Tampilkan postingan dengan label 1865. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1865. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 April 2023

Dari serakan foto-foto karya Woodbury & Page (5)

Walter Bentley Woodbury dan James Page adalah dua orang Inggris yang menjadi salah dua perintis dunia fotografi profesional di Hindia-Belanda. Studio foto yang mereka dirikan di Batavia menjadi teladan bagi fotografer lain untuk mendirikan hal yang sama di Padang, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lain di Nusantara. Blog ini sudah menampilkan banyak karya keluaran dari studio ini. Kali ini kita akan mencoba mengumpulkan foto-foto karya Woodbury dan Page yang berserakan.


1865: Istana Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1867: Pabrik gula Colomadu, Karanganyar
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1867: Bupati Pati, Raden Adipati Ario Condro Adhi Negoro bersama para pengiringnya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1873: Para pembatik di Cikajang, Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1865, 1867, 1873
Tempat: Bogor, Cikajang (Garut), Colomadu (Karanganyar), Pati
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury & Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 06 April 2023

Dari serakan foto-foto karya Woodbury & Page (2)

Walter Bentley Woodbury dan James Page adalah dua orang Inggris yang menjadi salah dua perintis dunia fotografi profesional di Hindia-Belanda. Studio foto yang mereka dirikan di Batavia menjadi teladan bagi fotografer lain untuk mendirikan hal yang sama di Padang, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lain di Nusantara. Blog ini sudah menampilkan banyak karya keluaran dari studio ini. Kali ini kita akan mencoba mengumpulkan foto-foto karya Woodbury dan Page yang berserakan.


1865: Foto studio dari sebuah keluarga Jawa di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Edisi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1867: Bupati Kudus, Raden Mas Tumenggung Candranegara dan keluarganya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1880: Pohon-pohon palem di Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah sudut Jakarta di penghujung abad ke-19
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: pertengahan kedua abad ke-19 (a.l. 1865, 1867, 1880)
Tempat: Bogor, Jakarta, Kudus
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury & Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 04 April 2023

Dari serakan foto-foto karya Woodbury & Page (1)

Walter Bentley Woodbury dan James Page adalah dua orang Inggris yang menjadi salah dua perintis dunia fotografi profesional di Hindia-Belanda. Studio foto yang mereka dirikan di Batavia menjadi teladan bagi fotografer lain untuk mendirikan hal yang sama di Padang, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lain di Nusantara. Blog ini sudah menampilkan banyak karya keluaran dari studio ini. Kali ini kita akan mencoba mengumpulkan foto-foto karya Woodbury dan Page yang berserakan.


1858: Empat penari serimpi dari Batutulis, Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1860: Patung penjaga Candi Singasari (Arca Dwarpala)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1865: Kebun Raya Bogor, a.l. dengan pohon-pohon beringinnya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1870: Keris dan aneka tumbak dan senjata tajam yang dipajang di (sekarang) Museum Gajah, Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Kerami, gerabah, dan barang-barang antik lainnya di Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1858, 1860, 1865, 1870, 1875
Tempat: Bogor, Jakarta, Malang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury & Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Edisi lain dari foto nomor 2 pernah dimuat di posting ini.

Selasa, 20 Juli 2021

Empat lukisan pemandangan Nusantara di buku "De Indische Archipel" keluaran C.W. Mieling 1865

Gembala kerbau di Jawa, karya Frans Lebret
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Danau Tondano di Minahasa, karya Louis de Stuers
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Berburu harimau di Priangan, karya Raden Saleh
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Ngarai Sianok di Bukittinggi, karya Charles Deeleman
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1865 (lukisan-lukisannya tentunya dibuat sebelum buku diterbitkan)
Tempat: Jawa, Minahasa, Jawa Barat, Bukittinggi
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Frans Lebret | Louis de Stuers | Raden Saleh | Charles Deeleman
Sumber / Hak cipta: C.W. Mieling / Atlas Van Stolk
Catatan:

Jumat, 30 Oktober 2020

Jakarta tempo doeloe: Jembatan angkat selain Kota Intan

Jembatan Kota Intan telah menjadi salah satu ikon peninggalan bersejarah di Jakarta. Sejatinya, Jakarta pernah memiliki jembatan angkat lain, seperti di kawasan Pasar Ikan, dan salah satu lainnya yang belum teridentifikasi di bawah ini. Dari semua itu, yang tersisa tampaknya hanya jembatan Kota Intan.

Antara 1857 dan 1908: Jembatan angkat di Pasar Ikan, dalam posisi diturunkan
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Sekitar tahun 1865: Jembatan angkat di Pasar Ikan, dalam posisi diangkat
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Kawasan Pasar Ikan di sekitar tahun 1870
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Jembatan angkat yang memiliki banyak nama: Jembatan Rusman, Jembatan Berak, Scheidbrug (Jembatan Perpisahan) yang tampaknya diplesetkan menjadi Schijtsburg (yang memang berarti Jembatan Berak)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1865, 1870, 1908
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan:

Sabtu, 20 Juni 2020

Potret studio perempuan Indonesia zaman dulu (2)

(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: antara 1862 dan 1865
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa: Beberapa bangsawan perempuan Jawa dalam jepretan Isidore van Kinsbergen
Fotografer: Isidore van Kinsbergen
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 21 Juni 2019

Para pecandu ganja di Jawa di penghujung abad ke-19 (1)

PENGANTAR

Ada kebiasaan, bahkan tradisi, atau kegiatan sekelompok orang yang dibiarkan berkelanjutan, yang untungnya pada zaman sekarang sudah hilang, berkurang, atau dilarang. Contohnya adalah pemasungan orang yang cacat mental, tarian di mana kaum lelaki menyelipkan uang ke bagian tubuh penari wanita, perjudian terbuka di perayaan-perayaan, atau mengkonsumsi ganja secara terbuka.

Seri foto berikut akan menampilkan beberapa gambar dari para pecandu ini, umumnya di Jawa.


Jakarta, sekitar tahun 1860
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sekitar tahun 1865
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Jakarta, sekitar tahun 1870
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sekitar tahun 1870
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Waktu: l.d.a.
Tempat: Jakarta, Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Jumat, 15 Maret 2019

Bupati Lebak, Raden Adipati Karta Natanegara, 1865

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)

Waktu: 1865
Tempat: Lebak (Banten)
Tokoh: Raden Adipati Karta Natanegara (Bupati Lebak yang menjadi tokoh antagonis di karya sastra Max Havelaar)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan: Tulisan di bawah foto terbaca "[A]dipattie Karta Natta Negoro Boepatti
pada 15 Maart 1865 soeda oemoer 75 tahoen"

Minggu, 21 Oktober 2018

Album foto para penguasa daerah di tahun 1860-an: Sultan Siak dan pemuka Koto Gadang

Sultan Siak
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Seorang pemuka Koto Gadang
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1865
Tempat: Siak, Bukittinggi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan: Foto-foto ini adalah bagian dari sebuah album dengan judul "Cabinet-Portret" dari seri "Portretten van Indonesiërs" yang dikeluarkan oleh K. Buwalda di Surabaya di akhir tahun 1860-an.

Senin, 20 Agustus 2018

Lukisan pemandangan karya Abraham Salm, Ernest Hardouin, dan F.C. Wilsen dari tahun 1870-an

Desa di kaki gunung Semeru, karya Abraham Salm, 1872
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Gunung Papandayan, Garut, karya F.C. Wilsen
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Berburu rusa di Priangan, karya Ernest Hardouin
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1872 (atas), antara 1865 dan 1876 (dua lukisan bawah)
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer/Pelukis: Abraham Salm, Ernest Hardouin, dan F.C. Wilsen
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Sabtu, 18 Agustus 2018

Lukisan karya L.H.W.M. de Stuers dari tahun 1860-an: Bogor, Magelang, Surakarta

Gadog, ketika belum kenal antrian macet
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Batutulis
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pertunjukan Senenan di Magelang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Acara rampogan sima (rampok macan) di Surakarta yang disaksikan sultan dan pembesar Belanda, salah satu penyebab punahnya harimau Jawa
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: antara 1865 dan 1876
Tempat: Bogor (Gadog, Batutulis), Magelang, Surakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer/Pelukis: L.H.W.M. de Stuers
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:


UPDATE 14 Juli 2026: Edisi lain dari gambar terakhir
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Sabtu, 09 April 2016

Penari Bali dari pelbagai masa (2)

Rangda, 1928
(klik untuk memperbesar | © Andre Roosevelt / fotomuseum)
Buleleng, 1865/1866
(klik untuk memperbesar | © Isidore van Kinsbergen / fotomuseum)
awal abad ke-20
(klik untuk memperbesar | © fotomuseum)
1936
(klik untuk memperbesar | © Falks / spaarnestad)
Waktu: l.d.a.
Tempat: Bali
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: l.d.a.
Sumber / Hak cipta: Nederlands Fotomuseum / Spaarnestad Photo
Catatan:

Sabtu, 26 Maret 2016

Raja Buleleng, Bali, beserta anak-anaknya dan Mahapatihnya di tahun 1865-1866

Raja Buleleng beserta anak dan dua abdi dalemnya
(klik untuk memperbesar | © fotomuseum)
Anak-anak Raja Buleleng
(klik untuk memperbesar | © fotomuseum)
Patih Kerajaan Buleleng
(klik untuk memperbesar | © fotomuseum)
Waktu: 1865-1966
Tempat: Buleleng (Bali)
Tokoh:
Peristiwa: Raja Buleleng, Bali, beserta anak-anaknya dan Mahapatihnya di tahun 1865-1866
Fotografer: Isidore van Kinsbergen
Sumber / Hak cipta: Nederlands Fotomuseum
Catatan: