Tampilkan postingan dengan label Cideng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cideng. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Juni 2024

Kunjungan RAPWI (Recovery of Allied Prisoners of War and Internees) ke kamp-kamp tahanan di Bandung dan Jakarta setelah Jepang kalah perang, 1945

Para penghuni kamp Cideng (?) di Jakarta mengerumuni mobil RAPWI (tertulis di moncongnya)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Biara Santa Ursula di Bandung yang dijadikan kamp tahanan oleh militer Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pos RAPWI di Hotel des Indes, Jakarta
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kantor RAPWI di Bandung didatangi para warga kulit putih yang sebelumnya menjadi tahanan Jepang. Gedung ini sebelumnya adalah bangunan Société Franco-Nierlandaise (Masyarakat Perancis-Belanda).
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para penghuni kamp Bandung, sebelumnya adalah biara Santa Ursula, mengerumuni sebuah truk yang didatangkan RAPWI
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: November 1945
Tempat: Bandung, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 21 April 2023

Kamp tawanan Cideng setelah Jepang menyerah (5), 1945

Ibu dan 2 anak penghuni kamp Cideng
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sisa-sisa perabotan rumah tangga berserakan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah mikroskop yang ditinggalkan penghuni kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah ruangan besar di kawasan kamp Cideng
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Cideng (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Foto pertama pernah dimuat di posting tentang kamp Cideng nomor 2 dalam ukurang yang lebih kecil. Posting lain sebelumya tentang kamp Cideng: nomor 1, nomor 3, dan nomor 4, dan juga posting ini.

Senin, 23 September 2019

Wanita dan anak-anak Belanda di kamp tawanan Jepang (4)

Dua bocah Belanda di kamp Cideng; yang kiri bernama Boudewyn van Oort.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga wanita Belanda di kamp Cideng
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak Belanda mengerumuni seorang tentara Inggris setelah pembebasan kamp Cideng
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak Belanda berpose bersama kesatuan laut Inggris dari kapal HMS Cumberland mengambil alih kamp Cideng dari pasukan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Ibu dan anak di Cideng. Entah di mana bapaknya.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang ibu di belakang rumah yang dipenuhi pelbagai barang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga wanita Belanda di semacam dapur umum di kamp Cideng
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Barak di kamp tempat beberapa wanita berbagi tepat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan September/Oktober 1945
Tempat: Cideng (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 21 September 2019

Kamp tawanan Cideng setelah Jepang menyerah (4)

Tentara Jepang penjaga kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua tentara Jepang menyaksikan tanpa semangat bagaimana pembebasan kamp akan difilmkan di mana pintu gerbang kamp secara simbolis akan dibuka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Rumah-rumah tempat tinggal wanita dan anak-anak Belanda di kamp Cideng
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Banyaknya baskom di halaman kemungkinan menunjukan sulitnya air di kamp,dan air hujan harus ditampung
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Antri air di kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pekarangan rumah yang dipenuhi berbagai barang dan jemuran
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan kerja bakti membersihkan area kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan September/Oktober 1945
Tempat: Cideng (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 24 Agustus 2019

Suasana kamp tawanan Cideng menurut sketsa penghuninya, 1945

Para wanita diperintahkan menggarap kebun dalam pengawasan tentara Jepang
Tjideng tuinploeg [menggarap kebun]
Allemaal complete? [Lengkap semua?]
Ajoh, boleh djalan!
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Karya bertanggal 23 September 1945, setelah kamp dibebaskan. Tampak "Toosje" dan "Mia" memegang rokok dan minuman dengan muka ceria. Tulisan di bawah berbunyi Het Stoepje! (jalan masuk), Verjaardagscadeau van kampvriendin (hadiah ulang tahun dari teman se-kamp).
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Cideng (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 22 Agustus 2019

Anak-anak merayakan hari ulang tahun Putri, kelak Ratu, Juliana di Cideng, 1946

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Waktu: 30 April 1946
Tempat: bekas kamp tawanan Cideng (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa: Di masa pendudukan Jepang, militer Jepang mengasingkan para lelaki Belanda ke Manchuria, atau menahannya misalnya di penjara militer Glodok. Kaum wanita dan anak-anak diinternir di beberapa kamp tawanan; salah satu yang terkenaladalah kamp Cideng. Foto di atas memperlihatkan kamp Cideng, sekitar 7 bulan setelah dibebaskan oleh pasukan Inggris. Anak-anak penghuni kamp tampak berbaris untuk merayakan hari ulang tahun Ratu Juliana.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 20 Agustus 2019

Pengadilan perang atas perwira Jepang Kapten Sonai, komandan kamp tawanan Cideng, 1946

Kapten Sonai membungkuk menghormati dewan hakim militer
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kapten Sonai didampingi penerjemah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kapten Sonai di hadapan dewan hakim militer
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan 1946
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Kapten Sonai adalah komandan dari kamp tawanan Cideng yang mengurung sekitar 12.000 warga sekutu, umumnya wanita dan anak-anak Belanda, semasa Perang Dunia II. Setelah Jepang kalah perang, dan Belanda masuk lagi ke Indonesia, militer Belanda mendakwa Sonai atas kejahatan perang. Kapten Sonai menyatakan diri tidak bersalah.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

UPDATE 6 September 2019

Foto berikut menampilkan Kapten Sonai bersama dua perwira Belanda setelah pihak Belanda menangkap Sonai di penghujung 1945.

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / Museon)

Minggu, 02 Desember 2018

Wanita dan anak-anak Belanda di kamp tawanan Jepang (1)

Tempat mandi di kamp Kampung Makassar
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Tempat cuci
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Dapur terbuka
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Kamp tawanan Cideng
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)

Waktu: kemungkinan tahun 1945, saat tentara Inggris datang setelah Jepang kalah perang
Tempat: Kamp tawanan Kampung Makassar (foto atas), dan kamp Cideng (foto bawah); dua foto lain belum bisa dipastikan tempatnya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: 
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:


UPDATE 29 Mei 2019
Foto di bawah ini kemungkinan berasal dari tempat dan saat yang sama:
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

UPDATE 13 Agustus 2019

Berikut foto nomer 2, 3, dan 4 dengan ukuran yang lebih besar.

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

UPDATE 3 September 2019
Berikut foto nomer 1 dengan ukuran yang lebih besar:
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Selasa, 30 Mei 2017

Situasi anak-anak Belanda di kamp tawanan Jepang, 1945

Anak-anak Belanda mandi bareng di kamp Kampung Makassar
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Seorang bocah Belanda dengan baju seadanya dan tanpa alas kaki di kamp tawanan Cideng
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Seorang gadi cilik Belanda di gubuk bambu dengan alas tidur seadanya
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Kamp tawanan Kampung Makassar
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: Oktober 1945
Tempat: kamp tawanan Cideng dan Kampung Makassar, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

UPDATE 13 Agustus 2019
Berikut foto kedua dengan ukuran yang lebih besar.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Selasa, 26 Januari 2016

Kamp tawanan Cideng setelah Jepang menyerah (3), 1946

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 1946
Tempat: Cideng (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa: Dua wanita Belanda, ditemani seorang anak bule, tampak berbelanja pisang di sekitar kamp tawanan Cideng, Jakarta 1946.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Rabu, 13 Januari 2016

Kamp tawanan Cideng setelah Jepang menyerah (2), 1945

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1945
Tempat: Cideng (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Setelah mengalahkan Belanda, Jepang menempatkan para wanita dan anak-anak bule, umumnya Belanda, di kamp tawanan Cideng; sementara para lelaki ditempatkan di kamp lain.

Senin, 09 Februari 2015

Tiga wanita Belanda di kamp tawanan Cideng, Jakarta 1945

(klik untuk memperbesar | © Hulton Archive/Getty Images)

Waktu: Desember 1945
Tempat: kamp tawanan Cideng (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Getty Images
Catatan:


UPDATE 13 Agustus 2019

Berikut foto dengan ukuran yang lebih besar. Di sini terlihat jelas bahwa gorden di bagian tengah foto adalah kain dari susu bendera.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)