Tampilkan postingan dengan label Semarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semarang. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Juni 2026

Dari lembaran propaganda Jepang tentang keberhasilan mereka menduduki Nusantara, 1942 (2)

Barak tentara Belanda yang digambarkan Jepang sebagai ditinggalkan dalam keadaan berantakan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Semarang: Pertahanan di pantai dengan meriam dan pagar penghadang yang sudah dikuasai Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Gerak maju kesatuan infantri Jepang di pagi hari
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Barak darurat dari kesatuan bersepeda Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1942
Tempat: a.l. Semarang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 27 Juni 2026

Dari lembaran propaganda Jepang tentang keberhasilan mereka menduduki Nusantara, 1942 (1)

Sebuah fasilitas milik Belanda yang dihancurkan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Semarang: Deretan tentara Belanda yang ditangkap pasukan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Surabaya: Pasukan Jepang menangkap dan menggiring seorang perwira KNIL Laut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1942
Tempat: Semarang, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 27 Maret 2026

Lokomotif pertama di wilayah Nusantara, 1864

Para pria berpose bangga di lokomotif pertama yang melaju di jalur rel di Nusantara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1864
Tempat: kemungkinan Semarang
Tokoh:
Peristiwa: NISM (Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij = Perusahaan Kereta Api Hindia Belanda) didirikan di tahun 1863, dan merupakan badan usaha swasta yang pertama kali mendapat lisensi untuk mengoperasikan transportasi rel di wilayah Hindia-Belanda. NISM membangun jalur pertama antara Semarang dan Yogyakarta, dan pada tahun 1864 sudah meluncurkan lokomotif yang termaktub di foto di atas. Gambar ini menjadi bersejarah karena merupakan lokomotif pertama yang beroperasi di Indonesia.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 17 Maret 2026

Residen Semarang, Pieter Sijthoff, beserta pengiringnya, 1904

Residen Semarang, Pieter Sijthoff, beserta pengiringnya yang membawa payung kebesaran dan tanpa alas kaki
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1904
Tempat: Semarang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 09 Oktober 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (16)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Senenan, sebuah tradisi permainan berkuda di kaum pria dari kalangan bangsawan dan ningrat Jawa yang ditonton khalayak ramai di latar belakang. Para lelaki ini bertelanjang dada dengan mengenakan semacam celana panjang yang ditutupi kain di bagian pinggang. Kepala para lelaki ini ditutup dengan kuluk, tetapi kakinya memilih gaya nyeker.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah gereja di Salatiga dengan latar belakang Gunung Merbabu dan Gunung Telomoyo. Gereja ini tampak sepenuhnya terbuat dari kayu meskipun bagian yang berwarna putih mengindikasikan adanya bagian tembok.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Dangau, gubuk, atau saung petani di tengah pesawahan. Dangau ini dibuat lumayan tinggi sehingga orang perlu tangga untuk memanjat hingga ke atas. Dari ketinggian ini petani, atau anak-anak mereka, bisa mengawasi bagian sawah mana yang sedang "diserang" burung sehingga mereka bisa menarik-narik tali yang cocok untuk mengagetkan dan mengusir burung yang "menyerang" ini.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Stasiun kereta Tanggung di Grobogan. Di peron tampak petugas kereta dalam seragam putih bersiap menyambut kedatangan kereta bertenaga uap yang sudah mendekat. Empat penumpang, salah satunta pria Tionghoa bertaucang, siap menaiki kereta yang tampkanya terdiri dari sekitar empat gerbong.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Kediaman Residen Semarang dengan penjagaan bersenjata. Seorang tukang kebun tampak sednag menyapu halaman, sementara seorang opas berjalan dengan sedikit merunduk sambil mengepit seberkas dokumen.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Jumat, 28 Maret 2025

Wajah anggota milisi "Landstorm" dan "Stadswacht" bernama P. F. de Rochemont, 1932-1941

Bandung, 1932: P. F. de Rochemont (tengah belakang) bersama para anggota KNIL
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Jakarta, 1940: Sebuah kesatuan milisi Landstorm dengan P. F. de Rochemont berada di nomor 6 dari kanan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Jakarta, 1940: Kesatuan Landstorm di markas mereka di Kramat; P. F. de Rochemont berdiri nomor 2 dari kanan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Semarang, 1941: P. F. de Rochemont dalam seragam Stadswacht bersama anak dan istri di
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Semarang, 1941: Sersan P. F. de Rochemont bersama istri
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)


Waktu: 1932, 1940, 1941
Tempat: Bandung, Jakarta, Semarang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 28 Februari 2025

Foto udara sekitar Jawa, kemungkinan di pertengahan 1930-an (2)

Makam Raja-raja Imogiri
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pemandangan di atas Semarang, a.l. terlihat depot minyak Pengapon di kiri bawah, Gereja Blenduk di atasnya, serta Stasiun Tawang di tengah atas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Gunung Batok di kawasan Bromo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Letusan Anak Krakatau di Selat Sunda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1930-an
Tempat: Kawasan Bromo, Selat Sunda, Semarang, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 22 September 2024

Peta kuno dari tahun 1910: Jawa Tengah dan Timur, serta Madura

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1910
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Peta ini merupakan bagian dari seri peta Hindia-Belanda yang diterbitkan di tahun 1910. Peta Jawa dan Madura ini menampilkan wilayah yang sekarang menjadi Provinsi Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Perhatian khusus diberikan kepada dua kota pelabuhan terbesar di kawasan ini yaitu Semarang dan Surabaya yang diberi bagian dengan skala yang lebih besar.
Juru kartografi:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 30 Januari 2024

Pernikahan bangsawan Jawa yang dihadiri tamu Belanda

Sebuah pernikahan kalangan ningrat Jawa di Wonogiri pada tanggal 14 Juni 1914
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah pernikahan keluarga bangsawan Jawa, kemungkinan di Semarang (berdasarkan ucapan selamat dari Khouw Beng Wan yang merupakan pengusaha percetakan di Semarang)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1914
Tempat: Semarang, Wonogiri
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 23 Desember 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam jepretan studio-studio foto Tionghoa (2)

Studio foto Keng Seng, Solo (Warung Pelem): Seorang wanita Belanda memegang kipas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto Gah Hin, Semarang: Seorang wanita Belanda mengendarai sepeda hias
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto Wah Seng, Makassar, 1913: Dua gadis (campuran?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1913
Tempat: Makassar, Semarang, Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio foto Keng Seng, Gah Hin, Wah Seng
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 22 November 2023

Strategi defensif Jepang menghadapi gerakan maju pasukan Sekutu (2), 1945

Semarang: Jaringan parit pertahanan di pesisir
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Cepu (?): Drum bahan bakar yang disembunyikan Jepang. Kemungkinan difoto setelah Jepang menyerah.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Surabaya: Gula yang ditimbun dan disembunyikan pasukan Jepang. Difoto setelah Jepang menyerah.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Surabaya: Tumpukan gula yang jumlahnya mencapai 1,5 juta ton
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Cepu, Semarang, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 20 November 2023

Strategi defensif Jepang menghadapi gerakan maju pasukan Sekutu (1), 1945

Penyembunyian bahan bakar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sekitar Semarang: Pembangunan parit pertahanan untuk mengantisipasi pendaratan musuh di pantai
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Rembang: Pemasangan kawat berduri untuk menghambat gerakan musuh di wilayah pantai
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan 1945
Tempat: a.l. Rembang, Semarang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 17 November 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam foto studio: Studio Charls (9)

~1900: Seorang wanita muda di Semarang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah keluarga Belanda dengan dua anak di Semarang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Dua anak perempuan Belanda di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1900
Tempat: Jakarta, Semarang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Charls (berkembang menjadi N.V. Charls & Van Es & Co.)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 15 November 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam foto studio: Studio Charls (8)

~1915: Sepasang suami istri di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1893: Seorang bocah Belanda di Semarang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1893: Seorang wanita Belanda di Semarang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1893, 1925
Tempat: Jakarta, Semarang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Charls (berkembang menjadi N.V. Charls & Van Es & Co.)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 07 November 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam foto studio: Studio Charls (4)

Antara 1900 dan 1910: Seorang wanita di Semarang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang wanita di Semarang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang wanita di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1910
Tempat: Jakarta, Semarang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Charls (berkembang menjadi N.V. Charls & Van Es & Co.)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 01 November 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam foto studio: Studio Charls (1)

~1905: Kakak beradik
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Antara 1900 dan 1915: Pengantin baru
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Keluarga (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1905, 1915
Tempat: Jakarta (dua foto terakhir), Semarang (foto pertama)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Charls (berkembang menjadi N.V. Charls & Van Es & Co.)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 10 Juli 2022

Dari sebuah album tentang kawasan Dieng dan beberapa tempat lain (5)

Sebuah kelenteng di Makassar
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah gedung pemerintahan yang belum teridentikasi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman yang berisi 2 foto sebelumnya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawasan pemerintahan di Semarang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: ?
Tempat: Makassar, Semarang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Bandingkan foto nomor 1 (kelenteng di Makassar) dengan foto lain yang dimuat di sini. Edisi lain dari foto nomor 4 pernah dimuat di posting ini sebelumnya.