Tampilkan postingan dengan label Banten. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banten. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juli 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang pelayaran di sekitar Selat Sunda dan Banten

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1714
Tahun peristiwa: 1706
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Lukisan di atas merupakan bagian dari riwayat perjalanan Cornelis de Bruijn yang menjelajah dari Belanda ke Rusia, Persia, Hindia termasuk Banten, Jakarta, dan Bali, serta sebagian wilayah Tiongkok. Gambar paling atas menunjukkan pelayaran di Selat Sunda; gambar di bawahnya memperlihatkan Pulang Sangiang, juga di Selat Sunda, serta kemungkinan Pulau Sebesi (di gambar disebut Selebese). Dua gambar di bawahnya menampakkan wilayah pesisir Banten, di mana kemudian tim penjelajah ini bertemu dengan Sultan Banten.
Juru foto/gambar: Cornelis de Bruijn
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Rabu, 08 Juli 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang pelabuhan Karangantu, Banten

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
 
Tahun terbit: 1725
Tahun peristiwa: abad ke-17/18
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Pieter van der Aa
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Jumat, 28 November 2025

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Lukisan kuno tentang lembah beracun di Banten

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: abad ke-19 
Tempat terbit: kemungkinan London 
Tokoh:
Deskripsi: Ini kemungkinan berasal dari catatan perjalanan Alexander Loudon di Banten. Lembah beracun yang ditulis Guevo Upas ini masih sulit diidentifikasi. Tapi kemungkinan ini adalah salah satu mata sumber gas belerang di Banten yang membuat binatang (dan manusia?) yang mendekatinya terkena sesak napas dan kemudian tewas.
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan:

Kamis, 20 November 2025

Pertempuran laut antara Belanda dan Portugis dalam memperebutkan Banten, 1601 (2)

Di penghujung tahun 1601 Belanda mencatat tonggak penting dalam sejarah penjajahannya. Satuan kapal perang Belanda yang hanya terdiri dari 5 kapal utama, berhasil mengalahkan armada Portugis yang terdiri dari 30 kapal. Inilah momentum yang membuat Belanda mulai menggeser posisi Portugis, yang sampai saat itu masih mendominasi perairan Nusantara, hingga akhirnya menjadi penjajah yang hampir tunggal di kawasan Nusantara.

Lukisan di bawah merupakan salah satu usaha Belanda mengilustrasikan peristiwa ini. Versi berwarna dari gambar ini pernah dimuat di posting ini sebelumnya. 

(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1644 (tentang peristiwa di 1601)
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 01 September 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Abraham Salm tentang berbagai tempat di Jawa (4)

Ini merupakan pelengkap dan tayang ulang (reload) dalam ukurang yang lebih besar dari beberapa lukisan karya Abraham Salm yang pernah dimuat sebelumnya. Lihat tautan di bagian "Catatan" di bawah.


Malang: Sebuah rombongan pembesar, dengan kendaraan utama sebuah kereta yang ditarik empat kuda, dengan kawalan berkuda di depan, samping, dan belakang, tampak melintasi sebuah jembatan dengan latar belakang sebuah gunung berapi
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Arak-arakan dari rombongan pengantin di sebuah desa di kaki Gunung Salak. Pengantin pria menaiki kuda, semantara pengantin wanita kemungkinan diangkut di dalam tandu yang didahului oleh sepasang penari, sinden (?), dan pemain gamelan.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Banten: Sebuah perkampungan dengan rumah-rumah tradisional, dengan later belakang pesawahan dan pegunungan berawan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Dua gembala bersama kambing-kambingnya, dan sepasang petani, tampak di area pesawahan, dengan latar belakang perkampungan dan Gunung Salak
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1872
Tempat terbit:
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Abraham Salm
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Tautan dari posting sebelumnya tentang Banten, Bogor, Gunung Semeru, Malang/Tegal, dan Sumedang.

Rabu, 18 September 2024

Peta kuno dari tahun 1730: Posisi pentingnya Nusantara di pelayaran Asia

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1730
Tempat terbit: Inggris (London?)
Tokoh:
Deskripsi: Peta ini diberi judul A map of the East-Indies (peta Hindia Timur) meskipun menampilkan wilayah Asia mulia dari jazirah Hindia hingga ke Tiongkok, Taiwan, dan Jepang. Wilayah Nusantara dibagi menjadi Sunda Islands di barat dan Mollucan or Spice I(s)l(ands) di timur. Peta ini menampilkan secara khusus lima pelabuhan dengan skala yang jauh lebih besar: tiga di India dan dua di Nusantara, yaitu Bantam dan Batavia. Ini menunjukkan posisi penting dan strategisnya Banten dan Jakarta saat itu, sebelum kemudian pelabuhan-pelabuhan lain seperti Singapura dan Yokohama serta Shanghai mengambil alih posisi puncak.
Juru kartografi: ?
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 13 Februari 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Isidore van Kinsbergen: Pengantin Banten dan penari Singaraja

Dunia purbakala Indonesia tidak akan lepas dari nama Isidore van Kinsbergen. Juru foto asal Belgia ini merupakan orang pertama yang mencoba mendokumentasikan peninggalan purbakala warga di sepanjang Jawa, dari barat hingga ke timur di sekitar tahun 1860. Di samping situs-situs terkenal seperti Borobudur dan Panataran, Isidore juga merambah ke tempat lain yang belum mendapat perhatian orang seperti Ciamis, Garut, Kuningan, Majalengka, dan Tasikmalaya. Blog ini pernah memuat sebagian dari foto-foto purbakala ini (lihat posting dari tanggal 5 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020). Selain itu, Isidore juga meninggalkan banyak foto tentang wajah-wajah orang Jawa menjelang akhir abad ke-19 dari berbagai kalangan.

Blog ini mencoba mengumpulkan foto-foto ini yang tampak bertebaran di berbagai tempat.


Pengantin Banten (Lebak?) diapit dua pengiring berpakaian adat
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Edisi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Penari Bali dari Singaraja, yang diberi judul salah (bukan oleh Isidore) Dansense javanaise
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Edisi lain dari foto nomor di atas
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1860-an
Tempat: Banten, Singaraja
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Isidore van Kinsbergen
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan: Versi lain dari foto nomor 1 pernah dimuat di posting ini.

Selasa, 31 Januari 2023

Pasukan Jepang masuk dan menguasai Hindia-Belanda (3): Merak, Pontianak, Salatiga 1942

Pontianak: Pasukan Jepang sampai di Tugu Khatulistiwa
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Banten: Pasukan Jepang mendarat di Merak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jawa Tengah: Pasukan Jepang beristirahat di perkebunan tebu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pasukan Jepang di depan sebuah gedung pemerintahan yang mereka rebut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Salatiga: Seorang serdadu KNIL mengamati pasukan Jepang yang memasuki kota
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1942
Tempat: Pontianak, Jawa (a.l. Merak, Salatiga)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 09 Mei 2022

Foto udara dari kawah dan pegunungan hasil jepretan KNIL Udara, 1940-an (2)

Segara Anak di kawasan Rinjani, Lombok
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Anak Krakatau di Selat Sunda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawasan Bromo, Jawa Timur
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1940-an
Tempat: Lombok, Banten, Jawa Timur
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 18 Oktober 2021

Sejarah Belanda di Indonesia 1595-1646 menurut gambar berseri dari tahun 1768-1778 (1)

2 April 1595: Rombongan kapal Belanda berlayar menuju wilayah Nusantara
(klik untuk memperbesar | © AVS)
17 Februari 1601: Armada Laksamana Wolfart Harmensz memasuki perairan Ternate
[yang di lukisan kemungkinan adalah peperangan antara armada Belanda melawan Portugis di Banten, Desember 1601]
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Juli 1602: Pangeran Maurits menerima rombongan Kesultanan Aceh yang datang ke Belanda di bawah pimpinan Sri Muhamad dan Mir Hasan
[peristiwa ini sejatinya terjadi tanggal 4 September 1602]
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: lukisan dibuat tahun 1768-1778, menggambarkan peristiwa di tahun 1595, 1601, 1602
Tempat: Belanda, Banten
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Bernardus Mourik
Sumber / Hak cipta: Staatkundige historie van Holland / Atlas Van Stolk
Catatan:

Minggu, 04 Juli 2021

Pelabuhan Banten menurut lukisan tahun 1613

(klik untuk memperbesar | © AVS)

(klik untuk memperbesar | © AVS)

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1613 (dua lukisan pertama; lukisan kedua berasal dari abad yang sama tetapi tidak diketahui tahun pastinya)
Tempat: Pelabuhan Karangantu (Banten lama)
Tokoh:
Peristiwa: Lukisan pertama menggambarkan 4 kapal Belanda yang berada di perairan Banten. Lukisan kedua memperlihatkan Madagaskar di bagian atas (tidak kita acuhkan), dan Pelabuhan Banten di bagian bawah. Gambar Banten ini a.l. menunjukkan posisi Keraton Sultan Banten (A), Mesjid Raya (H), kawasan pecinan (I), kediaman Panglima Perang (L), Syahbandar (N), kediaman Panglima Laut (O), kediaman Senopati (R), kawasan pedagang Tionghoa (T), dan gudang amunisi (Z).
Juru foto/gambar: Willem Luytsz van Kittensteyn (dua lukisan pertama)
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Jumat, 02 Juli 2021

Pertempuran laut antara Belanda dan Portugis dalam memperebutkan Banten, 1601 (1)

Di penghujung tahun 1601 Belanda mencatat tonggak penting dalam sejarah penjajahannya. Satuan kapal perang Belanda yang hanya terdiri dari 5 kapal utama, berhasil mengalahkan armada Portugis yang terdiri dari 30 kapal. Inilah momentum yang membuat Belanda mulai menggeser posisi Portugis, yang sampai saat itu masih mendominasi perairan Nusantara, hingga akhirnya menjadi penjajah tunggal di kawasan Nusantara selain Timor Leste. Tidak mengherankan apabila kemenangan ini menjadi motif yang berulang muncul di buku sejarah Belanda sebagaimana terlihat di contoh-contoh di bawah ini.


(klik untuk memperbesar | © AVS)
(klik untuk memperbesar | © AVS)
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 25-31 Desember 1601
Tempat: perairan Banten (sekitar Pelabuhan Karangantu)
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: Tambahan lukisan karya Philip Velijn dari tahun 1827

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Rabu, 30 Juni 2021

Kedatangan Cornelis de Houtman di Banten di tahun 1596, menurut lukisan yang dibuat 300 tahun kemudian

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: lukisan di atas dibuat sekitar 1904-1925, menggambarkan peristiwa tanggal 15 Juni 1596
Tempat: Karangantu (Banten lama)
Tokoh: Cornelis de Houtman (penjelajah Belanda yang merintis jaur laut dari Belanda ke Nusantara)
Peristiwa: Pada tanggal 15 Juni 1596 Cornelis de Houtman bersama rombongan kapalnya berlabuh di Banten dan diterima dengan ramah oleh Kesultanan Banten. Peristiwa ini menjadi tonggak kedatangan Belanda di Nusantara yang berujung pada penjajahan hingga ke ratusan tahun kemudian.
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Rabu, 26 Februari 2020

Jemaah haji Hindia-Belanda di Jeddah, 1885: Asal pulau Jawa

Seorang jemaah perempuan asal Banten
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Dua jemaah asal Sukapura, sekarang Tasikmalaya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tiga jemaah asal Jepara
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jemaah asal Malang dan Pasuruan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: 1885
Tempat: Konsulat Belanda di Jeddah (Arab Saudi)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Snouck Hurgronje
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Diambil dari buku "Bilder-Atlas zu Mekka" yang terbit tahun 1888.

Sabtu, 04 Januari 2020

Peninggalan purbakala dari Bandung, Cianjur, dan Sajira (Banten)

PENGANTAR

Pada tahun 1863-1864 Isidore van Kinsbergen menerbitkan sebuah album berjudul Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang berisi foto-foto peninggalan purbakala di Jawa, dari wilayah Banten hingga ke Jawa Timur.


Candi, arca, dan situs purbakala dari bagian tengah dan timur pulau Jawa umumnya sudah sangat terkena, banyak dibahas, dan menjadi objek wisata hingga sekarang. Berbeda dengan peninggalan purbakala di bagian barat, yang tampaknya tidak mendapat perhatian sebesar di bagian tengah dan timur.

Seri foto berikut akan mencoba untuk memperlihatkan apa yang sudah didokumentasikan oleh van Kinsbergen lebih dari 100 tahun lalu, dengan harapan mudah-mudahan tidak membuat kita lupa akan peninggalan nenek moyang ini.


Sebuah arca dari kawasan Cianjur
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Ganesha dari sekitar Bandung
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Bagian belakang dari Ganesha dari Bandung
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Patung Dewi Durga dari sekitar Bandung
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Patung pra-Hindu/Buddha dari Sajira, Banten
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1864
Tempat: Bandung, Cianjur, Sajira (Banten)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan:

Senin, 18 Maret 2019

United Colorization of Nusantara 10: Sunda dan Betawi

PENGANTAR

Di pertengahan abad ke-19 seorang Belanda bernama J.A. Meessen mengadakan perjalanan di Sumatera, Jawa, Madura, dan Kalimantan. Dia memotret aneka ragam suku yang dia temui di daerah-daerah ini, dengan fokus pada sosok manusianya. Kumpulan dari foto-foto ini diterbitkan di Amsterdam pada tahun 1867 dengan judul Indisch Album (Album Hindia). Yang menarik dari album ini, foto-fotonya diwarnai (colorized) secara manual, agar ada warna-warni di gambar-gambar hitam putih ini

Seri foto berikut ini akan menampilkan isi dari album ini, yang menunjukkan beragamnya warga Nusantara saat itu yang kelak akan menjadi keragaman Indonesia saat ini pula.


Sepasang warga Priangan
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Dua wanita Sunda dengan kebaya panjangnya berpose dengan papan congklak
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sepasang warga Banten
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Seorang pembantu rumah tangga di Batavia
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Seorang wanita di Batavia
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1867
Tempat: Banten, Jakarta, Jawa Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: J.A. Meessen
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Minggu, 12 Agustus 2018

Lukisan karya Abraham Salm dari sekitar tahun 1872: Banten

Anyer
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1872
Tempat: Anyer, Banten
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer/Pelukis: Abraham Salm
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Kamis, 15 September 2016

Perayaan 3 tahun Indonesia merdeka di wilayah Banten, 1948

(klik untuk memperbesar | © AWM)
Waktu: 17 Agustus 1948
Tempat: Banten
Tokoh:
Peristiwa: Pengibaran bendera merah putih pada tanggal 17 Agustus 1948 di sebuah lapangan di wilayah Banten.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Australian War Memorial
Catatan: