Tampilkan postingan dengan label Simalungun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Simalungun. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 September 2023

Kumpulan foto-foto panorama dari pelbagai tempat (1)

Parapat, 1924: Tiga foto disusun membentuk pemandangan dengan gereja berlatar belakang Danau Toba
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tiga foto disusun membentuk pemandangan sebuah gunung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Empat foto disusun membentuk pemandangan pelabuhan Sabang (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Empat foto disusun membentuk pemandangan atas sebuah pekerjaan tanggul sungai
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1924
Tempat: a.l. Parapat (Simalungun), Sabang (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 08 Mei 2023

Dari serakan hasil jepretan fotografer M. Alberts

Nelayan dan perahunya di Banyuwangi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Peempuan Garut memainkan angklung di tepi Situ Bagendit
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan Telaga Cipanas di Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Danau Toba di sisi Parapat
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pesawahan di tempat yang tidak disebutkan
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: ?
Tempat: Bayuwangi, Garut, Parapat (Simalungun)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: M. Alberts
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 06 Mei 2022

Soekarno dan Haji Agus Salim di pengasingan di Parapat, 1949 (updated)

Soekarno dan Agus Salim berjalan-jalan di tepi Danau Toba …
(klik untuk memperbesar | © nationaalarchief)
… duduk-duduk di tangga menikmati udara luar …
(klik untuk memperbesar | © nationaalarchief)
… berpose di depan Villa Marihat yang kemungkinan menjadi kediaman mereka selama pengasingan
(klik untuk memperbesar | © nationaalarchief)


Waktu: Januari/Februari 1949
Tempat: Parapat (Simalungun, Sumatera Utara)
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri RI)
Peristiwa: Dalam Aksi Polisionil 2 Belanda menyerbu Yogyakarta dan menangkapi para petinggi Republik Indonesia, serta mengasingkannya ke Parapat serta Bangka.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Archief
Catatan: Foto di atas merupakan tambahan dan update (lebih besar dan/atau lebih tajam) dari foto-foto yang ada di posting ini sebelumnya.

Rabu, 03 Februari 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album IV: Pesawahan dan pemukiman di sekitar Danau Toba

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Beberapa foto tampaknya sangat populer, sehingga ia muncul di lebih dari satu album; blog ini akan menampilkan pengulangan foto seperti ini.


Pesawahan di Rakut Besi (Simalungun)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pesawahan yang belum ditanami di tepian Danau Toba
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Desa Tongging (Karo) di tepian Danau Toba
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gembala kerbau di Naga Saribu (Simalungun)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga melakukan penjelajahan melintasi sawah dan ladang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Tahun terbit album: antara 1903 dan 1920 (foto-foto bisa jadi lebih tua lagi)
Tempat: Sumatera Utara
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Josef Kleingrothe
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 28 Januari 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album IV: Haranggaol di tepi Danau Toba

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Beberapa foto tampaknya sangat populer, sehingga ia muncul di lebih dari satu album; blog ini akan menampilkan pengulangan foto seperti ini.


Rumah adat Batak di Haranggaol dengan latar belakang Danau Toba
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pesawahan di Haranggaol
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga Haranggaol berkumpul di sekitar gubuk yang dijuluki Speelhuis (rumah bermain) oleh orang Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Beberapa orang Belanda dan warga Haranggaol di tepi Danau Toba
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Rumah yang dinamai Passantenhuis (rumah transit)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Tahun terbit album: antara 1903 dan 1920 (foto-foto bisa jadi lebih tua lagi)
Tempat: Haranggaol (Simalungun)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Josef Kleingrothe
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 25 April 2019

Soekarno dikerumuni wartawan Amerika di pengasingan di Parapat, 1949

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Waktu: kemungkinan besar 9 Februari 1949
Tempat: Parapat (Simalungun, Sumatera Utara)
Tokoh: Soekarno (Presiden RI)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: 1. Yang di sebelah kiri adalah A.M.J. de Leeuw, pejabat bagian informasi Belanda, yang menemani para wartawan. 2. Lihat juga posting sebelum ini dan sesudahnya.

Rabu, 27 Maret 2019

Sutan Sjahrir, Soekarno, dan Haji Agus Salim dalam tahanan Belanda di Parapat, 1949

(klik untuk memperbesar | © NIMH)
(klik untuk memperbesar | © NIMH)
(klik untuk memperbesar | © NIMH)

Waktu: 9 Februari 1949
Tempat: Parapat (Simalungun, Sumatera Utara)
Tokoh: Sutan Sjahrir (Perdana Menteri RI), Soekarno (Presiden RI), Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri RI)
Peristiwa: Sutan Sjahrir, Soekarno, dan Haji Agus Salim dalam tahanan Belanda setelah militer Belanda merebut Yogyakarta dalam Aksi Polisionil 2 dan menangkapi para pemimpin Republik Indonesia serta mengasingkan ketiga perintis kemerdekaan ini ke Parapat.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nederlands Instituut voor Militaire Historie
Catatan: Lihat juga posting sebelum ini.

Selasa, 16 Juni 2015

Soekarno dan Haji Agus Salim di Parapat, 1949

(klik untuk memperbesar
© Nationaal Archief / Spaarnestad Photo / Anefo)

Waktu: 9 Februari 1949
Tempat: Parapat (Simalungun, Sumatera Utara)
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri RI)
Peristiwa: Soekarno dan Agus Salim berjalan-jalan di lokasi pengasingan mereka di Parapat.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:


UPDATE 28 Maret 2019:
Tambahan foto yang memperlihatkan Soekarno dan Haji Agus Salim di Parapat.
(klik untuk memperbesar | © KITLV)

UPDATE 9 Oktober 2021
Foto pertama dalam ukuran yang lebih besar:
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Rabu, 04 Maret 2015

Franz Otto Koch di Sumatera, awal abad ke-20

Franz Otto Koch minum air alam di pedalaman Minangkabau, disaksikan para pengiringnya
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Rombongan Franz Otto Koch beristirahat di sebuah warung kopi di Dolok Maraja, Simalungun
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: awal abad ke-20
Tempat: Minangkabau, Dolok Maraja (Simalungun)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Franz Otto Koch
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Franz Otto Koch adalah pengelana dan petualang asal Jerman yang menjelajah ke Asia Timur, Hindia-Belanda, Afrika, hingga ke Lautan Selatan. Perjalanannya di Sumatera dipublikasikan di dalam bukunya 800 km quer durch Sumatra ("800 km melintasi Sumatera").