Tampilkan postingan dengan label Pandu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pandu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 November 2022

Persiapan Hindia-Belanda menghadapi Perang Dunia II: VAC (Vrouwelijk Auto Corps) atau Korps Mobil Perempuan [2]

VAC (Vrouwelijk Auto Corps) merupakan organisasi sipil yang berisi kaum perempuan yang mampu atau senang mengendarai mobil. Di tahun 1941 perkumpulan ini pun dikerahkan untuk mendukung persiapan Hindia-Belanda menghadapi ancaman serangan Jepang.

Ibu-ibu VAC berpose latihan ganti ban
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Apel kesiapan VAC
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Ibu-ibu VAC Bandung dengan truk Chevrolet
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Ibu-ibu VAC Jakarta di depan sebuah klinik di kawasan Glodok
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Ibu-ibu VAC bekerja sama dengan para pandu dalam pengumpulan potongan aluminum untuk dilebur dan dijadikan bagian dari alat pertahanan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1941
Tempat: Jakarta, Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 23 Mei 2020

Warisan Kartini: Sekolah Kartini di Madiun, Malang

PENGANTAR

(klik untuk memperbesar)
Sejarah Hindia-Belanda menunjukkan bahwa tokoh yang menjadi pahlawan bagi bangsa Indonesia, bagi pihak Belanda saat itu tak lebih dari pemberontak, pembuat onar, penyulut kerusuhan, dsb. Sebaliknya, orang yang diberi tanda jasa oleh Belanda, bagi bangsa Indonesia merupakan pembantai, penjahat perang, kolaborator, dsb.

Raden Ayu Kartini merupakan satu dari sedikit pengecualian: Orang Belanda dan Indonesia sama-sama kagum dan menghargai apa yang beliau rintis untuk memajukan bangsa Indonesia, terutama kaum perempuannya. Bahkan kemudian warga Belanda bersama warga Indonesia bersama-sama meneruskan dan mengembangkan apa yang telah beliau mulai, yaitu dengan menghidupkan sarana pendidikan untuk anak-anak perempuan Indonesia.

Seri foto berikut ini akan menampilkan foto-foto Kartini dan keluarganya, dan diteruskan dengan munculnya sekolah-sekolah Kartini di berbagai pelosok

12 Januari 1915: Peletakan batu pertama Sekolah Kartini di Madiun
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
12 Januari 1915: Peletakan batu pertama Sekolah Kartini di Madiun
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Sekitar 1930: Guru dan murid Sekolah Kartini di Malang
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
1937: Para murid Sekolah Kartini Malang berbaris di acara Pesta Oranye
(klik untuk memperbesar | © NMVW)

Waktu: 1915, 1930, 1937
Tempat: Madiun, Malang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Museum van Wereldculturen
Catatan:

Sabtu, 25 April 2020

Soekarno mengunjungi Seminari Pineleng, Manado, 1957

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / KDC)

Waktu: 30 September 1957
Tempat: Pineleng, Manado
Tokoh: Soekarno (Presiden RI)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Katholiek Documentatie Centrum
Catatan: Lima bulan kemudian wilayah Sulawesi Utara menjadi basis PRRI dalam penentangan beberapa perwira militer terhadap Soekarno.

Sabtu, 18 Januari 2020

Jepretan Charles Breijer 1947-1953: Pekan Olahraga Nasional I, Solo 1948 - Wajah para pandu

PENGANTAR

Foto-foto tentang Pekan Olahraga Nasional I hampir tidak ada. Dokumentasi tentang PON I yang beredar di dunia maya paling menampilkan foto-foto dari PON sesudahnya, atau kegiatan lain yang diusahakan dikait-kaitkan dengan PON I. Boleh jadi saat itu memang orang belum ngeh tentang bakal pentingnya peristiwa ini. Mungkin juga pada saat itu orang belum yakin bahwa acara ini akan berlanjut secara berkala; perlu diingat bahwa penomoran "I" baru datang belakangan. Pada saat itu Republik Indonesia, yang wilayahnya secara de facto menyusut setelah Aksi Polisionil I, ingin menunjukkan bahwa negara ini mampu mengadakan pekan olahraga dengan peserta dari berbagai pelosok wilayah.

Ketika blog ini mengamati kumpulan foto yang dibuat fotografer Belanda, Charles Breijer, antara tahun 1947 dan 1953, ada beberapa foto yang diberi catatan sportmanifestatie in het stadion van Solo, Indonesiƫ (1948). Kumpulan foto ini tidak banyak memperlihatkan kegiatan olahraganya, tetapi banyak menampilkan kegiatan lain yang cocok dengan deskripsi tentang pembukaan PON I: adanya parade pandu, senam massal, pencak silat, dan hadirnya Wikana yang menjabat Menteri Pemuda sejak kabinet Syahrir II hingga ke kabinet Amir Syarifudin II dan juga merupakan Gubernur Militer wilayah Surakarta sebelum diganti oleh Gatot Subroto.

Apabila jepretan Charles Breijer ini memang berasal dari acara PON I, maka syukurlah masih ada dokumentasi foto dari peristiwa ini.

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)

Waktu: kemungkinan besar 9 September 1948
Tempat: Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Kamis, 16 Januari 2020

Jepretan Charles Breijer 1947-1953: Pekan Olahraga Nasional I, Solo 1948 - Barisan pandu

PENGANTAR

Foto-foto tentang Pekan Olahraga Nasional I hampir tidak ada. Dokumentasi tentang PON I yang beredar di dunia maya paling menampilkan foto-foto dari PON sesudahnya, atau kegiatan lain yang diusahakan dikait-kaitkan dengan PON I. Boleh jadi saat itu memang orang belum ngeh tentang bakal pentingnya peristiwa ini. Mungkin juga pada saat itu orang belum yakin bahwa acara ini akan berlanjut secara berkala; perlu diingat bahwa penomoran "I" baru datang belakangan. Pada saat itu Republik Indonesia, yang wilayahnya secara de facto menyusut setelah Aksi Polisionil I, ingin menunjukkan bahwa negara ini mampu mengadakan pekan olahraga dengan peserta dari berbagai pelosok wilayah.

Ketika blog ini mengamati kumpulan foto yang dibuat fotografer Belanda, Charles Breijer, antara tahun 1947 dan 1953, ada beberapa foto yang diberi catatan sportmanifestatie in het stadion van Solo, Indonesiƫ (1948). Kumpulan foto ini tidak banyak memperlihatkan kegiatan olahraganya, tetapi banyak menampilkan kegiatan lain yang cocok dengan deskripsi tentang pembukaan PON I: adanya parade pandu, senam massal, pencak silat, dan hadirnya Wikana yang menjabat Menteri Pemuda sejak kabinet Syahrir II hingga ke kabinet Amir Syarifudin II dan juga merupakan Gubernur Militer wilayah Surakarta sebelum diganti oleh Gatot Subroto.

Apabila jepretan Charles Breijer ini memang berasal dari acara PON I, maka syukurlah masih ada dokumentasi foto dari peristiwa ini.

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)

Waktu: kemungkinan besar 9 September 1948
Tempat: Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Selasa, 14 Januari 2020

Jepretan Charles Breijer 1947-1953: Pekan Olahraga Nasional I, Solo 1948 - Pejabat dan penonton

PENGANTAR

Foto-foto tentang Pekan Olahraga Nasional I hampir tidak ada. Dokumentasi tentang PON I yang beredar di dunia maya paling menampilkan foto-foto dari PON sesudahnya, atau kegiatan lain yang diusahakan dikait-kaitkan dengan PON I. Boleh jadi saat itu memang orang belum ngeh tentang bakal pentingnya peristiwa ini. Mungkin juga pada saat itu orang belum yakin bahwa acara ini akan berlanjut secara berkala; perlu diingat bahwa penomoran "I" baru datang belakangan. Pada saat itu Republik Indonesia, yang wilayahnya secara de facto menyusut setelah Aksi Polisionil I, ingin menunjukkan bahwa negara ini mampu mengadakan pekan olahraga dengan peserta dari berbagai pelosok wilayah.

Ketika blog ini mengamati kumpulan foto yang dibuat fotografer Belanda, Charles Breijer, antara tahun 1947 dan 1953, ada beberapa foto yang diberi catatan sportmanifestatie in het stadion van Solo, Indonesiƫ (1948). Kumpulan foto ini tidak banyak memperlihatkan kegiatan olahraganya, tetapi banyak menampilkan kegiatan lain yang cocok dengan deskripsi tentang pembukaan PON I: adanya parade pandu, senam massal, pencak silat, dan hadirnya Wikana yang menjabat Menteri Pemuda sejak kabinet Syahrir II hingga ke kabinet Amir Syarifudin II dan juga merupakan Gubernur Militer wilayah Surakarta sebelum diganti oleh Gatot Subroto.

Apabila jepretan Charles Breijer ini memang berasal dari acara PON I, maka syukurlah masih ada dokumentasi foto dari peristiwa ini.

Para pejabat di tribun, a.l. Wikana (ketiga dari kiri) yang sempat menjadi Menteri Pemuda 1946-1948 dan Gubernur Militer Surakarta. Perlu diteliti lebih lanjut apakah yang kedua dari adalah Menteri Pemuda Supeno (yang gugur ditembak Belanda saat Aksi Polisionil 2).
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
Para pejabat di tribun di foto dari belakang, menghadap ke parade pandu.
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
Anak-anak menyaksikan ...
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
... dan ikut memberi dukungan.
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
Waktu: kemungkinan besar 9 September 1948
Tempat: Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Minggu, 12 Januari 2020

Jepretan Charles Breijer 1947-1953: Pekan Olahraga Nasional I, Solo 1948 - Parade pandu

PENGANTAR

Foto-foto tentang Pekan Olahraga Nasional I hampir tidak ada. Dokumentasi tentang PON I yang beredar di dunia maya paling menampilkan foto-foto dari PON sesudahnya, atau kegiatan lain yang diusahakan dikait-kaitkan dengan PON I. Boleh jadi saat itu memang orang belum ngeh tentang bakal pentingnya peristiwa ini. Mungkin juga pada saat itu orang belum yakin bahwa acara ini akan berlanjut secara berkala; perlu diingat bahwa penomoran "I" baru datang belakangan. Pada saat itu Republik Indonesia, yang wilayahnya secara de facto menyusut setelah Aksi Polisionil I, ingin menunjukkan bahwa negara ini mampu mengadakan pekan olahraga dengan peserta dari berbagai pelosok wilayah.

Ketika blog ini mengamati kumpulan foto yang dibuat fotografer Belanda, Charles Breijer, antara tahun 1947 dan 1953, ada beberapa foto yang diberi catatan sportmanifestatie in het stadion van Solo, Indonesiƫ (1948). Kumpulan foto ini tidak banyak memperlihatkan kegiatan olahraganya, tetapi banyak menampilkan kegiatan lain yang cocok dengan deskripsi tentang pembukaan PON I: adanya parade pandu, senam massal, pencak silat, dan hadirnya Wikana yang menjabat Menteri Pemuda sejak kabinet Syahrir II hingga ke kabinet Amir Syarifudin II dan juga merupakan Gubernur Militer wilayah Surakarta sebelum diganti oleh Gatot Subroto.

Apabila jepretan Charles Breijer ini memang berasal dari acara PON I, maka syukurlah masih ada dokumentasi foto dari peristiwa ini.

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)

Waktu: kemungkinan besar 9 September 1948
Tempat: Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Selasa, 25 September 2018

Perwakilan Hindia-Belanda di Jambore Pramuka se-Dunia di Belanda, 1937

6 Agustus 1937: Dua pandu Hindia-Belanda berbincang dengan tiga rohaniawan Katolik, salah satunya adalah Raden Mas Darmoro yang masih kerabat keraton Mangkunegaran.
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Ratu Wilhelmina dan Putri Juliana menerima kedatangan para pandu dari wilayah jajahan Belanda di Istana Het Loo. Wakil dari Hindia-Belanda tampak mengenakan kostum wayang orang.
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)

Waktu: 1937
Tempat: Belanda
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan: Jambore 1937 adalah perhelatan pramuka terakhir yang dihadiri Lord Baden Powell. Di acara ini tokoh pandu dunia yang saat itu menginjak usia 81 tahun mengucapkan salam perpisahan.

Minggu, 05 November 2017

Pemakaman Muhammad Husni Thamrin 2: barisan Pandu pengiring jenazah, 1941

(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Soekardjo Wirjopranoto memimpin para pelayat
(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: Januari 1941
Tempat: Jakarta
Tokoh: Muhammad Husni Thamrin (pahlawan nasional)
Peristiwa: Barisan Pandu yang mengantar jenazah Muhammad Husni Thamrin menuju pemakan Karet.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan: Para Pandu meniru Hitler-Jugend dalam memberikan hormat. Saat itu Jerman Nazi memang populer dan memukai sehingga banyak ditiru. Salah satu peniruan yang masih bertahan hingga sekarang adalah warna baju Pramuka yang coklat, yang merupakan warna seragam Hitler-Jugend.

Senin, 04 September 2017

Barisan pandu di Makassar tahun 1927

(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: September 1927
Tempat: Makassar
Tokoh:
Peristiwa: Barisan pandu menyambut kedatangan Gubernur Jenderal Andries Cornelis Dirk de Graeff ke Makassar.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Selasa, 03 Mei 2016

Beberapa foto dari Medan di tahun 1929 (2)

Distribusi buah-buahan dengan perahu
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Istana Sultan Deli
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Pertunjukan angklung, kuda lumping, tari topeng, dan pandu
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Gerbang ke wilayah pecinan
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Danau Toba
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1929
Tempat: Medan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Danau Toba tentunya tidak terletak di Medan; tetapi foto paling bawah berasal  dari foto album yang sama bersama dengan foto-foto lainnya.

Selasa, 15 Januari 2013

Masyarakat Indonesia menyambut kedatangan pasukan Jepang

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 1942
Tempat: ?
Tokoh:
Peristiwa: Masyarakat Indonesia menyambut gembira kedatangan pasukan Jepang
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: forum.axishistory.com
Catatan:

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 1942
Tempat: ?
Tokoh:
Peristiwa: Kelompok Pandu menunduk untuk menyambut kedatangan pasukan Jepang
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: forum.axishistory.com
Catatan: