Tampilkan postingan dengan label petani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label petani. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juli 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang pemandangan pesawahan di Jawa

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1922
Tahun peristiwa: tahun 1920-an
Tempat terbit: Belanda (?)
Tokoh:
Deskripsi: Lukisan di atas merupakan pemandangan yang sangat khas di Jawa: langit cerah, pegunungan di latar belakang, sawah yang menghampar dengan tanggul dan pematang, pohon asam di perbatasan antara sawah dan jalanan, serta orang-orang yang berteduh di bawah rimbunnya pohon. 
Juru foto/gambar: Jan Christiaan Poortenaar
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Jumat, 01 Mei 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang hulubalang dan petani di Jawa

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1836
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Jerman
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: K.J. Brodtmann (salinan dari karya L.A. de Sainson)
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Sabtu, 21 Maret 2026

Lima rangkaian wajah-wajah penduduk Nusantara di sekitar tahun 1941

Senyum pemetik teh di Jawa Barat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Warga Tionghoa pengolah timah di Belitung
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua petani membajak sawah di Jawa Barat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang Dayak di selatan Kalimantan menggunakan sipet ketika berburu 
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang perempuan Jawa menggunakan canting dalam membatik
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar 1941
Tempat: Belitung, Jawa, Kalimantan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 19 Desember 2025

Propaganda semasa Perang Kemerdekaan yang menjelekkan Republik Indonesia dan memperindah Belanda (22)

Orang bilang, ketika dua kubu berkonflik maka pihak pertama yang menjadi korban adalah sang kebenaran. Kedua kubu akan berusaha mencari dukungan, baik dari dalam maupun dari luar, agar posisi dia semakin kuat dalam perseteruan. Usaha ini tidak jarang dilakukan dengan peluncuran propaganda yang tentunya membagus-baguskan diri sendiri, dan memburuk-burukkan pihak lain. Tidak jarang pula bahan propaganda ini tidak selaras dengan fakta dan kebenaran. Dan ini terjadi dari dulu hingga sekarang.

Rangkaian foto berikut akan menampilkan hal seperti ini. Semasa Perang Kemerdekaan dulu rupanya ada kalangan yang memunculkan foto-foto sebagai pembuktian bahwa Republik Indonesia itu menyengsarakan dan/atau masyarakat di Nusantara suka dengan pemerintahan Kerajaan Belanda. Kita akan coba untuk meneliti apa yang sebenarnya ditampilkan oleh foto-foto ini.


