Tampilkan postingan dengan label olah raga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olah raga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Desember 2024

Ambon setelah Jepang kalah perang dan Belanda kembali datang, 1945 (2)

Kantor polisi NICA di Ambon; komandannya bernama Blockland (tengah)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang prajurit KNIL berlatih menggunakan sangkur dengan diawasi seorang letnan bernama Serle
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Warga lokal yang menjadi aparat keamanan NICA …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… berolahraga bersama di bawah pimpinan seorang sersan bernama Tamunu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Barisan para polisi NICA berkumpul …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… dan berparade dengan senapan di tangan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Ambon
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 09 Juni 2024

Tentara-tentara Jepang di Indonesia yang didakwa Sekutu dengan tuduhan kejahatan perang (1): Kesatuan di Morotai

Sersan Uchino dan Prajurit Tanaka mencucui pakaian: Mereka didakwa 10 tahun penjara karena membayonet para tentara AU Australia yang tertawan di Morotai
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Mayor Tomura, Kapten Misumi, dan Kolonel Koba di tengah lantunan seruling bambu: Dituntut hukuman mati karena eksekusi atas 3 anggota AU Australia yang ditawan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Letnan Nomura, Kapten Misumi, Tanaka, dan Letnan Lieutenant Inamura (?) bermain kartu: Didakwa hukuman mati karena mengeksekusi anggota-anggota AU Australia yang ditawan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Letnan Tanaka bergulat melawan Mayor Tomura dengan diwasiti oleh Kapten Misumi:
Menunggu hasil keputusan mahkamah militer yang menghakimi mereka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Morotai
Tokoh:
Peristiwa: Ketika Sekutu menduduki Morotai dan menahan pasukan Jepang yang berada di sana, mereka mendakwa kesatuan ini atas kejahatan perang. Dikabarkan bahwa kesatuan ini melakukan tindakan brutal terhadap anggota-anggota AU Australia yang ditawan Jepang di Morotai semasa Perang Dunia II. Kebrutalan ini a.l. penusukan dengan bayonet hingga ke eksekusi mati. Foto-foto diambil di kamp berduri yang menahan para tentara Jepang ini. Mereka melakukan berbagai kegiatan di sela-sela persidangan militer.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 15 Maret 2024

Kedatangan militer Sekutu ke markas pasukan Jepang di Binjai untuk memeriksa kasus kejahatan perang, 1946 (1)

Atraksi Kendo oleh pasukan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pertunjukan judo (?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Letnan Shindo bersujud di depan pedang samurainya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Letnan Shindo dan Kapten Fuji mempertontonkan duel samurai
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bagian dari tim Sekutu yang datang ke markas tentara Jepang di Binjai
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Mei 1946
Tempat: Binjai
Tokoh:
Peristiwa: Di tahun 1946, belum semua pasukan Jepang dipulangkan ke tanah asalnya setelah mereka kalah perang. Di bulan Mei 1946, pihak Sekutu mendatangi markas tentara Jepang di Binjai, untuk memeriksa kasus kejahatan perang yang diduga dilakukan militer Jepang semasa pendudukan mereka di wilayah Sumatera Utara. Tuduhan kebrutalan a.l. dilontarkan oleh masyarakat Tionghoa di wilayah ini. Ketika militer Sekutu datang, pasukan Jepang yang sudah dilucuti senjata beratnya ini, mempertunjukan berbagai aktivitas beladiri tradisional Jepang seperti kendo dan jiu-jitsu (atau judo?).
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 23 April 2023

Kegiatan para tentara Sekutu yang ditawan Jepang di kamp Cilacap, 1944

Berenang di Selat Nusakambangan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Memancing di laut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Disalami tentara Jepang di kegiatan memancing
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Berolahraga di pantai
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 29 Januari 1944
Tempat: Cilacap (atau Nusakambangan?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 09 April 2023

Tentara dan warga negara Sekutu di kamp tahanan Jepang di Jawa (4)

8 Juli 1942: Warga Belanda yang digiring ke kamp di Cimahi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
29 Januari 1944: Senam pagi bareng para tawanan dengan instruktur Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
29 Januari 1944: Antrian pembagian makanan dengan papan petunjuk dalam bahasa Belanda dan Inggris
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pertandang bola voli antar tawanan, sebagian kelihatan kurang gizi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: masa pendudukan Jepang (a.l. 1942, 1944)
Tempat: Jawa (a.l. Cimahi)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 07 April 2023

Tentara dan warga negara Sekutu di kamp tahanan Jepang di Jawa (3)

Pertunjukan ketangkasan olahraga di area kamp tahanan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Balap karung di antara tawanan perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kegiatan melukis dalam pengawasan tentara Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang tawanan dalam aktivitas dengan mikroskop
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 28/29 Januari 1944
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 12 Januari 2022

Sebuah pertandingan persahabatan bulutangkis di Surabaya, 1935

(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: 24 April 1935
Tempat: Surabaya (?)
Tokoh:
Peristiwa: Sebuah kejuaraan bulutangkis antara perkumpulan "Siok" melawan perkumpulan "Insaf" yang terdiri dari 3 partai tunggal dan 3 partai ganda. Para pemainnya bernama Tisna, Daan, Jahri, Sutaryo, Sapi'i, dan Dachlan dari "Siok"; serta Mamat, Am (?), Rosad, Ashari, Tohir, Esa, Rachim, dan Nangtji dari "Insaf".
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Gambar diambil dari album foto milik keluarga Samsudin.

Senin, 29 November 2021

Medan dan Langkat 1932 (1/3)

Istana Maimun
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Kantor pos
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Arena renang Medansche Zwemvereeniging
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Hotel De Boer
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1932
Tempat: Medan
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Minggu, 08 Maret 2020

Jepretan Charles Breijer 1947-1953: Warga Pontianak dalam berbagai aktivitas, 1948

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)

Waktu: 1948
Tempat: Pontianak
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Jumat, 10 Januari 2020

Jepretan Charles Breijer 1947-1953: Pekan Olahraga Nasional I, Solo 1948 - Pencak silat dan senam massal

PENGANTAR

Foto-foto tentang Pekan Olahraga Nasional I hampir tidak ada. Dokumentasi tentang PON I yang beredar di dunia maya paling menampilkan foto-foto dari PON sesudahnya, atau kegiatan lain yang diusahakan dikait-kaitkan dengan PON I. Boleh jadi saat itu memang orang belum ngeh tentang bakal pentingnya peristiwa ini. Mungkin juga pada saat itu orang belum yakin bahwa acara ini akan berlanjut secara berkala; perlu diingat bahwa penomoran "I" baru datang belakangan. Pada saat itu Republik Indonesia, yang wilayahnya secara de facto menyusut setelah Aksi Polisionil I, ingin menunjukkan bahwa negara ini mampu mengadakan pekan olahraga dengan peserta dari berbagai pelosok wilayah.

Ketika blog ini mengamati kumpulan foto yang dibuat fotografer Belanda, Charles Breijer, antara tahun 1947 dan 1953, ada beberapa foto yang diberi catatan sportmanifestatie in het stadion van Solo, Indonesië (1948). Kumpulan foto ini tidak banyak memperlihatkan kegiatan olahraganya, tetapi banyak menampilkan kegiatan lain yang cocok dengan deskripsi tentang pembukaan PON I: adanya parade pandu, senam massal, pencak silat, dan hadirnya Wikana yang menjabat Menteri Pemuda sejak kabinet Syahrir II hingga ke kabinet Amir Syarifudin II dan juga merupakan Gubernur Militer wilayah Surakarta sebelum diganti oleh Gatot Subroto.

Apabila jepretan Charles Breijer ini memang berasal dari acara PON I, maka syukurlah masih ada dokumentasi foto dari peristiwa ini.

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)

Waktu: kemungkinan besar 9 September 1948
Tempat: Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Rabu, 08 Januari 2020

Jepretan Charles Breijer 1947-1953: Pekan Olahraga Nasional I, Solo 1948 - Atlit dan pertandingan

PENGANTAR

Foto-foto tentang Pekan Olahraga Nasional I hampir tidak ada. Dokumentasi tentang PON I yang beredar di dunia maya paling menampilkan foto-foto dari PON sesudahnya, atau kegiatan lain yang diusahakan dikait-kaitkan dengan PON I. Boleh jadi saat itu memang orang belum ngeh tentang bakal pentingnya peristiwa ini. Mungkin juga pada saat itu orang belum yakin bahwa acara ini akan berlanjut secara berkala; perlu diingat bahwa penomoran "I" baru datang belakangan. Pada saat itu Republik Indonesia, yang wilayahnya secara de facto menyusut setelah Aksi Polisionil I, ingin menunjukkan bahwa negara ini mampu mengadakan pekan olahraga dengan peserta dari berbagai pelosok wilayah.

Ketika blog ini mengamati kumpulan foto yang dibuat fotografer Belanda, Charles Breijer, antara tahun 1947 dan 1953, ada beberapa foto yang diberi catatan sportmanifestatie in het stadion van Solo, Indonesië (1948). Kumpulan foto ini tidak banyak memperlihatkan kegiatan olahraganya, tetapi banyak menampilkan kegiatan lain yang cocok dengan deskripsi tentang pembukaan PON I: adanya parade pandu, senam massal, pencak silat, dan hadirnya Wikana yang menjabat Menteri Pemuda sejak kabinet Syahrir II hingga ke kabinet Amir Syarifudin II dan juga merupakan Gubernur Militer wilayah Surakarta sebelum diganti oleh Gatot Subroto.

Apabila jepretan Charles Breijer ini memang berasal dari acara PON I, maka syukurlah masih ada dokumentasi foto dari peristiwa ini.

Para atlit di tribun stadion Sriwedari
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
Tolak peluru
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
Lompat jauh
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)

Waktu: kemungkinan besar 9 September 1948
Tempat: Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Minggu, 24 Februari 2019

Bandung 1920: Bangunan dan fasilitas lain

PENGANTAR

Pada bulan Agustus 1920, Bertus Coops mengakhiri masa baktinya sebagai walikota Bandung. Dia dicatat sejarah sebagai pejabat yang banyak melakukan pembangunan. Tidak mengherankan apabila jajaran pemerintah daerah Bandung saat itu memberikan kenang-kenangan berupa album foto yang menunjukkan bangunan dan infrastruktur di Bandung yang banyak di antaranya terwujud di masa pemerintahan Bertus Coops.


Seri foto berikut ini akan menampilkan isi dari album ini.


Pacuan kuda Tegallega
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Reservoir air ledeng di Lembang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Reservoir air ledeng di Jalan Sumatera
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1920
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Rabu, 03 Januari 2018

Perlombaan olahraga di zaman Jepang

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: masa pendudukan Jepang
Tempat: ?
Tokoh:
Peristiwa: Setelah Jepang kalah perang, pihak intelejen Belanda menyita banyak foto buatan Jepang, antara lain foto di atas yang memperlihatkan acara pertandingan olahraga.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Minggu, 26 Maret 2017

Pertunjukan gulat di Bandung sekitar tahun 1938

(klik untuk memperbesar | © fotoleren)

Waktu: 1938 /1939
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Alphons Louis Marie Antoine Hubert Hustinx
Sumber / Hak cipta: Fotoleren
Catatan: