Tampilkan postingan dengan label Ludolph Hendrik van Oyen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ludolph Hendrik van Oyen. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 September 2025

Panglima KNIL Letnan Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen di Balikpapan, 1945

Van Oyen (kanan) bersama seorang perwira Australia …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… kemungkinan di Balikpapan setelah Sekutu dan Belanda mengalahkan kekuatan militer Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: kemungkinan Balikpapan
Tokoh: Letnan Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen (Panglima KNIL 1942-1946)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 14 Juli 2025

Beberapa wajah prajurit KNIL lokal di tahun 1940-an (2)

1945: Letjen Van Oyen di bagian timur Indonesia dengan latar belakang sebuah kesatuan KNIL lokal
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1945: Letjen Van Oyen di hadapan sebuah kesatuan KNIL lokal
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Ambon, November 1945: Seorang anggota kesatuan polisi bentukan Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
~1947: Beberapa anggota KNIL lokal di sebuah pertemuan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945, 1947
Tempat: bagian timur Indonesia (a.l. Ambon)
Tokoh: Letnan Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen (Panglima KNIL 1942-1946)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 12 Juli 2025

Beberapa wajah prajurit KNIL lokal di tahun 1940-an (1)

1942 atau sebelumnya: Empat kelasi anggota KNIL Laut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1941: Seorang prajurit KNIL dari kesatuan kavaleri
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Indonesia Timur, 1945: Seorang serdadu KNIL yang bertugas menyetiri kendaraan militer
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan 1945: LetjenVan Oyen memberi hormat kepada pasukan KNIL lokal yang menyambut kedatangannya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1941, 1942, 1945
Tempat: a.l. bagian timur Indonesia
Tokoh: Letnan Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen (Panglima KNIL 1942-1946)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 11 Mei 2025

Persiapan Belanda di Australia untuk merebut kembali Indonesia, 1945: Kesatuan KNIL perempuan sukarela

Di penghujung 1944 dan awal 1945, ketika Jerman makin terdesak di Eropa, dan Jepang makin terpukul di kawasan Asia-Pasifik, Belanda makin menggiatkan usaha-usaha untuk merebut kembali Hindia-Belanda. Usaha-usaha ini terpusat di Australia, yang secara geografis dekat dengan Indonesia, dan secara politis dan militer berada bersama Belanda di pihak yang melawan negara-negara Poros. Foto-foto berikut merupakan lanjutan dari rangkaian foto yang pernah dimuat mulai tanggal 18 Juni 2023.


Mayjen Van Oyen berbicara di depan kesatuan KNIL yang terdiri dari para wanita Belanda yang secara sukarela bergabung di unit militer ini
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Foto bersama para wanita Belanda yang secara sukarela bergabung dengan KNIL dan datang ke Australia…
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… untuk turut membantu mempertahankan dominasi Belanda di wilayah Nusantara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Australia
Tokoh: Mayor Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen (Panglima KNIL 1942-1946)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 29 Oktober 2024

Van Mook berkunjung ke Morotai setelah Jepang kalah perang, 1945

Van Mook (berkacamata) bertemu dan berbincang dengan para pemuka masyarakat Morotai, kemungkinan dari kalangan umat Islam. Van Mook ditemani oleh Kolonel KNIL Abdulkadir Widjojoatmodjo (paling kanan).
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Mook (berkacamata) bertemu dengan perwakilan masyarakat, kemungkinan dari kalangan Kristiani, yang membawa pamflet bertuliskan "Morotai bertempik karena kebebasa, terima kasih" dan "Hidoeplah kiranja Oranje". Van Mook ditemani oleh Letnan Kouwenhoven, seorang perwira NICA.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Mook memberi hormat kepada barisan yang menyambutnya, diiringi oleh Jenderal Van Oyen (kanan) dan Letnan Kouwenhoven.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Morotai
Tokoh: Hubertus van Mook (Menteri Urusan Wilayah Jajahan, kelak Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda), Mayor Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen (Panglima KNIL 1942-1946), Kolonel Raden Abdulkadir Widjojoatmodjo (perwira KNIL asal Jawa yang sangat pro-Belanda; kelak menjadi ketua delegasi Belanda di perundingan Renville)
Peristiwa: Pihak Belanda diwakili Van Mook berkunjung ke berbagai wilayah Indonesia Timur, yang lebih dulu terbebas dari pendudukan Jepang, untuk mengukuhkan kembali kekuasaan Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 08 Agustus 2024

Kunjungan Jenderal Van Oyen ke Keraton Kadariah, Pontianak 1946 (2)

Didi van Delden (kiri) dan suaminya, Sultan Hamid II (kanan)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Mayjen Van Oyen dan Didi van Delden dipayungi, sementara Sultan Hamid II berada di latar depan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang Belanda dan Indonesia dalam seragam KNIL di acara kunjungan Von Oyen ke Pontianak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan 1946
Tempat: Pontianak
Tokoh: Sultan Hamid II (Sultan Pontianak); Didi van Delden (istri Sultan Hamid II); Mayor Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen (Panglima KNIL 1942-1946)
Peristiwa: Panglima KNIL, Mayjen Van Oyen, berkunjung ke Pontianak, disambut oleh Sultan Hamid II dan istrinya, Didi van Delden
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 06 Agustus 2024

Kunjungan Jenderal Van Oyen ke Keraton Kadariah, Pontianak 1946 (1)

Sultan Hamid II (kanan) dalam seragam KNIL pada acara kunjungan Mayjen Van Oyen ke Pontianak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Didi van Delden, Mayjen Van Oyen, dan Sultan Hamid II di Pontianak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Didi van Delden, Mayjen Van Oyen, dan Sultan Hamid II (kedua dari kanan) di depan Keraton Kadriah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan 1946
Tempat: Pontianak
Tokoh: Sultan Hamid II (Sultan Pontianak); Didi van Delden (istri Sultan Hamid II); Mayor Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen (Panglima KNIL 1942-1946)
Peristiwa: Panglima KNIL, Mayjen Van Oyen, berkunjung ke Pontianak, disambut oleh Sultan Hamid II dan istrinya, Didi van Delden
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 02 Mei 2024

Para petinggi militer Australia dan Belanda di Makassar setelah Jepang kalah perang, 1945 (6): Kunjungan ke rumah sakit tentara

Bendera Australia berkibar di rumah sakit tentara di Makassar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang perwira Australia berbicara di depan para prajurit yang sebagiannya masih mengenakan pakaian pasien perawatan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jenderal Van Oyen tampak ikut menyimak di pojok kanan foto
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Makassar
Tokoh: Mayor Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen (Panglima KNIL 1942-1946)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 30 April 2024

Para petinggi militer Australia dan Belanda di Makassar setelah Jepang kalah perang, 1945 (5): Kunjungan ke rumah sakit tentara

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Makassar
Tokoh: Mayor Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen (Panglima KNIL 1942-1946) [a.l. di foto nomor paling depan]
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 26 April 2024

Para petinggi militer Australia dan Belanda di Makassar setelah Jepang kalah perang, 1945 (3)

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jenderal Van Oyen dan rombongan memasuki sebuah gedung disambut didampingi seorang pemuka warga Makassar bersetelan jas putih
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Oyen, kemungkinan di salah satu sudut bangunan yang disebut di atas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Oyen disalami perwakilan militer Belanda di Makassar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Oyen keluar dari mobil
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Oyen di landasan pacu militer di Makassar …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang tampaknya berada dalam pengawasan pasukan Australia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Makassar
Tokoh: Mayor Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen (Panglima KNIL 1942-1946)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 24 April 2024

Para petinggi militer Australia dan Belanda di Makassar setelah Jepang kalah perang, 1945 (2): Pertemuan para perwira

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Makassar
Tokoh: Mayor Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen (Panglima KNIL 1942-1946) [ketiga dari kiri di foto nomor 4]
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 22 April 2024

Para petinggi militer Australia dan Belanda di Makassar setelah Jepang kalah perang, 1945 (1)

Perwira Australia menyalami para prajurit Australia yang ditempatkan di Makassar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kendaraan yang membawa para petinggi militer Australia (dan Belanda?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Markas tentara yang dijaga para tentara KNIL (berwajah lokal)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jenderal Van Oyen (ketiga dari kanan) turun dari mobil dan memasuki markas tentara (KNIL?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Perwira Australia dan Belanda menyalami para prajurit Australia yang ditempatkan di Makassar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kunjungan ke rumas sakit militer tempat perawatan para prajurit Australia yang terluka semasa perang di sekitar Makassar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Komunikasi radio?
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Makassar
Tokoh: Mayor Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen (Panglima KNIL 1942-1946)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: