Tampilkan postingan dengan label Ampenan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ampenan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Agustus 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang pelabuhan Ampenan di Lombok

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi: Pelabuhan Ampenan di Lombok dengan airnya yang relatif tenang, serta sebuah kapal layar berbendera Belanda, serta beberapa perahu di sekelilingnya.
Juru foto/gambar: Paul Lauters yang menyalin dari karya Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Edisi tidak berwarna dari lukisan di atas pernah dimuat di posting ini.

Kamis, 27 Februari 2025

Dari Padang sampai ke Banda: Lukisan pemandangan Nusantara karya Charles William Meredith van de Velde, 1844 (6 - Nusa Tenggara)

Charles William Meredith van de Velde (1818-1898) tampaknya seorang dengan berbagai bakat dan kemampuan. Dia pernah menjadi perwira angkatan laut, tentara bayaran, pembuat peta, anggota palang merah, hingga misionaris. Salah satu keahlian dia adalah menangkap keindahan alam dari tempat yang dia kunjungi, dan menuangkannya ke atas kanvas. Dia terkenal sebagai pembuat peta Palestina di pertengahan abad ke-19, serta pelukis kota dan tempat di Palestina yang dia singgahi. Sebelumnya, dia juga mengabadikan banyak tempat di Nusantara dalam beberapa karya lukisannya, yang akan kita lihat di seri berikut ini.


Kapal layar berbendera Belanda di Ampenan, Lombok, dikelilingi beberapa perahu, dengan latar belakang perbukitan yang bentuknya khas di wilayah Nusa Tenggara
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Pemandangan di Teluk Kupang dengan latar belakang perbukitan dan benteng serta bangunan-bangunan di sekitar pelabuhan. Di latar depan tampak tiga kapak besar berlabuh tenang.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar: Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:


UPDATE 2 Agustus 2026: Edisi lain dari lukisan di atas
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Rabu, 15 Desember 2021

Dari sebuah perjalanan ke Lombok, Bali, dan Madura di sekitar tahun 1930: Sekitar Ampenan

Kemungkinan Kali Jangkok, tempat bersejarah dalam Perang Lombok
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Rumah warga Sasak (?)
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Pemandian umum
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Tari Gandrung
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Beberapa warga di pemukiman
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: antara 1925-1934
Tempat: Lombok
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Sabtu, 11 September 2021

Lombok pada saat ekspedisi militer Belanda 1894: Markas pasukan Belanda di Ampenan

PENGANTAR

Di penghujung abad ke-19 Lombok dilanda pergolakan antara warga Sasak dan bangsawan Karangasem yang menguasai bagian barat pulau ini. Keterlibatan Belanda dalam pertikaian ini menghasilkan satu pemenang: Belanda, dan dua pengalah: Lombok dan Karangasem. Ekspedisi militer Belanda di tahun 1894 menjatuhkan kekuasaan Karangasem di Lombok, dan mengukuhkan kekuasaan Belanda atas pulau ini. Foto-foto berikut berasal dari saat ekspedisi ini.

Beberapa prajurit KNIL di pantai, kemungkinan mengawasi suplai militer dalam kotak kayu yang diangkut dengan perahu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah pojokan ritual umat Hindu di dekat posisi markas KNIL
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Markas KNIL di Ampenan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tumpukan kotak kayu yang kemungkinan suplai militer di pantai Ampenan
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1894
Tempat: Ampenan (Lombok)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: C. Neeb
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Charls, Van Es & Co
Catatan: Posting ini merupakan kelanjutan dan pelengkap dari rangkaian posting sebelumnya yang dimulai tanggal 13 Maret 2020 hingga 29 Maret 2020.

Rabu, 25 Maret 2020

Lombok pada saat ekspedisi militer Belanda 1894: Pasukan Belanda dan nelayan Sasak di pantai Ampenan

PENGANTAR

Di penghujung abad ke-19 Lombok dilanda pergolakan antara warga Sasak dan bangsawan Karangasem yang menguasai bagian barat pulau ini. Keterlibatan Belanda dalam pertikaian ini menghasilkan satu pemenang: Belanda, dan dua pengalah: Lombok dan Karangasem. Ekspedisi militer Belanda di tahun 1894 menjatuhkan kekuasaan Karangasem di Lombok, dan mengukuhkan kekuasaan Belanda atas pulau ini. Foto-foto berikut berasal dari saat ekspedisi ini.

(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1894
Tempat: Lombok
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: C. Neeb
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Charls, Van Es & Co
Catatan:

Senin, 23 Maret 2020

Lombok pada saat ekspedisi militer Belanda 1894: Wajah perkampungan Bali di Lombok

PENGANTAR

Di penghujung abad ke-19 Lombok dilanda pergolakan antara warga Sasak dan bangsawan Karangasem yang menguasai bagian barat pulau ini. Keterlibatan Belanda dalam pertikaian ini menghasilkan satu pemenang: Belanda, dan dua pengalah: Lombok dan Karangasem. Ekspedisi militer Belanda di tahun 1894 menjatuhkan kekuasaan Karangasem di Lombok, dan mengukuhkan kekuasaan Belanda atas pulau ini. Foto-foto berikut berasal dari saat ekspedisi ini.

Gerbang ke sebuah kampung Bali
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga Sasak di depan gerbang ke sebuah kampung Bali
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pura kecil antara Ampenan dan Mataram
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang tentara Belanda bersama warga Sasak
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah kampung Bali di Ampenan
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1894
Tempat: Lombok
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: C. Neeb
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Charls, Van Es & Co
Catatan:

Selasa, 17 Maret 2020

Lombok pada saat ekspedisi militer Belanda 1894: Wajah-wajah tentara KNIL

PENGANTAR

Di penghujung abad ke-19 Lombok dilanda pergolakan antara warga Sasak dan bangsawan Karangasem yang menguasai bagian barat pulau ini. Keterlibatan Belanda dalam pertikaian ini menghasilkan satu pemenang: Belanda, dan dua pengalah: Lombok dan Karangasem. Ekspedisi militer Belanda di tahun 1894 menjatuhkan kekuasaan Karangasem di Lombok, dan mengukuhkan kekuasaan Belanda atas pulau ini. Foto-foto berikut berasal dari saat ekspedisi ini.

Kelompok sandiwara tentara Belanda di Ampenan.
Bandingkan dengan kelompok serupa semasa Perang Aceh di posting ini.
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pasukan Belanda di antara warga Sasak di rute Ampenan menuju Mataram
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Bivak pasukan Belanda di sekitar Ampenan.
Pada tanggal 26 Agustus 1894 area ini dihancurratakan dengan tanah.
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gerbang masuk ke Mataram dalam kendali pasukan Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang Belanda di kampung warga Bali dekat Ampenan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Letnan Satu H.J. Tromp de Haas yang menjadi dokter hewan urusan kuda perang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pasukan KNIL lokal bersama seorang atasan Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1894
Tempat: Lombok
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: C. Neeb
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Charls, Van Es & Co
Catatan:

Minggu, 15 Maret 2020

Lombok pada saat ekspedisi militer Belanda 1894: Pasukan kavaleri Belanda di Kali Jangkok

PENGANTAR

Di penghujung abad ke-19 Lombok dilanda pergolakan antara warga Sasak dan bangsawan Karangasem yang menguasai bagian barat pulau ini. Keterlibatan Belanda dalam pertikaian ini menghasilkan satu pemenang: Belanda, dan dua pengalah: Lombok dan Karangasem. Ekspedisi militer Belanda di tahun 1894 menjatuhkan kekuasaan Karangasem di Lombok, dan mengukuhkan kekuasaan Belanda atas pulau ini. Foto-foto berikut berasal dari saat ekspedisi ini.

(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1894
Tempat: Kali Jangkok (Ampenan, Lombok)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: C. Neeb
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Charls, Van Es & Co
Catatan: Jembatan dan Kali Jangkok di atas menjadi objek foto beberapa kali sehingga menimbulkan pertanyaan apakah ada peristiwa khusus di lokasi tsb. Bandingkan posting sebelum ini yang menyebutkan perlawanan warga Lombok di sebuah jembatan.