Tampilkan postingan dengan label Pulau Onrust. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pulau Onrust. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 April 2025

Lukisan karya Jacques Nicolas Bellin tentang Jakarta dan sekitarnya dari sekitar tahun 1740

Balaikota Jakarta, saat itu berada di dekat Kastil Jakarta
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Kemungkinan wilayah yang sekarang menjadi kawasan Petojo
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Pulau Onrust, dengan tanggul batu, dua kincir angin, dan kemungkinan sarana bongkar muat kapal
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Benteng Belanda di Tangerang dengan tembok batu, pos penjagaan, menara lonceng, kemungkinan juga area pemakaman, dan kawanan kerbau digembala di depannya
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1740
Tempat terbit: Paris
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Jacques Nicolas Bellin
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 21 Agustus 2024

Peta kuno dari tahun 1719: Ketika pulau-pulau di Kepulauan Seribu masih bernama Belanda

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1719
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Ini merupakan peta yang oleh VOC dikategorikan sebagai rahasia, artinya tidak dipublikasikan, dan sepenuhnya digunakan VOC untuk kepentingan mereka sendiri. Peta ini menampilkan pesisir utara dari wilayah Jakarta dengan nama-nama yang masih bertahan sampai sekarang a.l. Ontongh Java (Untung Jawa), Tangerangh (Tanggerang), Grogol, Ankee (Angke), Antzioll (Ancol), dan Tanjong Priok. Tetapi pulau-pulau kecil di sebelah utara masih diberi nama yang kebanyakan didasarkan pada nama-nama tempat di Belanda, sehingga kita menemukan nama Pulau Alkmaar, Enkhuyfen, Hoorn, Kuypers, Leyden, Purmerent, Haarlem, Rotterdam, Schiedam, Vader Smith, dan tentunya Onsrust.
Juru kartografi: Gerard van Keulen
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 25 Juni 2024

Para pejuang kemerdekaan dan tentara Jerman yang ditahan Belanda di Pulau Onrust, 1946

Para tentara Jerman mendapat kunjungan dari para kekasih mereka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para tentara Jerman, yang umumnya awak kapal selam, bermain kartu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para tentara Jerman di latar depan, dan para pejuang kemerdekann di latar belakang, di sekitar sebuah mesin
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para pejuang kemerdekaan yang ditawan, bersama seorang perwira Belanda yang menjaga Pulau Onrust
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para pejuang kemerdekaan bekerja di dapur, dalam pengawasan seorang Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para pejuang kemerdekaan di balik kawat jeruji
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Agustus 1946
Tempat: Pulau Onrust (Kepulauan Seribu)
Tokoh:
Peristiwa: Di pertengahan 1946, Belanda menahan sekitar 200 tentara Jerman, umumnya awak kapal selam yang bertugas di perairan Asia Timur, dan 800 pejuang kemerdekaan Indonesia di Pulau Onrust. Belanda mengeluarkan foto-foto ini untuk menunjukkan bahwa kamp tahanan ini menghormati Konvensi Jenewa, serta membantah tuduhan bahwa Belanda memperlakukan para tawanan perang secara buruk.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 15 Mei 2024

Peta kuno dari tahun 1857: Pesisir utara Jakarta

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1857
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Sebuah peta yang memperlihatkan pesisir sekitar Jakarta, mulai dari Tanjung Kait di sebelah kiri, hingga ke Tanjung Pasir (Ontong Java), Tanjung Priuk, dan Muara Beting (Hoek Krawang), termasuk juga beberapa pulau di Kepulauan Seribu.
Juru kartografi: B.G. Escher, I.A.C. Eschauzier, B.H. Staring, E.H. Boom
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 18 September 2021

Dua lukisan tentang Pulau Onrust karya Johannes Rach dari tahun 1779

(klik untuk memperbesar | © AVS)
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1779
Tempat: Pulau Onrust (Kepulauan Seribu)
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Johannes Rach
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Minggu, 12 September 2021

Lukisan tentang pelabuhan Sunda Kelapa dan Kepulauan Seribu karya Mattheus Sager dari tahun 1752

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Lukisan kuno tentang Kepulauan Seribu sangat jarang, karena itu gambar di atas merupakan hal yang sangat berharga. Dari deskripsi yang tertera di pojok kanan atas kita bisa mengidentifikasi beberapa objek:
  • 5. Pulau Edam atau Damar Besar
  • 13. Pulau Purmerend atau Bidadari
  • 14. Pulau Kuiper atau Cipir atau Kahyangan
  • 15. Pulau Onrust atau Kapal
  • 18. Balaikota
  • 19. Gereja Belanda
  • 23. Muara Kali Ciliwung
Waktu: 1752
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Mattheus Sager
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Senin, 06 September 2021

Lima lukisan tentang Jakarta dan Pulau Onrust karya Hendrik Kobell dari tahun 1772

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Atas: Kawasan pemerintahan VOC dengan balaikotanya, dengan latar depan sebuah jembatan angkat.
Bawah: Pasar di Jakarta.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Atas: Salah satu gerbang menuju kawasan Kastil Batavia yang dikelilingi sungai dengan jembatan angkat sebagai jalur masuk.
Bawah:Salah satu sudut Kastil Batavia, dilihat dari luar.

Pulau Onrust
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: lukisan diteken tahun 1772, diterbitkan seperti di atas di tahun 1799
Tempat: Jakarta, Pulau Onrust
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Hendrik Kobell
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Lukisan di atas memperlihatkan Kastil Batavia dilihat dengan gerbang utama menghadap ke arah pembaca. Redaksi Atlas Van Stolk tidak begitu yakin siapa pembuatnya, dan menyebut nama "Johannes Rach ?" (dengan tanda tanya). Apabila melihat gaya lukisannya, Hendrik Kobell lebih mungkin ditebak sebagai pelukisnya; karena itu blog ini menambahkan lukisan ini di posting ini.
Blog ini akan menampilkan beberapa lukisan kuno tentang Jakarta karya Johannes Rach pada tanggal 10, 14, dan 18 September 2021; di sana akan terlihat bahwa Johannes Rach memiliki gaya yang berbeda daripada yang ada di gambar di atas.

Jumat, 14 Desember 2018

Pemberontakan kapal perang De Zeven Provinciën, 1933 (2)

Kapal HNMLS De Zeven Provinciën adalah sebuah kapal perang Belanda buatan tahun 1909. Di bulan November 1910 kapal ini berangkat dari Belanda menuju Hindia-Belanda, tempat dia nantinya bertugas, dan sampai dua bulan kemudian di Januari 1911.

Di bulan Februari 1933, ketika kapal ini berada di perairan barat laut Sumatera, para awak dan serdadu kapal mendapat kabar bahwa pemerintah Hindia-Belanda akan melakukan tindakan pemotongan upah dan gaji sebagai kebijakan menghadapi resesi ekonomi dunia saat ini. Hal ini memicu para awak kapal untuk melakukan pemberontakan. Kejadian ini mengagetkan masyarakat Belanda dan menggemparkan dunia politik Belanda, bahkan hingga beberapa bulan sesudahnya.

Selama enam hari, De Zeven Provinciën berlayar menyusuri pantai Sumatera ke arah selatan, hinggak akhirnya pemerintah Belanda (bukan Hindia-Belanda) memberi lampu hijau kepada kesatuan KNIL Udara untuk membom pesawat yang membangkang ini. Dua puluh tiga awak tewas akibat serangan udara, sementara lambung pesawat rusak berat.

Pemberontakan berakhir. Para awak dan serdadu yang memberontak dibawa ke Pulau Onrust dan dipenjarakan. Salah satunya adalah awak asal Maluku, Pelupessy, yang kemudian, ketika Indonesia menyatakan merdeka, bergabung dengan Divisi Siliwangi di wilayah sekitar Tasikmalaya.

Pesawat amfibi dan kapal selam yang memburu De Zeven Provinciën.
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
De Zeven Provinciën rusak setelah dijatuhi bom yang menewaskan 23 awak kapal.
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Kapal penjelajah Java (kiri) mendekati De Zeven Provinciën (kanan) setelah kapal yang memberontak ini dibom.
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Kapal angkut Orion membawa para awak De Zeven Provinciën ke Pulau Onrust untuk ditahan.
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: Februari 1933
Tempat: perairan lepas pantai Sumatera (kecuali foto terakhir: perairan Pulau Onrust)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Senin, 03 September 2018

Seorang jenderal Nazi Jerman ditahan Belanda di pulau Onrust, 1946

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)

Waktu: 1946
Tempat: Pulau Onrust (Kepulauan Seribu)
Tokoh:
Peristiwa: Seorang jenderal Jerman (bercelana pendek) berbincang dengan seorang tentara Belanda di area yang dibatasi kawat berduri, dengan diawasi seorang tentara Belanda lainnya yang bersenjata, dan disaksikan oleh tiga lelaki lain yang tampaknya juga tawanan perang Belanda di pulau Onrust.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Rabu, 13 Mei 2015

Penangkapan dan penahanan pejuang kemerdekaan oleh pasukan Belanda (3)

Penggiringan sekelompok lelaki yang tampaknya dipandang Belanda sebagai pejuang kemerdekaan, 1945
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Para pejuang kemerdekaan yang ditahan Belanda di Pulau Onrust, 28 Agustus 1946
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 1945, 1946
Tempat: Pulau Onrust
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Kamis, 21 Agustus 2014

Kudeta APRA, Bandung 1950 (4)

Kesatuan APRA, kemungkinan setelah merebut markas Divisi Siliwangi.
(klik untuk memperbesar (c) gahetna)
Kesatuan APRA setelah merebut markas Divisi Siliwangi.
(klik untuk memperbesar (c) Museum Maluku)
Kerumunan massa dan satuan APRA di sekitar markas Divisi Siliwangi.
(klik untuk memperbesar (c) Museum Maluku)
Seorang anggota APRA berusaha merusak plang markas Divisi Siliwangi dengan menggunakan parang.
(klik untuk memperbesar (c) Museum Maluku)
Kesatuan APRA di Cimahi.
(klik untuk memperbesar (c) Museum Maluku)
Beberapa anggota APRA berpose mengusung potret Ratu Belanda di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu.
Catatan foto menyebut nama-nama sbb.:
Serma Leihitu, Kopral Tetelepta, Kopral E. Sahuleka (depan ki-ka);
Sersan Ferdinandus, Sersan Titarsole, Lettu Titaley, Pendeta militer Hattu, Sersan Sinay (belakang ki-ka).
(klik untuk memperbesar (c) Museum Maluku)
Waktu: Januari 1950
Tempat: Bandung, Pulau Onrust
Tokoh:
Peristiwa: Beberapa foto dari serangan Angkatan Perang Ratu Adil pimpinan Kapten Westerling yang sempat menguasai kota Bandung.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief / Acme Newspictures / Museum Maluku /  J. de Bode / M.J. Latumahina