Tampilkan postingan dengan label Surulangun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surulangun. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 April 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Lumbung padi, rumah panggung, dan jembatan rotan

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


1. Bilik, lumbung padi di Surulangun; 2. Kapuak, lumbung padi di Lubuk Gadang; 3. Balubue, lumbung padi di Lubuk Gadang; 4. Rumah rakit yang biasa ditinggali warga Tionghoa di Jambi; 5. Rumah tabuah di Alahan Panjang; 6. Janjang batok, tangga masuk beratap di Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar)
Dapur (1), bak mandi (7), berbagai barang seperti batu sandaran (4) dan skema atap bambu (5)
(klik untuk memperbesar)
Rumah dan lumbung padi (uma dan tuawal) di Tapus, Lebong
(klik untuk memperbesar)
Sebuah rumah panggung di Kota Danau, Lebong
(klik untuk memperbesar)
Jembatan gantung dari rotan di atas Sungai Bangko di Muara Labo, beserta skema pengikatan rotannya
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Bengkulu, Jambi, Minangkabau, Sumatera Selatan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt / Daniël David Veth / Johannes François Snelleman
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Sabtu, 02 April 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Rumah tradisional di Jambi, Minangkabau, dan Surulangun

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


Sebuah rumah panggung di Koto Baru, Sungai Pagu
(klik untuk memperbesar)
Rumah balah bubuang, milik pemuka adat Lubuk Taruk (atas), dan sebuah rumah panggung di XII Koto (bawah)
(klik untuk memperbesar)
Rumah warga Surulangun (atas), dan tempat tinggal suku Kubu (bawah)
(klik untuk memperbesar)
Sebuah rumah panggung di dekat Sungai Kutur, Sarolangun
(klik untuk memperbesar)
Rumah milik Datuk Payung Puti, di Muara Mansao (Limun, Sarolangun)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Jambi, Minangkabau, Sumatera Selatan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt / Daniël David Veth / Johannes Schouw Santvoort
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Rabu, 09 Maret 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Pakaian adat (1)

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


Panghulu (Minang); panghulu Alahan Panjang; haji dari Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar)
Pemuka adat Supayang; dubalang/pengiringnya; panghulu kapalo Pasir Talang
(klik untuk memperbesar)
1. Rombongan wanita Alahan Panjang; 2. ulama Alahan Panjang; 3. Haji Abdullah dari Supayang
(klik untuk memperbesar)
Pemuda Rantau Baru mengembara pengembaraan; pemuda Surulangun
(klik untuk memperbesar)
Sebuah keluarga terpandang di Alahan Panjang; dua gadis Lebong menari
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Alahan Panjang dan Supayang (Solok), Lebong, Rantau Baru (Pelalawan), Surulangun (Musi Rawas Utara)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Minggu, 04 Oktober 2020

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Pasar dan pemukiman warga Surulangun

PENGANTAR

Pada tahun 1873 Belanda mendirikan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Masyarakat Ilmu Bumi Kerajaan Belanda), mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Perancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Ekspedisi besar pertama organisasi ini berlangsung empat tahun kemudian, yaitu penjelajahan di Midden-Sumatra ("Sumatera Tengah"), yang berlangsung dari tahun 1877 hingga 1879. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang terdiri dari Arend Ludolf van Hasselt, Daniël David Veth, Johannes François Snelleman, serta Johannes Schouw Santvoort, dengan ditemani pendamping lokal.

Peta ekspedisi, dengan tambahan info tentang lokasi fotonya akan ditampilkan di blog ini (ikon biru), dan lokasi lain sebagai patokan (ikon merah)
(klik untuk memperbesar)

Peta di atas ini, dalam garis-garis merah, menunjukkan rute penjelajahan yang dilakukan oleh tim ini, yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tim ini selain mengamati aspek geografi dan geologi dari tempat-tempat yang dijelajahi, juga mendokumentasikan aspek lain seperti flora dan fauna, hingga etnografi dan adat istiadat. Situs archive.org mengarsipkan publikasi-publikasi hasil penjelajahan ini, dalam bahasa Belanda.

Selain itu, ada juga album foto yang memuat 145 foto, yang sayangnya tidak ada di situs archive.org tsb. Untungnya, National Gallery of Australia, memiliki salah satu eksemplar dari album ini, meskipun beberapa halaman di antaranya hilang. Blog ini akan menampilkan foto-foto dari album ini, sejauh mungkin dalam format lembar aslinya, dengan warna yang sudah menguning.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beruntung pula, Universiteit Leiden memiliki pula koleksi foto-foto ini, meskipun tampaknya dalam bentuk satuan, tidak dalam bentuk album. Bahkan, Universiteit Leiden tampaknya memiliki akses ke foto-foto lain dari ekspedisi ini yang tidak masuk ke dalam album. Blog ini pun akan menampilkannya, kali ini dalam format skala-abu. Lokasi-lokasi yang fotonya ditampilkan akan ditandai dengan ikon biru di peta di atas.


Foto dari album Daniel Veth:
Rumah dengan tangga beratap
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pasar Surulangun
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pasar Surulangun
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah rumah di ladang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Foto dari arsip Universiteit Leiden:
Bukit keramat di Surulangun
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pasar Surulangun
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sebuah rumah di ladang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Rumah panggung
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Tempat pengolahan gambir di Surulangun
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pasar Surulangun
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Rumah kontroleur
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pohon (kayu alang?) yang menjadi sarang lebah
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Rumah dengan tangga beratap
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Surulangun (Rawas Ulu, Sumatera Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan:

Jumat, 02 Oktober 2020

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Wajah warga Surulangun

PENGANTAR

Pada tahun 1873 Belanda mendirikan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Masyarakat Ilmu Bumi Kerajaan Belanda), mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Perancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Ekspedisi besar pertama organisasi ini berlangsung empat tahun kemudian, yaitu penjelajahan di Midden-Sumatra ("Sumatera Tengah"), yang berlangsung dari tahun 1877 hingga 1879. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang terdiri dari Arend Ludolf van Hasselt, Daniël David Veth, Johannes François Snelleman, serta Johannes Schouw Santvoort, dengan ditemani pendamping lokal.

Peta ekspedisi, dengan tambahan info tentang lokasi fotonya akan ditampilkan di blog ini (ikon biru), dan lokasi lain sebagai patokan (ikon merah)
(klik untuk memperbesar)

Peta di atas ini, dalam garis-garis merah, menunjukkan rute penjelajahan yang dilakukan oleh tim ini, yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tim ini selain mengamati aspek geografi dan geologi dari tempat-tempat yang dijelajahi, juga mendokumentasikan aspek lain seperti flora dan fauna, hingga etnografi dan adat istiadat. Situs archive.org mengarsipkan publikasi-publikasi hasil penjelajahan ini, dalam bahasa Belanda.

Selain itu, ada juga album foto yang memuat 145 foto, yang sayangnya tidak ada di situs archive.org tsb. Untungnya, National Gallery of Australia, memiliki salah satu eksemplar dari album ini, meskipun beberapa halaman di antaranya hilang. Blog ini akan menampilkan foto-foto dari album ini, sejauh mungkin dalam format lembar aslinya, dengan warna yang sudah menguning.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beruntung pula, Universiteit Leiden memiliki pula koleksi foto-foto ini, meskipun tampaknya dalam bentuk satuan, tidak dalam bentuk album. Bahkan, Universiteit Leiden tampaknya memiliki akses ke foto-foto lain dari ekspedisi ini yang tidak masuk ke dalam album. Blog ini pun akan menampilkannya, kali ini dalam format skala-abu. Lokasi-lokasi yang fotonya ditampilkan akan ditandai dengan ikon biru di peta di atas.


Foto dari album Daniel Veth:
Anak-anak Surulangun
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Dua gadis penari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pemuka warga Surulangun
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Katib (juru tulis) Surulangun
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gadis Surulangun
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Bujang penarik perahu
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Foto dari arsip Universiteit Leiden:
Pemuka warga Surulangun
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Gadis Surulangun
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Katib (juru tulis) Surulangun
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Bujang penarik perahu
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Penjaga keamanan
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Dua gadis penari
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Anak-anak Surulangun
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Surulangun (Rawas Ulu, Sumatera Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan:

Rabu, 30 September 2020

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Sungai Batang Rawas di Surulangun

PENGANTAR

Pada tahun 1873 Belanda mendirikan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Masyarakat Ilmu Bumi Kerajaan Belanda), mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Perancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Ekspedisi besar pertama organisasi ini berlangsung empat tahun kemudian, yaitu penjelajahan di Midden-Sumatra ("Sumatera Tengah"), yang berlangsung dari tahun 1877 hingga 1879. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang terdiri dari Arend Ludolf van Hasselt, Daniël David Veth, Johannes François Snelleman, serta Johannes Schouw Santvoort, dengan ditemani pendamping lokal.

Peta ekspedisi, dengan tambahan info tentang lokasi fotonya akan ditampilkan di blog ini (ikon biru), dan lokasi lain sebagai patokan (ikon merah)
(klik untuk memperbesar)

Peta di atas ini, dalam garis-garis merah, menunjukkan rute penjelajahan yang dilakukan oleh tim ini, yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tim ini selain mengamati aspek geografi dan geologi dari tempat-tempat yang dijelajahi, juga mendokumentasikan aspek lain seperti flora dan fauna, hingga etnografi dan adat istiadat. Situs archive.org mengarsipkan publikasi-publikasi hasil penjelajahan ini, dalam bahasa Belanda.

Selain itu, ada juga album foto yang memuat 145 foto, yang sayangnya tidak ada di situs archive.org tsb. Untungnya, National Gallery of Australia, memiliki salah satu eksemplar dari album ini, meskipun beberapa halaman di antaranya hilang. Blog ini akan menampilkan foto-foto dari album ini, sejauh mungkin dalam format lembar aslinya, dengan warna yang sudah menguning.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beruntung pula, Universiteit Leiden memiliki pula koleksi foto-foto ini, meskipun tampaknya dalam bentuk satuan, tidak dalam bentuk album. Bahkan, Universiteit Leiden tampaknya memiliki akses ke foto-foto lain dari ekspedisi ini yang tidak masuk ke dalam album. Blog ini pun akan menampilkannya, kali ini dalam format skala-abu. Lokasi-lokasi yang fotonya ditampilkan akan ditandai dengan ikon biru di peta di atas.


Foto dari album Daniel Veth:
Kandang kambing di tepian Batang Rawas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jembatan bambu di atas selokan yang menuju Batang Rawas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Rumah di tepian Batang Rawas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Rumah dan lumbung padi di tepian Batang Rawas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pasar Surulangun di tepian Batang Rawas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Lumbung padi di tepian Batang Rawas
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Foto dari arsip Universiteit Leiden:
Pasar Surulangun di tepian Batang Rawas
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sungai Batang Rawas di Surulangun
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Jembatan bambu di atas selokan yang menuju Batang Rawas
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pohon beringin di tepi Batang Rawas
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Perahu di tepian Batang Rawas
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Rumah dan lumbung padi di tepian Batang Rawas
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Rumah di tepian Batang Rawas
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Kandang kambing di tepian Batang Rawas
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Surulangun (Rawas Ulu, Sumatera Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan: