Tampilkan postingan dengan label Cirebon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cirebon. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Januari 2026

Kendaraan lapis baja Belanda bersembunyi di jalur Sumedang-Cirebon

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: masa Perang Kemerdekaan
Tempat: jalur jalan antara Sumedang dan Cirebon
Tokoh:
Peristiwa: Jalanan antara Sumedang dan Cirebon, yang sekarang tersaingi oleh jalan tol Cipali dan Cisumdawu, merupakan jalur yang rawan penyergapan dan usaha pemboman jembatan oleh para pejuang semasa Perang Kemerdekaan. Militer Belanda banyak mengerahkan pasukan bersenjata berat ke rute yang melintasi Tomo, Kadipaten, hingga ke arah Jatiwangi ini.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 22 Februari 2025

Foto udara atas kawasan-kawasan industri di Jawa, sekitar pertengahan 1920-an (6)

Sebuah pabrik gula di wilayah Cirebon yang area pabrik dan kompleks perumahannya dikelilingi perkebunan tebu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Area perakitan kendaraan milik General Motors di kawasan Tanjung Priuk
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Perkebunan teh dan karet Maswati di Cikalong Wetan, Bandung Barat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pabrik gula di antara Cirebon dan Tegal, dengan jalur lori di sebelah kiri, dan dua silo berbentuk silinder di sebalah kanan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (1924?)
Tempat: Jawa (a.l. Bandung, Cirebon, dan Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 20 Februari 2025

Foto udara atas kawasan-kawasan industri di Jawa, sekitar pertengahan 1920-an (5)

Sebuah pabrik gula yang dikelilingi pesawahan dan pemukiman pegawai, serta taman yang berada di antara perumahan dan sebuah saluran air
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pabrik gula di wilayah Cirebon dengan tiga sisi berhadapan dengan pemukiman, dan satu sisi dengan perkebunan tebu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pabrik gula yang sama difoto dari sisi yang berbeda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pusat perakitan kendaraan milik General Motors di kawasan Tanjung Priuk
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (1924?)
Tempat: Jawa (a.l. Cirebon, Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 14 Februari 2025

Foto udara atas kawasan-kawasan industri di Jawa, sekitar pertengahan 1920-an (2)

Sebuah pabrik gula di wilayah Cirebon
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah kompleks industri di Bandung
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pabrik gula Demakijo di Sleman
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pabrik gula di tengah pesawahan dan perkebunan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (1924?)
Tempat: Jawa (a.l. Bandung, Cirebon, Sleman)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 24 April 2023

Dari serakan foto hasil jepretan studio "Hwa San & Co" dan "Wijnand Kerkhoff"

Hwa San, >1905: Gedung pabrik spiritus dan alkohol di Pabuaran, Cirebon
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Hwa San, >1905: Lori dengan tangki, serta cerobong asap dari pabrik spiritus dan alkohol di Pabuaran, Cirebon
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Wijnand Kerkhoff: Hotel Dieng (di Wonosobo?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Wijnand Kerkhoff: Pemain gamelan Sunda (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: pertengahan pertama abad ke-20
Tempat: Jawa Barat (a.l. Cirebon), Wonosobo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Hwa San | Wijnand Kerkhoff
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 31 Desember 2022

Dari album foto seorang anggota Keraton Kanoman Cirebon (6)

PENGANTAR

Di antara album foto yang dibeli National Gallery of Australia dari koleksi Leo Haks, ada sebuah buku foto yang oleh NGA diberikan keterangan singkat "Samsoedin Indonesian family album 1930 - 1933". Sepintas isi album ini memang foto-foto keluarga Indonesia, yang berisi gambar dari anak kecil hingga dewasa, ketika di rumah atau sedang bepergian. Si keluarga tampaknya lumayan berada. Mereka memiliki mobil dengan plat nomor D, memiliki anjing ras, dan Samsoedin ini memiliki kamera yang tampaknya dia gunakan untuk mengambil banyak foto yang ada di album ini. Kemudian keluarga ini banyak berpergian, keliling Jawa, ke Bali, ke Palembang, bahkan sampai ke Singapura.

Si penyusun foto memberikan beberapa catatan, sehingga kita masih bisa mengetahui tentang apa foto-foto ini. Di salah satu foto ada keterangan De Koninklijke familie Kanoman, atau "Keluarga Kerajaan Kanoman". Ini menimbulkan dugaan bahwa keluarga yang ditampilkan di album ini adalah keluarga Keraton Kanoman, Cirebon. Dugaan ini diperkuat dengan catatan Samsoedin di foto dia bersama kerabat lelakinya yang diberi catatan 't Kanoman-trio and little brothers. Akhirnya catatan dia di awal album yang menyebutkan namanya, dan nama tempat "Soerabaja", "Bandoeng", "Java", dan "Kanoman" makin mengukuhkan dugaan ini.

Album ini menjadi menarik karena menampilkan golongan berada Indonesia di tahun 1930-an: pakaiannya, pendidikannya, bahasa yang digunakan, kegiatannya, serta pertemanannya. Album ini juga ikut memperlihatkan tempat mana saja yang menjadi tujuan perjalanan atau wisata saat itu. Dari album ini kita juga melihat bahwa Samsoedin ini sangat senang memfoto anak kecil terutama keponakannya, dan dalam beberapa foto juga kaum perempuan termasuk ibu dan saudara-saudara wanitanya. Ada juga foto yang memperlihatkan kunjungan Dr. Khalid Sheldrake ke Bandung. Khalid, yang nama aslinya Bertram William, adalah filantrop Inggris yang masuk Islam dan sempat dinobatkan menjadi Raja Islamestan di wilayah Xinjiang, RRT, sekarang.


Foto Samsoedin di Middelbare Handelsschool yang tampaknya dia masuki setelah lulus MULO; fot lainnya menunjukkan saudara-saudara perempuan dan tampaknya keponakannya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto atas tampaknya menunjukkan anak-anak kalangan atas dari warga pribumi dan Tionghoa dalam sebuah acara (sekolah?); foto bawah menunjukkan Samsoedin duduk di tengah, tampaknya di antara perkumpulan siswa yang diberi nama "Mercurius"
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto-foto dari Madura, Karang Hawu dan Cisolok di Pelabuhan Ratu, serta kunjungan Dr. Khalid Sheldrake ke pengurus Persatuan Islam di Bandung juga di sebuah villa di Gunung Puntang juga di Bandung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah foto keluarga dari kerabat Samsoedin
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto kerabat dan kenang-kenangan dari kunjungan ke Subang, serta penangkapan seekor hiu di Pelabuhan Ratu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kumpulan foto keluarga yang banyak menampilkan ayah Samsoedin (Sultan Anom), ibunya, serta keponakan-keponakannya; kemungkinan di Cirebon
(klik untuk memperbesar | © NGA)
 
Waktu: di sekitar tahun 1930
Tempat: Bandung, Cirebon, Subang, Sukabumi
Tokoh: Khalid Sheldrake (tokoh Muslim Inggris yang bernama asli Bertram William); Samsoedin menyebut Khalid sebagai "Pres.(ident of) Western-Islamic-Association"
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Samsudin
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 29 Desember 2022

Dari album foto seorang anggota Keraton Kanoman Cirebon (5)

PENGANTAR

Di antara album foto yang dibeli National Gallery of Australia dari koleksi Leo Haks, ada sebuah buku foto yang oleh NGA diberikan keterangan singkat "Samsoedin Indonesian family album 1930 - 1933". Sepintas isi album ini memang foto-foto keluarga Indonesia, yang berisi gambar dari anak kecil hingga dewasa, ketika di rumah atau sedang bepergian. Si keluarga tampaknya lumayan berada. Mereka memiliki mobil dengan plat nomor D, memiliki anjing ras, dan Samsoedin ini memiliki kamera yang tampaknya dia gunakan untuk mengambil banyak foto yang ada di album ini. Kemudian keluarga ini banyak berpergian, keliling Jawa, ke Bali, ke Palembang, bahkan sampai ke Singapura.

Si penyusun foto memberikan beberapa catatan, sehingga kita masih bisa mengetahui tentang apa foto-foto ini. Di salah satu foto ada keterangan De Koninklijke familie Kanoman, atau "Keluarga Kerajaan Kanoman". Ini menimbulkan dugaan bahwa keluarga yang ditampilkan di album ini adalah keluarga Keraton Kanoman, Cirebon. Dugaan ini diperkuat dengan catatan Samsoedin di foto dia bersama kerabat lelakinya yang diberi catatan 't Kanoman-trio and little brothers. Akhirnya catatan dia di awal album yang menyebutkan namanya, dan nama tempat "Soerabaja", "Bandoeng", "Java", dan "Kanoman" makin mengukuhkan dugaan ini.

Album ini menjadi menarik karena menampilkan golongan berada Indonesia di tahun 1930-an: pakaiannya, pendidikannya, bahasa yang digunakan, kegiatannya, serta pertemanannya. Album ini juga ikut memperlihatkan tempat mana saja yang menjadi tujuan perjalanan atau wisata saat itu. Dari album ini kita juga melihat bahwa Samsoedin ini sangat senang memfoto anak kecil terutama keponakannya, dan dalam beberapa foto juga kaum perempuan termasuk ibu dan saudara-saudara wanitanya. Ada juga foto yang memperlihatkan kunjungan Dr. Khalid Sheldrake ke Bandung. Khalid, yang nama aslinya Bertram William, adalah filantrop Inggris yang masuk Islam dan sempat dinobatkan menjadi Raja Islamestan di wilayah Xinjiang, RRT, sekarang.


Kunjungan ke Bendung Walahar di Karawang, olahraga kesukaan Samsoedin yaitu sepakbola dan badminton, foto Otje yang sudah makin besar, serta beberapa foto keluarga
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto-foto keluarga a.l. di Malang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Dari kunjungan ke a.l. Lamongan, Tasikmalaya, dan Palembang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto dari adik kakak Samsoedin, termasuk Mochtar, serta keponakan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto-foto kerabat di Lamongan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Dari kunjungan ke Palembang, Singapura, dan Malang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
 
Waktu: di sekitar tahun 1930
Tempat: Cirebon, Jakarta, Karawang, Lamongan, Malang, Palembang, Singapura, Surabaya, Tasikmalaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Samsudin
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 27 Desember 2022

Dari album foto seorang anggota Keraton Kanoman Cirebon (4)

PENGANTAR

Di antara album foto yang dibeli National Gallery of Australia dari koleksi Leo Haks, ada sebuah buku foto yang oleh NGA diberikan keterangan singkat "Samsoedin Indonesian family album 1930 - 1933". Sepintas isi album ini memang foto-foto keluarga Indonesia, yang berisi gambar dari anak kecil hingga dewasa, ketika di rumah atau sedang bepergian. Si keluarga tampaknya lumayan berada. Mereka memiliki mobil dengan plat nomor D, memiliki anjing ras, dan Samsoedin ini memiliki kamera yang tampaknya dia gunakan untuk mengambil banyak foto yang ada di album ini. Kemudian keluarga ini banyak berpergian, keliling Jawa, ke Bali, ke Palembang, bahkan sampai ke Singapura.

Si penyusun foto memberikan beberapa catatan, sehingga kita masih bisa mengetahui tentang apa foto-foto ini. Di salah satu foto ada keterangan De Koninklijke familie Kanoman, atau "Keluarga Kerajaan Kanoman". Ini menimbulkan dugaan bahwa keluarga yang ditampilkan di album ini adalah keluarga Keraton Kanoman, Cirebon. Dugaan ini diperkuat dengan catatan Samsoedin di foto dia bersama kerabat lelakinya yang diberi catatan 't Kanoman-trio and little brothers. Akhirnya catatan dia di awal album yang menyebutkan namanya, dan nama tempat "Soerabaja", "Bandoeng", "Java", dan "Kanoman" makin mengukuhkan dugaan ini.

Album ini menjadi menarik karena menampilkan golongan berada Indonesia di tahun 1930-an: pakaiannya, pendidikannya, bahasa yang digunakan, kegiatannya, serta pertemanannya. Album ini juga ikut memperlihatkan tempat mana saja yang menjadi tujuan perjalanan atau wisata saat itu. Dari album ini kita juga melihat bahwa Samsoedin ini sangat senang memfoto anak kecil terutama keponakannya, dan dalam beberapa foto juga kaum perempuan termasuk ibu dan saudara-saudara wanitanya. Ada juga foto yang memperlihatkan kunjungan Dr. Khalid Sheldrake ke Bandung. Khalid, yang nama aslinya Bertram William, adalah filantrop Inggris yang masuk Islam dan sempat dinobatkan menjadi Raja Islamestan di wilayah Xinjiang, RRT, sekarang.


Penjelajahan bersama teman-teman sekolah a.l. ke Subang, Gunung Tangkuban Perahu dan Gua (?) Pawon di Bandung, serta Situ Empang di Purwakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kunjungan ke Palembang dan Bali
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kenang-kenangan dari kunjungan ke Bangkalan, Cicalengka, Lamongan, dan menyebarangi Bengawan Solo melalui jembatan Babat-Widang di Tuban
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto keluarga a.l. di Jubileumspark Bandung dan Singapura
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kebun binatang Darmo di Surabaya dan berburu banteng di Tomo/Buahdua, Sumedang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Samsoedin dalam pakaian Bali, ayah-ibunya, serta sanak saudaranya, serta foto dari kunjungan ke Malang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
 
Waktu: di sekitar tahun 1930
Tempat: Bali, Bandung, Bangkalan, Cirebon, Lamongan, Malang, Palembang, Purwakarta, Singapura, Subang, Sumedang, Surabaya, Tuban
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Samsudin
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 23 Desember 2022

Dari album foto seorang anggota Keraton Kanoman Cirebon (2)

PENGANTAR

Di antara album foto yang dibeli National Gallery of Australia dari koleksi Leo Haks, ada sebuah buku foto yang oleh NGA diberikan keterangan singkat "Samsoedin Indonesian family album 1930 - 1933". Sepintas isi album ini memang foto-foto keluarga Indonesia, yang berisi gambar dari anak kecil hingga dewasa, ketika di rumah atau sedang bepergian. Si keluarga tampaknya lumayan berada. Mereka memiliki mobil dengan plat nomor D, memiliki anjing ras, dan Samsoedin ini memiliki kamera yang tampaknya dia gunakan untuk mengambil banyak foto yang ada di album ini. Kemudian keluarga ini banyak berpergian, keliling Jawa, ke Bali, ke Palembang, bahkan sampai ke Singapura.

Si penyusun foto memberikan beberapa catatan, sehingga kita masih bisa mengetahui tentang apa foto-foto ini. Di salah satu foto ada keterangan De Koninklijke familie Kanoman, atau "Keluarga Kerajaan Kanoman". Ini menimbulkan dugaan bahwa keluarga yang ditampilkan di album ini adalah keluarga Keraton Kanoman, Cirebon. Dugaan ini diperkuat dengan catatan Samsoedin di foto dia bersama kerabat lelakinya yang diberi catatan 't Kanoman-trio and little brothers. Akhirnya catatan dia di awal album yang menyebutkan namanya, dan nama tempat "Soerabaja", "Bandoeng", "Java", dan "Kanoman" makin mengukuhkan dugaan ini.

Album ini menjadi menarik karena menampilkan golongan berada Indonesia di tahun 1930-an: pakaiannya, pendidikannya, bahasa yang digunakan, kegiatannya, serta pertemanannya. Album ini juga ikut memperlihatkan tempat mana saja yang menjadi tujuan perjalanan atau wisata saat itu. Dari album ini kita juga melihat bahwa Samsoedin ini sangat senang memfoto anak kecil terutama keponakannya, dan dalam beberapa foto juga kaum perempuan termasuk ibu dan saudara-saudara wanitanya. Ada juga foto yang memperlihatkan kunjungan Dr. Khalid Sheldrake ke Bandung. Khalid, yang nama aslinya Bertram William, adalah filantrop Inggris yang masuk Islam dan sempat dinobatkan menjadi Raja Islamestan di wilayah Xinjiang, RRT, sekarang.


Keluarga Keraton Kanoman di tahun 1931: Samsoedin memperlihatkan ayahnya (Sultan Anom?), ibunya, dan saudara-saudaranya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Acara ulang tahun keponakan Samsoedin, anak dari Mochtar, yang bernama Otje
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman yang menunjukkan Samsoedin bersama teman-teman sekolahnya di MULO-C, saat lebaran 1931, serta bersama mobil dan anjing herder di 1933
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perjalanan Samsoedin bersama ayah, ibu, dan saudara a.l. ke Surabaya, Mojokerto, dan Pantai Popoh di Tulungagung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perjalanan Samsoedin bersama ayah, ibu, dan saudara mengunjungi Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon, serta acara sekaten di Solo dan Yogyakarta, di samping Pasar Gede dan Sriwedari, Solo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Keluarga Samsoedin di Jakarta; di bagian atas ada tiga foto yang lepas
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: di sekitar tahun 1930
Tempat: Cirebon, Jakarta, Magelang, Mojokerto, Semarang, Solo, Tulungagung, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Samsudin
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 21 Desember 2022

Dari album foto seorang anggota Keraton Kanoman Cirebon (1)

PENGANTAR

Di antara album foto yang dibeli National Gallery of Australia dari koleksi Leo Haks, ada sebuah buku foto yang oleh NGA diberikan keterangan singkat "Samsoedin Indonesian family album 1930 - 1933". Sepintas isi album ini memang foto-foto keluarga Indonesia, yang berisi gambar dari anak kecil hingga dewasa, ketika di rumah atau sedang bepergian. Si keluarga tampaknya lumayan berada. Mereka memiliki mobil dengan plat nomor D, memiliki anjing ras, dan Samsoedin ini memiliki kamera yang tampaknya dia gunakan untuk mengambil banyak foto yang ada di album ini. Kemudian keluarga ini banyak berpergian, keliling Jawa, ke Bali, ke Palembang, bahkan sampai ke Singapura.

Si penyusun foto memberikan beberapa catatan, sehingga kita masih bisa mengetahui tentang apa foto-foto ini. Di salah satu foto ada keterangan De Koninklijke familie Kanoman, atau "Keluarga Kerajaan Kanoman". Ini menimbulkan dugaan bahwa keluarga yang ditampilkan di album ini adalah keluarga Keraton Kanoman, Cirebon. Dugaan ini diperkuat dengan catatan Samsoedin di foto dia bersama kerabat lelakinya yang diberi catatan 't Kanoman-trio and little brothers. Akhirnya catatan dia di awal album yang menyebutkan namanya, dan nama tempat "Soerabaja", "Bandoeng", "Java", dan "Kanoman" makin mengukuhkan dugaan ini.

Album ini menjadi menarik karena menampilkan golongan berada Indonesia di tahun 1930-an: pakaiannya, pendidikannya, bahasa yang digunakan, kegiatannya, serta pertemanannya. Album ini juga ikut memperlihatkan tempat mana saja yang menjadi tujuan perjalanan atau wisata saat itu. Dari album ini kita juga melihat bahwa Samsoedin ini sangat senang memfoto anak kecil terutama keponakannya, dan dalam beberapa foto juga kaum perempuan termasuk ibu dan saudara-saudara wanitanya. Ada juga foto yang memperlihatkan kunjungan Dr. Khalid Sheldrake ke Bandung. Khalid, yang nama aslinya Bertram William, adalah filantrop Inggris yang masuk Islam dan sempat dinobatkan menjadi Raja Islamestan di wilayah Xinjiang, RRT, sekarang.

Jilid album foto
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman awal foto yang memperlihatkan nama Samsoedin, foto dia (sebelah kanan di foto atas-bawah, dan sebelah kiri di foto kiri-kanan) bersama Mochtar, kakaknya, serta keterangan nama tempat dan waktu Surabaya, Kanoman, Bandung, 1928 dan 1933
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto ayah Samsoedin (Sultan Anom?) di Singapura tahun 1931, ibunya, Samsoedin sedang pusing belajar, serta ayahnya meninjau sebuah sungai di Cirebon. Ada satu foto tentang Cicalengka yang lepas.
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Lembaran dengan foto keluarga, Bupati Lamongan bersama seorang pembesar Belanda, dan kegiatan Samsoedin di sekolah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sultan Anom (?) dan istri di Borobudur, serta keluarga dari Mochtar yang akan sering muncul di album ini
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Keponakan-keponakan Samsoedin, salah satunya adalah anak Mochtar bernama Oetje yang akan sering muncul di album ini lintas beberapa tahun
(klik untuk memperbesar | © NGA)


Waktu: di sekitar tahun 1930
Tempat: Cirebon, Lamongan, Magelang, Singapura
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Samsudin
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 05 November 2022

Dua foto dari sebuah album tentang Cirebon dari tahun 1896

Koleksi National Gallery of Australia juga memuat sebuah album foto dengan judul Souvenir Cheribon 6 April 1896. Sayangnya biarpun album ini berisi 22 halaman, hanya ada dua foto yang tersisa setelah tersimpan sekitar satu abad. Meski demikian, keduanya tetap akan dimunculkan di blog ini, karena memang foto dari abad ke-19 relatif sedikit, dan kita tetap berharap suatu saat bisa menemukan sisa foto lainnya dari album ini.

Jilid album
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kediaman Residen Cirebon, sekarang bernama Gedung Negara
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan bagian belakang dari rumah seorang pembesar Belanda di Cirebon
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1896 atau sebelumnya
Tempat: Cirebon
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: