Tampilkan postingan dengan label 1725. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1725. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juli 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang pelabuhan Karangantu, Banten

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
 
Tahun terbit: 1725
Tahun peristiwa: abad ke-17/18
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Pieter van der Aa
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Minggu, 28 Juni 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang pembakaran mayat raja di Jawa dan istana terapung

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1725
Tahun peristiwa: abad ke-16/17
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi: Lukisan di atas bisa menimbulkan beberapa diskusi tentang sejarah Jawa. Bagian sebelah kiri diberi judul pemakaman raja, dan menunjukkan jasad yang siap dibakar di bara api yang berada di latar belakang. Gambar ini menambahkan kata cruelles yang bermakna "kejam". Bagian kanan memperlihatkan sebuah istana terapung, chateau flottant sur l'eau. Bagian kiri boleh jadi menjadi salah satu indikasi bahwa dulu ketika pengaruh Hindu masih kuat, para raja dan mungkin juga kalangan aristokrat, masih dibakar setelah meninggal. Ini mengingatkan kita pada tradisi ngaben yang masih ada di Bali. Baru setelah Islam menyebar ke berbagai pelosok di Jawa, tradisi mengubur di dalam tanah menjadi standar pemakaman. Gambar di bagian kanan perlu penelitian lebih lanjut. Jika benar bahwa dulu pernah ada istana terapung di Jawa, maka ini merupakan sebuah prestasi budaya yang layak dicatat dalam sejarah. 
Juru foto/gambar: Pieter van der Aa
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Senin, 26 Mei 2025

Peta kuno dari tahun 1725 tentang Kastil Batavia dan sekitarnya

(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1725
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi: Meskipun berbahasa Perancis, peta ini sepenuhnya dibuat orang Belanda dan dikeluarkan di Belanda. Di peta ini utara berada di kanan, sehingga kita lihat Laut Jawa dan pelabuhan Sunda Kelapa berada di sisi ini. Kastil Batavia berada di tengah peta ini, dan memang ini satu-satunya bangunan dengan relatif banyak keterangan, sementara objek lain tampak digambar sekedarnya. Kali Besar mendapat nomor 32, sementara pasar ikan nomor 38. Nomor 35 seharusnya Gereja Portugis, tapi diberi label salah Eglise des Maleyis (gereja pribumi). Nomor 36 sudah benar, Eglise de Hollandoise (Gereja Belanda), tapi nomor 37 keliru karena di sana bukan gereja.
Juru kartografi: Pieter van der Aa
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 11 Maret 2025

Peta Jakarta dari abad ke-17/18: Satu basis tiga versi (2)

Ini merupakan lanjutan dari posting sebelumnya yang menampilkan bagaimana sebuiah peta tentang Jakarta yang dibuat di sekitar tahun 1650 menjadi dasar dari munculnya beberapa variasi dari tahun-tahun sesudahnya.

(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Ini adalah versi keluaran sejarawan Italia, Gregorio Leti di tahun 1690 di Amsterdam, yang tampak jelas merupakan sadura dari peta keluaran Frederik de Wit (lihat posting sebelumnya). Leti kelihatannya hanya menghapus kata "F de Witt …" setelah "Anno 1681" di spanduk judul. Perlu dicatat, bahwa kotretan di dekat ujung kanan bawah spanduk, di dekat tameng sang singa, bukanlah coretan biasa, tetapi menunjukkan tempat orang dihukum gantung, dengan lokasi di sekitar Ancol sekarang.

(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Ini merupakan versi tidak berwarna dari peta keluaran Gregorio Leti.

(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Ini versi yang lebih "muda", yaitu keluaran tahun 1725 di Leiden dari tangan juru kartografi Pieter van der Aa. Versi ini mengubah gambar pelabuhan di tengah bawah, kemudian mengubah legenda di pinggir kanan dari bahasa Belanda ke bahasa Perancis, mengubah judul yang ada di spanduk, dan memasang kembali legenda berbahasa Belanda ke pinggir kiri.

Tahun terbit: 1690, 1725
Tempat terbit: Amsterdam, Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru kartografi:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 27 November 2024

Peta kuno dari tahun 1725: Ketika Sumatera digambarkan vertikal

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1725
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi: Ini adalah penampakan yang tidak biasa bagi kita yang terbiasa dengan penggambaran utara menghadap ke atas. Sumatera ditampilkan di sini dengan mengikuti format kertas yang digunakan, sehingga satu pulau besar ini bisa secara pas tercantum di satu halaman.
Banyaknya nama-nama di pesisir, termasuk nama-nama tanjung dan sungai, mengindikasikan bahwa peta ini disusun dengan berdasarkan catatan dari para pelaut yang pernah menyusuri garis pantai dari pulau ini. Beberapa nama mungkin sudah hilang ditelan masa, tapi beberapa lain masih bisa diidentifikasi. Aceh, Pedir, dan Palembang adalah "langganan" yang hampir senantiasa ada di peta-peta kuno. Nama-nama lain yang termuat di peta ini a.l. Sungai Deli (Songa Dely), Lampung (Lampan), Bengkulu (Boncolo), Indragiri (Andragiere), Indrapura (Indapoura), Pariaman (Pryaman), Singkil (Sinckel), dll.
Juru kartografi: Pieter van der Aa
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 10 Juni 2024

Peta kuno dari tahun 1725: Banda dan sekitarnya

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1725
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi: Akurasi di peta ini memperlihatkan bagusnya pengetahuan bangsa Belanda tentang Pulau Banda dan sekitarnya sejak awal abad ke-18. Di sebelah kiri kita lihat pulau Rohn (Run) yang diberi catatan Engels eyland (pulau malaikat). Kemudian ada pulau Way (Ai), berlanjut ke Banda serta Nera dan Pulau Pisang di utaranya. Di sebelah kanan kita lihat pulau Rossigeyn (Rozengain, atau Hatta) yang diberi catatan Banditen Eyland (pulau bandit).
Juru kartografi: Pierre van der Aa
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: