Tampilkan postingan dengan label Lahat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lahat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 April 2020

Hindia-Belanda dalam foto stereoskopi (7): Lintas bagian selatan Sumatera

PENGANTAR
Di akhir abad ke-19 foto stereoskop cukup populer untuk melihat foto dengan kesan tiga dimensi. Teknik yang digunakan saat itu adalah dengan membuat dua foto dengan sudut pengambilan yang sedikit berbeda. Kemudian kedua foto ini disandingkan, dan dilihat dengan menggunakan alat bersekat yang memisahkan pandangan mata kiri dan kanan. Gambar di kiri memperlihatkan contoh alat ini.

Wilayah Hindia-Belanda pun tak luput dari mode fotografi ini. Seri berikut akan menampilkan beberapa motif foto dari Hindia-Belanda yang ada di koleksi penggemar stereoskopi.

Sebuah iring-iringan di Manna, Lubuk Tapi, Bengkulu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah sekolah di Tanjung Sakti, Lahat
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Desa Tinggi Hari di Pagar Alam
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pasar di Pagar Alam
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pasar di Pagar Alam
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pasar di Pagar Alam
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pasar di Pagar Alam
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar awal abad ke-20
Tempat: Bengkulu, Lahat, Pagar Alam
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: W. van Wessem
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 05 Januari 2019

Beberapa foto dari masa perang kemerdekaan, 1949

10 Januari 1949: Tentara Belanda mengawasi perjalanan kereta api dari Solok ke Sawahlunto
(klik untuk memperbesar | © Harry Steggerda / gahetna)
Karang Dalam, Lahat, 12 Februari 1949: Tentara Belanda membagikan makanan kepada warga setempat.
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
23 Maret 1949: Patroli pasukan Belanda di pesawahan
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Padang, November 1949: Pihak TNI menarik uang sebanyak 630.000 Gulden dan memasukkannya ke kotak susu, sementara seorang perwira Belanda berdiri ikut mengantri di dekatnya.
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Medan, 3 November 1949: Dua perwira Belanda berbicara tentang distribusi makanan dengan penyalur India dan Tionghoa
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1949
Tempat: Lahat, Medan, Padang
Tokoh:
Peristiwa: l.d.a.
Fotografer: Harry Steggerda (foto pertama)
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief / Spaarnestad Photo
Catatan:

Senin, 12 Februari 2018

Serangan pejuang kemerdekaan atas jalur kereta api: Muara Enim-Lahat, Juli 1947

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: Juli 1947
Tempat: antara Muara Enim dan Lahat, Sumatera Selatan
Tokoh:
Peristiwa: Di bulan Juli 1947, di saat Aksi Polisionil 1, para pejuang kemerdekaan menyabot jalur kereta Muara Enim-Lahat, yang membuat lokomotif penarik rangkaian meluncur keluar jalur. Ini memaksa Belanda mengerahkan pasukannya untuk mengamankan lokasi sabotase.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Rabu, 17 Januari 2018

Tangki-tangki berisi bahan bakar yang disembunyikan Jepang di Lahat, 1948

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 16 Oktober 1948
Tempat: Lahat
Tokoh:
Peristiwa: Warga dengan peralatan bersawah menggali lapisan tanah yang dijadikan oleh pasukan Jepang untuk menyembunyikan tangki-tangki berisi bahan bakar.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Sabtu, 30 Juli 2016

Paska-Renville: Pertemuan TNI dan militer Belanda di Lahat, Januari 1948

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
D.ki.k.ka.: Bangun, Nursyirwan, Rasyidi, Rousset, Kasim Hassan
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Kolonel Maludin Simbolon dan Kolonel F. Mollinger
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 27 Januari 1948
Tempat: Lahat (Sumatera Selatan)
Tokoh: Deskripsi foto menyebutkan nama-nama sbb:
- Kolonel F. Mollinger (Belanda,duduk di tengah)
- Kolonel Kasim Hassan (TNI, duduk di sebelah kanan)
- Kolonel Simbolon (TNI, duduk di sebelah kiri, merokok)
- Kapten J.A. Mac Naill (AS, pengawas, duduk di ujung kanan)
- Kapten Nursyirwan (TNI, berdiri ketiga dari kanan)
- Kapten Rasyidi (TNI, berdiri kedua dari kanan, brewok)
- Letnan Bangun (TNI, berdiri paling kanan)
- Kapten  J. Rousset (Perancis, pengawas, duduk di ujung kiri bercelana pendek)
Peristiwa: Perwakilan TNI dan militer Belanda menandatangani sebuah perjanjian dengan diawasi pengamat militer dari AS dan Perancis. Ini merupakan tindak lanjut dari hasil perundingan Renville dalam bentuk penentuan garis demarkasi antara wilayah RI dengan wilayah yang dikuasai Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: