Tampilkan postingan dengan label Lembang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lembang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 September 2023

Tiga foto dari album "Gezichten uit de Omstreken van Batavia", 1889

Kebun bambu, kemungkinan di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pemilik, mandor, dan pekerja sebuah kawasan perkebunan di Lembang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sepasang warga Belanda di sebuah taman di Bogor (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Daftar isi dari album foto
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1889
Tempat: Bogor (?), Jakarta (?), Lembang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Lima foto lain dari album Gezichten uit de Omstreken van Batavia (Wajah-wajah dari Batavia dan sekitarnya) pernah dimuat di posting ini.

Selasa, 25 Mei 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Toeristenbond voor Nederland terbitan 1911: 31-36

PENGANTAR

Di rangkaian posting sebelumnya blog ini menampilkan foto-foto dari album keluaran penerbit Kleynenberg & Co. dari tahun 1912-1914. Album yang berisi 150 foto ini menyajikan wajah-wajah Nusantara dari berbagai pelosok. Sebelumnya, di tahun 1911, Toeristenbond voor Nederland juga mengeluarkan album yang mirip. Album keluaran jawatan pariwisata Belanda ini berisi 100 foto yang juga menampilkan berbagai wajah Nusantara.

Isi album ini didominasi oleh foto karya Jean Demmeni, seorang fotografer campuran Perancis-Madura yang lahir di Padang Panjang dan banyak aktif di wilayah Minangkabau. Tidak mengherankan apabila hampir setengah dari album ini berisi foto dari wilayah Sumatera Barat.

Berbeda dengan album foto Kleynenberg yang mencakup banyak wilayah, album Toeristenbond ini masih membatasi tambahan liputan ke Jawa dan sedikit Sumatera Utara, di samping Sumatera Barat. Meski demikian, album ini tetap menarik karena mengindikasikan aspek warga Nusantara yang, paling tidak menurut khalayak Belanda saat itu, menarik untuk dicermati dari sudut pandang pariwisata.

Blog ini akan menampilkan ke-100 foto ini berurut sesuai nomornya. Foto-foto yang pernah dimuat sebelumnya, dalam konteks lain, akan diberi catatan.


31. Memanen kina dengan cara menebang pohonnya di perkebunan Jayagiri, Lembang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
32. Tiga wanita Jawa membatik kain khusus untuk Sultan Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
33. Pepatih Dalem Keraton Yogyakarta: Kanjeng Raden Adipati Danurejo V
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
34. Pengadilan Keraton Yogyakarta, Danurejo V duduk di belakang meja hakim
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
35. Gunung Kaledong di Leles, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
36. Gamelan Kanjeng Pangeran Ario Yudo Negoro, Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit tahun 1911, foto-fotonya tentunya dibuat sebelum itu
Tempat (d.a.k.b.): Lembang, Yogyakarta (3x), Garut, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jean Demmeni
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 33, 34 & 36 pernah dimuat sebelumnya di posting ini.


UPDATE 1 Juni 2021: Edisi lain dari foto nomor 36.
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Rabu, 19 Mei 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Toeristenbond voor Nederland terbitan 1911: 13-18

PENGANTAR

Di rangkaian posting sebelumnya blog ini menampilkan foto-foto dari album keluaran penerbit Kleynenberg & Co. dari tahun 1912-1914. Album yang berisi 150 foto ini menyajikan wajah-wajah Nusantara dari berbagai pelosok. Sebelumnya, di tahun 1911, Toeristenbond voor Nederland juga mengeluarkan album yang mirip. Album keluaran jawatan pariwisata Belanda ini berisi 100 foto yang juga menampilkan berbagai wajah Nusantara.

Isi album ini didominasi oleh foto karya Jean Demmeni, seorang fotografer campuran Perancis-Madura yang lahir di Padang Panjang dan banyak aktif di wilayah Minangkabau. Tidak mengherankan apabila hampir setengah dari album ini berisi foto dari wilayah Sumatera Barat.

Berbeda dengan album foto Kleynenberg yang mencakup banyak wilayah, album Toeristenbond ini masih membatasi tambahan liputan ke Jawa dan sedikit Sumatera Utara, di samping Sumatera Barat. Meski demikian, album ini tetap menarik karena mengindikasikan aspek warga Nusantara yang, paling tidak menurut khalayak Belanda saat itu, menarik untuk dicermati dari sudut pandang pariwisata.

Blog ini akan menampilkan ke-100 foto ini berurut sesuai nomornya. Foto-foto yang pernah dimuat sebelumnya, dalam konteks lain, akan diberi catatan.


13. Pembuat wayang batu
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
14. Perkebunan kina Jayagiri di Lembang, Bandung
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
15. Kawah Tangkuban Parahu, Bandung
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
16. Kawah Tangkuban Parahu
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
17. Gunung Papandayan, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
18. Kawah Gunung Papandayan, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit tahun 1911, foto-fotonya tentunya dibuat sebelum itu
Tempat (d.a.k.b.): Sukabumi, Bandung (3x), Garut (2x)
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jean Demmeni
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: Foto no. 13 pernah dimuat sebelumnya di posting ini; no. 17 pernah di posting ini

Senin, 30 Mei 2016

Observatorium Bosscha zaman dulu

(klik untuk memperbesar | © fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © fotomuseum)
Waktu: ?
Tempat: Lembang (Bandung)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Alphons Louis Marie Antoine Hubert Hustinx (?)
Sumber / Hak cipta: Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Sabtu, 28 Mei 2016

Peternakan sapi perah di Lembang di sekitar tahun 1920

(klik untuk memperbesar | © fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © fotomuseum)
Waktu: sekitar 1920
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Wijnand Elbert Kerkhoff
Sumber / Hak cipta: Nederlands Fotomuseum
Catatan: