Tampilkan postingan dengan label 1726. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1726. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Juli 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang Benteng Nassau dan Belgica di Banda

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1726
Tahun peristiwa: abad ke-18
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Kepulauan Banda dengan Gunung Api di sebelah kanan dan Banda Besar dengan benteng Belanda yang diberi nama Nassau (dekat pantai) dan Belgica (lebih ke tengah pulau).
Juru foto/gambar: François Valentijn
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Edisi lain dari gambar di atas pernah dimuat di posting ini sebelumnya.


UPDATE 2 Agustus 2026: Naskah lain dengan objek yang sama tetapi diwarnai
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Selasa, 28 Juli 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang benteng-benteng Belanda di Nusa Laut, Saparua, dan Haruku

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1726
Tahun peristiwa: abad ke-18
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Bagian atas memperlihatkan benteng Beverwyk di Nusa Laut dengan desa Sila dan Leinitu; gambar tengah menunjukkan benteng Duurstede di Saparua, dengan skema khusus di pojok kanan atas gambar; sementara lukisan bawah menampakkan benteng Zeelandia di Haruku, Maluku Tengah.
Juru foto/gambar: François Valentijn
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Minggu, 26 Juli 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang Desa Laala, Luhu, dan Saway di Maluku

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1726
Tahun peristiwa: abad ke-18
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Bagian atas memperlihatkan Dusun Laala (Loki, Huamual, Seram Barat) dengan perkebunan sagunya; gambar tengah menunjukkan Desa Luhu (Huamual, Seram Barat) dengan benteng Belanda bernama Overburg; sementara lukisan bawah menampakkan Desa Saway (Seram Utara) yang konon merupakan desa tertua di Seram dan sudah menjadi tujuan para pedagang Arab sejak zaman dulu.
Juru foto/gambar: anonim berdasarkan karya F. Ottens berdasarkan narasi François Valentijn
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Senin, 08 Juni 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang kelenteng di Jakarta dan patung-patungnya

Atas: Dua pria Tionghia berdiri di depan pintu sebuah kelenteng dengan dua patung di cerukan tembok kiri dan kanan. Bawah: Patung dewa Tionghoa yang disebut oleh pelukis sebagai Calamija.
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Rangkaian patung-patung di dalam kelenteng yang oleh pelukis disebut onbekende goden (dewa tak dikenal) yang boleh jadi sejatinya patung-patung Buddha
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1726
Tahun peristiwa: abad ke-18
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: François Valentijn
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Minggu, 17 Mei 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang Kastil Batavia dan gudang gula di seberangnya

Pemandangan dari Kastil Batavia ke arah gudang gula (A), gudang peralatan (B), pasar ikan (C), artleri (D), sudut kastil yang diberi nama "Diamant" (E), pandai besi (F … menggunakan kata winckel yang kelak menjadi kata "bengkel" hingga sekarang), penjahit celana (G), gudang kayu (H), galangan jangkar (I), Kali Besar (K), dan parit sekitar kastil (L)
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Pemandangan dari gudang gula ke arah Kastil Batavia (A) beserta sudut-sudutnya yang diberi nama "Peerl" (B … mutiara), "Diamant" (C … berlian), "Robijn" (D … rubi), kediaman petinggi kastil (E), kediaman komandan kastil (F), jembatan batu (G), jembatan ke area yang bernama "Amsterdam" (H), gudang amunisi (I), parit sekitar kastil (K), dan Kali Besar (L)
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Salinan dari gambar dari gambar di atas yang diterbitkan di tahun 1752
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Edisi lain dari lukisan nomor 2
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1724-1726
Tahun peristiwa: abad ke-18
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: aslinya François Valentyn. lukisan ketiga salinan oleh Jakob van der Schley
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Senin, 30 Maret 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang pria Bugis dan Ambon

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1726
Tahun peristiwa: abad ke-17
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: François Valentijn
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Minggu, 20 April 2025

Beberapa lukisan kuno tentang Jakarta dari berbagai masa (1)

Karya Dirk Homberg, ~1920: Kesibukan di Kali Besar
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Karya François Valentyn, ~1724-1726: Pemandangan ke arah Jakarta dilihat dari Laut Jawa dengan Kastil Batavia di latar tengah beserta tembok pertahanan yang memanjang, serta pegunungan di kawasan Bogor di latar belakang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Karya Dirk Homberg, ~1925: Perumahan warga Tionghoa di Pintu Kecil
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1724/1726, 1920, 1925
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Dirk Homberg, François Valentyn
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 13 November 2024

Peta kuno dari tahun 1724/1726: Nusantara di antara dua samudra dan dua benua

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1724/1726
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Peta ini contoh bagaimana telitinya penjabaran dari François Valentyn yang melahirkan banyak peta. Akurasi peta ini, meski tentunya kalah dengan peta zaman sekarang, jauh lebih bagus dari banyak peta-peta yang muncul sesudahnya. Papua masih keliru, tapi Australia sudah tergambar dengan lumayan. Kalimantan dan Sulawesi masih perlu perbaikan, tapi Jepang sudah terlihat konturnya. Pulau-pulau di Indonesia tampak sudha tersusun dengan urutan dan posisi yang sedikit banyak sudah benar. Satu catatan: Flores di sini disebut Pulau "Ende", salah satu dari sekian sebutan untuk pulau ini.
Juru kartografi: François Valentyn
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 25 Agustus 2024

Peta kuno dari tahun 1724/1726: Kawasan Laut Arafura dan Laut Banda

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1724/1726
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Peta ini menampilkan pulau-pulau yang bertebaran di Laut Arafura serta Laut Banda dan sekitarnya. Buru dan Seram menjadi pulau yang banyak diberi keterangan. Pulau Banda dan sekitarnya tentu tidak ketinggalan. Peta ini menampilkan pulau-pulau lain yang pada saat itu relatif jarang diperlihatkan, seperti Kepulauan Aru, Kepulauan Yamdena dengan Tanimbar (Timor Laoet) sebagai pulau utamanya, serta pulau-pulau lain seperti Babar (Babber), Damar (Damme), serta Moa.
Juru kartografi: (berdasarkan penjabaran dari  François Valentijn)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Jumat, 26 Juli 2024

Peta kuno dari tahun 1724/1726: Bali

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1724/1726
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Bali ketika masih digambarkan seperti sebuah hair dryer. Berbeda dengan peta-peta sebelumnya yang mencantumkan lokasi istana-istana raja, peta ini memuat nama-nama tempat yang tampaknya sudah dijelajahi bangsa Belanda saat itu yang umumnya nama-nama di sekitar pesisir, bukan pedalaman. Kita a.l. bisa baca nama Bulungan (salah posisi), Tabanan, Kuta, serta Gi(li)anyar.
Juru kartografi: Gerard Onder de Linden / Joannes van Bram
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 18 Juni 2024

Peta kuno dari tahun 1724/1726: Kalimantan

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1724/1726
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Selintas peta ini seperti salah, tetapi bila kita putar 90° ke kanan, kontur Kalimantan akan terlihat. Ini karena peta ini menempatkan utara di kiri, timur di atas, selatan di kanan, dan barat di bawah. Peta ini membagi Kalimantan dalam beberapa kesultananan (di sini digunakan istilah ryk atau koninkryk):
  • di utara: Marudo
  • di timur: tidak ada, hanya disebut de woestekust (pantai belukar)
  • di selatan: Banjarmassin
  • di barat: Hermata, Landa, Sambas, Succadana
  • di tengah: Borneo, Jathoe
Juru kartografi: François Valentijn
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Kamis, 23 Mei 2024

Peta kuno dari tahun 1724/1726: Sumbawa dan Nusa Tenggara Timur

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1724-1726
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Sebuah peta yang memperlihatkan Pulau Sumbawa dan pulau-pulau di Nusa Tenggara Timur termasuk Alor (saat itu disebut Pulau Ombo), Flores (saat itu disebut Floris of Ende), Lembata, Pantar, Rote, Solor, Sumba (saat itu disebut Pulau Cendana),dan Timor.
Juru kartografi: François Valentyn
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Pulau Timor tampak belum lengkap tergambar, terutama bagian timurnya. Pulau Rote dan Semau tampak tertukar. Pulau Sawu (Sauvo) tergambar terlalu dekat dengan Pulau Sumba.