Tampilkan postingan dengan label banjir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label banjir. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Juli 2026

Berbagai foto semasa Perang Kemerdekaan dari koleksi tentara Belanda bernama Bob van Dijk (3)

PENGANTAR

Bob van Dijk adalah seorang tentara Belanda dari kesatuan zeni yang diterjunkan ke Nusantara, terutama di wilayah Jawa Timur, semasa Perang Kemerdekaan. Bob tampaknya menggemari fotografi, dan kamera fotonya banyak mengabadikan suasana sejak di berangkat dari Belanda melalui berbagai tempat dan pelabuhan sebelum akhirnya tiba di Hindia-Belanda. Blog ini akan mencoba untuk memperlihatkan karya-karya Bob ini yang a.l. banyak didominasi oleh suasana sehari-hari seorang tentara Belanda ketika bertugas di Indonesia.

Bob juga banyak membuat jepretan ketika dia bertugas di lapangan. Koleksi dia juga berisi beberapa foto dari medan pertempuran yang tampaknya merupakan karya jurnalis perang profesional seperti Hugo Wilmar. Secara keseluruhan, koleksi ini lumayan menarik karena memperlihatkan suasana sehari-hari semasa Perang Kemerdekaan dari sudut pandang seorang tentara Belanda.


Salah satu masalah yang dihadapi Belanda di Surabaya: luapan air Kali Mas yang membawa hanyut banyak benda …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… dan menggenangi tangsi dan barak-barak tentara Belanda, memaksa mereka membuat jembatan darurat dari bilah papan untuk pergi dari satu barak ke tempat lain
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kesatuan zeni Belanda mendirikan barak baru yang (semi?) permanen di Tanjung Perak …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang merupakan kamp pertama semacam ini yang didirikan di wilayah ini
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kolonel De Bruine (berkaca mata?) menginspeksi pembangunan kamp tentara ini
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: semasa perang kemerdekaan
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Bob J. van Dijk
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 05 Oktober 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (14)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Sebuah kampung di Jawa dengan rumah-rumah yang terbuat dari bambu. Seorang ibu tampak berbincang dengan seorang pedagang keliling, sementara tiga anak kecil yang hampir tanpa pakaian bermain tidak jauh dari situ.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah motif tentang Jawa yang tidak sedikit menjadi bahan lukisan: banjir. Air tampak sudah mencapi atap rumah, sehingga sebuah keluarga harus diselamatkan dengan menerobos atap. Proses penyelamatan ini menggunakan perahu atau rakit (dari pohon pisang?) sepeti yang ditampilkan di gambar di atas.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Arak-arakan pengantin dengan adat Betawi, kemungkinan dari kalangan berada karena pengantin pria menunggang kuda, sementara pengantin wanita ditandu oleh empat pria dengan hiasan angsa di atas tandunya, dan sepasang ondel-ondel memimpin rombongan prosesi yang diiringi sekelompok pemusik.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Salah satu sudut pantai Karangbolong di Anyer yang banyak disinggahi burung walet untuk bersarang. Lima pria tampak menuruni tebing pantai dengan menggunakan tangga dan tali untuk mencapai ke sebuah gua yang menjadi tempat kumpulan sarang walet.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah rumah milik kontroleur di Jawa. Kontroleur merupakan jabatan yang sedikit banyak sejajar dengan camat sekarang. Jenjang kontroleur berada di bawah asisten residen, di bawah residen, di bawah gubernur. Berbeda dengan rumah asisten residen yang berpilar tembok, rumah kontroleur di atas ini bertiang kayu dan merupakan rumah panggung, dan kemungkinan tidak sepenuhnya bertembok batu-bata.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Kamis, 10 Februari 2022

Dari sebuah album Woodbury & Page tentang Aceh di sekitar tahun 1887 (11)

Luapan air sungai di sekitar sebuah benteng Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pasukan KNIL di sebuah desa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Banjir di pemukiman pasukan KNIL
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Prajurit Belanda dan keluarga berpose di saat banjir
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah pos pertahanan Belanda di puncik bukit
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1887
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury & Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 22 Februari 2021

Banjir di Solo sebagai motif kartu pos, 1905

Negeri orang Belanda, sesuai dengan namanya Nederland, berada di wilayah yang rendah, dan dalam sejarahnya harus menghadapi banyak banjir dan luapan air. Tantangan ini tapi membuat mereka menjadi pakar dalam hal pengaturan air, pembuatan bendungan, dan pencegahan banjir. Peristiwa banjir di wilayah Nusantara, yang sampai sekarang masih terus terjadi, menjadi hal yang menarik buat orang Belanda untuk diamati.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Ketika Solo dilanda banjir di tahun 1905, foto-fotonya menjadi motif dari kartu pos untuk dikirim ke warga Belanda lain, seperti terlihat di gambar di atas. Tampak cetakan bundar stempel pos masih terlihat, di bagian kiri atas malah masih terbaca kantor pengirimnya: (SUR)AKARTA (terbalik). Keterangan di kartu pos menunjukkan wilayah yang terkena banjir: belakang benteng, area Purbayan, kawasan Capkauking, perempatan Warung Pelem, dan Kampung Balong.

Waktu: 1905
Tempat: Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Rabu, 03 Juni 2020

Buku bergambar untuk anak-anak Belanda tentang Perang Aceh (2)

Gambar-gambar berikut berasal dari buku Tafereelen uit den oorlog met Atchin; voor de jeugd (Adegan-adegan Perang Aceh, untuk kaum muda) yang mencoba menampilkan Perang Aceh kepada anak-anak Belanda dalam bentuk gambar dan sajak. Tentu saja Belanda digambarkan berada di pihak yang baik, dan Aceh di pihak sebaliknya. Kita akan melihat bagaimana Belanda diceritakan harus menghadapi penderitaan dan kesusahpayahan; tetapi pada akhirnya mendapatkan kemenangan. Pembantaian atas warga Aceh tentu saja tidak akan ada di buku ini.

Sajak ini menggambarkan bagaimana warga Aceh, yang merupakan pengikut Nabi Muhammad, menganiaya utusan perdamaian yang dikirim oleh Panglima van Swieten
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Sajak ini menggambarkan musuh lain yang harus dihadapi Belanda: air bah. Dikabarkan 13 tentara Belanda tewas ketika bah menerjang rumah sakit mereka.
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Sajak ini berkisah tentang wabah penyakit yang juga harus dihadapi pasukan Belanda, dan berisi pujian untuk Palang Merah yang membantu militer Belanda menghadapinya
(klik untuk memperbesar | © AVS)
 Waktu: buku berkisah tentang peristiwa di tahun 1873-1874
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Penerbit: A. Tjaden
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:
Sajak pertama
MISHANDELING VAN DEN PARLEMENTAIR.
Niet beschaafd ook was de vijand,
Die de leer van Mahomed,
Vol bijeengeraapte leugens,
Aannam als zijn zedewet,
Eens, toen 't legerhoofd van Swieten
Hem een vredebode zond,
Daar hij langer bloedvergieten
Voor het rijk te schaadlijk vond,
Nam men d' armen man gevangen,
Boeide hem aan voet en hand;
Wellicht is hij doodgemarteld
In het boschrijk binnenland.
Sajak kedua
De overstrooming.
't Was of pest en oorlog beiden
Niet voldeden aan den Dood,
Hij koos, kom ons te bekampen,
't Water tot zijn bondgenoot.
Sehuimend drong 't in de ambulance
Tot gekwetsten, zieken door,
Waar een dertiental het leven.
Reeds zoo treurig, bij verloor.
Zeldzaam wies het tot die hoogte;
Zelden stichtte 't zooveel kwaad.
't Water is een felle vijand,
Die zich slecht bestrijden laat.
Sajak ketiga
Gezicht in het hospitaal
Maar niet enkel 's vijands wapen
Velde Neerlands krijgers neer;
Eischte de oorlog al veel offers,
Ziekten eischten er nog meer.
Onder duldalooze pijnen
Viel een strijder soms ter aard,
Die, er spoedig in bedolven,
Nimmer keerde naar zijn haard.
Hier was 't Roode Kruis een zegen,
Even goed als in het veld;
Door zijn liefderijke zorgen
Is nog menigeen hersteld.

Selasa, 28 April 2020

Hindia-Belanda dalam foto stereoskopi (6): Surabaya dan sekitarnya

PENGANTAR
Di akhir abad ke-19 foto stereoskop cukup populer untuk melihat foto dengan kesan tiga dimensi. Teknik yang digunakan saat itu adalah dengan membuat dua foto dengan sudut pengambilan yang sedikit berbeda. Kemudian kedua foto ini disandingkan, dan dilihat dengan menggunakan alat bersekat yang memisahkan pandangan mata kiri dan kanan. Gambar di kiri memperlihatkan contoh alat ini.

Wilayah Hindia-Belanda pun tak luput dari mode fotografi ini. Seri berikut akan menampilkan beberapa motif foto dari Hindia-Belanda yang ada di koleksi penggemar stereoskopi.

Pedagang makanan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sipir penjara Surabaya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perempuan mandi di sungai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kuli kapur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tukang cukur terbuka di Surabaya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Wanita mandi di sumur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Petani di sawah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Petani di ladang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Mandi di kali, Surabaya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Berperahu di sungai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Banjir
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar awal abad ke-20
Tempat: Jawa, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Miss Blanche Stereo
Catatan:

Selasa, 13 Oktober 2015

Banjir di Jawa, 1936

(klik untuk memperbesar | © gahetna/spaarnestad)
(klik untuk memperbesar | © gahetna/spaarnestad)
(klik untuk memperbesar | © gahetna/spaarnestad)
(klik untuk memperbesar | © gahetna/spaarnestad)
(klik untuk memperbesar | © gahetna/spaarnestad)

Waktu: 1936
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Archief / Spaarnestad Photo
Catatan:

Minggu, 12 April 2015

Banjir di Jakarta dan sekelilingnya di sekitar tahun 1930

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: sekitar 1930-1933
Tempat: Jakarta dan sekitarnya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Kamis, 26 Juni 2014

Jakarta kebanjiran, 1949


Waktu: 18 (atau 23?) Januari 1949
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Jakarta kebanjiran, trem tidak bisa jalan.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Puluhan tahun kemudian masalah yang sama di sekitar bulan Desember-Januari tetap tidak terselesaikan.