Tampilkan postingan dengan label Sir Richard Clarence Kirby. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sir Richard Clarence Kirby. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Oktober 2025

Beberapa foto dari perundingan Renville, Januari 1948 (5)

Richard Kirby dari Australia (kiri) tampak mempelajari naskah perjanjian, sementar Frank Graham dari Amerika Serikat (tengah) berdiskusi dengan Abdulkadir Widjojoatmodjo. Di meja tampak gunting yang berperan penting dalam penyusunan naskah final perjanjian Renville.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
D.ki.k.ka.: Tokoh India, Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia), kemungkinan kapten kapal USS Renville William W. Ball (berbicara, di depan gunting bersejarah), Frank Potter Graham (Amerika Serikat), dan Abdulkadir Widjojoatmodjo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Frank Graham memeriksa naskah perjanjian sementara Abdulkadir menandatangani sebuah salinannya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Senyum dan tawa dari para peserta tampaknya menjadi bagian dari tahap akhir perundingan; sementara sang gunting diam tenang di atas meja. Paling kanan, di barisan delegasi Belanda, kemungkinan adalah Christiaan Robbert Steven Soumokil, pendiri Republika Maluku Selatan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 17 Januari 1948
Tempat: Kapal USS Renville di perairan Tanjung Priuk
Tokoh: Peristiwa: perundingan Renville
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 10 Oktober 2025

Beberapa foto dari perundingan Renville, Januari 1948 (4)

Duduk di depan, d.ki.k.ka.Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia anggota KTN), Frank Potter Graham (Ketua KTN asal Amerika Serikat), dan Abdulkadir Widjojoatmodjo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Paul van Zeeland (anggota KTN asal Belgia) berbicara, diamati oleh delegasi Indonesia yang a.l. terdiri dari d.ki.k.ka. Johannes Latuharhary (paling kiri), Ali Sastroamidjojo (berjanggut hitam), Haji Agus Salim (berpeci), Johannes Leimena, Nasrun (? berdasi), Adnan Kapau Gani (bertopi TNI)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Amir Syarifuddin sebagai ketua delegasi Indonesia menandatangani dokumen perjanjian. Di foto ini tampak anggota delegasi Indonesia Kolonel Tahi Bonar Simatupang (berkumis dan berjanggut di belakang Amir), dan kemungkinan dr. Tjoa Tik Len (berkacamata di belakang Haji Agus Salim).
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
D.ki.k.ka.: Paul van Zeeland (Belgia), tokoh India, Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia), Frank Potter Graham (Amerika Serikat)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 17 Januari 1948
Tempat: Kapal USS Renville di perairan Tanjung Priuk
Tokoh:
  • Adnan Kapau Gani (Wakil Perdana Menteri Indonesia)
  • Ali Sastroamidjojo (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan)
  • Amir Syarifuddin Harahap (Perdana Menteri Indonesia, ketua delegasi Indonesia di perundingan Renville) 
  • Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri)
  • Johannes Leimena (Menteri Kesehatan)
  • Frank Porter Graham (Ketua Komisi Jasa-jasa Baik PBB)
  • Paul Guillaume Viscount van Zeeland (mantan PM Belgia yang menjadi salah satu anggota Komisi Jasa-jasa Baik PBB) 
  • Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia, salah satu anggota Komisi Jasa-jasa Baik PBB) 
  • Tahi Bonar Simatupang (perwira TNI yang menjadi penasihat militer delegasi Indonesia di perundingan Renville)
Peristiwa: perundingan Renville
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 08 Oktober 2025

Beberapa foto dari perundingan Renville, Januari 1948 (3)

Sebuah gambar yang mengindikasikan bahwa perundingan Renville diarahkan menuju terbetuknya Republik Indonesia Serikat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
D.ki.k.ka.: Paul van Zeeland (Belgia), tokoh India, Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia, menyerahkan dokumen), Frank Potter Graham (Amerika Serikat), dan Abdulkadir Widjojoatmodjo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Obrolan di belakang meja perundingan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Richard Kirby tertawa, sementara Frank Graham memeriksa sebuah naskah dengan bantuan gunting, di samping seorang awak perempuan dari USS Renville
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang pembicara membacakan naskahnya, dengan latar depan Amir Syarifuddin (berpeci) dan latar belakang wartawan dengan kamera foto dan kamera film>(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 17 Januari 1948
Tempat: Kapal USS Renville di perairan Tanjung Priuk
Tokoh:
  • Amir Syarifuddin Harahap (Perdana Menteri Indonesia, ketua delegasi Indonesia di perundingan Renville) 
  • Kolonel Raden Abdulkadir Widjojoatmodjo (perwira KNIL yang anti kemerdekaan Indonesia)
  • Frank Porter Graham (Ketua Komisi Jasa-jasa Baik PBB)
  • Paul Guillaume Viscount van Zeeland (mantan PM Belgia yang menjadi salah satu anggota Komisi Jasa-jasa Baik PBB) 
  • Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia, salah satu anggota Komisi Jasa-jasa Baik PBB) 
Peristiwa: perundingan Renville
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 06 Oktober 2025

Beberapa foto dari perundingan Renville, Januari 1948 (2)

Ketua delegasi Indonesia, Amir Syarifuddin, berbicara di perundingan. Paling kiri adalah Haji Agus Salim (hanya kelihatan tangannya memegang janggut) dan Johannes Leimena. Di sisi lain Amir Syarifuddin: Paul van Zeeland, Mantan Perdana Menteri Belgia yang menjadi perwakilan negaranya di Komisi Tiga Negara.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Yang berbicara kemungkinan adalah kapten dari USS Renville, William W. Ball. Tokoh lainnya d.ki.k.ka.: Paul van Zeeland (Belgia), tokoh India, Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia), Frank Potter Graham (Amerika Serikat), dan Abdulkadir Widjojoatmodjo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
D.ki.k.ka.: Amir Syarifuddin, Paul van Zeeland (berbicara), tokoh India, Richard Kirby, Frank Graham
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Proses penandatanganan sebuah dokumen, dilakukan oleh Amir Syarifuddin dan Paul van Zeeland
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Amir Syarifuddin berpidato
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 17 Januari 1948
Tempat: Kapal USS Renville di perairan Tanjung Priuk
Tokoh:
  • Amir Syarifuddin Harahap (Perdana Menteri Indonesia, ketua delegasi Indonesia di perundingan Renville) 
  • Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri)
  • Johannes Leimena (Menteri Kesehatan)
  • Kolonel Raden Abdulkadir Widjojoatmodjo (perwira KNIL yang anti kemerdekaan Indonesia)
  • Frank Porter Graham (Ketua Komisi Jasa-jasa Baik PBB)
  • Paul Guillaume Viscount van Zeeland (mantan PM Belgia yang menjadi salah satu anggota Komisi Jasa-jasa Baik PBB) 
  • Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia, salah satu anggota Komisi Jasa-jasa Baik PBB)
Peristiwa: perundingan Renville
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: