | © de Jong / gahetna)

Waktu: 1947
Tempat: s.d.a.
Tokoh:
Peristiwa: Ketika Jepang meninggalkan Indonesia setelah kalah perang, para pejuang menyita banyak persenjataan mereka, termasuk bom-bom udara yang tidak terpakai. Ketika Belanda menjalankan Aksi Polisionil 1 para pejuang menanam bom-bom ini sebagai ranjau yang siap meledak untuk menahan gerak maju pasukan Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Minggu, 28 Oktober 2018

Umar, warga Aceh di Padang pemasang ranjau yang menewaskan lima prajurit Belanda, 1947

Umar dalam rekonstruksi
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Mekanisme peledakan yang direkonstruksi Umar
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 23 September 1947
Tempat: Padang
Tokoh: Umar (pejuang)
Peristiwa: Umar adalah seorang warga Aceh yang berjuang melawan Belanda di wilayah Padang semasa Aksi Polisionil 1. Umar berhasil memasang ranjau yang ledakannya menewaskan lima prajurit Belanda. Militer Belanda kemudian menangkap Umar ketika dia diketahui berada di wilayah yang dikuasai Belanda. Militer Belanda mencoba merekonstruksi dan mendokumentasikan bagaimana Umar merakit bom peninggalan Jepang yang menjadi ranjaunya.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Selasa, 28 Agustus 2018

Sebuah delman hancur setelah melindas ranjau yang dipasang para pejuang, 1947

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)

Waktu: 21 Juli 1947
Tempat: Jawa Barat
Tokoh:
Peristiwa: Selama dan menjelang Aksi Polisionil 1, para pejuang menanam ranjau di berbagai jalan untuk menghambat pergerakan pasukan Belanda. Sayangnya, ada ranjau yang justru memakan korban bangsa sendiri, seperti delman berpenumpang empat orang ini.
Fotografer: Hugo Wilmar
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan: