Tampilkan postingan dengan label PRRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PRRI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Februari 2021

Peristiwa-peristiwa dalam sejarah Indonesia menurut karikatur Belanda, 1955-1958 & 1970

Het Parool, 19 April 1955
(klik untuk memperbesar | © Leo Jordaan / AVS)

Bagi Leo Jordaan yang membuat karikatur ini, Konferensi Asia Afrika di Bandung adalah ajang buat Zhou Enlai untuk menawarkan komunisme dan Jawaharlal Nehru untuk mengkampanyekan nasionalisme-sekuler di kalangan bangsa-bangsa Asia dan Afrika.

(klik untuk memperbesar | © Menno van Meeteren / AVS)

Karikatur yang berjudul Het verloren paradijs ("surga yang lepas") ini disebut berasal dari tahun 1956, tapi mungkin dibuat di tahun 1950. Karya ini menggambarkan seorang Belanda dengan pakaian a la Gubernur Jenderal meninggalkan Indonesia dengan menahan malu, sementara Singa Belanda yang mendampinginya tampak cedera.

Vrij Nederland, 1 Maret 1958
(klik untuk memperbesar | © Leo Jordaan / AVS)

Perang saudara di Indonesia antara pemerintah pusat di Jakarta dengan pemberontak di Sumatera Barat digambarkan oleh Leo Jordaan sebagai peristiwa di mana pada ujungnya dunia komunisme (diwakili oleh Nikita Khrushchev dan Mao Zedong) adalah pihak yang akan mengambil keuntungan.

De Tijd - De Maasbode, 12 Agustus 1970
(klik untuk memperbesar | © Charles Boost / AVS)

Soekarno banyak berkunjung ke manca negara, dan berbagai negara di Eropa, tapi tidak pernah ke Belanda. Karenanya, kunjungan Soeharto ke Belanda di tahun 1970 merupakan tonggak penting dalam pemulihan persahabatan antara Belanda dan Indonesia. Namun, di Belanda sudah menunggu berbagai kalangan yang cenderung negatif terhadap Indonesia seperti diperlihatkan di karikatur di atas. Ini mulai dari Door de Eeuwen Trouw yang mendukung RMS, hingga ke kalangan yang menyebut Soeharto sebagai moordenaar (jagal), dan yang memperjuangkan hak-hak rakyat Papua.

Waktu: 1955, 1956, 1958, 1970
Tempat: karikatur di atas terbit di Belanda dengan mengacu ke peristiwa terkait Indonesia
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Charles Boost | Leo Jordaan | Menno van Meeteren
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Minggu, 10 Mei 2020

Soekarno dalam karikatur Belanda: 1957 (1)

(klik untuk memperbesar | © AVS)
5 Januari 1957: "Badai melanda Indonesia"
Karikatur ini menggambarkan bagaimana ketidakpuasan daerah telah membuat Aceh, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Tengah meninggalkan Soekarno.

(klik untuk memperbesar | © AVS)
10 Januari 1957
Tampaknya pernah ada perselisihan antara Belanda (diwakili Joseph Luns) dan Inggris (diwakili Harold Macmillan) a.l. terkait penerbangan KLM dari Amsterdam ke Singapura (yang waktu itu masih jajahan Inggris). Amerika (diwakili Dwight Eisenhower) mencoba menengahi sesama anggota NATO ini. Tetapi diam-diam tangan Eisenhower memasok sesuatu ke Indonesia (diwakili Soekarno di balik pintu).

(klik untuk memperbesar | © AVS)
17 Januari 1957: "Penyanyi tenor baru"
Karikatur ini menggambarkan bagaimana Soekarno lantang di panggung dengan memegang pedang kediktatoran, tetapi semuanya diatur oleh Mao Zedong, Nikita Khrushchev, dan Gamal Abdel Nasser.

(klik untuk memperbesar | © AVS)
9 Maret 1957: "Dalang dan wayangnya"
Karikatur ini menggambarkan Soekarno sebagai dalang dengan lakon "Irian" tetapi malah mendapat kemarahan dari wayang Indonesia Timur (tampaknya melambangkan Permesta) dan Sumatra (melambangkan PRRI).
(klik untuk memperbesar | © AVS)
21 November 1957: "Irian ... atau pintu kerangkeng dibuka!"
Karikatur ini menggambarkan Soekarno siap membuka pintu amukan massa, yang begitu terkepas bebas kemungkinan bisa memangsa dirinya sendiri, dan pada ujungnya hanya menguntungkan burung nasar Mao Zedong dan Nikita Khrushchev.

Waktu: 1957
Tempat:
Tokoh: Soekarno (Presiden Republik Indonesia)
Peristiwa:
Karikaturis: Charles Boost (nomor 2), Leendert Jurriaan Jordaan (selain nomor 2)
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Sabtu, 25 Oktober 2014

Penumpasan pemberontakan PRRI di Sumatera, 1958

Pasukan pemerntah pusat membuat tanda untuk pendaratan pesawat.
(klik untuk memperbesar | © Keystone Features/Getty Images)

Pasukan pemerntah pusat mengarahkan meriam Howitzer ke posisi pasukan PRRI.
(klik untuk memperbesar | © Keystone Features/Getty Images)

Pasukan pemerntah pusat merebut mitraliur keluaran Amerika Serikat dari pasukan PRRI.
(klik untuk memperbesar | © Keystone Features/Getty Images)

Waktu: 1958
Tempat: Sumatera
Tokoh:
Peristiwa: l.d.a.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Getty Images
Catatan:

Minggu, 24 Agustus 2014

Pasukan PRRI di Sumatera, 1959

(klik untuk memperbesar, © gahetna)
Waktu: 15 April 1959
Tempat: Sumatera (Barat?)
Tokoh:
Peristiwa: Pasukan PRRI mengadakan apel militer.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Rabu, 16 Juli 2014

Beberapa gambar, disunting dari film tahun 1950-an tentang Indonesia

Salah satu pesawat Garuda
Harian Pikiran Rakyat dengan berita utama penyerangan udara atas Menado di era pemberontakan PRRI/Permesta.
Ketika PBNU dan Masyumi masih bergabung dengan PKI dalam mengajak orang menghadiri rapat akbar (kemungkinan menentang keterlibatan AS dalam pemberontakan PRRI/Permesta)

Waktu: 1950-an
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Michael Rogge


Minggu, 09 Februari 2014

Soekarno membaur dengan rakyat yang dipimpinnya (2)

Bert Hardy | Picture Post/Getty Images
Soekarno bercengkrama dengan warga dari negara muda yang dipimpinnya (16 April 1949?).
Popperfoto/Getty Images
Soekarno bersama para isteri dan anak dari tentara yang dikirim ke Sumatera untuk menumpas pemberontakan PRRI (1958).
Terrence Spencer//Time Life Pictures/Getty Images
Soekarno ikut memukul tambur dalam lawatannya ke Ambon, 1963, di saat Trikora digelorakan.
Waktu: l.d.a.
Tempat: l.d.a.
Tokoh: Soekarno (Presiden Indonesia)
Peristiwa: l.d.a.
Fotografer: l.d.a.
Sumber / Hak cipta: l.d.a.

Minggu, 10 November 2013

Pasukan yang dikirim Jakarta untuk menumpas PRRI, sekitar tahun 1958

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
Waktu: sekitar tahun 1958
Tempat: Sumatera Utara
Tokoh:
Peristiwa: Pasukan yang dikirim Jakarta untuk menumpas pemberontakan PRRI tampak berada di sebuah desa Batak.
Fotografer: John Dominis
Sumber / Hak cipta: Time & Life Pictures / Getty Images

Kamis, 11 April 2013

Para pendukung PRRI, 1958

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
Waktu: 1958
Tempat: Sumatera
Tokoh: Yazid Abidin (Pemimpin Komite Aksi Rakyat Sumatera Tengah; di foto atas)
Peristiwa: Yazid Abidin berorasi menentang pemerintahan Soekarno (foto perrtama); perekrutan para pemuda (foto kedua); unjuk rasa mendukung PRRI, menentang pemerintahan Soekarno (foto ketiga); persiapan pertahanan pasukan PRRI (foto keempat); dua ulama pendukung PRRI (foto kelima).
Fotografer: James Burke
Sumber / Hak cipta: Time Life
Catatan:

Senin, 08 April 2013

Pimpinan PRRI di Padang, 1958

(klik untuk memperbesar)
Waktu: Maret 1958
Tempat: Padang
Tokoh, berdiri di depan dari kiri ke kanan: Kolonel Dahlan Djambek (Menteri Pos dan Telekomunikasi ), Burhanuddin Harahap, Letnan Kolonel Ahmad Husein (Pimpinan Dewan Revolusi), Sjafruddin Prawiranegara (Perdana Menteri), Maludin Simbolon (Menteri Luar Negeri)
Peristiwa:Para pimpinan PRRI berkumpul di Padang.
Fotografer: James Burke
Sumber / Hak cipta: Time Life
Catatan: Lihat juga foto di bawah ini.

(klik untuk memperbesar)

Jumat, 11 Januari 2013

Letnan Kolonel Ahmad Husein, pimpinan PRRI

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: Maret 1958
Tempat: Padang
Tokoh: Letnan Kolonel Ahmad Husein
Peristiwa: Ahmad Husein berbicara di unjuk rasa menentang pemerintah Jakarta (foto tengah); Ahmad Husein, duduk menghadap kamera, bersama para perwira pendukung PRRI (foto bawah).
Fotografer: James Burke
Sumber / Hak cipta: Time Life
Catatan: