Tampilkan postingan dengan label Kupang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kupang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Maret 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan tentang tiga perempuan di Kupang di abad ke-19

Tiga perempuan di Kupang. Yang paling kiri dan kanan bisa dipastikan merupakan warga lokal yang melayani wanita yang di tengah, dengan memainkan harpa dan menyediakan minuman. Wanita yang di tengah berpakaian berbeda, memiliki gaya rambut yang lain, dan tampak menikmati musik Eropa, yang mengindikasikan bahwa dia kemungkinan bukan warga lokal.
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1825
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: kemungkinan Paris
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Marie Joseph Alphonse Pellion
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Rabu, 30 Juli 2025

Timor setelah Jepang kalah perang dan Belanda bersama Sekutu kembali datang, 1945 (11)

Seorang anak memasak seadanya dengan latar belakang bangkai-bangkai kapal yang menjadi korban pertempuran laut antara Jepang dan Sekutu di sekitar Dilli
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga prajuri Australia tanpa baju di reruntuhan bangunan yang rusak akibat pertempuran antara Jepang dan Sekutu di Kupang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar September 1945
Tempat: Dilli, Kupang (Timor)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga awal seri ini yang dimuat sebelumnya.

Jumat, 07 Maret 2025

Sketsa tentang Solor dan Timor dari tahun 1811 hasil penjelajahan Perancis di bawah pimpinan Thomas Baudin

Teluk Kupang dengan dua kapal layar besar serta beberapa kapal dan perahu kecil di sekelilingnya
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Seorang wanita Timor memikul air dengan perangkat tradisional
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Naba Leba, Raja Solor
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Kelelawar ladam di Timor
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Peta Teluk Kupang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1811
Tempat terbit: Paris
Tokoh:
Deskripsi: Perancis mengirimkan sebuah tim ekspedisi laut di tahun 1800-1803 di bawah pimpinan kapten Thomas Baudin dengan tujuan mendirikan wilayah jajahan di Australia. Dalam perjalanan menuju Australia, mereka singgah di Kupang, dan mewariskan gambar, peta, dan sketsa di atas. Karya-karya ini diterbitkan pada tahun 1811, delapan tahun setelah ekspedisi selesai.
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery dan Internet Archive.
Catatan: Edisi lain dari peta Teluk Kupang pernah dimuat di posting ini.

Kamis, 27 Februari 2025

Dari Padang sampai ke Banda: Lukisan pemandangan Nusantara karya Charles William Meredith van de Velde, 1844 (6 - Nusa Tenggara)

Charles William Meredith van de Velde (1818-1898) tampaknya seorang dengan berbagai bakat dan kemampuan. Dia pernah menjadi perwira angkatan laut, tentara bayaran, pembuat peta, anggota palang merah, hingga misionaris. Salah satu keahlian dia adalah menangkap keindahan alam dari tempat yang dia kunjungi, dan menuangkannya ke atas kanvas. Dia terkenal sebagai pembuat peta Palestina di pertengahan abad ke-19, serta pelukis kota dan tempat di Palestina yang dia singgahi. Sebelumnya, dia juga mengabadikan banyak tempat di Nusantara dalam beberapa karya lukisannya, yang akan kita lihat di seri berikut ini.


Kapal layar berbendera Belanda di Ampenan, Lombok, dikelilingi beberapa perahu, dengan latar belakang perbukitan yang bentuknya khas di wilayah Nusa Tenggara
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Pemandangan di Teluk Kupang dengan latar belakang perbukitan dan benteng serta bangunan-bangunan di sekitar pelabuhan. Di latar depan tampak tiga kapak besar berlabuh tenang.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar: Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:


UPDATE 2 Agustus 2026: Edisi lain dari lukisan di atas
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Senin, 13 Januari 2025

Timor setelah Jepang kalah perang dan Belanda bersama Sekutu kembali datang, 1945 (10)

Prajurit Jepang melakukan proses bongkar muatan dari sebuah kapal tongkang di bawah pengawasan militer Australia. Latar belakang memperlihatkan bangunan-bangunan di pantai Kupang yang rusak akibat perang.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Catatan foto menyebutkan bahwa para pria ini warga asal Jawa yang diangkut oleh AL Austrlia dari Lautem (Timor Leste). Dua di latar belakang mengenakan topi militer Jepang, yang mengindikasikan ada keterkaitan dengan ketentaraan Jepang (lihat juga foto di bawah).
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Catatan foto menyebutkan bahwa warga Kupang menyambut gembira kedatangan truk yang membawa beberapa pria asal Jawa yang dibebaskan dari tahanan militer Jepang. Gerbang berhias di latar belakang bertuliskan "Selamat Datang Balatentra Serikat".
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang warga Timor di ladang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga prajurit Australia bersama anak-anak dan perempuan Timor
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar September 1945
Tempat: Timor
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 11 Januari 2025

Timor setelah Jepang kalah perang dan Belanda bersama Sekutu kembali datang, 1945 (9)

Lieutenant Commander N.O. Vidgen, nakhoda dari kapal penyapu ranjau milik Austrlia HMAS Parkes di perairan Timor
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para perwira Austrlia di kapal HMAS Parker semasa bertugas di perairan Timor, d.ki.k.ka.: Letnan K. Finlayson, Letnan W.R. Blower, Chief Engineroom Artificer D. McGuire, Lieutenant Commander N.O. Vidgen, Sub-Lieutenant R.F. Spratt , dan Sub-Lieutenant M.A. Gleeson-White
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Beberapa warga Timor dan prajurit Australia berpose di geladak kapal HMAS Parker. Mereka dikabarkan merupakan bagian dari kesatuan gerilya bersenjata yang melawan pasukan Jepang sebelum Sekutu datang.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pantai Kupang: Militer Australia di pantai, di dermaga, dan di latar depan mengawasi beberapa prajurit Jepang (di perahu sebelah kanan foto). Di latar belakang tampak bangunan-bangunan yang hancur akibat perang.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Warga Timor berbaris di depan perwakilan militer NICA
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: September 1945
Tempat: Timor
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 09 Januari 2025

Timor setelah Jepang kalah perang dan Belanda bersama Sekutu kembali datang, 1945 (8)

11 September 1945: Pasukan Australia di pantai Kupang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kesatuan warga lokal yang mendukung Belanda. Dikabarkan bahwa beberapa warga Timor bersenjata aktif dalam bergerilya melawan Jepang sebelum Sekutu datang.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Prajurit Australia dan warga Timor berseragam makan bersama di bawah naungan pohon di Kupang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah kesatuan prajurit Australia berlabuh di Kupang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kapal perang Belanda Tjerk Hiddes di perairan Timor. Sebelumnya kapal ini milik AL Inggris dengan nama "HMS Nonpareil"; kelak kapal ini bernama "RI Gadjah Mada".
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar September 1945
Tempat: Timor
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 01 Januari 2025

Timor setelah Jepang kalah perang dan Belanda bersama Sekutu kembali datang, 1945 (4)

Letnan Serle dari AL Belanda mengibarkan kembali bendera Belanda di Kupang, disambut teriakan meriah beberapa warga
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Gerbang berhias untuk menyambut kedatangan tentara Sekutu bertuliskan "Selamat Datang Balatentra Serikat"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pantai Atapupu, tidak jauh dari perbatasan ke Timor Portugis
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Mayor D. Schermers, Komandan NICA di Timor
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang warga Kupang bernama D. Sehetip yang menjadi letnan di kesatuan NICA
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar September 1945
Tempat: Timor (a.l. Atapupu, Kupang)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 26 Desember 2024

Timor setelah Jepang kalah perang dan Belanda bersama Sekutu kembali datang, 1945 (1)

Seorang tentara Belanda bersama warga lokal yang menjadi aparat keamanan NICA menangkap seorang tentara Jepang yang tampaknya sebelumnya bersembunyi di sebuah bunker
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Warga Kupang bergembira menyambut kedatangan pasukan Sekutu dengan latar belakang sisa bangunan yang rusak akibat peperangan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Edisi lain dari foto pertama
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga warga lokal yang menjadi tentara NICA
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Salah satu sudut kota Kupang dengan beberapa kerusakan akibat pertempuran
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Salah satu sisi pantai Kupang di mana banyak bangunan sudah kehilangan atap akibat perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar September 1945
Tempat: Timor (a.l. Kupang)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 04 Desember 2024

Foto-foto pengintaian udara yang diambil Sekutu semasa Perang Dunia 2: Kupang, Medan, dan Pekanbaru

Landasan pacu di Pekanbaru
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Landasan pacu di Medan dengan tulisan "BELAWAN DELI"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Landasan pacu di Kupang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: antara 1942 dan 1945
Tempat: Kupang, Medan, Pekanbaru
Tokoh:
Peristiwa: Menjelang akhir Perang Dunia 2, ketika Jepang makin defensif, pihak Sekutu memanfaatkan keunggulan udara mereka untuk melakukan pengintaian atas-atas posisi penting atau strategis, termasuk berbagai tempat di wilayah Nusantara seperti yang ditampilkan di foto-foto di atas.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 16 Juli 2024

Peta kuno dari tahun 1811: Teluk Kupang

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1811
Tempat terbit: Paris
Tokoh:
Deskripsi: Perancis mengirimkan sebuah tim ekspedisi laut di tahun 1800-1803 di bawah pimpinan kapten Thomas Baudin dengan tujuan mendirikan wilayah jajahan di Australia. Louis Freycinet, yang menyusun peta di atas, merupakan bagian dari tim ini. Peta ini dikeluarkan beberapa tahun setelah ekspedisi ini selesai; dan Australia tetap menjadi wilayah yang dikuasai bangsa Inggris, hingga sekarang.
Juru kartografi: Louis Freycinet
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 14 Februari 2024

Kapitulasi pasukan Jepang di Timor kepada militer Australia, 11 September 1945 (10): Pasukan Australia memeriksa meriam pantai Jepang

PENGANTAR

Setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu di bulan Agustus 1945, proses kapitulasi dilakukan di wilayah-wilayah pendudukan Jepang, termasuk Indonesia. Sejarah mewariskan kepada kita beberapa foto dari acara kapitulasi ini, a.l. dari Balikpapan, Kupang, Tanah Abang, Tanjung Priok, serta dari lokasi yang belum teridentifikasi. Foto-foto berikut berasal dari acara penyerahan Jepang kepada pihak Australia di Timor yang berlangsung pada tanggal 11 September 1945 di kapal perang Australia HMAS Moresby yang berlabuh di Teluk Kupang. Beberapa foto muncul dalam dua versi dengan potongan yang berbeda.


Dua tentara Sekutu memeriksa meriam pertahanan pantai yang dilepaskan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Moncong meriam yang keluar dari sebuah lubang persembunyian di batu karang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Persedian proyektil dan peralatan meriam
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 11 September 1945
Tempat: Timor
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 12 Februari 2024

Kapitulasi pasukan Jepang di Timor kepada militer Australia, 11 September 1945 (9): Pertemuan prajurit Australia dan Jepang

PENGANTAR

Setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu di bulan Agustus 1945, proses kapitulasi dilakukan di wilayah-wilayah pendudukan Jepang, termasuk Indonesia. Sejarah mewariskan kepada kita beberapa foto dari acara kapitulasi ini, a.l. dari Balikpapan, Kupang, Tanah Abang, Tanjung Priok, serta dari lokasi yang belum teridentifikasi. Foto-foto berikut berasal dari acara penyerahan Jepang kepada pihak Australia di Timor yang berlangsung pada tanggal 11 September 1945 di kapal perang Australia HMAS Moresby yang berlabuh di Teluk Kupang. Beberapa foto muncul dalam dua versi dengan potongan yang berbeda.


Penerjemah dari pihak Sekutu (berkacamata) berbicara dengan seorang tentara Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pembicaraan antara pihak Jepang dan Australia dengan ditengahi penerjemah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Adegan yang sama dari sudut foto berbeda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang komandan Jepang berbicara dengan penerjemah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Edisi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 11 September 1945
Tempat: Timor
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: