Tampilkan postingan dengan label Minahasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Minahasa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Agustus 2026

Dari Padang sampai ke Banda: Lukisan pemandangan Nusantara karya Charles William Meredith van de Velde, 1844 (9b - Tondano)

Charles William Meredith van de Velde (1818-1898) tampaknya seorang dengan berbagai bakat dan kemampuan. Dia pernah menjadi perwira angkatan laut, tentara bayaran, pembuat peta, anggota palang merah, hingga misionaris. Salah satu keahlian dia adalah menangkap keindahan alam dari tempat yang dia kunjungi, dan menuangkannya ke atas kanvas. Dia terkenal sebagai pembuat peta Palestina di pertengahan abad ke-19, serta pelukis kota dan tempat di Palestina yang dia singgahi. Sebelumnya, dia juga mengabadikan banyak tempat di Nusantara dalam beberapa karya lukisannya, yang akan kita lihat di seri berikut ini.
Pemandangan di jalur antara Kema dan Tondano
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Kemungkinan air terjun Makawembeng di sekitar Tondano
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Paul Lauters yang menyalin dari karya Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Lihat rangkaian lain lukisan karya Van de Velde ini mulai dari posting ini.

Minggu, 04 Agustus 2024

Warga di sekitar Danau Tondano setelah Perang Dunia II usai, 1945/1946

Gunung Soputan dilihat dari tepian Danau Tondano
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Perahu nelayan di dermaga-dermaga di tepi Danau Tondano
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Warga mandi dan mencuci baju di Danau Tondano
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945/1946
Tempat: Danau Tondano (Minahasa)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 28 Mei 2024

Suasana di Minahasa setelah Jepang kalah perang, 1945 (6)

Dua anak pulang membawa hasil tangkapan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga bocah pulang memancing
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sekelompok warga berjalan bersama, para perempuan mengusung barang di atas kepala
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sekelompok warga duduk bersama di tepi saluran air
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua bocah memandikan seekor kuda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pedati bertenaga dua kerbau mengangkut rerumputan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Minahasa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 26 Mei 2024

Suasana di Minahasa setelah Jepang kalah perang, 1945 (5)

Keramaian di sebuah jalan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang wanita mencuci pakaian dengan membanting baju ke sebuah batu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang bocah kemungkinan dengan perangkap ikan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang wanita di ladang ditemani seekor anjing
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua orang bercengkerama
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sekelompok perempuan berjalan di pesawahan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Minahasa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 24 Mei 2024

Suasana di Minahasa setelah Jepang kalah perang, 1945 (4)

Seorang petani membawa cangkul
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang perempuan memikul berbagai barang di atas kepalanya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang perempuan memandikan anak kecil
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Menimba air dari sumur
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Keramaian di pasar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Suasana di sebuah jalan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Minahasa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 22 Mei 2024

Suasana di Minahasa setelah Jepang kalah perang, 1945 (3)

Seorang bapak dan anak (Belanda?) di tepi sebuah telaga
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bapak dan anak yang sama di sebuah lahan perkebunan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah kawasan pemukiman yang tampak terawat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah kapal berbendera Amerika dengan banyak pria berseragam kelasi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah kapal berbendera Belanda dengan penumpang mengenakan seragam militer Australia dan KNIL
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang petani di antara tanaman padi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Minahasa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 20 Mei 2024

Suasana di Minahasa setelah Jepang kalah perang, 1945 (2)

Suasana di tepi Danau Tondano dengan sisa-sisa kerusakan akibat perang tampak di sebelah kanan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tepian Danau Tondano (?) dengan bangunan-bangunan yang rusak parah akibat perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang gadis memandang ke pesawahan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga perempuan dan dua bocah di pesawahan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah kelenteng yang masih utuh berdiri, sementara bangunan sebelahnya sudah kehilangan atap
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang wanita di tepi sebuah telaga
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Minahasa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 18 Mei 2024

Suasana di Minahasa setelah Jepang kalah perang, 1945 (1)

Papan petunjuk arah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Danau Tondano (?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Nelayan di Danau Tondano dengan latar belakang gedung yang beratap rusak peninggalan perang (?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah keluarga nelayan di tepi Danau Tondano
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sungai yang berasal dari Danau Tondano (?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Keramaian di jalan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Minahasa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 14 Oktober 2022

Dari sebuah album yang berisi foto-foto tentang Jawa (dan Minahasa) di sekitar tahun 1880 karya Herman Salzwedel (3)

1875: Air terjun Tonsea Lama, Minahasa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Belukar bambu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Pembukaan lahan dengan pembabatan hutan bambu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1880: Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1879: Perumahan warga Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: 1875, 1879, 1880
Tempat: Jawa (a.l. Tosari) dan Minahasa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Julius Herman Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Bandingkan gambar nomor 4 dengan foto lain yang dimuat di posting ini.

Kamis, 03 Februari 2022

Dari arsip Atlas Van Stolk: Wajah beberapa warga Nusantara

Antara 1898 dan 1906: Sebuah pengadilan di Semarang (?)
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Warga Karo di sekitar Brastagi
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Arak-arakan di Medan
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Antara 1900 dan 1934: Benteng Rotterdam di Makassar
(klik untuk memperbesar | © AVS)
1909: Dua misionaris Belanda bersama 3 warga Minahasa
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1906, 1909, 1934
Tempat: Brastagi, Makassar, Medan, Minahasa, Semarang
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: