Tampilkan postingan dengan label pelabuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelabuhan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Agustus 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang pelabuhan Ampenan di Lombok

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi: Pelabuhan Ampenan di Lombok dengan airnya yang relatif tenang, serta sebuah kapal layar berbendera Belanda, serta beberapa perahu di sekelilingnya.
Juru foto/gambar: Paul Lauters yang menyalin dari karya Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Edisi tidak berwarna dari lukisan di atas pernah dimuat di posting ini.

Kamis, 06 Agustus 2026

Berbagai foto semasa Perang Kemerdekaan dari koleksi tentara Belanda bernama Bob van Dijk (18)

PENGANTAR

Bob van Dijk adalah seorang tentara Belanda dari kesatuan zeni yang diterjunkan ke Nusantara, terutama di wilayah Jawa Timur, semasa Perang Kemerdekaan. Bob tampaknya menggemari fotografi, dan kamera fotonya banyak mengabadikan suasana sejak di berangkat dari Belanda melalui berbagai tempat dan pelabuhan sebelum akhirnya tiba di Hindia-Belanda. Blog ini akan mencoba untuk memperlihatkan karya-karya Bob ini yang a.l. banyak didominasi oleh suasana sehari-hari seorang tentara Belanda ketika bertugas di Indonesia.

Bob juga banyak membuat jepretan ketika dia bertugas di lapangan. Koleksi dia juga berisi beberapa foto dari medan pertempuran yang tampaknya merupakan karya jurnalis perang profesional seperti Hugo Wilmar. Secara keseluruhan, koleksi ini lumayan menarik karena memperlihatkan suasana sehari-hari semasa Perang Kemerdekaan dari sudut pandang seorang tentara Belanda.


Sebuah kesatuan Belanda memeriksa jalanan dari kemungkinan ranjau yang dipasang para pejuang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang tentara Belanda menggunakan alat komunikasi radio dengan penjagaan seorang sejawatnya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kesatuan tank Belanda dengan gelondongan peluru meriam berkaliber besar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Edisi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kedatangan sebuah kapal yang tampaknya berisi para prajurit Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: semasa perang kemerdekaan
Tempat: Jawa Timur (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: dari koleksi Bob J. van Dijk tetapi ada kemungkinan foto-foto ini, misalnya nomor 1 dan 2, adalah karya juru foto lain seperti Hugo Wilmar
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 08 Juli 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang pelabuhan Karangantu, Banten

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
 
Tahun terbit: 1725
Tahun peristiwa: abad ke-17/18
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Pieter van der Aa
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Selasa, 02 Juni 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang keramaian pelabuhan Sunda Kelapa di pertengahan abad ke-19


Keramaian di pelabuhan Sunda Kelapa dengan kapal layar berbagai ukuran, perahu kecil, serta perahu penumpang beratap panjang datar yang bentuknya masih digunakan sampai sekarang
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: aslinya oleh Charles William Meredith van de Velde, diolah lebih lanjut oleh P. Lauters
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Versi tidak berwarna dari gambar di atas pernah dimuat di posting ini sebelumnya.

Jumat, 29 Mei 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang pelabuhan Sunda Kelapa

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1779
Tahun peristiwa: abad ke-18
Tempat terbit: kemungkinan Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: aslinya Hendrik Kobell, gambar di atas salinan karya Mathias de Sallieth 
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Kamis, 28 Mei 2026

Penampilan KNIL Darat sebelum Perang Dunia II (2)

11 Desember 1937: Satu truk penuh serdadu KNIL memasuki kawasan pelabuhan Ambon
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kesatuan KNIL berlatih menggunakan senapan mesin
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Parade pasukan KNIL dengan kesatuan pemain musik
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
24 Juni 1939: Markas Batalion Infantri XII
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: a.l. 1937, 1939
Tempat: a.l. Ambon
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 16 Mei 2026

Armada kapal selam KNIL Laut sebelum Perang Dunia II pecah

Kapal selam K-14. K merupakan kepanjangan dari Koloniën, untuk menunjukkan bahwa kapal ini dioperasikan di wilayah jajahan. Kode "K" biasanya dicantumkan di bagian lambung (tampak samar terlihat "K XVIII"), sementara di bagian menara hanya tercantum nomernya.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga kapal selam di latar belakang, dalam proses turun ke bawah permukaan air
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
15 Januari 2021: Sebuah kapal selam merapat di sebuah pelabuhan di Indonesia Timur(?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
28 Januari 1922: Kapal selam ("K IV"?) berlabuh di perairan Ambon(?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: a.l. 1921, 1922
Tempat: a.l. wilayah timur Nusantara
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 13 Oktober 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (18)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Suasana di sekitar pelabuhan Padang. Beberapa bangunan beratap merah berderet di kawasan yang bersih, sementara sebuah perahu beratap mengangkut penumpang ke arah sebuah kapal uap yang sedang bergerak. Di latar tengah tampak dua kapal layar "bersembunyi" di belakang kerimbunan sebuah pulau, dan duar perahu layar beraktivitas di perairan pelabuhan.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Gedung Gubernur Sumatera Barat di Padang yang sepenuhnya bergaya kolonial. Ini tampak dari model bangunan yang satu lantai dengan tembok bercat putih, serta pilar-pilar bundar di bagian depan. Tembok depan memiliki beberapa pintu dengan jenis dua bilah yang memiliki sekat-sekat udara.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Usaha pengolahan kopi milik orang Belanda di Lubuk Selasih, Solok. Dua pekerja tampak sedang mengeringkan kopi di dalaman dengan menyebarkannya serata mungkin. Seorang pekerja lain memikul karung yang kemungkinan berisi biji kopi yang akan dijemur. Di latar belakang kanan tampak sebuah mesin giling kopi yang menggunakan batu dan tenaga manusia. Sang pemilik atau pengawas usaha ini berdiri di depan kantornya, sementara di latar belakang kiri kemungkinan duduk istrinya di beranda rumah mereka.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Suasana di sebuah jalan di Payakumbuh. Dua pria Belanda tampak berjalan-jalan dinaungi bayangan dari pohon-pohon yang berada di tepi jalan, sementar tiga warga lokal berjalan di kejauhan. Di sebelah kiri terlihat sebuah bangunan yang mirip pos penjagaan, sementara di sebelah kanan ada bangunan lain yang memilik banyak tiang tetapi tanpa dinding dan berlantai tanah.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Lukisan ini kemungkinan besar menggambarkan Ngarai Sianok di Bukittinggi dengan latar belakang Gunung Marapi. Tiga warga lokal tampak turun menyusuri tebing; kemungkinan dalam pakaian adat yang memiliki tutup kepala yang relatif tinggi.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 09 September 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (1)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Reruntuhan Candi Borobudur mendapat kunjungan dari tiga orang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Kesibukan pelayaran di Kepulauan Banda, dengan Gunung Api di sebelah kiri, serta Pulau Banda Neira dengan Benteng Belgica-nya di sebelah kanan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah kapal bersandar di pelabuhan Makassar sementara beberapa sosok orang tampak beraktivitas di kawasan pelabuhan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Tiga warga Minang, di antaranya menggiring pedati, terlukis dengan latar belakang Gunung Marapi
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Benteng Rotterdam di Makassar dengan beberapa pohon rimbun di latar depan, serta sebuah kuburan Belanda di lapangan depan benteng
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 11 Agustus 2025

Beberapa tempat setelah Jepang kalah perang dan Belanda kembali datang, 1945

Jakarta: Suasana di sebuah kamp tawanan setelah pembebasan oleh Sekutu. Yang berjalan adalah Kopral McKenzi dari Greenck (kiri) dan Kopral Nicholson dari Edinburgh (kanan); dua-duanya adalah tentara Inggris yang tertangkap oleh Jepang di Jawa
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Piru, Seram Barat: Para tentara Jepang yang sudah kalah perang dikerahkan untuk aktivitas bongkar muat barang di dermaga
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Manado: Kesibukan bongkar muat dari perahu ke gudang pelabuhan dengan menggunakan mesin derek
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Jakarta, Manado, Piru (Seram Barat)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 25 Mei 2025

Kerusakan di Makassar akibat perang antara Jepang dan Sekutu (3), 1945

Bangunan-bangunan di pelabuhan Makassar yang memperlihatkan kehancuran setelah pertempuran antara Jepang dan Sekutu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sudut foto yang hanya memperlihatkan kerusakan kecil di dermaga sementara para bangunan tampak seolah-olah masih kokoh
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Makassar
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Ini merupakan lanjutan dari rangkaian foto yang dimuat di posting ini sebelumnya.

Minggu, 06 April 2025

Dari Papua sampai ke Aceh: Nusantara dalam sketsa keluaran tahun 1883 (13)

Pelabuhan Ulee Lheue di Aceh
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, beserta denahnya
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sebuah kawasan pemukiman di Ulee Lheue, Aceh
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Tentara Belanda di Pantai Perak, Aceh
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lihat juga posting 1, 2, dan 3 sebelum ini.

Minggu, 23 Februari 2025

Dari Padang sampai ke Banda: Lukisan pemandangan Nusantara karya Charles William Meredith van de Velde, 1844 (5a - Jakarta)

Charles William Meredith van de Velde (1818-1898) tampaknya seorang dengan berbagai bakat dan kemampuan. Dia pernah menjadi perwira angkatan laut, tentara bayaran, pembuat peta, anggota palang merah, hingga misionaris. Salah satu keahlian dia adalah menangkap keindahan alam dari tempat yang dia kunjungi, dan menuangkannya ke atas kanvas. Dia terkenal sebagai pembuat peta Palestina di pertengahan abad ke-19, serta pelukis kota dan tempat di Palestina yang dia singgahi. Sebelumnya, dia juga mengabadikan banyak tempat di Nusantara dalam beberapa karya lukisannya, yang akan kita lihat di seri berikut ini.


Keramaian di pelabuhan Sunda Kelapa dengan kapal layar berbagai ukuran, perahu kecil, serta perahu penumpang beratap panjang datar yang bentuknya masih digunakan sampai sekarang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Gereja Willem yang sekarang menjadi Gereja Immanuel
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Rumah seorang warga Eropa (di Jatinegara) dengan sang pemilik tampak berbincang dengan seorang Tionghoa, sementara warga lokal bekerja mengurus kebun dan kuda
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar: Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Edisi lain dari foto pertama pernah dimuat di posting ini.

Selasa, 12 November 2024

Sabang setelah Jepang kalah perang dan Belanda kembali datang

Bongkar muat batur bara di pelabuhan Sabang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang pekerja las di proyek perbaikan pelabuhan Sabang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak Sabang bermain di halaman sekolah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1946 atau sesudahnya
Tempat: Sabang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 14 April 2024

Suasana di pelabuhan Makassar setelah Belanda kembali datang menyusul kalah perangnya Jepang (1), 1945

Kemungkinan para tentara Jepang yang dipekerjakan sebagai pekerja pelabuhan sebelum mereka dipulangkan ke tanah asalnya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para anggota KNIL Laut yang sebelumnya ditawan Jepang …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… dikumpulkan di pelabuhan untuk diberangkatkan ke Australia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pelabuhan Makassar, kemungkinn difoto dari pesawat amfibi Catalina …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang membawa para anggota KNIL Laut yang sebelumnya ditawan Jepang menuju Australia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Oktober 1945
Tempat: Makassar
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 12 April 2024

Kerusakan di Makassar akibat perang antara Jepang dan Sekutu (2), 1945

Kawasan gudang pelabuhan dengan atap genting berserakan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah lubang bekas bom di area pelabuhan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kerusakan di kawasan pemukiman warga (Tionghoa?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pedati mengangkut barang-barang rumah tangga yang tampaknya dikumpulkan dari reruntuhan perumahan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Oktober 1945
Tempat: Makassar
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: