Tampilkan postingan dengan label Ciampea (Bogor). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ciampea (Bogor). Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Desember 2019

Peninggalan purbakala di sekitar Bogor: Patung-patung Ciampea (2)

PENGANTAR

Pada tahun 1863-1864 Isidore van Kinsbergen menerbitkan sebuah album berjudul Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang berisi foto-foto peninggalan purbakala di Jawa, dari wilayah Banten hingga ke Jawa Timur.


Candi, arca, dan situs purbakala dari bagian tengah dan timur pulau Jawa umumnya sudah sangat terkena, banyak dibahas, dan menjadi objek wisata hingga sekarang. Berbeda dengan peninggalan purbakala di bagian barat, yang tampaknya tidak mendapat perhatian sebesar di bagian tengah dan timur.

Seri foto berikut akan mencoba untuk memperlihatkan apa yang sudah didokumentasikan oleh van Kinsbergen lebih dari 100 tahun lalu, dengan harapan mudah-mudahan tidak membuat kita lupa akan peninggalan nenek moyang ini.


Peta di bawah memperlihatkan situs-situs tempat ditemukannya benda-benda purbakala di sekitar Bogor.
(klik untuk memperbesar)

(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1864
Tempat: Ciampea (Bogor)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan:

Jumat, 27 Desember 2019

Peninggalan purbakala di sekitar Bogor: Patung-patung Ciampea (1)

PENGANTAR

Pada tahun 1863-1864 Isidore van Kinsbergen menerbitkan sebuah album berjudul Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang berisi foto-foto peninggalan purbakala di Jawa, dari wilayah Banten hingga ke Jawa Timur.


Candi, arca, dan situs purbakala dari bagian tengah dan timur pulau Jawa umumnya sudah sangat terkena, banyak dibahas, dan menjadi objek wisata hingga sekarang. Berbeda dengan peninggalan purbakala di bagian barat, yang tampaknya tidak mendapat perhatian sebesar di bagian tengah dan timur.

Seri foto berikut akan mencoba untuk memperlihatkan apa yang sudah didokumentasikan oleh van Kinsbergen lebih dari 100 tahun lalu, dengan harapan mudah-mudahan tidak membuat kita lupa akan peninggalan nenek moyang ini.


Peta di bawah memperlihatkan situs-situs tempat ditemukannya benda-benda purbakala di sekitar Bogor.
(klik untuk memperbesar)

(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1864
Tempat: Ciampea (Bogor)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan:

Rabu, 11 Mei 2016

Pasukan Australia di Ciampea, Bogor, Maret 1942

Kapten C.H.T. Nason MC mempelajari peta sebelum memasuki wilayah yang dikuasai Jepang
(klik untuk memperbesar | © AWM)
Sersan Hopkins dan Sersan Cutter meninjau peta dengan bantuan seorang perwira Belanda untuk menentukan kemungkinan serangan balik atas pasukan Jepang
(klik untuk memperbesar | © AWM)
Mayor E.R. Meagher (kiri), Mayor E.A. Daly (kanan), Kapten C.H.T. Nason MC (belakang)
(klik untuk memperbesar | © AWM)
Berbaur dengan warga lokal, dalam perjalanan dari Leuwiliang menuju wilayah Bandung
(klik untuk memperbesar | © AWM)
Berbelanja di wilayah Leuwiliang
(klik untuk memperbesar | © AWM)
Waktu: Maret 1942
Tempat: Ciampea, Leuwiliang (Bogor)
Tokoh:
Peristiwa: Satu kesatuan tentara Australia di wilayah Ciampea, yang tampaknya merupakan bagian dari pasukan Abdacom, dalam persiapan memasuki wilayah yang sudah dikuasai tentara Jepang, dan mencari kemungkinan serangan balik atas pasukan Jepang.
Fotografer: John Munslow Williams
Sumber / Hak cipta: Australian War Memorial
Catatan: Usaha ini tampaknya tak mengubah keadaan bahwa pasukan Belanda kemudian menyerah di bulan Maret itu juga kepada pasukan Jepang.