Tampilkan postingan dengan label Jambi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jambi. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Desember 2024

Foto-foto pengintaian udara yang diambil Sekutu semasa Perang Dunia 2: Jambi dan Pulau Buru

Landasan pacu di Pulau Buru …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang kelak menjadi Bandara Namlea
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Landasan pacu di Jambi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: antara 1942 dan 1945
Tempat: Jambi, Pulau Buru
Tokoh:
Peristiwa: Menjelang akhir Perang Dunia 2, ketika Jepang makin defensif, pihak Sekutu memanfaatkan keunggulan udara mereka untuk melakukan pengintaian atas-atas posisi penting atau strategis, termasuk berbagai tempat di wilayah Nusantara seperti yang ditampilkan di foto-foto di atas.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 04 April 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Lumbung padi, rumah panggung, dan jembatan rotan

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


1. Bilik, lumbung padi di Surulangun; 2. Kapuak, lumbung padi di Lubuk Gadang; 3. Balubue, lumbung padi di Lubuk Gadang; 4. Rumah rakit yang biasa ditinggali warga Tionghoa di Jambi; 5. Rumah tabuah di Alahan Panjang; 6. Janjang batok, tangga masuk beratap di Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar)
Dapur (1), bak mandi (7), berbagai barang seperti batu sandaran (4) dan skema atap bambu (5)
(klik untuk memperbesar)
Rumah dan lumbung padi (uma dan tuawal) di Tapus, Lebong
(klik untuk memperbesar)
Sebuah rumah panggung di Kota Danau, Lebong
(klik untuk memperbesar)
Jembatan gantung dari rotan di atas Sungai Bangko di Muara Labo, beserta skema pengikatan rotannya
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Bengkulu, Jambi, Minangkabau, Sumatera Selatan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt / Daniël David Veth / Johannes François Snelleman
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Sabtu, 02 April 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Rumah tradisional di Jambi, Minangkabau, dan Surulangun

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


Sebuah rumah panggung di Koto Baru, Sungai Pagu
(klik untuk memperbesar)
Rumah balah bubuang, milik pemuka adat Lubuk Taruk (atas), dan sebuah rumah panggung di XII Koto (bawah)
(klik untuk memperbesar)
Rumah warga Surulangun (atas), dan tempat tinggal suku Kubu (bawah)
(klik untuk memperbesar)
Sebuah rumah panggung di dekat Sungai Kutur, Sarolangun
(klik untuk memperbesar)
Rumah milik Datuk Payung Puti, di Muara Mansao (Limun, Sarolangun)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Jambi, Minangkabau, Sumatera Selatan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt / Daniël David Veth / Johannes Schouw Santvoort
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Selasa, 15 Maret 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Pakaian, perhiasan, dan tutup kepala

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


Berbagai ikat kepala (deta), caping (tudung), jimat, serta sabuk (kabe)
(klik untuk memperbesar)
Ikat pinggang dan tutup kepala (tudung gadang, tudung pandan)
(klik untuk memperbesar)
Pakaian dari Lebong (1 & 2), Sungai Pagu (3), dan Supayang (4)
(klik untuk memperbesar)
Corak ikat pinggang, baju warga Jambi (2-4) serta baju dari Sungai Pagu (5)
(klik untuk memperbesar)
Aneka perhiasan dari Padangpanjang, Pariaman, L Koto, dan Tanah Datar (subang, lonta, kurabu)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Lebong, Jambi, Minangkabau
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Minggu, 13 Maret 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Kantong, peci, perhiasan, dan tutup kepala

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


Anting serta cara wanita mengikat rambut (3: IX Koto dan XIII Koto; 4: bagian selatan Minangkabau, Lebong, Jambi; 5: Rawas)
(klik untuk memperbesar)
Aneka gelang dan kalung (subang, tampung, jimat, selupat, caping)
(klik untuk memperbesar)
Kopiah beserta detail anyamannya masing-masing dari Talang Babungo, Rawas, dan Alahan Panjang; serta mato banta dan tirai banta dari Minangkabau
(klik untuk memperbesar)
Delamak dari Singakarak, dan pandiing dari Supayang
(klik untuk memperbesar)
Akar banir dan berbagai kantong (kadui gadang, kadui kete, uncang, kadui padusi)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Lebong, Jambi, Minangkabau, Rawas
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Jumat, 18 September 2020

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Muara Kumpeh, Muara Sabak, dan Sungai Asam di Jambi

PENGANTAR

Pada tahun 1873 Belanda mendirikan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Masyarakat Ilmu Bumi Kerajaan Belanda), mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Perancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Ekspedisi besar pertama organisasi ini berlangsung empat tahun kemudian, yaitu penjelajahan di Midden-Sumatra ("Sumatera Tengah"), yang berlangsung dari tahun 1877 hingga 1879. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang terdiri dari Arend Ludolf van Hasselt, Daniël David Veth, Johannes François Snelleman, serta Johannes Schouw Santvoort, dengan ditemani pendamping lokal.

Peta ekspedisi, dengan tambahan info tentang lokasi fotonya akan ditampilkan di blog ini (ikon biru), dan lokasi lain sebagai patokan (ikon merah)
(klik untuk memperbesar)

Peta di atas ini, dalam garis-garis merah, menunjukkan rute penjelajahan yang dilakukan oleh tim ini, yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tim ini selain mengamati aspek geografi dan geologi dari tempat-tempat yang dijelajahi, juga mendokumentasikan aspek lain seperti flora dan fauna, hingga etnografi dan adat istiadat. Situs archive.org mengarsipkan publikasi-publikasi hasil penjelajahan ini, dalam bahasa Belanda.

Selain itu, ada juga album foto yang memuat 145 foto, yang sayangnya tidak ada di situs archive.org tsb. Untungnya, National Gallery of Australia, memiliki salah satu eksemplar dari album ini, meskipun beberapa halaman di antaranya hilang. Blog ini akan menampilkan foto-foto dari album ini, sejauh mungkin dalam format lembar aslinya, dengan warna yang sudah menguning.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beruntung pula, Universiteit Leiden memiliki pula koleksi foto-foto ini, meskipun tampaknya dalam bentuk satuan, tidak dalam bentuk album. Bahkan, Universiteit Leiden tampaknya memiliki akses ke foto-foto lain dari ekspedisi ini yang tidak masuk ke dalam album. Blog ini pun akan menampilkannya, kali ini dalam format skala-abu. Lokasi-lokasi yang fotonya ditampilkan akan ditandai dengan ikon biru di peta di atas.


Foto dari album Daniel Veth:
Muara Sabak, Jambi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Foto dari arsip Universiteit Leiden:
Batang Hari di Muara Sabak, Jambi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Muara Sabak, Jambi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Muara Sabak, Jambi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Muara Kumpeh, Jambi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Batang Hari di Muara Kumpeh, Jambi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sungai Asam, Jambi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Jambi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan:

Rabu, 16 September 2020

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Peninggalan Hindu-Buddha di Jambi

PENGANTAR

Pada tahun 1873 Belanda mendirikan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Masyarakat Ilmu Bumi Kerajaan Belanda), mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Perancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Ekspedisi besar pertama organisasi ini berlangsung empat tahun kemudian, yaitu penjelajahan di Midden-Sumatra ("Sumatera Tengah"), yang berlangsung dari tahun 1877 hingga 1879. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang terdiri dari Arend Ludolf van Hasselt, Daniël David Veth, Johannes François Snelleman, serta Johannes Schouw Santvoort, dengan ditemani pendamping lokal.

Peta ekspedisi, dengan tambahan info tentang lokasi fotonya akan ditampilkan di blog ini (ikon biru), dan lokasi lain sebagai patokan (ikon merah)
(klik untuk memperbesar)

Peta di atas ini, dalam garis-garis merah, menunjukkan rute penjelajahan yang dilakukan oleh tim ini, yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tim ini selain mengamati aspek geografi dan geologi dari tempat-tempat yang dijelajahi, juga mendokumentasikan aspek lain seperti flora dan fauna, hingga etnografi dan adat istiadat. Situs archive.org mengarsipkan publikasi-publikasi hasil penjelajahan ini, dalam bahasa Belanda.

Selain itu, ada juga album foto yang memuat 145 foto, yang sayangnya tidak ada di situs archive.org tsb. Untungnya, National Gallery of Australia, memiliki salah satu eksemplar dari album ini, meskipun beberapa halaman di antaranya hilang. Blog ini akan menampilkan foto-foto dari album ini, sejauh mungkin dalam format lembar aslinya, dengan warna yang sudah menguning.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beruntung pula, Universiteit Leiden memiliki pula koleksi foto-foto ini, meskipun tampaknya dalam bentuk satuan, tidak dalam bentuk album. Bahkan, Universiteit Leiden tampaknya memiliki akses ke foto-foto lain dari ekspedisi ini yang tidak masuk ke dalam album. Blog ini pun akan menampilkannya, kali ini dalam format skala-abu. Lokasi-lokasi yang fotonya ditampilkan akan ditandai dengan ikon biru di peta di atas.


Foto dari album Daniel Veth:
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Foto dari arsip Universiteit Leiden:
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Jambi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan:

Senin, 14 September 2020

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Sekitar tepian Batang Hari di Jambi

PENGANTAR

Pada tahun 1873 Belanda mendirikan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Masyarakat Ilmu Bumi Kerajaan Belanda), mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Perancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Ekspedisi besar pertama organisasi ini berlangsung empat tahun kemudian, yaitu penjelajahan di Midden-Sumatra ("Sumatera Tengah"), yang berlangsung dari tahun 1877 hingga 1879. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang terdiri dari Arend Ludolf van Hasselt, Daniël David Veth, Johannes François Snelleman, serta Johannes Schouw Santvoort, dengan ditemani pendamping lokal.

Peta ekspedisi, dengan tambahan info tentang lokasi fotonya akan ditampilkan di blog ini (ikon biru), dan lokasi lain sebagai patokan (ikon merah)
(klik untuk memperbesar)

Peta di atas ini, dalam garis-garis merah, menunjukkan rute penjelajahan yang dilakukan oleh tim ini, yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tim ini selain mengamati aspek geografi dan geologi dari tempat-tempat yang dijelajahi, juga mendokumentasikan aspek lain seperti flora dan fauna, hingga etnografi dan adat istiadat. Situs archive.org mengarsipkan publikasi-publikasi hasil penjelajahan ini, dalam bahasa Belanda.

Selain itu, ada juga album foto yang memuat 145 foto, yang sayangnya tidak ada di situs archive.org tsb. Untungnya, National Gallery of Australia, memiliki salah satu eksemplar dari album ini, meskipun beberapa halaman di antaranya hilang. Blog ini akan menampilkan foto-foto dari album ini, sejauh mungkin dalam format lembar aslinya, dengan warna yang sudah menguning.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beruntung pula, Universiteit Leiden memiliki pula koleksi foto-foto ini, meskipun tampaknya dalam bentuk satuan, tidak dalam bentuk album. Bahkan, Universiteit Leiden tampaknya memiliki akses ke foto-foto lain dari ekspedisi ini yang tidak masuk ke dalam album. Blog ini pun akan menampilkannya, kali ini dalam format skala-abu. Lokasi-lokasi yang fotonya ditampilkan akan ditandai dengan ikon biru di peta di atas.


Foto dari album Daniel Veth:
Pemimpin ekspedisi, Letnan Johannes Schouw Santvoort meninggal dalam penjelajahan di Jambi pada tanggal 23 November 1877
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Batang Hari di Jambi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Rumah-rumah terapung di tepian Batang Hari di Jambi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah kapal uap melintasi Batang Hari di Jambi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Foto dari arsip Universiteit Leiden:
Empang di Jambi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sebuah kapal uap melintasi Batang Hari di Jambi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Rumah kontroleur di Jambi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pemimpin ekspedisi, Letnan Johannes Schouw Santvoort meninggal dalam penjelajahan di Jambi pada tanggal 23 November 1877
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Batang Hari di Jambi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Tepian Batang Hari di Jambi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Rumah-rumah terapung di tepian Batang Hari di Jambi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: antara 1877 dan 1879 (foto pertama dipastikan dari tahun 1877)
Tempat: Jambi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan: