Tampilkan postingan dengan label Sawahlunto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sawahlunto. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Mei 2024

Empat foto lama dari Banda, Makassar, Sawahlunto, dan Surabaya di penghujung abad ke-19

~1900: Para pekerja Tionghoa dan mandor Belanda di pertambangan Sawahlunto
(klik untuk memperbesar | © C. Nieuwenhuis / Indies Gallery)
~1880: Makassar, kawasan di dekat Fort Rotterdam
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
~1870: Sebuah taman di Surabaya
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
~1890: Gunung Api Banda
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: akhir abad ke-19 (1870, 1880, 1890, 1900)
Tempat: Banda, Makassar, Sawahlunto, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto: a.l. C. Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 12 Maret 2022

Wajah flora dan manusia Nusantara di publikasi Koloniaal Museum Haarlem, 1895-1901 (7)

PENGANTAR

Foto-foto berikut berasal dari publikasi yang dikeluarkan oleh Koloniaal Museum Haarlem, Belanda, dari tahun 1895 hingga 1901. Rangkaian publikasi ini umumnya menampilkan budaya manusia sehari-hari, dunia flora, serta budi daya manusia atas dunia botanika ini.

(klik untuk memperbesar)

Beberapa foto muncul di lebih dari satu publikasi; blog ini tetap akan menampilkan dublet seperti ini.


Jawa (?), 1900: Pohon tebu setelah sekitar 5 bulan ditanam
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1900: Perkebunan tebu sekitar sebulan setelah penanaman
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1900: Pohon nipah dan kelapa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1900: Pohon pandan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1901: Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1901: Jalur kereta api di Muaro Kalaban, Sawahlunto
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1900, 1901
Tempat: Jawa, Magelang, Sawahlunto
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: H. Kleinmann & Co.
Sumber / Hak cipta: Koloniaal Museum Haarlem / National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 14 Juni 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Toeristenbond voor Nederland terbitan 1911: 94-100

PENGANTAR

Di rangkaian posting sebelumnya blog ini menampilkan foto-foto dari album keluaran penerbit Kleynenberg & Co. dari tahun 1912-1914. Album yang berisi 150 foto ini menyajikan wajah-wajah Nusantara dari berbagai pelosok. Sebelumnya, di tahun 1911, Toeristenbond voor Nederland juga mengeluarkan album yang mirip. Album keluaran jawatan pariwisata Belanda ini berisi 100 foto yang juga menampilkan berbagai wajah Nusantara.

Isi album ini didominasi oleh foto karya Jean Demmeni, seorang fotografer campuran Perancis-Madura yang lahir di Padang Panjang dan banyak aktif di wilayah Minangkabau. Tidak mengherankan apabila hampir setengah dari album ini berisi foto dari wilayah Sumatera Barat.

Berbeda dengan album foto Kleynenberg yang mencakup banyak wilayah, album Toeristenbond ini masih membatasi tambahan liputan ke Jawa dan sedikit Sumatera Utara, di samping Sumatera Barat. Meski demikian, album ini tetap menarik karena mengindikasikan aspek warga Nusantara yang, paling tidak menurut khalayak Belanda saat itu, menarik untuk dicermati dari sudut pandang pariwisata.

Blog ini akan menampilkan ke-100 foto ini berurut sesuai nomornya. Foto-foto yang pernah dimuat sebelumnya, dalam konteks lain, akan diberi catatan.


94. Suasana di tambang batubara Sawahlunto
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
95. Tempat minum kuda di pertambangan batu bara Ombilin, Sawahlunto
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
96. Monumen Batipuh di Guguk Malintang (Tanah Datar) yang didirikan Belanda untuk mengenang tewasnya 3 serdadu KNIL dalam konflik bersenjata melawan rakyat Minangkabau
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
97. Pohon tembakau muda di sebuah perkebunan di Deli Serdang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
98. Sungai dan jembatan di Deli Serdang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
99. Sekelompok pekerja perkebunan di Deli Serdang, kemungkinan campuran antara Tionghoa, Jawa, dan Keling
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
100. Sebuah kampung Batak
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit tahun 1911, foto-fotonya tentunya dibuat sebelum itu
Tempat (d.a.k.b.): Sawahlunto (2x), Tanah Datar, Deli Serdang (3x), Sumatera Utara
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jean Demmeni
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 95 pernah dimuat sebelumnya di posting ini; dan no. 96 di posting ini.

Sabtu, 12 Juni 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Toeristenbond voor Nederland terbitan 1911: 87-93

PENGANTAR

Di rangkaian posting sebelumnya blog ini menampilkan foto-foto dari album keluaran penerbit Kleynenberg & Co. dari tahun 1912-1914. Album yang berisi 150 foto ini menyajikan wajah-wajah Nusantara dari berbagai pelosok. Sebelumnya, di tahun 1911, Toeristenbond voor Nederland juga mengeluarkan album yang mirip. Album keluaran jawatan pariwisata Belanda ini berisi 100 foto yang juga menampilkan berbagai wajah Nusantara.

Isi album ini didominasi oleh foto karya Jean Demmeni, seorang fotografer campuran Perancis-Madura yang lahir di Padang Panjang dan banyak aktif di wilayah Minangkabau. Tidak mengherankan apabila hampir setengah dari album ini berisi foto dari wilayah Sumatera Barat.

Berbeda dengan album foto Kleynenberg yang mencakup banyak wilayah, album Toeristenbond ini masih membatasi tambahan liputan ke Jawa dan sedikit Sumatera Utara, di samping Sumatera Barat. Meski demikian, album ini tetap menarik karena mengindikasikan aspek warga Nusantara yang, paling tidak menurut khalayak Belanda saat itu, menarik untuk dicermati dari sudut pandang pariwisata.

Blog ini akan menampilkan ke-100 foto ini berurut sesuai nomornya. Foto-foto yang pernah dimuat sebelumnya, dalam konteks lain, akan diberi catatan.


87. Pemandangan di Solok
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
88. Sekelompok lelaki Minang di dekat rumah dan lumbung padi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
89. Warga Minangkabau di depan rumah gadang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
90. Rangkiang, lumbung padi warga Minangkabau
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
91. Keluarga di foto no. 89 diabadikan dari sudut yang berbeda
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
92. Tambang batubara Ombilin di Sawahlunto
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
93. Tambang batubara Ombilin di Sungai Durian, Sawahlunto
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit tahun 1911, foto-fotonya tentunya dibuat sebelum itu
Tempat: Sumatera Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jean Demmeni
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 89 pernah dimuat sebelumnya di posting ini; no. 92 di sini.

Jumat, 12 Maret 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (7)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


78. Pengolahan tembakau tradisional di Payakumbuh
(klik untuk memperbesar | © AVS)
80. Tempat minum kuda di pertambangan batu bara Ombilin (Sawahlunto)
(klik untuk memperbesar | © AVS)
82. Pedati Sumatera
(klik untuk memperbesar | © AVS)
94. Kartini (kanan) membatik bersama adik-adiknya: Kardinah (kiri), dan Rukmini (tengah)
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Payakumbuh, Sawahlunto, Sumatera, Jepara (?)
Tokoh: Kardinah, Kartini, Rukmini
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Atlas Van Stolk
Catatan: Edisi lain dari foto no. 94 pernah dimuat di posting ini.

Senin, 08 Maret 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (5)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


49. Tambang batu bara di Sawahlunto
(klik untuk memperbesar | © AVS)
51. Mencuci pakaian di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © AVS)
55. Jalan Wilhelmina di Sukabumi
(klik untuk memperbesar | © AVS)
59. Drempel (pintu air), bagian dari sebuah sistem irigasi di Jawa
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Sawahlunto, Jakarta, Sukabumi, Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Atlas Van Stolk
Catatan: Edisi lain dari foto no. 51 pernah dimuat di posting ini.