Tampilkan postingan dengan label Soeharto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soeharto. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 April 2020

Tiga foto Soeharto dari tahun 1966-1968

21 Maret 1966: Ruslan Abdulgani, Sultan Hamengkubuwono IX, dan Letjen Soeharto, di saat Soeharto mengumumkan penangkapan 15 menteri yang dikaitkan dengan PKI di kabinet sebelumnya (yaitu Subandrio, Chaerul Saleh, Setiadi Reksoprojo, Sumarjo, Oei Tjoe Tat, Yusuf Muda Dalam, Armunanto, Surachman, Sutomo, Astrawinata, Achmadi, Syafei, Yunius Kurami Tumakaka, Achadi, and Sumarno Sosroatmojo)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / ANP)
20 April 1967: Soeharto menerima kunjungan singkat politisi AS Richard Nixon yang didampingi Dubes AS di Jakarta, Marshall Green. Dua tahun kemudian Nixon terpilih sebagai Presiden AS.
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / ANP)
17 Agustus 1968: Soeharto berpidato pada Hari Proklamasi Kemerdekaan
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / ANP)
Waktu: 1966, 1967, 1968
Tempat: Jakarta
Tokoh: Letjen Soeharto (de facto orang terkuat di Indonesia), Hamengkubuwono IX (Sultan Yogyakarta), Ruslan Abdulgani (mantan Menteri Penerangan), Richard Milhouse Nixon (politisi AS), Marshall Green (Duta Besar AS di Jakarta)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Netherlands National News Agency
Catatan:

Rabu, 22 Mei 2019

Kunjungan kenegeraan Presiden Soeharto ke Belanda (3), 1970

Soeharto menyalami masyarakat Indonesia di Belanda
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Pangeran Bernhard menyalami Bu Tien
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Kedua kepala negara dan suami/istri saling bersalaman
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: kemungkinan 4 September 1970
Tempat: Den Haag (Belanda)
Tokoh: Soeharto (Presiden RI), Siti Hartinah (isteri Soeharto), Juliana (Juliana Louise Emma Marie Wilhelmina; Ratu Belanda), Pangeran Bernhard van Lippe-Biesterfeld (Bernhard Leopold Frederik Everhard Julius Coert Karel Godfried Pieter; suami Juliana)
Peristiwa: Ratu Juliana dan suaminya, Pangeran Bernhard, menyalami Soeharto dan Bu Tien di Den Haag, sebagai tanda perpisahan setelah usainya kunjungan kenegaraan pertama seorang kepala negara Indonesia ke Belanda.
Fotografer: Gé van de Werff (empat foto terakhir)
Sumber / Hak cipta: ANP / Het Nationaal Archief
Catatan:

Senin, 20 Mei 2019

Kunjungan kenegeraan Presiden Soeharto ke Belanda (2), 1970

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 3 September 1970
Tempat: Den Haag (Belanda)
Tokoh: Soeharto (Presiden RI)
Peristiwa: Presiden Soeharto dalam acara saling tukar cendera mata; dalam rangkaian kunjungan kenegaraan pertama seorang kepala negara Indonesia ke Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: ANP / Het Nationaal Archief
Catatan:

Sabtu, 18 Mei 2019

Kunjungan kenegeraan Presiden Soeharto ke Belanda (1), 1970

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © Gé van de Werff / gahetna)
(klik untuk memperbesar | © Gé van de Werff / gahetna)
(klik untuk memperbesar | © Gé van de Werff / gahetna)
(klik untuk memperbesar | © Gé van de Werff / gahetna)

Waktu: 3 September 1970
Tempat: Den Haag (Belanda)
Tokoh: Soeharto (Presiden RI), Siti Hartinah (isteri Soeharto), Juliana (Juliana Louise Emma Marie Wilhelmina; Ratu Belanda), Pangeran Bernhard van Lippe-Biesterfeld (Bernhard Leopold Frederik Everhard Julius Coert Karel Godfried Pieter; suami Juliana)
Peristiwa: Ratu Juliana dan suaminya, Pangeran Bernhard, menyambut kedatangan Presiden Soeharto dan Bu Tien di Ypenburg, Den Haag, Belanda, dalam rangkaian kunjungan kenegaraan pertama seorang kepala negara Indonesia ke Belanda.
Fotografer: Gé van de Werff (empat foto terakhir)
Sumber / Hak cipta: ANP / Het Nationaal Archief
Catatan:

Kamis, 16 Mei 2019

Soeharto, Bu Tien, dan Tutut bersama keluarga Ratu Belanda (2), 1970

Soeharto bertukar cendera mata dengan Pangeran Bernhard, disaksikan Pangeran Claus, Tutut, Putri Beatrix, dan Putri Maria
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Soeharto menyerahkan cendera kepada Ratu Juliana, disaksikan Putri Beatrix, Pangeran Bernhard, Putri Margriet, Bu Tien, dan Pieter van Vollenhoven
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 3 September 1970
Tempat: Den Haag, Belanda
Tokoh:
Peristiwa: Sambutan keluarga Kerajaan Belanda atas kunjungan kenegaraan Presiden Soeharto ke Istana Huis ten Bosch, Den Haag, 1970.
Fotografer: Gé van de Werff
Sumber / Hak cipta: ANP / Het Nationaal Archief
Catatan: lihat juga posting sebelum ini.

Kamis, 07 Maret 2019

Soeharto dan Paus Paulus VI, 1972

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 27 November 1972
Tempat: Vatikan
Tokoh (d.ki.k.ka.): Siti Hartinah (isteri Soeharto); Soeharto (Presiden RI); Paus Paulus VI (Giovanni Battista Enrico Antonio Maria Montini)
Peristiwa: Sambutan Paus Paulus VI atas kedatangan Presiden Soeharto dan Bu Tien di Vatikan yang merupakan kunjungan pertama, dan sampai saat ini satu-satunya, seorang Presiden Indonesia ke Vatikan.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Selasa, 05 Maret 2019

Kunjungan kenegaraan Ratu Belanda ke Indonesia, 1971

(klik untuk memperbesar | © Anefo / gahetna)
Waktu: 27 Agustus 1971
Tempat: Jakarta
Tokoh (d.ki.k.ka.): Siti Hartinah (isteri Soeharto); Pangeran Bernhard (suami Ratu Juliana); Ratu Juliana (Kepala Negara Belanda); Soeharto (Presiden RI)
Peristiwa: Untuk pertama kalinya setelah puluhan tahun, Kepala Negara Belanda kembali mengunjungi Indonesia.
Fotografer: Joost Evers
Sumber / Hak cipta: Anefo / Het Nationaal Archief
Catatan:

Jumat, 01 Maret 2019

Soeharto dan Menlu Belanda Norbert Schmezer, 1971

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 28 Agustus 1971
Tempat: Jakarta
Tokoh: Soeharto (Presiden RI); Wilhelm Klaus Norbert Schmelzer (Menteri Luar Negeri Belanda)
Peristiwa: Menlu Belanda Schmelzer bertemu Presiden Soeharto yang merupakan pertemuan tingkat tinggi pertama antara dua negara setelah pengakuan kedaulatan di tahun 1949 yang kemudian diikuti memburuknya hubungan antara mantan penjajah dan negeri jajahan.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Rabu, 03 Februari 2016

Menurunkan foto Soekarno, menaikkan foto Soeharto, 1966

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1966
Tempat: Jakarta (?)
Tokoh:
Peristiwa: Sebuah foto yang penuh simbol, di mana orang sambil tertawa menurunkan foto Soekarno agar ada tempat untuk foto Soeharto sebagai penggantinya.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Foto lainnya adalaha Laksamana R.E. Martadinata

Sabtu, 17 Oktober 2015

Foto Soeharto kemungkinan dari tahun 1966

(klik untuk memperbesar)

Waktu: 1966 (?)
Tempat: Jakarta (?)
Tokoh: Soeharto
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: 
Catatan:

Sabtu, 10 Oktober 2015

Nasution, Soeharto, dan Franz Josef Strauss di tahun 1961

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 27 Juni 1961
Tempat: Bonn (?)
Tokoh: Franz Josef Strauss (Menteri Pertahanan Jerman Barat), Abdul Haris Nasution (Menteri Pertahanan dan Keamanan RI), Soeharto (Panglima Kostrad)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Ini adalah satu dari sedikit foto yang masih jelas menunjukkan posisi Suharto di bawah Nasution saat itu.

Jumat, 10 Juli 2015

Soekarno mengumumkan presidium beranggotakan 6 orang, 1966 (2)

(klik untuk memperbesar)

Waktu: 1966
Tempat: Istana Merdeka, Jakarta
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Soeharto (Ketua Presidium)
Peristiwa: Soekarno mengumumkan nama dari enam anggota presidium yang akan memimpin pemerintahan, menyusul bubarnya Kabinet Dwikora III, 1966.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Archief / Spaarnestad Photo / Fotoleren / ANP
Catatan: Lihat juga foto terkait.

Senin, 06 Juli 2015

Soekarno menyematkan tanda jasa kepada Soeharto, 1966

(klik untuk memperbesar)

Waktu: 1966 (?)
Tempat: Jakarta (?)
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Soeharto (Ketua Presidium Kabinet Ampera)
Peristiwa: Soekarno menyematkan tanda jasa kepada Soeharto
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Archief / Spaarnestad Photo / Fotoleren / UPI
Catatan:

Kamis, 12 Februari 2015

Soeharto di Istana Merdeka, 1967

klik untuk memperbesar [©) gahetna]
Waktu: Oktober 1967
Tempat: Istana Merdeka, Jakarta
Tokoh: Soeharto (Pejabat Presiden RI)
Peristiwa:
Fotografer: W. Mettler
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Selasa, 10 Februari 2015

Soeharto di tahun 1970

klik untuk memperbesar [© gahetna]
Waktu: 1970
Tempat:
Tokoh: Soeharto (Presiden RI)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Minggu, 08 Februari 2015

Foto Bapak dan Ibu Negara di tahun 1970

klik untuk memperbesar [© ANP / gahetna]
Waktu: 12 Agustus 1970
Tempat:
Tokoh: Soeharto (Presiden RI), Siti Hartinah (isteri Soeharto)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: ANP / Het Nationaal Archief
Catatan:

Jumat, 19 September 2014

Soeharto dan Bu Tien di Papua, 1969

klik untuk memperbesar [© gahetna]
Waktu: 27 September 1969
Tempat: Bandara Sentani, Jayapura
Tokoh: Soeharto (Presiden RI), Siti Hartinah (isteri Soeharto)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Rabu, 17 September 2014

Soeharto, Bu Tien, dan Tutut bersama keluarga Ratu Belanda (1), 1970

klik untuk memperbesar [© Anefo / gahetna]
Waktu: 3 September 1970
Tempat: Den Haag, Belanda
Tokoh (d.ki.k.ka.):
Peristiwa: Sambutan keluarga Kerajaan Belanda atas kunjungan kenegaraan Presiden Soeharto ke Istana Huis ten Bosch, Den Haag.
Fotografer: Eric Koch
Sumber / Hak cipta: Anefo / Het Nationaal Archief
Catatan: Kunjungan ini mengandung nilai sejarah untuk kedua negara karena untuk pertama kalinya seorang Kepala Negara Belanda (mantan penjajah) bertemu Kepala Negara Indonesia (mantan jajahan). Lihat juga foto berikutnya di posting tanggal 16 Mei 2019.


UPDATE 8 Mei 2019
Foto lain dari acara yang sama:
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Minggu, 14 September 2014

Soekarno dan Soeharto, 1966

klik untuk memperbesar [(c) gahetna]
Waktu: 19 Juli 1966
Tempat: Istana Bogor
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Soeharto (Pemegang Supersemar)
Peristiwa: Soekarno dan Soeharto di depan para wartawan di Istana Bogor.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Jumat, 12 September 2014

Soekarno berorasi, Soeharto mengantuk, 1966

klik untuk memperbesar [© gahetna]
Waktu: 2 September 1966
Tempat: Jakarta
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Soeharto (Pemegang Supersemar)
Peristiwa: Soekarno sedang berorasi, sementara tiga pejabat di belakangnya, termasuk Soeharto, tampak tidak begitu tertarik untuk menyimak.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: