Tampilkan postingan dengan label 1873. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1873. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 April 2023

Dari serakan foto-foto karya Woodbury & Page (5)

Walter Bentley Woodbury dan James Page adalah dua orang Inggris yang menjadi salah dua perintis dunia fotografi profesional di Hindia-Belanda. Studio foto yang mereka dirikan di Batavia menjadi teladan bagi fotografer lain untuk mendirikan hal yang sama di Padang, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lain di Nusantara. Blog ini sudah menampilkan banyak karya keluaran dari studio ini. Kali ini kita akan mencoba mengumpulkan foto-foto karya Woodbury dan Page yang berserakan.


1865: Istana Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1867: Pabrik gula Colomadu, Karanganyar
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1867: Bupati Pati, Raden Adipati Ario Condro Adhi Negoro bersama para pengiringnya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1873: Para pembatik di Cikajang, Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1865, 1867, 1873
Tempat: Bogor, Cikajang (Garut), Colomadu (Karanganyar), Pati
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury & Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 23 Februari 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Isidore van Kinsbergen: Borobudur (3)

Dunia purbakala Indonesia tidak akan lepas dari nama Isidore van Kinsbergen. Juru foto asal Belgia ini merupakan orang pertama yang mencoba mendokumentasikan peninggalan purbakala warga di sepanjang Jawa, dari barat hingga ke timur di sekitar tahun 1860. Di samping situs-situs terkenal seperti Borobudur dan Panataran, Isidore juga merambah ke tempat lain yang belum mendapat perhatian orang seperti Ciamis, Garut, Kuningan, Majalengka, dan Tasikmalaya. Blog ini pernah memuat sebagian dari foto-foto purbakala ini (lihat posting dari tanggal 5 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020). Selain itu, Isidore juga meninggalkan banyak foto tentang wajah-wajah orang Jawa menjelang akhir abad ke-19 dari berbagai kalangan.

Blog ini mencoba mengumpulkan foto-foto ini yang tampak bertebaran di berbagai tempat.


Atas: relief lalitavistara yang memperlihatkan turunnya Boddhisattva dari surga Tusita. Bawah: relief avadan yang memperlihatkan Sudhana membawa upeti kaum pemberontak kepada ayahnya.
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Edisi lain dari foto Isidore yang banyak dicetak ulang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah relief dari Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Edisi lainnya dari foto Isidore tentang Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: September-Desember 1873
Tempat: Magelang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Isidore van Kinsbergen
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 21 Februari 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Isidore van Kinsbergen: Borobudur (2)

Dunia purbakala Indonesia tidak akan lepas dari nama Isidore van Kinsbergen. Juru foto asal Belgia ini merupakan orang pertama yang mencoba mendokumentasikan peninggalan purbakala warga di sepanjang Jawa, dari barat hingga ke timur di sekitar tahun 1860. Di samping situs-situs terkenal seperti Borobudur dan Panataran, Isidore juga merambah ke tempat lain yang belum mendapat perhatian orang seperti Ciamis, Garut, Kuningan, Majalengka, dan Tasikmalaya. Blog ini pernah memuat sebagian dari foto-foto purbakala ini (lihat posting dari tanggal 5 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020). Selain itu, Isidore juga meninggalkan banyak foto tentang wajah-wajah orang Jawa menjelang akhir abad ke-19 dari berbagai kalangan.

Blog ini mencoba mengumpulkan foto-foto ini yang tampak bertebaran di berbagai tempat.


Atas: relief lalitavistara yang memperlihatkan Ratu Maya dan Raja Suddhodana di paviliun, serta kaum brahmana menerima persembahan. Bawah: relief avandana yang memperlihatkan Manohara dan Sudhana di keraton Druma.
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Atas: relief lalitavistara yang memperlihatkan Ratu Maya pergi menuju taman Lumbini di mana Siddharta akan dilahirkan. Bawah: relief avandana dengan adegan yang belum teridentifikasi.
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Stupa Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pemandangan dari puncak Borobudur ke pesanggrahan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pemandangan dari Borobudur ke bukit Menoreh dengan pesawahan di sekitarnya
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: September-Desember 1873
Tempat: Magelang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Isidore van Kinsbergen
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 19 Februari 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Isidore van Kinsbergen: Borobudur (1)

Dunia purbakala Indonesia tidak akan lepas dari nama Isidore van Kinsbergen. Juru foto asal Belgia ini merupakan orang pertama yang mencoba mendokumentasikan peninggalan purbakala warga di sepanjang Jawa, dari barat hingga ke timur di sekitar tahun 1860. Di samping situs-situs terkenal seperti Borobudur dan Panataran, Isidore juga merambah ke tempat lain yang belum mendapat perhatian orang seperti Ciamis, Garut, Kuningan, Majalengka, dan Tasikmalaya. Blog ini pernah memuat sebagian dari foto-foto purbakala ini (lihat posting dari tanggal 5 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020). Selain itu, Isidore juga meninggalkan banyak foto tentang wajah-wajah orang Jawa menjelang akhir abad ke-19 dari berbagai kalangan.

Blog ini mencoba mengumpulkan foto-foto ini yang tampak bertebaran di berbagai tempat.


1873: Candi Borobudur; foto ini akan tercetak ulang dalam banyak edisi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kepala Buddha dari Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu patung Buddha dari 72 stupa Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Patung singa penjaga Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu relief Borobudur yang terkenal karena a.l. memperlihatkan moda transportasi laut
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: September-Desember 1873
Tempat: Magelang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Isidore van Kinsbergen
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 16 September 2021

Rabu, 13 Januari 2021

Poster dan gambar tentang pameran budaya Nusantara di berbagai ajang eksebisi, 1873-1951

Paviliun Hindia-Belanda di Pameran Dunia di Wina, Austria, 1873
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Poster pameran kolonial di Semarang, 1914
(klik untuk memperbesar | © Albert Hahn sr. / AVS)

Poster pameran budaya Hindia Barat dan Timur di Arnheim, Belanda, 1928
(klik untuk memperbesar | © Nicolaas de Koo / AVS)

Rumah batak di Pameran Kolonial Internasional di Paris, Perancis, 1931
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Poster pameran budaya Antilles, Indonesia, dan Suriname di Haarlem, Belanda, 1950/1951
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1873, 1914, 1928, 1931, 1951
Tempat: Arnheim dan Haarlem, Paris (Perancis), Semarang, Wina (Austria)
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Albert Hahn sr. (nomor 2) | Nicolaas de Koo (nomor 3)
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Sabtu, 15 Agustus 2020

Peninggalan purbakala di Jawa dalam jepretan pelbagai juru foto

Kemungkinan besar Candi Jedong, Mojokerto
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Salah satu patung Buddha dari Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)

1860: Patung raksasa penjaga Candi Singhasari (Arca Dwarpala)
(klik untuk memperbesar | © Walter Woodbury / NGA)

1873: Patung singa di Borobudur
(klik untuk memperbesar | © Isidore van Kinsbergen / NGA)

1875: Patung Gaprang, Blitar
(klik untuk memperbesar | © Herman Salzwedel / NGA)

Antara 1900 dan 1913: Patung/relief dari Prambanan
(klik untuk memperbesar | © NGA)

1930an: Gubernur Jenderal Bonifacius Cornelis de Jonge beserta istri di Mendut
(klik untuk memperbesar | © Hisgen / NGA)

Sekitar 1930: Candi Penataran, Blitar
(klik untuk memperbesar | © K. Satake / NGA)

Waktu: 1860, 1873, 1875, 1913, 1930, 1930an
Tempat: Blitar, Magelang, Malang, Mojokerto, Yogyakarta
Tokoh: Bonifacius Cornelis de Jonge (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1931-1936)
Peristiwa:
Fotografer: Herman Salzwedel, Hisgen, Isidore van Kinsbergen, K. Satake, Walter Woodbury
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: