Tampilkan postingan dengan label Situbondo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Situbondo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Juni 2023

Dari sebuah pameran pertanian di Jawa Timur, kemungkinan di awal abad ke-20

Hasil bumi dari Bondowoso
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ajungan Besuki (Situbondo)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Hasil bumi yang dipamerkan di ajungan Besuki
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: ?
Tempat: Surabaya?
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 01 April 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (17)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


56. Aliran lava Gunung Guntur, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
57. Gunung Haruman di kawasan Leles, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
58. Kali Banyuputih di kawasan Ijen, Situbondo
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
60. Sistem irigasi di sekitar Sungai Pekalen, Probolinggo
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
61. Pintu air dan sistem irigasi karya Belanda di Jawa Tengah
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
62. Sistem irigasi Pateguan di Pasuruan
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Garut, Garut, Situbondo, Probolinggo, Jawa Tengah, Pasuruan
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 62 pernah dimuat di posting ini.

Jumat, 26 Februari 2021

Poster propaganda anti-Belanda dari para pemuda Situbondo, 1947

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Poster ini tampaknya beredar di sekitar Aksi Polisionil I, dan menggambarkan bahwa persatuan warga Indonesia bisa merupakan senjata tangguh untuk mengungguli kekuatan militer Belanda. Poster ini bertera "BAD(AN KON)GRES PEMOEDA" serta cap "DEWAN PIMPINAN PEMOEDA SITOEBONDO ...". Poster ini cukup menarik karena dicetak berwarna, berbeda dengan poster perjuangan lain yang umumnya dua warna.

Waktu: 1947
Tempat: Situbondo
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: