Tampilkan postingan dengan label Perang Aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perang Aceh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Maret 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Perang Aceh (3)

Pemboman wilayah Aceh oleh armada laut Belanda
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1873
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Rotterdam (Belanda)
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Nijgh & Van Ditmar
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Minggu, 22 Maret 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Perang Aceh (2)

Kompleks pemakaman Keraton Aceh (atas); jembatan di atas Krueng Aceh di sekitar Gampong Jawa (bawah)
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Pasukan Belanda menduduki Gunongan (atas); meriam dan peluru yang tergeletak di area Keraton Aceh (bawah)
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1874
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Haarlem (Belanda)
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Emrik & Binger
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Lukisan-lukisan di atas tampaknya merupakan reproduksi tangan atas foto-foto keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië (lihat posting di sini, sini, sini, dan sini).

Jumat, 20 Maret 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Perang Aceh (1)

Sebuah kesatuan Belanda bersenjatakan meriam bergerak kaliber 12 cm
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Sebuah kesatuan Belanda dengan penembak mortir statis
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1874
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Haarlem (Belanda)
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Emrik & Binger
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Lukisan-lukisan di atas tampaknya merupakan reproduksi tangan atas foto-foto keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië (lihat posting di sini dan sini).

Senin, 09 Februari 2026

Pembantaian Belanda atas warga Kuta Reh semasa Perang Aceh, 1904

Pasukan Belanda (kulit putih dan coklat) berpose mengelilingi warga Kuta Reh yang gugur. Seorang bocah Aceh tampak duduk sendiri di antara reruntuhan benteng bambu.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 14 Juni 1904
Tempat: Kuta Reh (Bambel, Aceh Tenggara)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 08 Januari 2024

Wajah penghuni Hindia-Belanda: Pesta kostum (2)

1913: Kemungkinan keempat anak ini memeragakan konflik antara belanda dan Aceh. Gadis paling kiri dengan bendera Belanda melambangkan Nederlandse Maagd (gadis Belanda) yang menggandeng gadis paling kanan yang menyimbolkan wanita Aceh. Angka tahun 1873 adalah saat Belanda menyatakan perang terhadap Kesultanan Aceh. Bocah lelaki mempersonifikasikan kekuatan laut Belanda yang di tahun 1873 mulai menyerbu wilayah Aceh. Gadis paling belakang dengan daun palem adalah Victoria atau Nike yang merupakan dewi kemenangan dalam mitologi Romawi atau Yunani. Jadi Perang Aceh dilukiskan sebagai kemenangan kekuatan militer Belanda yang berujung pada persahabatan (!) antara Belanda dan Aceh.
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jember, ~1940: Lima orang dengan kostum, d.ki.k.ka. pengikut Bala Keselematan (?), aristokrat wanita zaman Barok, raja/pangeran dari timur, aristokrat pria zaman Barok, Dewi Artemis (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1913, 1940
Tempat: a.l. Jember
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio G. Taija (foto kedua)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 03 November 2022

Dari album foto lain keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië semasa Perang Aceh (7), 1874-1878

PENGANTAR

Di posting sebelum ini, blog ini menampilkan 30 foto dari album yang dikeluarkan oleh Topografische Dienst van Nederlands-Indië (Jawatan Topografi Hindia-Belanda) pada tahun 1874, yang memperlihatkan situasi di Aceh pada saat itu yang masih diselimuti oleh suasana Perang Aceh. Ke-30 foto tersebut berasal dari tweede serie (seri kedua) dengan judul dertig gezigten (tiga puluh wajah); seri pertama dengan judul vierendertig gezigten (tiga puluh empat wajah), yang memang berisi 34 foto, akan ditampilkan di rangkaian berikut ini.


1874: Pasukan Belanda di Kuala Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1874: Bivak kesehatan di Gampong Peunayong
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1874: Mess perwira Belanda di Kuala Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1874: Kesatuan laut Belanda di Kuala Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1874
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Topografische Dienst van Nederlands-Indië
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 01 November 2022

Dari album foto lain keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië semasa Perang Aceh (6), 1874-1878

PENGANTAR

Di posting sebelum ini, blog ini menampilkan 30 foto dari album yang dikeluarkan oleh Topografische Dienst van Nederlands-Indië (Jawatan Topografi Hindia-Belanda) pada tahun 1874, yang memperlihatkan situasi di Aceh pada saat itu yang masih diselimuti oleh suasana Perang Aceh. Ke-30 foto tersebut berasal dari tweede serie (seri kedua) dengan judul dertig gezigten (tiga puluh wajah); seri pertama dengan judul vierendertig gezigten (tiga puluh empat wajah), yang memang berisi 34 foto, akan ditampilkan di rangkaian berikut ini.


1874: Pasukan Belanda di area Keraton Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1874: Gunongan (kiri) dan makam Sultan Iskandar Thani (kanan)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1874: Pasukan Belanda di sekitar kediaman Sultan Aceh dan gudang rempah-rempah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1874: Pasukan Belanda dari Batalion III
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1874: Pasukan Belanda di sisi utara area Keraton Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1874
Tempat: Kutaraja
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Topografische Dienst van Nederlands-Indië
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 30 Oktober 2022

Dari album foto lain keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië semasa Perang Aceh (5), 1874-1878

PENGANTAR

Di posting sebelum ini, blog ini menampilkan 30 foto dari album yang dikeluarkan oleh Topografische Dienst van Nederlands-Indië (Jawatan Topografi Hindia-Belanda) pada tahun 1874, yang memperlihatkan situasi di Aceh pada saat itu yang masih diselimuti oleh suasana Perang Aceh. Ke-30 foto tersebut berasal dari tweede serie (seri kedua) dengan judul dertig gezigten (tiga puluh wajah); seri pertama dengan judul vierendertig gezigten (tiga puluh empat wajah), yang memang berisi 34 foto, akan ditampilkan di rangkaian berikut ini.


1878: Pohon beringin di area yang kelak menjadi kawasan Masjid Raya Baiturrahman
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Lapisan pertahanan Belanda di tepi Krueng Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Seorang rohaniwan bersama beberapa perwira Belanda di tenda perawatan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Pemakaman seorang bangsawan Kesultanan Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Meriam besar dan pelurunya di dekat pintu masuk Keraton Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1878
Tempat: Kutaraja
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Topografische Dienst van Nederlands-Indië
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 28 Oktober 2022

Dari album foto lain keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië semasa Perang Aceh (4), 1874-1878

PENGANTAR

Di posting sebelum ini, blog ini menampilkan 30 foto dari album yang dikeluarkan oleh Topografische Dienst van Nederlands-Indië (Jawatan Topografi Hindia-Belanda) pada tahun 1874, yang memperlihatkan situasi di Aceh pada saat itu yang masih diselimuti oleh suasana Perang Aceh. Ke-30 foto tersebut berasal dari tweede serie (seri kedua) dengan judul dertig gezigten (tiga puluh wajah); seri pertama dengan judul vierendertig gezigten (tiga puluh empat wajah), yang memang berisi 34 foto, akan ditampilkan di rangkaian berikut ini.


1878: Jembatan di atas Krueng Aceh di kawasan Gampong Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Area yang kelak menjadi tempat Masjid Raya Baiturrahman
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Pasukan Belanda di sekitar pohon Kohler yang merupakan tempat tewasnya Mayor Jenderal Johan Harmen Rudolf Köhler
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Pasukan Belanda di bagian timur dari area yang kelak menjadi kawasan Masjid Raya Baiturrahman
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Pasukan Belanda di sekitar pohon Kohler, di bagian barat dari area yang kelak menjadi kawasan Masjid Raya Baiturrahman
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1878
Tempat: Kutaraja
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Topografische Dienst van Nederlands-Indië
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 26 Oktober 2022

Dari album foto lain keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië semasa Perang Aceh (3), 1874-1878

PENGANTAR

Di posting sebelum ini, blog ini menampilkan 30 foto dari album yang dikeluarkan oleh Topografische Dienst van Nederlands-Indië (Jawatan Topografi Hindia-Belanda) pada tahun 1874, yang memperlihatkan situasi di Aceh pada saat itu yang masih diselimuti oleh suasana Perang Aceh. Ke-30 foto tersebut berasal dari tweede serie (seri kedua) dengan judul dertig gezigten (tiga puluh wajah); seri pertama dengan judul vierendertig gezigten (tiga puluh empat wajah), yang memang berisi 34 foto, akan ditampilkan di rangkaian berikut ini.


1878; Sebuah benteng pertahanan Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Kompleks kuburan di kawasan Keraton Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Area pesawahan yang menjadi medan pertempuran pada tanggal 12 Januari 1874
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Perbatasan Keraton Aceh yang menjadi dinding pertahanan Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Krueng Aceh dilihat dari pos pertahanan meriam Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1878
Tempat: Aceh (a.l. Kutaraja)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Topografische Dienst van Nederlands-Indië
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 24 Oktober 2022

Dari album foto lain keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië semasa Perang Aceh (2), 1874-1878

PENGANTAR

Di posting sebelum ini, blog ini menampilkan 30 foto dari album yang dikeluarkan oleh Topografische Dienst van Nederlands-Indië (Jawatan Topografi Hindia-Belanda) pada tahun 1874, yang memperlihatkan situasi di Aceh pada saat itu yang masih diselimuti oleh suasana Perang Aceh. Ke-30 foto tersebut berasal dari tweede serie (seri kedua) dengan judul dertig gezigten (tiga puluh wajah); seri pertama dengan judul vierendertig gezigten (tiga puluh empat wajah), yang memang berisi 34 foto, akan ditampilkan di rangkaian berikut ini.


1878: Kesatuan penembak mortir
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Batalion IX di Gampong Jawa, Kutaraja
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Krueng Aceh, dilihat dari pos meriam berkaliber 12 cm
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Kesatuan penembak mortir di balik dinding pertahanan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Parit pertahanan yang didirikan pasukan Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1878
Tempat: Kutaraja
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Topografische Dienst van Nederlands-Indië
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 22 Oktober 2022

Dari album foto lain keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië semasa Perang Aceh (1), 1874-1878

PENGANTAR

Di posting sebelum ini, blog ini menampilkan 30 foto dari album yang dikeluarkan oleh Topografische Dienst van Nederlands-Indië (Jawatan Topografi Hindia-Belanda) di tahun 1870-an, yang memperlihatkan situasi di Aceh pada saat itu yang masih diselimuti oleh suasana Perang Aceh. Ke-30 foto tersebut berasal dari tweede serie (seri kedua) dengan judul dertig gezigten (tiga puluh wajah); seri pertama dengan judul vierendertig gezigten (tiga puluh empat wajah), yang memang berisi 34 foto, akan ditampilkan di rangkaian berikut ini.


1874: Pasukan Belanda menaiki Gunongan (kiri) dan membuat benteng karung ke arah makam Sultan Iskandar Thani (kanan)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Dua meriam kaliber 12 cm
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Para petinggi Belanda di geladak kapal Prins Alexander
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Sebuah mesjid di Gampong Jawa, Kutaraja
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Para perwira dan prajurit dari Brigade III, yang juga berisi wajah-wajah pribumi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1874, 1878
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Topografische Dienst van Nederlands-Indië
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 17 Agustus 2022

Aceh, Minangkabau, dan Priangan di tahun 1880-an dalam koleksi foto Woodbury and Page (2)

Hotel du Chemin de Fer, Bogor, sekarang digunakan sebagai kantor polisi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan sebuah makam dari tentara atau perwira Belanda yang tewas di Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah pos pertahanan Belanda di sebuah puncik bukit di Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan barak tentara Belanda di Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Taman Sari Gunongan, Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: 1880-an
Tempat: Aceh, Bogor
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury and Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Edisi lain dari foto nomor 3 pernah dimuat di posting ini.

Jumat, 27 Mei 2022

Sepuluh foto dari "Atjeh-Album" karya perwira Belanda S. Bonga keluaran tahun 1889 (4)

Dari NGA

Pohon beringin di Neusu, Kutaraja, di kawasan perumahan perwira Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gunongan (kiri) dan makam Sultan Iskandar Thani (kanan)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Makam Letnan Satu D.J. Schäfer yang tewas dalam sebuah pertempuran pada tanggal 18 Mei 1886. Menurut batu nisannya, D.J. Schäfer lahir di Singkawang.
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Dari Universiteit Leiden

(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1889 atau sebelumnya
Tempat: Kutaraja
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia | Universiteit Leiden
Catatan: