Tampilkan postingan dengan label 1910. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1910. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Agustus 2025

Sebuah peta dari tahun 1910 yang membandingkan Belanda dengan Kepulauan Nusantara

(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1910
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Peta keluaran Belanda ini tidak hanya menampilkan wilayah Hindia-Belanda, tetapi juga kawasan yang sekarang merupakan bagian dari Filipina, Malaysia (di utara Kalimantan), Papua Nugini (di timur Papua), serta Timor Leste (di timur Timor). Dalam skala yang sama, yaitu 1:10 juta, disandingkan pula wilayah Belanda yang tampak hanya mengisi sebagian dari kotak yang dibatasi garis lintang dan garis bujur, sementara wilayah Hindia-Belanda sendiri berada di tidak kurang dari 27 kotak penuh.
Juru kartografi:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 22 September 2024

Peta kuno dari tahun 1910: Jawa Tengah dan Timur, serta Madura

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1910
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Peta ini merupakan bagian dari seri peta Hindia-Belanda yang diterbitkan di tahun 1910. Peta Jawa dan Madura ini menampilkan wilayah yang sekarang menjadi Provinsi Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Perhatian khusus diberikan kepada dua kota pelabuhan terbesar di kawasan ini yaitu Semarang dan Surabaya yang diberi bagian dengan skala yang lebih besar.
Juru kartografi:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 31 Agustus 2024

Peta dari tahun 1910: Sumatera dalam dua bagian

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1910
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Peta ini merupakan bagian dari rangkaian peta Hindia-Belanda yang diterbitkan di tahun 1910. Khusus untuk Sumatera, peta dibuat dalam 2 bagian: utara dan selatan. Selain itu, beberapa wilayah dan tempat digambar terpisah dalam skala yang lebih medetail, yaitu Pulau We, Kutaraja, Medan dan Belawan, wilayah yang sekarang menjadi Provinsi Kepulauan Riau, Padang dan sekitarnya, serta Selat Sunda.
Juru kartografi:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 22 Juli 2024

Peta dari tahun 1910: Maluku dan Papua

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1910
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Ini merupakan bagian dari rangkaian peta Hindia-Belanda yang diterbitkan di tahun 1910. Sebelumnya blog ini sudah memuat peta Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, serta Sulawesi dari rangkaian peta modern ini. Jawa dan Sumatera akan menyusul.
Juru kartografi:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 22 Juni 2024

Peta dari tahun 1910: Bali dan Nusa Tenggara

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1910
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Peta menjelang era modern ini memperlihatkan pulau-pulau yang dikelompokkan sebagai Kleine Soenda-Eilanden (Kepulauan Sunda Kecil), yang sekarang meliputi tiga provinsi, yaitu Bali, NTB, dan NTT. Peta ini memperlihatkan juga detail dari Bali dan Lombok, bagian tengah Flores, ujung barat Timor serta Pulau Rote, dan Kepulauan Solor.
Juru kartografi:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 02 Juni 2024

Peta dari tahun 1910: Sulawesi

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1910
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Sebuah peta menuju era modern yang sudah cukup akurat tentang Sulawesi. Peta ini dilengkapi dengan tampilan yang lebih terinci tentang wilayah sekitar Makassar dan Manado.
Juru kartografi:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 19 Mei 2024

Peta tua dari tahun 1910: Kalimantan

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1910
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru kartografi:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 27 April 2024

Foto-foto dari sebuah perkebunan tembakau di awal abad ke-20 (2)

Kantor perkebunan dengan dua orang Belanda di meja, dan seorang opas di lantai
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Seorang pria Belanda dan perempuan Indonesia di ladang tembakau
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Para pekerja perempuan di gudang pengolahan daun tembakau
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: 1910 atau sebelumnya
Tempat: Jawa Barat (? berdasarkan model pekaian perempuannya)
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Kamis, 25 April 2024

Foto-foto dari sebuah perkebunan tembakau di awal abad ke-20 (1)

Pedati yang kemungkinan digunakan untuk mengangkut daun tembakau dari ladang ke gudang pengeringan
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Para pekerja perempuan di tempat pengolahan daun tembakau
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Kemungkinan warga lokal yang sudah lama mengabdi di perkebunan
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: 1910 atau sebelumnya
Tempat: Jawa Barat (? berdasarkan model pakaian perempuannya)
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 12 Maret 2024

Dari sebuah album foto tentang pengeboran sumur minyak di Jawa, sekitar 1910 (2)

Dua foto dari sumur minyak; dengan dan tanpa orang berbaju putih
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sebagian proses pengangkutan pipa dilakukan dengan pedati sapi
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Warga sekitar yang mendapat tontonan baru berdatangan, sebagian dengan pakaian yang biasa dikenakan di acara istimewa
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: sekitar 1910
Tempat: Jawa (Cepu?)
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 10 Maret 2024

Dari sebuah album foto tentang pengeboran sumur minyak di Jawa, sekitar 1910 (1)

Sumur minyak dengan konstruksi yang masih didominasi kayu dan bambu
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Lima pria Belanda yang mengelola pendirian sumur minyak
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Pekerja lokal mengangkut pipa besi dengan kekuatan manusia
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: sekitar 1910
Tempat: Jawa (Cepu?)
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 19 Februari 2024

Buku belajar huruf "Indisch ABC" dari tahun 1910 (4)

Jilid buku
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Versi lain untuk huruf R dari edisi berbeda
(klik untuk memperbesar)

Waktu: 1910
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa: Buku Indisch ABC adalah buku Belanda untuk anak-anak berisi pengenalan huruf dengan mengacu pada hal-hal di Hindia-Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery (gambar pertama)
Catatan:

Sabtu, 17 Februari 2024

Buku belajar huruf "Indisch ABC" dari tahun 1910 (3)

P … penatu > binatu; R … ronggeng; S … sarung
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
W … warung; IJ … ijsman (tukang es); Z ... zoen > sun (ciuman)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: 1910
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa: Buku Indisch ABC adalah buku Belanda untuk anak-anak berisi pengenalan huruf dengan mengacu pada hal-hal di Hindia-Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Kamis, 15 Februari 2024

Buku belajar huruf "Indisch ABC" dari tahun 1910 (2)

G … gudang; H … haji; I … inlander (pribumi)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
J ... jager (pemburu); K ... kerbau; L ... lutung
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: 1910
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa: Buku Indisch ABC adalah buku Belanda untuk anak-anak berisi pengenalan huruf dengan mengacu pada hal-hal di Hindia-Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lihat juga posting sebelumnya dari tahun 2019.

Minggu, 31 Desember 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam jepretan studio foto ternama (2)

Studio foto Charles Kleingrothe, November 1918: Seorang ibu dengan dua  anak
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto A.J. Jahn, 1910: Seorang pria (campuran?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1910, 1918
Tempat: Jawa (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Kleingrothe, A.J. Jahn
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 25 Desember 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam jepretan studio-studio foto Tionghoa (3)

Studio foto Thio Piek, Bogor, ~1910: Seorang bayi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto Tio, Cimahi: Seorang perwira KNIL
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto Gahien, Yogyakarta: Seorang anak perempuan berpita rambut
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1910
Tempat: Bogor, Cimahi, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio foto Thio Piek, Tio, Gahien
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 19 Desember 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam foto studio: Studio Woodbury & Page, Jakarta (3)

Antara 1900 dan 1910: Seorang perwira KNIL Laut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang pria Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Edisi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1900-1910 (foto pertama); pertengahan kedua abad ke-19 (foto lainnya)
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Woodbury & Page (dua foto terakhir); dan penerusnya, Studio Busenbender & Co, (foto pertama)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Di dua foto terakhir Woodbury & Page masih mencantumkan "Amsterdam".

Selasa, 07 November 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam foto studio: Studio Charls (4)

Antara 1900 dan 1910: Seorang wanita di Semarang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang wanita di Semarang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang wanita di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1910
Tempat: Jakarta, Semarang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Charls (berkembang menjadi N.V. Charls & Van Es & Co.)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 22 Agustus 2023

Dari koleksi studio foto Onnes Kurkdjian tentang Jawa (1): Bogor dan Garut

~1915: Telaga Cipanas di Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1910: Pesawahan dengan latar belakang Gunung Guntur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1910: Sumber belerang di kawah Papandayan, Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1925: Salah satu sudut Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1910, 1915, 1925
Tempat: Bogor, Garut
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: studio foto Onnes Kurkdjian, Surabaya
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto #1 pernah dimuat sebelumnya di posting ini; foto #2 di sini dan sini; foto 3 di sini.

Minggu, 20 Agustus 2023

Foto-foto pemandangan di Jawa hasil jepretan George Lewis (4)

Sebuah pesawahan dengan sungai di latar depan dan rimbun pepohonan di latar belakang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu sudut Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1910: Warga Tretes (Prigen, Pasuruan) dengan latar belakang Gunung Welirang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawah Ijen
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1910
Tempat: a.l. Bogor, Ijen, Pasuruan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: George Lewis (1875-1939)
Sumber / Hak cipta: Studio foto Onnes Kurkdjian Surabaya | National Gallery of Australia
Catatan: Posting ini pernah memuat edisi lain dari foto nomor 4 dan nomor 3, yang juga pernah dimuat di posting ini.