(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
  • Teks asli penyerta foto:Goddank we zijn achter de democratie lijn. Nu gaat het weer zoals vroeger. Indonesische landbouwers in veiligheid gebracht. West-Java.
  • Terjemahan: Puji Tuhan, kita berada di belakang garis demarkasi [=batas antara kekuasaan Republik dan Belanda]. Sekarang [kehidupan] kembali seperti dulu. Petani Indonesia diselamatkan [dari cengkeraman Republik]. Jawa Barat.
  • Bahasan: Kemungkinan ini adalah sekedar sekelompok petani yang senang mendapatkan tumpangan gratis.
  • Catatan: 
Waktu: 1947
Tempat: Jawa Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 11 Oktober 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (17)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Air terjun Nglirip di Singgahan, Tuban. Seorang warga tampak berdiri di dekat fenomena alam ini. Bandingkan juga dengan lukisan karya Abraham Salm di posting ini yang mengambil sudut yang berbeda.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sekelompok petani memanen padi di sawah dengan topi caping beraneka warna
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah konvoi kawanan kuda yang tampaknya digunakan untuk mengangkut hasil bumi yang disimpan di dalam karung-karung di atas pundak kuda. Kemungkinan hasil bumi ini berasal dari kawasan atas pegunungan dan akan diperdagangkan di pasar atau diolah lebih lanjut di wilayah yang lebih rendah.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Lukisan ini diberi judul "Tjiliwoeng", dan kemungkinan besar menggambarkan suasana di sekitar pelabuhan Sunda Kelapa, dengan mengambil patokan dua tanggul di kiri kanan yang menjorok dari daratan ke laut. Selain perahu tradisional tampak kapal uap sudah ikut meramaikan perairan Jakarta saat itu.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Perahu tradisional di pesisir Jawa yang menggunakan dua bilah penyeimbang di tiap sisi dan biasan digunakan para nelayan untuk melaut
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Kamis, 09 Oktober 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (16)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Senenan, sebuah tradisi permainan berkuda di kaum pria dari kalangan bangsawan dan ningrat Jawa yang ditonton khalayak ramai di latar belakang. Para lelaki ini bertelanjang dada dengan mengenakan semacam celana panjang yang ditutupi kain di bagian pinggang. Kepala para lelaki ini ditutup dengan kuluk, tetapi kakinya memilih gaya nyeker.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah gereja di Salatiga dengan latar belakang Gunung Merbabu dan Gunung Telomoyo. Gereja ini tampak sepenuhnya terbuat dari kayu meskipun bagian yang berwarna putih mengindikasikan adanya bagian tembok.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Dangau, gubuk, atau saung petani di tengah pesawahan. Dangau ini dibuat lumayan tinggi sehingga orang perlu tangga untuk memanjat hingga ke atas. Dari ketinggian ini petani, atau anak-anak mereka, bisa mengawasi bagian sawah mana yang sedang "diserang" burung sehingga mereka bisa menarik-narik tali yang cocok untuk mengagetkan dan mengusir burung yang "menyerang" ini.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Stasiun kereta Tanggung di Grobogan. Di peron tampak petugas kereta dalam seragam putih bersiap menyambut kedatangan kereta bertenaga uap yang sudah mendekat. Empat penumpang, salah satunta pria Tionghoa bertaucang, siap menaiki kereta yang tampkanya terdiri dari sekitar empat gerbong.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Kediaman Residen Semarang dengan penjagaan bersenjata. Seorang tukang kebun tampak sednag menyapu halaman, sementara seorang opas berjalan dengan sedikit merunduk sambil mengepit seberkas dokumen.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Kamis, 25 September 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (9)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Bogor: Aktivitas warga di sebuah sungai kecil di tepi sebuah perkampungan. Seorang wanita tampak memeras pakaian, di dekat sekeranjang baju dan seorang wanita lain yang duduk bersimpuh. Sementara itu seorang wanita lain tampak pulang membawa pakaian dan menuntun anaknya.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Sebuah tempat penggilingan padi yang menggunakan batu. Tiga lelaki tampak melakukan aktivias berbeda-beda di penggilingan ini: ada yang memecahkan bilah kayu, menebar bulir padi untuk dilindas roda batu penggiling, dan ada yang memegang tanaman padi untuk digiling.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Kedungbadak, Bogor: Sebuah gundukan batu yang memecah aliran sungai dan dimanfaatkan sebagai tempat penyeberangan dengan jembatan yang teediri dari dua ruas. Gunung Pangrango tampak berada di latar belakang, sementara kereta dan orang tampak melalui jalur penyeberangan ini.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Empat pria memikul keranda menuju kawasan kuburan yang dipenuhi pohon kamboja, sementara seorang pria lain di belakang memayungi jenazah yang ada di dalamnya. Seorang ulama berjalan paling depan dengan mengenakan sorban dan jubah serta membawa sebuah kitab. Tidak ada perempuan di prosesi ini, dan semua lelaki mengenakan atasan penutup dada.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Sebuah pemandangan dengan latar belakang kawasan Gunung Gede dan Pangrango. Sebuah jembatan gantung dari bambu dengan konstruksi segitiga tampak menjadi jalur lalu lintas warga, yang umumnya membawa padi, untuk menyeberangi sebuah sungau berbatu. Di tepi jembatan ada sebuah warung yang dijaga seorang perempuang yang tampak sedang melayani seorang pelanggan. Dua perempuan di gambar ini mengenakan atasan khas Pasundan saat itu, yaitu kebaya yang panjang hingga ke bawah lutut.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 26 Agustus 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Abraham Salm tentang berbagai tempat di Jawa (1)

Ini merupakan pelengkap dan tayang ulang (reload) dalam ukurang yang lebih besar dari beberapa lukisan karya Abraham Salm yang pernah dimuat sebelumnya. Lihat tautan di bagian "Catatan" di bawah.


Bogor: Seorang petani di Kedungbadak minum dari bekal yang dibawa istrinya, dengan latar belakang air jernih memancar dan Gunung Salak
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Kaki Gunung Semeru: Sebuah desa di Pasuruan dengan rumah-rumah yang beratap rumbia dan kumpulan warga dalam berbagai aktivitas
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Tuban: Air terjun Nglirip di Singgahan dengan latar depan tiga gembala yang menjaga kawanan kambing yang berkumpul di tepian
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Tegal: Pabrik gula di Pangkah dengan enam cerobong asap, sementara pedati berdatangan membawa tebu yang siap diolah untuk menjadi gula
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1872
Tempat terbit:
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Abraham Salm
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Tautan dari posting sebelumnya tentang Banten, Bogor, Gunung Semeru, Malang/Tegal, dan Sumedang.

Jumat, 08 Agustus 2025

Kumpulan beberapa ilustrasi zaman dulu tentang Nusantara (4)

Luwak [~1780]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sarang burung kolibri
[Arthus Bertrand, 1870, Paris]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Potongan besar dari gambar di atas
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Petani dan gembala kerbau di sawah
[Hendrik Paulides, 1927]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1780, 1870, 1927
Tempat terbit: a.l. Paris
Tokoh: a.l. Arthus Bertrand, Hendrik Paulides
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 13 Januari 2025

Timor setelah Jepang kalah perang dan Belanda bersama Sekutu kembali datang, 1945 (10)

Prajurit Jepang melakukan proses bongkar muatan dari sebuah kapal tongkang di bawah pengawasan militer Australia. Latar belakang memperlihatkan bangunan-bangunan di pantai Kupang yang rusak akibat perang.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Catatan foto menyebutkan bahwa para pria ini warga asal Jawa yang diangkut oleh AL Austrlia dari Lautem (Timor Leste). Dua di latar belakang mengenakan topi militer Jepang, yang mengindikasikan ada keterkaitan dengan ketentaraan Jepang (lihat juga foto di bawah).
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Catatan foto menyebutkan bahwa warga Kupang menyambut gembira kedatangan truk yang membawa beberapa pria asal Jawa yang dibebaskan dari tahanan militer Jepang. Gerbang berhias di latar belakang bertuliskan "Selamat Datang Balatentra Serikat".
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang warga Timor di ladang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga prajurit Australia bersama anak-anak dan perempuan Timor
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar September 1945
Tempat: Timor
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 28 Mei 2024

Suasana di Minahasa setelah Jepang kalah perang, 1945 (6)

Dua anak pulang membawa hasil tangkapan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga bocah pulang memancing
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sekelompok warga berjalan bersama, para perempuan mengusung barang di atas kepala
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sekelompok warga duduk bersama di tepi saluran air
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua bocah memandikan seekor kuda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pedati bertenaga dua kerbau mengangkut rerumputan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Minahasa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 26 Mei 2024

Suasana di Minahasa setelah Jepang kalah perang, 1945 (5)

Keramaian di sebuah jalan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang wanita mencuci pakaian dengan membanting baju ke sebuah batu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang bocah kemungkinan dengan perangkap ikan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang wanita di ladang ditemani seekor anjing
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua orang bercengkerama
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sekelompok perempuan berjalan di pesawahan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Minahasa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 24 Mei 2024

Suasana di Minahasa setelah Jepang kalah perang, 1945 (4)

Seorang petani membawa cangkul
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang perempuan memikul berbagai barang di atas kepalanya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang perempuan memandikan anak kecil
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Menimba air dari sumur
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Keramaian di pasar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Suasana di sebuah jalan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Minahasa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: