Tampilkan postingan dengan label Alor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alor. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Mei 2024

Peta kuno dari tahun 1724/1726: Sumbawa dan Nusa Tenggara Timur

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1724-1726
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Sebuah peta yang memperlihatkan Pulau Sumbawa dan pulau-pulau di Nusa Tenggara Timur termasuk Alor (saat itu disebut Pulau Ombo), Flores (saat itu disebut Floris of Ende), Lembata, Pantar, Rote, Solor, Sumba (saat itu disebut Pulau Cendana),dan Timor.
Juru kartografi: François Valentyn
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Pulau Timor tampak belum lengkap tergambar, terutama bagian timurnya. Pulau Rote dan Semau tampak tertukar. Pulau Sawu (Sauvo) tergambar terlalu dekat dengan Pulau Sumba.

Selasa, 17 Oktober 2017

Perayaan 50 tahun bertahtanya Ratu Wilhelmina, 1948

Lomba gigit koin di alun-alun Banyumas
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Pawai masyarakat Alor Timur
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Pawai anak-anak di Purwakarta
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Upacara di istana Gubernur-Jenderal
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 6 September 1948
Tempat: Alor, Banyumas, Jakarta, Purwakarta
Tokoh:
Peristiwa: Pada tanggal 6 September 1948 warga Belanda merayakan 50 tahun bertahtanya Ratu Wilhelmina, termasuk di wilayah yang dikuasai Belanda di Indonesia. Wilhelmina sendiri, dengan perayaan 50 tahun ini, menjadi penguasa Belanda terlama dalam sejarah.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: