Tampilkan postingan dengan label Muhammad Natsir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhammad Natsir. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Oktober 2025

PM Belanda, Louis Joseph Maria Beel, di Indonesia 1947/1948 (1)

Jakarta, 1948: Louis Beel (kanan) berbicara dengan perwakilan warga bagian timur Nusantara di sebuah acara di gedung yang kelak menjadi Istana Merdeka. Kedua dari kiri berkumis kemungkinan adalah Don J. Thomas Ximenes da Silva dari Sikka (Flores), sementara di sebelah kirinya, berkacamata dan berjas terang, adalah Cokorda Gde Raka Sukawati dari Bali.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jakarta, November 1948: Louis Beel (kiri) berbicara dengan Wakil PM Belanda, Willem Drees (kanan) menjelang penyelenggaraan perundingan Renville
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemayoran, 7 Mei 1947: Menteri Penerangan Mohammad Natsir (kiri), menyambut kedatangan Menteri Urusan Jajahan Belanda, Jan Jonkman (membelakangi), dengan disaksikan oleh Van Mook (bertopi) dan Louis Beel (kanan)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1947, 1948
Tempat: Jakarta
Tokoh:Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 19 Oktober 2020

Foto para politisi Indonesia dari koleksi Anefo 1946-1948: Yang sedang atau kelak akan menjabat perdana menteri atau wakilnya

Mohammad Roem
(klik untuk memperbesar | Anefo / AVS)

Sutan Sjahrir
(klik untuk memperbesar | Anefo / AVS)

Muhammad Natsir
(klik untuk memperbesar | Anefo / AVS)

Djuanda Kartawidjaja
(klik untuk memperbesar | Anefo / AVS)

Waktu: 1948 atau sebelumnya
Tempat: ?
Tokoh (jabatan pada saat difoto): Mohammad Roem (Menteri Dalam Negeri), Sutan Sjahrir (Perdana Menteri), Muhammad Natsir (Menteri Penerangan), Djuanda Kartawidjaja (Menteri Perhubungan)
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Minggu, 21 April 2019

Soekarno-Hatta dan para menteri Republik Indonesia ketika diasingkan oleh Belanda di Bangka, 1949

(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: Februari 1949
Tempat: Bangka
Tokoh (d.ki.k.ka.):
  1. Abdul Gaffar Pringgodigdo (Sekretaris Negara)
  2. Muhammad Natsir (Menteri Penerangan)
  3. Mohammad Roem (mantan Menteri Dalam Negeri)
  4. Herling Laoh (Menteri Pekerjaan Umum)
  5. Abdul Halim (salah seorang pembentuk PDRI)
  6. Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri)
  7. Darma Setiawan (mantan Menteri Kesehatan)
  8. Soekarno (Presiden)
  9. ?
  10. Muhammad Hatta (Wakil Presiden; Perdana Menteri)
  11. Johannes Leimena (Menteri Kesehatan)
  12. Djuanda Kartawidjaja (Menteri Perhubungan)
  13. Subari (?)
  14. Kusnan (Menteri Perburuhan dan Sosial)
  15. Assaat gelar Datuk Mudo (Ketua BP-KNIP)
  16. Ali Sastroamidjojo (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan)
  17. [Sumarto (seorang komisaris polisi Belanda)]
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Minggu, 04 Juni 2017

Kedatangan para pembesar Belanda ke Indonesia semasa perang kemerdekaan, 1947-1948

Kemayoran 14 September 1946: Wim Schermerhorn (berdasi) dan van Mook (berkaca mata)
(klik untuk memperbesar | © ANP)
Kemayoran 14 September 1946 (d.ki.k.ka.): Max van Poll, F. de Boer, van Mook, Wim Schermerhorn
(klik untuk memperbesar | © ANP)
Kemayoran 14 September 1946: Max van Poll (berdasi belakang), Wim Schermerhorn (berdasi depan)
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Kemayoran 14 September 1946 (d.ki.k.ka.): Max van Poll, van Mook, Wim Schermerhorn, F. de Boer
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Jakarta 7 Mei 1947 (d.ki.k.ka.): Jonkman, van Mook, Wim Schermerhorn, Max van Poll, Louis Beel. Pria berpeci di latar belakang adalah Muhammad Natsir.
(klik untuk memperbesar | © ANP)
Kemayoran 1 November 1948: Louis Beel dan van Mook
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: 1947, 1948
Tempat: Kemayoran (Jakarta)
Tokoh:

  • Hubertus Johannes van Mook (Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda)
  • F. de Boer (politisi liberal Belanda)
  • Jan Anne Jonkman (Menteri Urusan Jajahan)
  • Louis Joseph Maria Beel (Perdana Menteri Belanda)
  • Maximus Josephus Maria van Poll (politikus Belanda, anggota delegasi Belanda di dalam perundingan Linggarjati)
  • Muhammad Natsir (Menteri Penerangan) 
  • Willem Schermerhorn (politikus mantan Perdana Menteri Belanda)

  • Peristiwa:
    Fotografer: Hugo Wilmar
    Sumber / Hak cipta: ANP / Spaarnestad Photo
    Catatan:


    UPDATE 9 Oktober 2021
    Foto nomor 2 dalam saat pemotretan yang sedikit berbeda:
    (klik untuk memperbesar | © AVS)

    Selasa, 18 Februari 2014

    Soekarno bersama para tokoh lain pendiri republik ini (3), 1949

    Mohammad Roem, Soekarno, Agus Salim
    (© Bert Hardy | Picture Post/Getty Images)
    Mohammad Roem, ?, Muhammad Hatta, Soekarno, ?, Haji Agus Salim, Ali Sostromamidjojo, Muhammad Natsir
    (© Bert Hardy | Picture Post/Getty Images)
    Waktu: 1949
    Tempat: kemungkinan besar di pengasingan di Bangka setelah Belanda menangkap Soekarno, Hatta, dan para menteri Republik Indonesia semasa Aksi Polisionil 2
    Tokoh: Soekarno (Presiden Indonesia), Muhammad Hatta (Wakil Presiden Indonesia), Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri), Muhammad Natsir (Menteri Penerangan), Ali Sastroamidjojo (Menteri Pengajaran), Mohammad Roem (mantan Menteri Dalam Negeri)
    Peristiwa:
    Fotografer: l.d.a.
    Sumber / Hak cipta: l.d.a.
    Catatan:

    Minggu, 15 September 2013

    Pemilu 1955: Muhammad Natsir dan kampanye Masyumi

    (klik untuk memperbesar)
    (klik untuk memperbesar)
    Waktu: September 1955
    Tempat: ? (atas), Minangkabau (bawah)
    Tokoh: Muhammad Natsir
    Peristiwa: Pemilu 1955
    Fotografer: Howard Sochurek
    Sumber / Hak cipta: LIFE