Tampilkan postingan dengan label gereja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gereja. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juni 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang Gereja Belanda Baru (Nieuwe Hollandsche Kerk) di Jakarta

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1738
Tahun peristiwa: sekitar 1736
Tempat terbit: Jerman
Tokoh:
Deskripsi: Gereja Belanda Baru (Nieuwe Hollandsche Kerk) dibangun dari 1733 hingga 1736 dengan biaya yang lumayan besar, dan merupakan pemugaran dan pemekaran dari gereja lama, Kruiskerk (Gereja Salib, lihat posting ini). Tujuh puluh tahun kemudian, tepatnya di tahun 1808, bangunan ini rusak parah akibat gempa bumi. Gedung yang dibangun sebagai perbaikannya sekarang difungsikan sebagai Museum Wayang. Lihat juga posting ini, ini, dan ini untuk melihat lukisan lain, digambar dari sisi lain, dari gereja ini.
Juru foto/gambar: Johann Wolfgang Heydt
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Kamis, 18 Juni 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno berbahasa Jerman tentang Jakarta di abad ke-18

Lukisan berbahasa Jerman ini menampilkan Jakarta dilihat dari perairan Sunda Kelapa dengan latar belakang Gunung Gede dan Gunung Salak. Bagian tengah dengan nama Stadt merupakan wilayah kota, sementara bagian kanan dengan nama Schlos adalah Kastil Batavia. Keterangan lainnya dengan mengikuti nomor: 1) gerbang ke kastil; 2) pinggiran kota; kemudian sudut-sudut kastil dengan nama batu-batu mulia yaitu 3) Schantz, 4) Diamant, dan 5) Rubin; 6) pelabuhan; 7) jembatan; 8) gereja
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1750
Tahun peristiwa: abad ke-18
Tempat terbit: Jerman
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Sabtu, 30 Mei 2026

Penampilan KNIL Darat sebelum Perang Dunia II (3)

16 Desember 1939: Pasukan KNIL menyusuri Kali Sunter
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang serdadu KNIL berlatih menggunakan senapan mesin
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1 Maret 1927: Kesatuan zeni KNIL memasang lampu sorot yang a.l. bisa digunakan untuk "membidik" potensi serangan udara atau musuh yang mencoba menyerbu dari laut ke pesisir
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
28 Juli 1936: Jenderal Bakker (paling depan berkuda) memeriksa kesiapan Batalion Mobil X di tempat yang kelak menjadi Lapangan Banteng, dengan latar belakang Gereja Katedral
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: a.l. 1927, 1936, 1939
Tempat: a.l. Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 09 Oktober 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (16)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Senenan, sebuah tradisi permainan berkuda di kaum pria dari kalangan bangsawan dan ningrat Jawa yang ditonton khalayak ramai di latar belakang. Para lelaki ini bertelanjang dada dengan mengenakan semacam celana panjang yang ditutupi kain di bagian pinggang. Kepala para lelaki ini ditutup dengan kuluk, tetapi kakinya memilih gaya nyeker.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah gereja di Salatiga dengan latar belakang Gunung Merbabu dan Gunung Telomoyo. Gereja ini tampak sepenuhnya terbuat dari kayu meskipun bagian yang berwarna putih mengindikasikan adanya bagian tembok.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Dangau, gubuk, atau saung petani di tengah pesawahan. Dangau ini dibuat lumayan tinggi sehingga orang perlu tangga untuk memanjat hingga ke atas. Dari ketinggian ini petani, atau anak-anak mereka, bisa mengawasi bagian sawah mana yang sedang "diserang" burung sehingga mereka bisa menarik-narik tali yang cocok untuk mengagetkan dan mengusir burung yang "menyerang" ini.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Stasiun kereta Tanggung di Grobogan. Di peron tampak petugas kereta dalam seragam putih bersiap menyambut kedatangan kereta bertenaga uap yang sudah mendekat. Empat penumpang, salah satunta pria Tionghoa bertaucang, siap menaiki kereta yang tampkanya terdiri dari sekitar empat gerbong.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Kediaman Residen Semarang dengan penjagaan bersenjata. Seorang tukang kebun tampak sednag menyapu halaman, sementara seorang opas berjalan dengan sedikit merunduk sambil mengepit seberkas dokumen.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 23 September 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (8)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Bogor: Suasana di dapur sebuah rumah yang kemungkinan dihuni warga Belanda. Seorang opas yang berpakaian lengkap, tapi tanpa alas kaki, tampak siap membawa makanan dan sebotol minuman. Seorang tukang kebun bertelanjang dada membawa kayu bakar dan ceret minum. Sementara seorang pembantu tampak menumbuk sesuatu di ulekan. Gambar ini juga memperlihatkan model tungku serta perlatan dapur saat itu.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Seorang nyonya Belanda berkebaya di ruang penyimpanan makanan bersama dua opas. Si nyonya memegang semacam sendok (untuk mentega) dan piring porselan, sementara opas yang di tengah sibuk dengan makanan berwarna putih (tepung? beras?), dan opas di kiri berjalan membawa sebakul nasi dan sepiring makanan menuju ruangan lain. Di rak tampak persedian minuman dalam botol dan kemungkinan gundukan kentang.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Seorang pemikul di area Kebun Raya berjalan melewati barisan pohon beringin
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Istana Gubernur Jenderal dengan kawanan rusa di sekitar kolam. Dikabarkan bahwa dulunya kolam ini memang digunakan untuk berenang, mendayung, dan aktivitas air lainnya.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Masyarakat berlalu lalang di depan sebuah gereja
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Jumat, 29 Agustus 2025

Jakarta sekitar September 1945, ketika Republik Indonesia baru berumur beberapa hari (9)

Seorang bule menaiki becak melintasi bangunan yang kelak akan menjadi Istana Merdeka; bintang tanda militer Jepang masih terpampang di posisi yang sekarang ditempat Garuda Pancasila
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah bangunan berhuruf Kanji beserta beberapa tukang yang tampak sedang membongkar tembok
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bagian dari kamuflase dan strategi pertahanan Jepang di tengah kota Jakarta dengan latar belakang Gereja Katedral
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tampak dalam sebuah rumah yang kemungkinan ditempati pembesar Jepang, tampak berantakan dengan kursi yang sudah dijarah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: (kemungkinan besar) H. Ripassa
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga seri foto yang dibuat oleh H. Ripassa tentang Jakarta di sekitar September dan Oktober 1945 yang dimulai di posting ini.

Selasa, 22 April 2025

Beberapa lukisan kuno tentang Jakarta dari berbagai masa (2)

~1840: De Nieuwe Hollandsche Kerk (Gereja Belanda Baru); ini merupakan lukisan retrospeksi karena gereja ini hancur akibat gempa bumi di tahun 1808, dan lokasinya sekarang menjadi Museum Wayang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Abad ke-17: Pelabuhan Sunda Kelapa dengan kesibukan pelayaran di latar depan, jalur keluar masuk kapal dan perahu di kanan-tengah, serta pemandangan ke arah kota Jakarta saat itu
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Karya Cornelis de Bruyn, 1714: Pemandangan ke pelabuhan Sunda Kelapa dengan menampilkan pegunungan di kawasan Bogor agak berlebihan dalam hal proporsi
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: abad ke-17, 1714, 1840
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: a.l. Cornelis de Bruyn
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 13 April 2025

Beberapa wajah KNIL sebelum Perang Dunia 2 melanda Hindia-Belanda (2)

Jakarta, Januari 1942: Rapat para panglima ABDACOM (American-British-Dutch-Australian Command) di bawah pimpinan Jenderal Archibald Percival Wavell, yang dua bulan kemudian terbukti tidak bisa menghadang gerak maju pasukan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jakarta, 31 Agustus 1941: Barisan prajurit KNIL Laut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Parade berkuda para prajurit KNIL di Lapangan Banteng dengan latar belakang Gereja Katedral
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bandung: Empat serdadu lokal KNIL
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bandung, 1942: Rapat para perwira Kementerian Perang yang a.l. dihadiri oleh Kolonel R. Bakkers, Mayor P.G. Mantel, dan Major W.P. van Veen (d.ki.k.ka.). P.G. Mantel beberapa minggu kemudian menjadi salah satu perwakilan Hindia-Belanda dalam penyerahan tanpa syarat kepada Jepang di Kalijati.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: a.l. 1941, 1942
Tempat: a.l. Bandung, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 28 Februari 2025

Foto udara sekitar Jawa, kemungkinan di pertengahan 1930-an (2)

Makam Raja-raja Imogiri
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pemandangan di atas Semarang, a.l. terlihat depot minyak Pengapon di kiri bawah, Gereja Blenduk di atasnya, serta Stasiun Tawang di tengah atas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Gunung Batok di kawasan Bromo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Letusan Anak Krakatau di Selat Sunda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1930-an
Tempat: Kawasan Bromo, Selat Sunda, Semarang, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 15 Februari 2025

Dari Padang sampai ke Banda: Lukisan pemandangan Nusantara karya Charles William Meredith van de Velde, 1844 (2 - Riau)

Charles William Meredith van de Velde (1818-1898) tampaknya seorang dengan berbagai bakat dan kemampuan. Dia pernah menjadi perwira angkatan laut, tentara bayaran, pembuat peta, anggota palang merah, hingga misionaris. Salah satu keahlian dia adalah menangkap keindahan alam dari tempat yang dia kunjungi, dan menuangkannya ke atas kanvas. Dia terkenal sebagai pembuat peta Palestina di pertengahan abad ke-19, serta pelukis kota dan tempat di Palestina yang dia singgahi. Sebelumnya, dia juga mengabadikan banyak tempat di Nusantara dalam beberapa karya lukisannya, yang akan kita lihat di seri berikut ini.


Sebuah gereja di Riau dengan kawanan kambing di latar depan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Pulau Penyengat yang terletak tidak jauh dari Tanjungpinang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Edisi lain dari lukisan pertama
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar: Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 27 Juli 2024

Tomohon setelah Perang Dunia II usai, 1945/1946 (1)

Sebuah kampung di tepi sungai dengan perahu sebagai sarana transportasi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para warga menata dan menggali kuburan dengan latar belakang menara gereja
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kompleks gereja di sebuah lembah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Area pemakaman di sekitar gereja
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Suasana di pasar Tomohon …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang terkenal dengan aneka daging hewan yang diperjualbelikan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945/1946
Tempat: Tomohon
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 10 Mei 2024

Suasana di Manado setelah berakhirnya Perang Dunia II (2)

Sebuah rumah sakit dengan lambang palang merah di atapnya, serta kebun jagung di pekarangannya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Gereja Katolik Santo Paulus di Lembean
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Penjual makanan yang dibungkus daun pisang (?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Empat lelaki di depan Gereja St. Paulus
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Manado
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 03 Oktober 2023

Fasilitas umum di Merauke setelah Belanda dan Sekutu mengukuhkan kekuasaan, 1945 (1)

Sekolah rakyat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Gereja Katolik Roma dalam pembangunan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Foto udara yang memperlihatkan a.l. konstruksi gereja
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bank van Nederlands-Indië
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Merauke
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: