Tampilkan postingan dengan label 1850. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1850. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Agustus 2025

Kumpulan beberapa ilustrasi zaman dulu tentang Nusantara (3)

Berbagai jenis perahu dan kapal serta peralatan yang digunakan nelayan untuk menangkap ikan
[P.A. van der Lith, 1875, Amsterdam]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Edisi lain dari gambar di atas
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
D.ki.k.ka. serta d.at.k.ba.
Kampung di Manila (!)
Warga Arafuru
Desa warga Melayu
Pengantin, bangsawan, dan prajurit di Jawa
Reruntuhan Borobudur
Warga Dayak di sebuah pesisir
Warga Timor
Sebuah kampung di Timor
Kuburan di Ambon
Sebuah desa di Jawa
[1850, Jerman]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1850, 1875
Tempat terbit: Amsterdam, Jerman
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: a.l. P.A. van der Lith
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 18 Juni 2017

Potret Sentot Prawirodirjo dari sekitar tahun 1840-1850

(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: sekitar 1840-1850
Tempat:
Tokoh: Sentot Prawirodirjo (panglima perang dalam perjuangan Pangeran Diponegoro melawan kekuasaan Belanda di Jawa)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan: dilukis berdasarkan gambar karya Mayor François Vincent Henri Antoine de Stuers dari tahun 1830

Jumat, 16 Juni 2017

Potret Pangeran Diponegoro dari sekitar tahun 1840-1850

(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: sekitar 1840-1850
Tempat:
Tokoh: Pangeran Diponegoro (pemimpin perjuangan melawan kekuasaan Belanda di Jawa)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan: dilukis berdasarkan gambar karya Mayor François Vincent Henri Antoine de Stuers dari tahun 1830

Rabu, 11 Februari 2015

Wajah orang Dayak dan Jawa menurut sebuah lukisan dari tahun 1850

(klik untuk memperbesar | © Hulton Archive/Getty Images)
Waktu: sekitar 1850
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Getty Images
Catatan: Lukisan di atas adalah karya A. Huttula, yang kemudian diolah oleh R. Anderson, menampilkan dua lelaki Dayak (dari "Saghai" dan "Loondoo"), seorang ulama Jawa, dan satu pasangan Jawa.