Tampilkan postingan dengan label Tjarda van Starkenborgh Stachouwer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tjarda van Starkenborgh Stachouwer. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Mei 2026

Gubernur Jenderal Hindia-Belanda terakhir, Tjarda van Starkenborgh Stachouwer: Dalam Koninginnedag terakhir sebelum invasi Jepang, 1941 (3)

Koninginnedag (sekarang Koningsdag) merupakan hari nasional besar bagi warga Belanda. Pada hari itu warga Belanda di negerinya, dan di wilayah jajahannya, merayakan hari ulang tahun Sang Ratu (sekarang Raja). Tahun 1941 merupakan saat terakhir di mana Hindia-Belanda merayakan hari besar ini di bawah pimpinan Gubernur Jenderal. Tidak sampai lima bulan kemudian, pasukan Jepang menyerang dan kemudian menduduki Hindia-Belanda.

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 31 Agustus 1941 (hari ulang tahun Ratu Wilhelmina yang ke-61)
Tempat: Jakarta, tepatnya di area yang sekarang menjadi Istana Merdeka
Tokoh: Conrad Emil Lambert Helfrich (depan kanan; Panglima KNIL Laut, terkenal karena prestasi armada kapal selamnya dalam menenggelamkan kapal-kapal Jepang, kelak menjadi penentang sengit kemerdekaan Indonesia); Jonkheer Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (bersetelan serba putih; Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1936-1942); Letnan Jenderal Gerardus Johannes Berenschot (depan kiri; Panglima KNIL) 
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 31 Januari 2025

Gubernur Jenderal Hindia-Belanda terakhir, Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (tanpa istri): Dalam beberapa foto (2)

Kemungkinan 1936: Tjarda dalam pakaian kebesaran gubernur jenderal
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebelum 1942: Para pembesar Hindia Belanda dalam acara pembukaan sidang Volksraad Batavia. D.ki.k.ka.: L.G.C.A. van der Hoek (Gubernur Jawa Barat), J.H.B. Kuneman (Ketua Raad van IndiĆ«),  A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia Belanda), Ir. E.A. Voorneman (Walikota Batavia), Mr. P.A. Blaauw (Ketua Volksraad).
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebelum 1942: Tjarda dalam pakaian sipil
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Agustus 1945: Tjarda bersama petinggi militer KNIL setelah dibebaskan dari kamp tawanan Jepang. Kondidi kurus tampak tak tertutupi di badan beberapa orang di foto ini.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Antara 1946 dan 1948: Setelah dibebaskan dari kamp tahanan Jepang di Manchuria, Tjarda kembali ke Belanda dan di 1946 ditunjuk menjadi Duta Besar Belanda di Perancis. Gambar di atas menunjukkan Pak Dubes Tjarda, kedua dari kiri, berkunjung ke Hollywood.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1936, 1940-an, 1945
Tempat: a.l. Jakarta, Los Angeles (California)
Tokoh: Jonkheer Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1936-1942)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 29 Januari 2025

Gubernur Jenderal Hindia-Belanda terakhir, Tjarda van Starkenborgh Stachouwer: Dalam Koninginnedag terakhir sebelum invasi Jepang, 1941 (2)

Koninginnedag (sekarang Koningsdag) merupakan hari nasional besar bagi warga Belanda. Pada hari itu warga Belanda di negerinya, dan di wilayah jajahannya, merayakan hari ulang tahun Sang Ratu (sekarang Raja). Tahun 1941 merupakan saat terakhir di mana Hindia-Belanda merayakan hari besar ini di bawah pimpinan Gubernur Jenderal. Tidak sampai lima bulan kemudian, pasukan Jepang menyerang dan kemudian menduduki Hindia-Belanda.
Tjarda dalam pakaian kebesaran gubernur jenderal didampingi istri
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tjarda berada di kereta kebesaran dengan mengenakan setelan putih, didampingi Panglima KNIL Laut, Laksamana Conrad Helfrich. Berkuda palin depan adalah Panglima KNIL Letjen Gerardus Berenschot, dua bulan sebelum kecelakaan pesawat terbang yang menewaskannya.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tjarda memberi hormat, diapit oleh Laksamana Conrad Helfrich dan Letjen Gerardus Berenschot
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 31 Agustus 1941 (hari ulang tahun Ratu Wilhelmina yang ke-61)
Tempat: Jakarta, tepatnya di area yang sekarang menjadi Istana Merdeka
Tokoh: Conrad Emil Lambert Helfrich (Panglima KNIL Laut, terkenal karena prestasi armada kapal selamnya dalam menenggelamkan kapal-kapal Jepang, kelak menjadi penentang sengit kemerdekaan Indonesia); Jonkheer Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1936-1942); Letnan Jenderal Gerardus Johannes Berenschot (Panglima KNIL)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting ini.

Senin, 22 Januari 2024

Pakubuwono X bersama para pembesar Belanda di acara pemutaran film

Pakubuwono X dan GKR Hemas mengapit Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (?) dalam sebuah acara pemutaran film
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: antara 1936 dan 1939
Tempat: Jawa
Tokoh: Pakubuwono X (Raja Kasunanan Surakarta); Jonkheer Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1936-1942)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 10 Desember 2022

Gubernur Jenderal Hindia-Belanda terakhir, Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (dan istri): Dalam beberapa foto (1)

Tjarda dalam sebuah foto tanpa tahun
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jakarta, 25 September 1936: Tjarda (kiri) ketika menerima jabatan gubernur jenderal dari pendahulunya, Bonifacius Cornelis de Jonge (kanan)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Surakarta, kemungkinan akhir 1930-an: Ny. Tjarda bersama Mangkunegoro VII
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sekitar 1941: Tjarda dan istri dalam sebuah kunjungan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sekitar 1941: Ny. Tjarda bersama dua tokoh perempuan yang belum teridentifikasi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)


Waktu: a.l. 1936, 1941
Tempat: a.l. Istana Merdeka (Jakarta), Surakarta
Tokoh: Bonifacius Cornelis de Jonge (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1931-1936); Jonkheer Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1936-1942); Mangkunegoro VII (Pangeran Praja Mangkunegaraan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Untuk foto kedua, lihat juga posting ini.

Kamis, 08 Desember 2022

Gubernur Jenderal Hindia-Belanda terakhir, Tjarda van Starkenborgh Stachouwer: Dalam Koninginnedag terakhir sebelum invasi Jepang, 1941 (1)

Koninginnedag (sekarang Koningsdag) merupakan hari nasional besar bagi warga Belanda. Pada hari itu warga Belanda di negerinya, dan di wilayah jajahannya, merayakan hari ulang tahun Sang Ratu (sekarang Raja). Tahun 1941 merupakan saat terakhir di mana Hindia-Belanda merayakan hari besar ini di bawah pimpinan Gubernur Jenderal. Tidak sampai lima bulan kemudian, pasukan Jepang menyerang dan kemudian menduduki Hindia-Belanda.

Tjarda dalam pakaian kebesaran gubernur jenderal di Koninginnedag 1941
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tjarda, dengan topi kolonial, memimpin acara Koninginnedag
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pasukan KNIL berdefile di depan Tjarda dan para petinggi Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tjarda bersama Laksamana Conrad Helfrich
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 31 Agustus 1941 (hari ulang tahun Ratu Wilhelmina yang ke-61)
Tempat: Istana Merdeka (Jakarta)
Tokoh:Conrad Emil Lambert Helfrich (Panglima KNIL Laut, terkenal karena prestasi armada kapal selamnya dalam menenggelamkan kapal-kapal Jepang, kelak menjadi penentang sengit kemerdekaan Indonesia); Jonkheer Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1936-1942)
Peristiwa: l.d.a.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 06 Desember 2022

Gubernur Jenderal Hindia-Belanda terakhir, Tjarda van Starkenborgh Stachouwer: Bersama istri dan anak (2)

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sebelum Perang Dunia II
Tempat: Istana Merdeka, Jakarta (?)
Tokoh: Jonkheer Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1936-1942); istrinya; serta Christine, salah satu dari kedua putrinya
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 04 Desember 2022

Gubernur Jenderal Hindia-Belanda terakhir, Tjarda van Starkenborgh Stachouwer: Bersama istri dan anak (1)

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sebelum Perang Dunia II
Tempat: Istana Merdeka, Jakarta (?)
Tokoh: Jonkheer Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1936-1942); istrinya; serta Christine, salah satu dari kedua putrinya
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 02 Desember 2022

Kapal penumpang "SS Oranje" yang diubah menjadi rumah sakit terapung menjelang invasi Jepang ke Hindia-Belanda, 1941

SS Oranje adalah sebuah kapal penumpang yang diluncurkan di tahun 1938, dan direncanakan untuk melayani angkutan penumpang di jalur Amsterdam-Jakarta. Tetapi ketika kapal ini sampai dikirim ke perairan Nusantara, invasi Jepang ke Hindia-Belanda sudah di depan mata. Guna menghindari kapal sipil yang yang tak bersenjata ini menjadi sararan empuk tentara Jepang (dan sejarah memang mencatat bahwa Angkatan Udara Jepang tidak segan menyerang dan menenggelamkan kapal sipil, bahkan yang mengangkut warga Jerman sekutu Jepang dalam perang), pemerintah Hindia-Belanda memutuskan untuk mengubahnya menjadi rumah sakit terapung berbendera palang merah. Adanya kapal rumah sakit ini juga diharapkan bisa menjadi sarana kesehatang yang bisa bergerak dari satu tempat ke tempat lain.

Foto-foto di bawah memperlihatkan Tjarda van Starkenborgh Stachouwer, ditemani istrinya, menginspeksi kapal ini di Tanjung Priuk.

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 18 Juli 1941
Tempat: Tanjung Priuk (Jakarta)
Tokoh: Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1936-1942; mengenakan jas berdasi)
Peristiwa: l.d.a.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 30 September 2021

Jakarta menyambut pernikahan Putri Juliana dan Pangeran Bernhard, 7 Januari 1937

Pada tanggal 7 Januari 1937 putri mahkota Kerajaan Belanda, Juliana, melangsungkan pernikahan dengan Pangeran Bernhard di Den Haag. Wilayah jajahan Belanda, termasuk Hindia-Belanda dan terutama Jakarta ikut merayakan secara jarak jauh. Juliana kelak menjadi ratu yang menandantangani pengakuan kedaulatan Indonesia di tahun 1949, kepala negara Belanda pertama yang menerima kepala negara Indonesia di tahun 1970, dan kepala negara Belanda pertama yang berkunjung ke Indonesia di tahun 1971.
Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer bersama para pembesar Belanda lain merayakan pernikahan Putri Juliana dan Pangeran Bernhard
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Sebuah kawasan perdagangan dengan gerbang bertuliskan
Hulde aan Het Koninklijke Echtpaar
(tabik atas pasangan kerajaan)
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Sebuah gapura di kawasan lain dengan tulisan
Hulde aan Het Koninklijke Echtpaar
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 7 Januari 1937
Tempat: Jakarta
Tokoh: Aldius Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda terakhir)
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Selasa, 16 Juli 2019

Nasib Tjarda van Starkenborgh Stachouwer di pengasingan di Manchuria, 1943

Tjarda van Starkenborgh Stachouwer berkebun di kamp tawanan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tawanan Belanda lainnya (dengan topi KNIL?) di perkebunan di kamp tawanan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1943
Tempat: Manchuria (Tiongkok)
Tokoh: Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1936-1942)
Peristiwa: Setelah Hindia-Belanda menyerah kepada Jepang, militer Jepang memasukkan kaum wanita Belanda dan anak-anak ke kamp tawanan seperti di Cideng, Kampung Makassar, atau Kampili (Gowa). Lelaki Belanda diasingkan ke kamp tawanan di Manchuria, Tiongkok. Jepang menawarkan tahanan rumah, kemungkinan di Jakarta, dan perlakuan khusus untuk Tjarda van Starkenborgh Stachouwer, tetapi Tjarda menolak. Maka dia pun ikut diasingkan ke Manchuria. Dua foto di atas merupakan propaganda Jepang untuk rakyat Indonesia yang memperlihatkan bahwa "tuan-tuan" Belanda yang dulu sangat kuasa sekarang harus kalah dan tunduk pada Jepang.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 07 Februari 2019

Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer bersama para perwira KNIL, 1939

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)

Waktu: 17 September 1939
Tempat: Paleis te Koningsplein (sekarang Istana Merdeka, Jakarta)
Tokoh: Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1936-1942; bertopi kolonial dengan celana bergaris), Letnan Jenderal Gerardus Johannes Berenschot (Panglima KNIL, di sisi kiri Gubernur Jenderal, bertopi kepi), Mayor Jenderal Jacob Jan Pesman (di sisi kanan Gubernur Jenderal)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Sabtu, 18 Maret 2017

Pertemuan Tjarda Stachouwer dengan Paku Alam VIII, 1937

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: 1937
Tempat: Yogyakarta
Tokoh: Paku Alam VIII (kanan), Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (tengah; Gubernur Jenderal Hindia Belanda 1936-1942)
Peristiwa: Kunjungan Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer beserta para petinggi Belanda ke Pakualaman di Yogyakarta.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan: Lihat juga pertemuan Tjarda dengan Hamengkubuwono VIII.

Jumat, 10 Maret 2017

Lapangan terbang Andir, Bandung, di tahun 1930-an

Lapangan terbang Andir di tahun 1930 (© Wijnand Elbert Kerkhoff |  fotomuseum)
Tjarda van Starkenborgh Stachouwer menaiki sebuah pesawat di Andir (© fotomuseum)
Waktu: 1930, 1937
Tempat: Bandung
Tokoh: Alidius Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia Belanda)
Peristiwa:
Fotografer: Wijnand Elbert Kerkhoff (foto atas)
Sumber / Hak cipta: Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Senin, 28 November 2016

Delegasi Kongres Liga Bangsa-bangsa untuk Higiene Pedesaan di Bandung, 1937

Resepsi dalam rangka Kongres Liga Bangsa-bangsa untuk masalah higiene pedesaan
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Tjarda dan isteri menyambut kedatangan peserta kongres
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Tjarda bersama isteri berbincang dengan Ny. Juno (kiri) yang mewakili Rockefeller Foundation
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Tjarda dalam pembicaraan dengan pejabat-pejabat Liga Bangsa-bangsa
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: 1937
Tempat: Bandung
Tokoh: Alidius Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia Belanda 1936-1942)
Peristiwa: Penyambutan para delegasi Kongres Liga Bangsa-bangsa untuk Higiene Pedesaan oleh Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan: Bandung terkenal sebagai tempat penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika 1955; namun orang jarang kenal bahwa 18 tahun sebelumnya Bandung pun pernah menjadi tempat konferensi internasional lainnya.

Minggu, 23 Oktober 2016

Pertemuan Tjarda Stachouwer dengan Hamengkubuwono VIII, 1937

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: 1937
Tempat: Keraton Yogyakarta
Tokoh: Hamengkubuwono VIII (duduk di depan kiri; sultanYogyakarta), Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (duduk di depan tengah; Gubernur Jenderal Hindia Belanda 1936-1942), kemungkinan besar Christiaan Abbenhuis (berdiri di depan; asisten residen Yogyakarta)
Peristiwa: Kunjungan Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer ke Keraton Yogyakarta dengan pertemuan bersama Sultan Hamengkubuwono VIII beserta pembesar dari kedua belah pihak.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Jumat, 17 Juli 2015

Serah terima terakhir jabatan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda, 1936 (2)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 25 September 1936
Tempat: Tanjung Priuk dan Istana Merdeka, Jakarta
Tokoh: Bonifacius Cornelis de Jonge (yang lebih tua; Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1931-1936) Jonkheer Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1936-1942)
Peristiwa: Tjarda van Starkenborgh Stachower, beserta isteri dan dua anak perempuannya tiba di Tanjung Priuk; dilanjutkan dengan perjalanan ke Istana Gubernur-Jenderal (sekarang Istana Merdeka), di mana mereka disambut oleh Cornelis de Jonge.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Ketika Hindia-Belanda menyerah kepada Jepang di tahun 1942, Tjarda serta isteri dan kedua puterinya dimasukkan ke kamp tahanan perang terpisah.

Rabu, 15 Juli 2015

Serah terima terakhir jabatan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda, 1936 (1)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 25 September 1936
Tempat: Jakarta
Tokoh: Bonifacius Cornelis de Jonge (yang lebih tua; Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1931-1936) Jonkheer Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1936-1942)
Peristiwa: Cornelis de Jonge menyambut kedatangan penggantinya sebagai gubernur jenderal, Tjarda van Starkenborgh Stachower di Istana Gubernur-Jenderal (sekarang Istana Merdeka).
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: