Jumat, 28 Februari 2025

Foto udara sekitar Jawa, kemungkinan di pertengahan 1930-an (2)

Makam Raja-raja Imogiri
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pemandangan di atas Semarang, a.l. terlihat depot minyak Pengapon di kiri bawah, Gereja Blenduk di atasnya, serta Stasiun Tawang di tengah atas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Gunung Batok di kawasan Bromo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Letusan Anak Krakatau di Selat Sunda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1930-an
Tempat: Kawasan Bromo, Selat Sunda, Semarang, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 27 Februari 2025

Dari Padang sampai ke Banda: Lukisan pemandangan Nusantara karya Charles William Meredith van de Velde, 1844 (6 - Nusa Tenggara)

Charles William Meredith van de Velde (1818-1898) tampaknya seorang dengan berbagai bakat dan kemampuan. Dia pernah menjadi perwira angkatan laut, tentara bayaran, pembuat peta, anggota palang merah, hingga misionaris. Salah satu keahlian dia adalah menangkap keindahan alam dari tempat yang dia kunjungi, dan menuangkannya ke atas kanvas. Dia terkenal sebagai pembuat peta Palestina di pertengahan abad ke-19, serta pelukis kota dan tempat di Palestina yang dia singgahi. Sebelumnya, dia juga mengabadikan banyak tempat di Nusantara dalam beberapa karya lukisannya, yang akan kita lihat di seri berikut ini.


Kapal layar berbendera Belanda di Ampenan, Lombok, dikelilingi beberapa perahu, dengan latar belakang perbukitan yang bentuknya khas di wilayah Nusa Tenggara
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Pemandangan di Teluk Kupang dengan latar belakang perbukitan dan benteng serta bangunan-bangunan di sekitar pelabuhan. Di latar depan tampak tiga kapak besar berlabuh tenang.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar: Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 26 Februari 2025

Foto udara sekitar Jawa, kemungkinan di tahun 1930-an (1)

Kemungkinan Anak Krakatau di Selat Sunda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Surabaya dilihat dari udara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan skuadron pesawat tempur Koolhoven F.K.51 di atas pesawahan di Cimahi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah wilayah di Jawa Tengah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1930-an
Tempat: Cimahi, Jawa Tengah, Selat Sunda, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 25 Februari 2025

Dari Padang sampai ke Banda: Lukisan pemandangan Nusantara karya Charles William Meredith van de Velde, 1844 (5b - Jakarta)

Charles William Meredith van de Velde (1818-1898) tampaknya seorang dengan berbagai bakat dan kemampuan. Dia pernah menjadi perwira angkatan laut, tentara bayaran, pembuat peta, anggota palang merah, hingga misionaris. Salah satu keahlian dia adalah menangkap keindahan alam dari tempat yang dia kunjungi, dan menuangkannya ke atas kanvas. Dia terkenal sebagai pembuat peta Palestina di pertengahan abad ke-19, serta pelukis kota dan tempat di Palestina yang dia singgahi. Sebelumnya, dia juga mengabadikan banyak tempat di Nusantara dalam beberapa karya lukisannya, yang akan kita lihat di seri berikut ini.


Keramaian di Ryswyk, sekarang Lapangan Banteng, di mana warga Eropa dan Tionghoa berjalan dipayungi, menaiki kuda, atau mengendarai kereta kuda
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Persimpangan Harmoni, dengan pemandangan warga Erop berkuda atau menaiki kereta, sementara warga lokal berkerumun di beberapa sudut
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Kawasan yang menghubungkan sungai dan laut, kemungkinan di Pintu Besar, yang sibuk dengan perahu nelayan serta perahu angkut beratap datar yang bentuknya masih bisa ditemui hingga sekarang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar: Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 24 Februari 2025

Foto udara atas kawasan-kawasan industri di Jawa, sekitar pertengahan 1920-an (7)

Pabrik gula Sewugalur di Kulonprogo, Yogyakarta, yang area pabriknya tampak besar dibanding kawasan pemukiman pegawainya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pabrik gula Purwokerto di tengah pesawahan, perkebunan tebu, dan pemukiman warga serta pegawai pabrik
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pabrik gula Kalirejo di Sumpiuh, Banyumas, dengan sebuah taman bundar yang dikelilingi perumahan pegawai pabrik
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (1924?)
Tempat: Jawa (Banyumas, Purwokerto, Yogyakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 23 Februari 2025

Dari Padang sampai ke Banda: Lukisan pemandangan Nusantara karya Charles William Meredith van de Velde, 1844 (5a - Jakarta)

Charles William Meredith van de Velde (1818-1898) tampaknya seorang dengan berbagai bakat dan kemampuan. Dia pernah menjadi perwira angkatan laut, tentara bayaran, pembuat peta, anggota palang merah, hingga misionaris. Salah satu keahlian dia adalah menangkap keindahan alam dari tempat yang dia kunjungi, dan menuangkannya ke atas kanvas. Dia terkenal sebagai pembuat peta Palestina di pertengahan abad ke-19, serta pelukis kota dan tempat di Palestina yang dia singgahi. Sebelumnya, dia juga mengabadikan banyak tempat di Nusantara dalam beberapa karya lukisannya, yang akan kita lihat di seri berikut ini.


Keramaian di pelabuhan Sunda Kelapa dengan kapal layar berbagai ukuran, perahu kecil, serta perahu penumpang beratap panjang datar yang bentuknya masih digunakan sampai sekarang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Gereja Willem yang sekarang menjadi Gereja Immanuel
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Rumah seorang warga Eropa (di Jatinegara) dengan sang pemilik tampak berbincang dengan seorang Tionghoa, sementara warga lokal bekerja mengurus kebun dan kuda
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar: Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Edisi lain dari foto pertama pernah dimuat di posting ini.

Sabtu, 22 Februari 2025

Foto udara atas kawasan-kawasan industri di Jawa, sekitar pertengahan 1920-an (6)

Sebuah pabrik gula di wilayah Cirebon yang area pabrik dan kompleks perumahannya dikelilingi perkebunan tebu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Area perakitan kendaraan milik General Motors di kawasan Tanjung Priuk
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Perkebunan teh dan karet Maswati di Cikalong Wetan, Bandung Barat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pabrik gula di antara Cirebon dan Tegal, dengan jalur lori di sebelah kiri, dan dua silo berbentuk silinder di sebalah kanan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (1924?)
Tempat: Jawa (a.l. Bandung, Cirebon, dan Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 21 Februari 2025

Dari Padang sampai ke Banda: Lukisan pemandangan Nusantara karya Charles William Meredith van de Velde, 1844 (4b - Banten)

Charles William Meredith van de Velde (1818-1898) tampaknya seorang dengan berbagai bakat dan kemampuan. Dia pernah menjadi perwira angkatan laut, tentara bayaran, pembuat peta, anggota palang merah, hingga misionaris. Salah satu keahlian dia adalah menangkap keindahan alam dari tempat yang dia kunjungi, dan menuangkannya ke atas kanvas. Dia terkenal sebagai pembuat peta Palestina di pertengahan abad ke-19, serta pelukis kota dan tempat di Palestina yang dia singgahi. Sebelumnya, dia juga mengabadikan banyak tempat di Nusantara dalam beberapa karya lukisannya, yang akan kita lihat di seri berikut ini.


Kediaman Residen Serang, dengan dua orang petinggi lokal dan Belanda tampak dipayungi di sebelah kiri, sementara di kanan tampak warga lokal mengendarai pedati dan memikul dagangan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Reruntuhan dari tembok pembatas Keraton Banten
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Pemandangan di Serang dengan beberapa orang Eropa menaiki kereta atau kuda, semantara warga lokal menggembala kerbau atau mengangkut barang dengan pikulan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar: Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Edisi lain dari foto pertama pernah dimuat di posting ini.

Kamis, 20 Februari 2025

Foto udara atas kawasan-kawasan industri di Jawa, sekitar pertengahan 1920-an (5)

Sebuah pabrik gula yang dikelilingi pesawahan dan pemukiman pegawai, serta taman yang berada di antara perumahan dan sebuah saluran air
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pabrik gula di wilayah Cirebon dengan tiga sisi berhadapan dengan pemukiman, dan satu sisi dengan perkebunan tebu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pabrik gula yang sama difoto dari sisi yang berbeda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pusat perakitan kendaraan milik General Motors di kawasan Tanjung Priuk
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (1924?)
Tempat: Jawa (a.l. Cirebon, Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 19 Februari 2025

Dari Padang sampai ke Banda: Lukisan pemandangan Nusantara karya Charles William Meredith van de Velde, 1844 (4a - Banten)

Charles William Meredith van de Velde (1818-1898) tampaknya seorang dengan berbagai bakat dan kemampuan. Dia pernah menjadi perwira angkatan laut, tentara bayaran, pembuat peta, anggota palang merah, hingga misionaris. Salah satu keahlian dia adalah menangkap keindahan alam dari tempat yang dia kunjungi, dan menuangkannya ke atas kanvas. Dia terkenal sebagai pembuat peta Palestina di pertengahan abad ke-19, serta pelukis kota dan tempat di Palestina yang dia singgahi. Sebelumnya, dia juga mengabadikan banyak tempat di Nusantara dalam beberapa karya lukisannya, yang akan kita lihat di seri berikut ini.


Masjid Agung Banten, Serang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Kapal-kapal layar yang memenuhi Selat Sunda
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sekelompok nelayan menarik jaring ikan di Anyer
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar: Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 18 Februari 2025

Foto udara atas kawasan-kawasan industri di Jawa, sekitar pertengahan 1920-an (4)

Sebuah pabrik gula dengan satu cerobong asap, dikelilingi pesawahan dan perkampungan yang dipenuhi pepohonan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pabrik gula yang areanya tampak dirancang dengan cermat, dengan jalanan dan saluran air yang lurus, serta kompleks perumahan pegawai yang ditata rapi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan sebuah pabrik gula yang didirikan langsung dekat dekan lahan perkebunan tebu yang tampak di pojok kiri bawah dan kanan atas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pabrik gula dengan pesawahan yang belum ditanami, serta perkebunan (tebu?) di pojok kiri atas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (1924?)
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 17 Februari 2025

Dari Padang sampai ke Banda: Lukisan pemandangan Nusantara karya Charles William Meredith van de Velde, 1844 (3 - Kalimantan dan Makassar)

Charles William Meredith van de Velde (1818-1898) tampaknya seorang dengan berbagai bakat dan kemampuan. Dia pernah menjadi perwira angkatan laut, tentara bayaran, pembuat peta, anggota palang merah, hingga misionaris. Salah satu keahlian dia adalah menangkap keindahan alam dari tempat yang dia kunjungi, dan menuangkannya ke atas kanvas. Dia terkenal sebagai pembuat peta Palestina di pertengahan abad ke-19, serta pelukis kota dan tempat di Palestina yang dia singgahi. Sebelumnya, dia juga mengabadikan banyak tempat di Nusantara dalam beberapa karya lukisannya, yang akan kita lihat di seri berikut ini.


Benteng Rotterdam di Makassar dengan latar belakang tiang-tiang kapal layar dan latar depan pria-pria Eropa
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah pulau di Kepulauan Tambelan yang disebut bernama "Pulau Way"
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Keramaian di Sungai Sambas dengan beberapa orang di antaranya berpakaian Tionghoa
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar: Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 16 Februari 2025

Foto udara atas kawasan-kawasan industri di Jawa, sekitar pertengahan 1920-an (3)

Pabrik kertas Padalarang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pabrik gula di tengah pesawahan, perkebunan, perumahan warga, dan kemungkinan juga hutan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah kawasan pabrik (di wilayah Cirebon?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pabrik gula dengan deretan lori di atas rel bagian bawah gambar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (1924?)
Tempat: Jawa (a.l. Padalarang)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 15 Februari 2025

Dari Padang sampai ke Banda: Lukisan pemandangan Nusantara karya Charles William Meredith van de Velde, 1844 (2 - Riau)

Charles William Meredith van de Velde (1818-1898) tampaknya seorang dengan berbagai bakat dan kemampuan. Dia pernah menjadi perwira angkatan laut, tentara bayaran, pembuat peta, anggota palang merah, hingga misionaris. Salah satu keahlian dia adalah menangkap keindahan alam dari tempat yang dia kunjungi, dan menuangkannya ke atas kanvas. Dia terkenal sebagai pembuat peta Palestina di pertengahan abad ke-19, serta pelukis kota dan tempat di Palestina yang dia singgahi. Sebelumnya, dia juga mengabadikan banyak tempat di Nusantara dalam beberapa karya lukisannya, yang akan kita lihat di seri berikut ini.


Sebuah gereja di Riau dengan kawanan kambing di latar depan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Pulau Penyengat yang terletak tidak jauh dari Tanjungpinang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Edisi lain dari lukisan pertama
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar: Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Jumat, 14 Februari 2025

Foto udara atas kawasan-kawasan industri di Jawa, sekitar pertengahan 1920-an (2)

Sebuah pabrik gula di wilayah Cirebon
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah kompleks industri di Bandung
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pabrik gula Demakijo di Sleman
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pabrik gula di tengah pesawahan dan perkebunan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (1924?)
Tempat: Jawa (a.l. Bandung, Cirebon, Sleman)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: