Tampilkan postingan dengan label Jawa Tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Tengah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Desember 2025

Propaganda semasa Perang Kemerdekaan yang menjelekkan Republik Indonesia dan memperindah Belanda (16)

Orang bilang, ketika dua kubu berkonflik maka pihak pertama yang menjadi korban adalah sang kebenaran. Kedua kubu akan berusaha mencari dukungan, baik dari dalam maupun dari luar, agar posisi dia semakin kuat dalam perseteruan. Usaha ini tidak jarang dilakukan dengan peluncuran propaganda yang tentunya membagus-baguskan diri sendiri, dan memburuk-burukkan pihak lain. Tidak jarang pula bahan propaganda ini tidak selaras dengan fakta dan kebenaran. Dan ini terjadi dari dulu hingga sekarang.

Rangkaian foto berikut akan menampilkan hal seperti ini. Semasa Perang Kemerdekaan dulu rupanya ada kalangan yang memunculkan foto-foto sebagai pembuktian bahwa Republik Indonesia itu menyengsarakan dan/atau masyarakat di Nusantara suka dengan pemerintahan Kerajaan Belanda. Kita akan coba untuk meneliti apa yang sebenarnya ditampilkan oleh foto-foto ini.


(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
  • Bahasan di awal: Kemiskinan ada dari dulu hingga sekarang, termasuk di masa penjajahan Belanda, dan kemudian dikabarkan meningkat tajam di masa pendudukan Jepang. Proklamasi kemerdekaan juga tidak menyulap kemiskinan menjadi sirna; perang kemerdekaan malah makin mempersulit pelaksanaan pengentasan kemiskinan karena prioritas para pihak berada di memenangkan konflik. Banyak foto yang menunjukkan kemiskinan semasa perang kemerdekaan: orang yang berpakaian compang-camping, berbadan kurus kering, luntang-lantung, dan warga yang senang mendapatkan makanan atau layanan kesehatan yang dibagikan pihak Belanda. Ini dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk menunjukkan bahwa masyarakat yang berada di bawah kekuasaan Republik Indonesia sangat menderita; dan bahwa Belanda datang untuk mengubah suasana ini ke yang jauh lebih baik.
  • Teks asli penyerta foto:Repoeblik Indonesia betekent verpaupering. Indonesische pauper. Midden-Java, 1947.
  • Terjemahan:Republik Indonesia berarti kemiskinan. Orang Indonesia miskin. Jawa Tengah, 1947.
  • Catatan: Lihat juga kumpulan foto yang menampilkan kemiskinan di masa lalu.
Waktu: 1947
Tempat: Jawa Tengah
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 07 Oktober 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (15)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Kompleks Candi Arjuna di kawasan dataran tinggi Dieng dengan latar belakang pemukiman di perbukitan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Pemukiman warga Sembungan di tepi Danau Cebong, Dieng. Posisi gambar sangat mirip dengan yang ada di foto di posting ini.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah perjalanan malam di bawah bulan purnama di sebuah tempat di Jawa Tengah. Yang berdiri di belakang adalah penjaga atau pengawal, sementara yang duduk di kanan adalah sang kusir. Yang duduk di kiri depan kemungkinan penumpang berkebangsaan Belanda.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Kediaman Residen Yogyakarta, yang kelak menjadi Gedung Agung
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah rumah di Jawa tempat para pecandu menikmati ganja yang saat itu belum dilarang oleh pemerintah Hindia-Belanda
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 26 Februari 2025

Foto udara sekitar Jawa, kemungkinan di tahun 1930-an (1)

Kemungkinan Anak Krakatau di Selat Sunda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Surabaya dilihat dari udara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan skuadron pesawat tempur Koolhoven F.K.51 di atas pesawahan di Cimahi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah wilayah di Jawa Tengah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1930-an
Tempat: Cimahi, Jawa Tengah, Selat Sunda, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 05 April 2024

Peta pantai utara Jawa karya Nicolas Engelhard dari tahun 1806/1807 (2)

Peta ini memperlihatkan utara di bawah, sehingga barat berada di sebelah kanan. Peta ini, di bagian atasnya tentunya memperlihatkan tempat-tempat di pesisir utara Jawa, a.l. di sekitar Pekalongan, Tegal, Cirebon, Indramayu, Pamanukan, dan Jakarta dari kiri ke kanan.
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: 1806/1807
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Nicolas Engelhard
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 03 April 2024

Peta pantai utara Jawa karya Nicolas Engelhard dari tahun 1806/1807 (1)

Peta ini memperlihatkan utara di bawah, sehingga barat berada di sebelah kanan. Peta ini, di bagian atasnya tentunya memperlihatkan tempat-tempat di pesisir utara Jawa, a.l. di sekitar Demak, Rembang, Jepara, dan Semarang dari kiri ke kanan.
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: 1806/1807
Tempat: Jawa Tengah
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Nicolas Engelhard
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 30 Oktober 2023

Hindia-Belanda dalam foto stereoskopi (15)

PENGANTAR
Di akhir abad ke-19 foto stereoskop cukup populer untuk melihat foto dengan kesan tiga dimensi. Teknik yang digunakan saat itu adalah dengan membuat dua foto dengan sudut pengambilan yang sedikit berbeda. Kemudian kedua foto ini disandingkan, dan dilihat dengan menggunakan alat bersekat yang memisahkan pandangan mata kiri dan kanan. Gambar di kiri memperlihatkan contoh alat ini.

Wilayah Hindia-Belanda pun tak luput dari mode fotografi ini. Seri berikut akan menampilkan beberapa motif foto dari Hindia-Belanda yang ada di koleksi penggemar stereoskopi.

Warga Sangir di Tagulandang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gerbang Amsterdam di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Bocah-bocah Papua mandi di laut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga Sangir menangkap ikan hiu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Desa Buli di Maba, Halmahera Timur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pasar di Jawa Tengah
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: tidak ada keterangan
Tempat: Halmahera, Jakarta, Jawa Tengah, Papua, Sulawesi Utara
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 31 Januari 2023

Pasukan Jepang masuk dan menguasai Hindia-Belanda (3): Merak, Pontianak, Salatiga 1942

Pontianak: Pasukan Jepang sampai di Tugu Khatulistiwa
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Banten: Pasukan Jepang mendarat di Merak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jawa Tengah: Pasukan Jepang beristirahat di perkebunan tebu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pasukan Jepang di depan sebuah gedung pemerintahan yang mereka rebut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Salatiga: Seorang serdadu KNIL mengamati pasukan Jepang yang memasuki kota
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1942
Tempat: Pontianak, Jawa (a.l. Merak, Salatiga)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 30 September 2022

Wajah Nusantara dalam album foto "Herinneringen aan Insulinde" keluaran studio Onnes Kurkdjian (6)

1921: Tiga warga desa di kaki Gunung Sumbing, Jawa Tengah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1910-an: Sebuah perkampungan di Priangan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah telaga di Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1921: Mojang Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Situ Bagendit, Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: antara 1910 dan 1921
Tempat: Garut, Jawa Barat, Jawa Tengah
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Onnes Kurkdjian (Surabaya)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 1 pernah dimuat di posting ini; edisi lain dari foto nomor 2 di posting ini; nomor 5 di posting ini.

Sabtu, 02 Juli 2022

Dari sebuah album tentang kawasan Dieng dan beberapa tempat lain (1)

Gunung Sundoro dan Gunung Sumbing dilihat dari kawasan Dieng
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jembatan yang menghubungkan kawasan Magelang dan Wonosobo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman yang berisi 2 foto sebelumnya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawah Sikidang (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawah Sikidang (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman yang berisi 2 foto sebelumnya
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: ?
Tempat: kawasan Dieng
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 23 Februari 2022

Sebelas lukisan geologi tentang Jawa karya Franz Wilhelm Junghuhn (5)

PENGANTAR

Friedrich Franz Wilhelm Junghuhn adalah seorang Belanda-Jerman yang masyhur sebagai pakar botani dan geologi yang mewariskan beberapa tulisan dan catatan ilmiah tentang Jawa dan Sumatera. Di tahun 1850 terbit salah satu bukunya dalam bahasa Belanda dengan judul Java, deszelfs gedaante, bekleeding en inwendige struktuur yang berisi 11 gambar berwarna tentang beberapa tempat di Jawa. Edisi bahasa Jermannya terbit dengan judul Java, seine Gestalt, Pflanzendecke, und sein innerer Bau mulai tahun 1953. Terdapat beberapa variasi kecil di gambar edisi Belanda dan Jerman, yang tampaknya menunjukkan bahwa sketsa atau gambar awal berasal dari Junghuhn sendiri, yang kemudian diedit sebelum dicetak.

Blog ini akan menampilkan kesebelas lukisan ini. Masing-masing gambar akan diawali dengan edisi Belanda tahun 1850, kemudian terbitan Jerman tahun 1853, dan ditutup dengan cetakan Jerman 1857.


Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)

Gunung Gede, Jawa Barat

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: gambar dibuat sekitar 1830-an, dan diterbitkan di tahun 1850-an
Tempat: Jawa Tengah, Jawa Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Franz Junghuhn
Sumber: Internet Archive
Catatan:

Sabtu, 19 Februari 2022

Sebelas lukisan geologi tentang Jawa karya Franz Wilhelm Junghuhn (3)

PENGANTAR

Friedrich Franz Wilhelm Junghuhn adalah seorang Belanda-Jerman yang masyhur sebagai pakar botani dan geologi yang mewariskan beberapa tulisan dan catatan ilmiah tentang Jawa dan Sumatera. Di tahun 1850 terbit salah satu bukunya dalam bahasa Belanda dengan judul Java, deszelfs gedaante, bekleeding en inwendige struktuur yang berisi 11 gambar berwarna tentang beberapa tempat di Jawa. Edisi bahasa Jermannya terbit dengan judul Java, seine Gestalt, Pflanzendecke, und sein innerer Bau mulai tahun 1953. Terdapat beberapa variasi kecil di gambar edisi Belanda dan Jerman, yang tampaknya menunjukkan bahwa sketsa atau gambar awal berasal dari Junghuhn sendiri, yang kemudian diedit sebelum dicetak.

Blog ini akan menampilkan kesebelas lukisan ini. Masing-masing gambar akan diawali dengan edisi Belanda tahun 1850, kemudian terbitan Jerman tahun 1853, dan ditutup dengan cetakan Jerman 1857.


Gunung Sumbing, Jawa Tengah

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)

Kawah Gunung Patuha, Bandung

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: gambar dibuat sekitar 1830-an, dan diterbitkan di tahun 1850-an
Tempat: Jawa Tengah, Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Franz Junghuhn
Sumber: Internet Archive
Catatan:

Kamis, 27 Mei 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Toeristenbond voor Nederland terbitan 1911: 37-42

PENGANTAR

Di rangkaian posting sebelumnya blog ini menampilkan foto-foto dari album keluaran penerbit Kleynenberg & Co. dari tahun 1912-1914. Album yang berisi 150 foto ini menyajikan wajah-wajah Nusantara dari berbagai pelosok. Sebelumnya, di tahun 1911, Toeristenbond voor Nederland juga mengeluarkan album yang mirip. Album keluaran jawatan pariwisata Belanda ini berisi 100 foto yang juga menampilkan berbagai wajah Nusantara.

Isi album ini didominasi oleh foto karya Jean Demmeni, seorang fotografer campuran Perancis-Madura yang lahir di Padang Panjang dan banyak aktif di wilayah Minangkabau. Tidak mengherankan apabila hampir setengah dari album ini berisi foto dari wilayah Sumatera Barat.

Berbeda dengan album foto Kleynenberg yang mencakup banyak wilayah, album Toeristenbond ini masih membatasi tambahan liputan ke Jawa dan sedikit Sumatera Utara, di samping Sumatera Barat. Meski demikian, album ini tetap menarik karena mengindikasikan aspek warga Nusantara yang, paling tidak menurut khalayak Belanda saat itu, menarik untuk dicermati dari sudut pandang pariwisata.

Blog ini akan menampilkan ke-100 foto ini berurut sesuai nomornya. Foto-foto yang pernah dimuat sebelumnya, dalam konteks lain, akan diberi catatan.


37. Kawah Manuk, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
38. Talaga Bodas, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
39. Pemandangan di Leles, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
40. Pemandangan di Leles, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
41. Sekelompok penari wayang orang, Jawa Tengah
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
42. Makam raja-raja Mataram di Kotagede, Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit tahun 1911, foto-fotonya tentunya dibuat sebelum itu
Tempat (d.a.k.b.): Garut (4x), Jawa Tengah, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jean Demmeni
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 37 pernah dimuat sebelumnya di posting ini; no. 39 & 40 di posting ini; dan no. 41 di posting ini dan edisi lainnya di sini.