Tampilkan postingan dengan label Padang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Padang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Maret 2026

Hotel Oranje di Padang di tahun 1930an

Hotel Oranje, yang di masa kejayaannya merupakan hotel terbesar di Sumatera Barat. Di lahan hotel ini sekarang berdiri Hotel Truntum.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1930an
Tempat: Padang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 13 Oktober 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (18)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Suasana di sekitar pelabuhan Padang. Beberapa bangunan beratap merah berderet di kawasan yang bersih, sementara sebuah perahu beratap mengangkut penumpang ke arah sebuah kapal uap yang sedang bergerak. Di latar tengah tampak dua kapal layar "bersembunyi" di belakang kerimbunan sebuah pulau, dan duar perahu layar beraktivitas di perairan pelabuhan.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Gedung Gubernur Sumatera Barat di Padang yang sepenuhnya bergaya kolonial. Ini tampak dari model bangunan yang satu lantai dengan tembok bercat putih, serta pilar-pilar bundar di bagian depan. Tembok depan memiliki beberapa pintu dengan jenis dua bilah yang memiliki sekat-sekat udara.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Usaha pengolahan kopi milik orang Belanda di Lubuk Selasih, Solok. Dua pekerja tampak sedang mengeringkan kopi di dalaman dengan menyebarkannya serata mungkin. Seorang pekerja lain memikul karung yang kemungkinan berisi biji kopi yang akan dijemur. Di latar belakang kanan tampak sebuah mesin giling kopi yang menggunakan batu dan tenaga manusia. Sang pemilik atau pengawas usaha ini berdiri di depan kantornya, sementara di latar belakang kiri kemungkinan duduk istrinya di beranda rumah mereka.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Suasana di sebuah jalan di Payakumbuh. Dua pria Belanda tampak berjalan-jalan dinaungi bayangan dari pohon-pohon yang berada di tepi jalan, sementar tiga warga lokal berjalan di kejauhan. Di sebelah kiri terlihat sebuah bangunan yang mirip pos penjagaan, sementara di sebelah kanan ada bangunan lain yang memilik banyak tiang tetapi tanpa dinding dan berlantai tanah.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Lukisan ini kemungkinan besar menggambarkan Ngarai Sianok di Bukittinggi dengan latar belakang Gunung Marapi. Tiga warga lokal tampak turun menyusuri tebing; kemungkinan dalam pakaian adat yang memiliki tutup kepala yang relatif tinggi.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 10 Agustus 2025

Kumpulan beberapa ilustrasi zaman dulu tentang Nusantara (5)

Padang, Sumatera Barat, dilihat dari laut
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Atas: Benteng Nassau di Pulau Banda; bawah: Gunung Api di Banda Neira
[1806, London]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Borobudur
[W. Purser, 1835]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: a.l. 1806, 1835
Tempat terbit: a.l. London
Tokoh: a.l. W. Purser
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 08 April 2025

Dari Papua sampai ke Aceh: Nusantara dalam sketsa keluaran tahun 1883 (14)

Muara Sungai Padang di sekitar Gunung Monyet (sekarang Gunung Padang)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sebuah kelenteng di Padang
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sungai Batanghari di kawasan Minangkabau
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Air terjun Lembah Anai
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lihat juga posting 1, 2, dan 3 sebelum ini.

Kamis, 13 Februari 2025

Dari Padang sampai ke Banda: Lukisan pemandangan Nusantara karya Charles William Meredith van de Velde, 1844 (1 - Padang)

Charles William Meredith van de Velde (1818-1898) tampaknya seorang dengan berbagai bakat dan kemampuan. Dia pernah menjadi perwira angkatan laut, tentara bayaran, pembuat peta, anggota palang merah, hingga misionaris. Salah satu keahlian dia adalah menangkap keindahan alam dari tempat yang dia kunjungi, dan menuangkannya ke atas kanvas. Dia terkenal sebagai pembuat peta Palestina di pertengahan abad ke-19, serta pelukis kota dan tempat di Palestina yang dia singgahi. Sebelumnya, dia juga mengabadikan banyak tempat di Nusantara dalam beberapa karya lukisannya, yang akan kita lihat di seri berikut ini.


Pelabuhan Padang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah wilayah pesisir di sekitar Padang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Salah satu sudut kota Padang dengan bangunan kolonial dan rumah tradisional, serta berbagai orang dalam pakaian Eropa dan tradisional
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar: Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Kamis, 04 Mei 2023

Minangkabau di akhir abad ke-19 dalam jepretan Christiaan Benjamin Nieuwenhuis (5)

Christiaan Benjamin Nieuwenhuis adalah seorang prajurit KNIL menjelang akhir abad ke-19 yang kemudian beralih profesi menjadi juru foto. Awalnya di Batavia, Nieuwenhuis kemudian menekuni dunia fotografi ini di Padang hingga akhir hayatnya. Foto-foto berikut berasal dari sebuah koleksi atau seri yang khusus menampilkan hasil jepretan dari Minangkabau. Beberapa di antaranya sudah pernah ditampilkan di blog ini, beberapa lainnya baru kali ini. Selamat menikmati!
Salah satu sudut kota Padang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Lembah Harau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Lembah Anai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Lembah Anai
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19 (atau sekitar 1900)
Tempat: Minangkabau
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Benjamin Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 2 pernah dimuat di posting ini dan ini; nomor 4 di posting ini.

Selasa, 02 Mei 2023

Minangkabau di akhir abad ke-19 dalam jepretan Christiaan Benjamin Nieuwenhuis (4)

Christiaan Benjamin Nieuwenhuis adalah seorang prajurit KNIL menjelang akhir abad ke-19 yang kemudian beralih profesi menjadi juru foto. Awalnya di Batavia, Nieuwenhuis kemudian menekuni dunia fotografi ini di Padang hingga akhir hayatnya. Foto-foto berikut berasal dari sebuah koleksi atau seri yang khusus menampilkan hasil jepretan dari Minangkabau. Beberapa di antaranya sudah pernah ditampilkan di blog ini, beberapa lainnya baru kali ini. Selamat menikmati!
Masjid Jami Taluk, Bukittinggi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Air terjun di Lembah Anai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu pesisir di Padang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan Teluk Bayur, Padang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Danau Singkarak
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19 (atau sekitar 1900)
Tempat: Minangkabau
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Benjamin Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:  Edisi lain dari foto nomor 1 pernah dimuat di posting ini.

Minggu, 30 April 2023

Minangkabau di akhir abad ke-19 dalam jepretan Christiaan Benjamin Nieuwenhuis (3)

Christiaan Benjamin Nieuwenhuis adalah seorang prajurit KNIL menjelang akhir abad ke-19 yang kemudian beralih profesi menjadi juru foto. Awalnya di Batavia, Nieuwenhuis kemudian menekuni dunia fotografi ini di Padang hingga akhir hayatnya. Foto-foto berikut berasal dari sebuah koleksi atau seri yang khusus menampilkan hasil jepretan dari Minangkabau. Beberapa di antaranya sudah pernah ditampilkan di blog ini, beberapa lainnya baru kali ini. Selamat menikmati!
Monumen Michiels di Padang yang didirikan di tahun 1855 dan kemudian dihancurkan Jepang semasa Perang Dunia II
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah delman di dekat terowongan Lembah Anai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jembatan besi di atas Batang Ombilin
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu sudut Ngarai Sianok
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Anak-anak dan perempuan Minang di Kinari, Solok
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19 (atau sekitar 1900)
Tempat: Minangkabau
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Benjamin Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: 

Rabu, 26 April 2023

Minangkabau di akhir abad ke-19 dalam jepretan Christiaan Benjamin Nieuwenhuis (1)

Christiaan Benjamin Nieuwenhuis adalah seorang prajurit KNIL menjelang akhir abad ke-19 yang kemudian beralih profesi menjadi juru foto. Awalnya di Batavia, Nieuwenhuis kemudian menekuni dunia fotografi ini di Padang hingga akhir hayatnya. Foto-foto berikut berasal dari sebuah koleksi atau seri yang khusus menampilkan hasil jepretan dari Minangkabau. Beberapa di antaranya sudah pernah ditampilkan di blog ini, beberapa lainnya baru kali ini. Selamat menikmati!
Padang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah jembatan kereta, lokomotif dengan gerbong, kemungkinan di Lembah Anai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Teluk Bayur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Rumah gadang dengan rangkiang di Kampugn Kapau, Bukittinggi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ngarai Sianok
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19 (atau sekitar 1900)
Tempat: Minangkabau (Bukittinggi, Lembah Anai, Padang)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Benjamin Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 23 Maret 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Christiaan Benjamin Nieuwenhuis (4)

Christiaan Benjamin Nieuwenhuis adalah seorang prajurit KNIL menjelang akhir abad ke-19 yang kemudian beralih profesi menjadi juru foto. Awalnya di Batavia, Nieuwenhuis kemudian menekuni dunia fotografi ini di Padang hingga akhir hayatnya. Tidak mengherankan apabila banyak karya fotonya memiliki tema Minangkabau. Karena kedekatan geografis dari Padang, Nieuwenhuis juga menjadi fotografer yang banyak mewariskan foto tentang Aceh. Meski demikian, Nieuwenhuis membuat juga banyak foto tentang Jawa, terutama Bogor. Karya-karya dia beberapa di antaranya sudah pernah dimuat di blog ini. Kali ini kita akan mencoba mengumpulkan beberapa foto dia lainnya yang bertebaran.


Pria Minang mengunyah sirih
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pasukan Belanda di Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Padang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Wanita Minang menenun
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19
Tempat: Aceh, Garut, Minangkabau (a.l. Padang), Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Benjamin Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 1 pernah dimuat di posting ini; nomor 3 di posting ini.

Sabtu, 07 Januari 2023

Tenggelamnya kapal "Manvantara" dan "Poelau Tello" akibat serangan udara Jepang, 1942

Kapal kargo "Poelau Tello" menjelang tenggelam …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… di sekitar Teluk Bayur, Padang …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… akibat serangn udara Jepang tanggal 27 Januari 1942
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kapal tanker "Manvantara" …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… tenggelam di Laut Jawa …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… setelah serangan udara Jepang pada tanggal 13 Februari 1942
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1942
Tempat: perairan Laut Jawa dan Teluk Bayur
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 15 Agustus 2022

Aceh, Minangkabau, dan Priangan di tahun 1880-an dalam koleksi foto Woodbury and Page (1)

Kawasan Batutulis, Bogor, dengan latar belakang Gunung Gede
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawasan pesisir di Lubuk Begalung, Padang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pantai Muaro Padang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jembatan beratap di Padang Panjang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perkebunan teh Parakansalak, Sukabumi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: 1880-an
Tempat: Bogor, Padang, Padang Panjang, Sukabumi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury and Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: