Tampilkan postingan dengan label pura. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pura. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Juni 2026

Operasi pasukan Belanda di Bali, 1946 (4)

Pempatan (Karangasem): Pos dan barak militer Belanda di Pempatan dengan deretan kaleng amunisi (?), serta yang tidak jelas tampak: gudang bahan bakar serta stasiun komunikasi radio
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Di sebuiah desa di bagian barat Bali, warga mengadakan tontonan pembakaran mata uang Jepang sebagai perlambang munculnya kembali Belanda untuk menggantikan Jepang. Tidak jelas apakah lelaki yang diikat dan dibawa ke atas peti hanya sandiwara belaka atau pendukung Republik yang "dihukum".
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Antosari (Tabanan): Sebuah halte bus yang dihancurkan oleh para pejuang kemerdekaan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Warga sebuah desa yang dikumpulkan dalam usaha Belanda untuk menggalang dukungan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… dengan bantuan pemuka agama setempat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1946
Tempat: Bali
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 11 Juni 2026

Operasi pasukan Belanda di Bali, 1946 (3)

Belanda, bersama raja yang pro-Belanda, mengumpulkan warga desa untuk menggalang dukungan atas kekuasan Belanda di Bali
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebelum foto ini dibuat, para pejuang kemerdekaan meledakkan sebuah jembatan. Belanda menyebut aksi ini sebagai "terorisme". Pasukan Belanda mendatangkan truk militer ke lokasi kejadian untuk membuat bendungan darurat untuk mengatur arus air sungai.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Di sebelah kanan tampak jembatan yang rusak diledakkan para pejuang kemerdekaan. Belanda mendatangkan sebuah bulldozer untuk membersihkan sisa dan dampak ledakan.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pihak Belanda, bersama raja yang pro-Belanda, di latar belakang mengamati warga desa dalam sembahyang bersama dalam acara penggalangan dukungan atas Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Antosari (Tabanan): Belanda mendirikan sebuah pos dan markas militer di Antosari yang sebelumnya merupakan salah satu pusat berkumpulnya para pejuang kemerdekaan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1946
Tempat: Bali
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:


UPDATE 28 Juli 2026: Edisi lain dari foto nomor
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Rabu, 22 Januari 2025

Lukisan karya Willem Gerard Hofker tentang wanita dan pria Bali (4)

1938: Sebuah pura
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
1938: Seorang wanita Bali mengusung sesajen di sebuah pura di Badung
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
1948: Seorang pendeta dan wanita Bali dengan anting tradisional di sebuah pura
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
1948: Seorang wanita Bali jongkok di depan sebuah pura
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1938, 1948
Tempat: Bali
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar: Willem Gerard Hofker
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Edisi lain dari lukisan nomor 4 pernah dimuat di sini.

Selasa, 26 Maret 2024

Kalender Bali 1948 dengan lukisan karya Willem Gerard Hofker

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: 1948
Tempat: Bali
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Willem Gerard Hofker
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:


UPDATE 18 Januari 2025: Dua lukisan yang menjadi landasan dari kalender di atas, salah satunya dalam 2 versi.
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Minggu, 24 Maret 2024

Lukisan karya Willem Gerard Hofker tentang Bali dan Jakarta

1938: Sebuah kampung di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
1948: Perempuan Bali di depan pura
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
1948: Lelaki Bali di depan pura dengan latar belakang seorang wanita Bali mengusung sesajen
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
1947: Ni Wiriah, gadis Bali hamil
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: a.l. 1938, 1947, 1948
Tempat: Bali, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Willem Gerard Hofker
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lukisan nomor 2 dan 3 akan muncul di Kalender Bali 1948, yang akan dimuat setelah ini.

Minggu, 28 Mei 2023

Dari koleksi studio foto Onnes Kurkdjian tentang Bali (2)

~1930: Seorang gadis penari Bali
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kintamani, 1913: Istri seorang punggawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1915: Tiga wanita Bali di depan sebuah pura di Bangli
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1913: Istri seorang punggawa Kintamani di gerbang pura porselan (Pura Kehen?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1913, 1915, 1930
Tempat: Bali
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Thilly Weissenborn ketika masih bergabung dengan studio Onnes Kurkdjian
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto #2 pernah dimuat sebelumnya di posting ini; foto #3 di sini; foto #4 di sini.

Jumat, 26 Mei 2023

Dari koleksi studio foto Onnes Kurkdjian tentang Bali (1)

Denpasar, 1913: Seorang prajurit KNIL di dekat beberapa patung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kintamani, 1913: Seorang punggawa bersama istrinya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1910: Seorang gadis penari Bali
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1930: Seorang gadis penari Bali
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1920-an: Seorang pendeta
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1910, 1913, 1920-an, 1930
Tempat: Bali
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Thilly Weissenborn ketika masih bergabung dengan studio Onnes Kurkdjian
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto #1 pernah dimuat sebelumnya di posting ini dan ini; foto #2 di sini dan sini; foto #5 di sini.

Selasa, 16 Mei 2023

Dari sebuah seri foto tentang tujuan wisata di Jawa-Bali pada awal abad ke-20 (2)

Empat belas foto berikut ini berasal dari sebuah seri yang menampilkan tujuan-tujuan wisata di Jawa dan Bali. Tampaknya yang mengumpulkan foto-foto ini bertujuan menyimpan kenang-kenangan dari tempat-tempat yang sempat dia kunjungi. Foto-foto ini berasal dari para juru foto yang namanya sudah banyak bermunculan di blog ini. Salah satu foto kemungkinan malah menampilkan sosok Thilly Weissenborn, fotografer profesional perempuan pertama di Hindia-Belanda.


~1920: Beberapa pura desa dengan latar belakang Gunung Batur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1916: Hotel Sindanglaya di Cipanas, Cianjur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Satu keluarga Belanda berfoto di Tosari
(klik untuk memperbesar | © Studio Onnes Kurkdjian / NGA)
~1930: Cibodas, Bogor
(klik untuk memperbesar | © Thilly Weissenborn / NGA)
~1920: Cadas Pangeran, Sumedang?
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1916, 1920, 1930
Tempat: Bali, Cibodas (Bogor), Sindanglaya (Cipanas, Cianjur), Sumedang (?), Tosari
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Studio Onnes Kurkdjian, Thilly Weissenborn
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 13 Maret 2023

Kumpulan foto hasil jepretan K.T. Satake dari sekitar tahun 1930 (7)

K.T. Satake adalah juru foto dari Jepang yang berkeliling di Hindia-Belanda pada sekitar tahun 1930 dan mempublikasikan foto-fotonya di album berjudul Sumatra Java Bali yang dikeluarkan pada tahun 1933. Blog ini pernah menampilkan beberapa foto karya Satake ini sejak tanggal 30 Juni 2017 hingga 7 Agustus 2017.

Halaman pengantar album K.T. Satake edisi bahasa Inggris
(klik untuk memperbesar)

Kali ini beberapa foto tambahan akan menambah rangkaian ini. Ada pula pemuatan beberapa ulang foto, kali ini dalam ukuran yang lebih besar, serta dengan level kontras-terang yang sudah di-adjust dengan bantuan komputer.


Sebuah pura di Bali
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ranu Kumbolo di kawasan Bromo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sanatorium di Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Air terjun di kawasan Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Desa Ngadiwono di Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar tahun 1930
Tempat: Bali, kawasan Bromo, Tosari (Pasuruan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: K.T. Satake
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 3 pernah dimuat di posting ini; nomor 4 di posting ini.

Kamis, 09 Maret 2023

Kumpulan foto hasil jepretan K.T. Satake dari sekitar tahun 1930 (5)

K.T. Satake adalah juru foto dari Jepang yang berkeliling di Hindia-Belanda pada sekitar tahun 1930 dan mempublikasikan foto-fotonya di album berjudul Sumatra Java Bali yang dikeluarkan pada tahun 1933. Blog ini pernah menampilkan beberapa foto karya Satake ini sejak tanggal 30 Juni 2017 hingga 7 Agustus 2017.

Halaman pengantar album K.T. Satake edisi bahasa Inggris
(klik untuk memperbesar)

Kali ini beberapa foto tambahan akan menambah rangkaian ini. Ada pula pemuatan beberapa ulang foto, kali ini dalam ukuran yang lebih besar, serta dengan level kontras-terang yang sudah di-adjust dengan bantuan komputer.


~1930: Beranda bangsawan Bali
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1926: Tiga wanita Bali mengangkut kelapa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1930: Pemandian kuda di Tejakula, Buleleng
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah kawasan pura dengan kolam dan pemandian
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1930: Dua warga Bali membawa padi dengan bantuan kuda dan sapi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1926, 1930
Tempat: Bali
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: K.T. Satake
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 1 dan 3 pernah dimuat di posting ini; nomor 4 di posting ini.