Tampilkan postingan dengan label perayaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perayaan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Juli 2026

Berbagai foto semasa Perang Kemerdekaan dari koleksi tentara Belanda bernama Bob van Dijk (11)

PENGANTAR

Bob van Dijk adalah seorang tentara Belanda dari kesatuan zeni yang diterjunkan ke Nusantara, terutama di wilayah Jawa Timur, semasa Perang Kemerdekaan. Bob tampaknya menggemari fotografi, dan kamera fotonya banyak mengabadikan suasana sejak di berangkat dari Belanda melalui berbagai tempat dan pelabuhan sebelum akhirnya tiba di Hindia-Belanda. Blog ini akan mencoba untuk memperlihatkan karya-karya Bob ini yang a.l. banyak didominasi oleh suasana sehari-hari seorang tentara Belanda ketika bertugas di Indonesia.

Bob juga banyak membuat jepretan ketika dia bertugas di lapangan. Koleksi dia juga berisi beberapa foto dari medan pertempuran yang tampaknya merupakan karya jurnalis perang profesional seperti Hugo Wilmar. Secara keseluruhan, koleksi ini lumayan menarik karena memperlihatkan suasana sehari-hari semasa Perang Kemerdekaan dari sudut pandang seorang tentara Belanda.


Bocah-bocah di sebuah kampung dengan penampilan yang hampir seragam: telanjang dada, celana goni dengan sabuk seadanya, memegang arit, sebagian memakai semacam peci, dan perut busung
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga lelaki memikul keranjang berpapasan dengan truk Angkatan Laut Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
5 Desember 1946: Tank yang disulap menjadi kapal Marbrig yang membawa rombongan Sinterklaas dan Zwarte Piet …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang tampaknya berkeliling Surabaya hingga malam
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kunjungan seorang politisi Belanda yang sempat difoto oleh Bob
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1946
Tempat: Surabaya dan/atau sekitarnya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Bob J. van Dijk
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 21 Juli 2026

Berbagai foto semasa Perang Kemerdekaan dari koleksi tentara Belanda bernama Bob van Dijk (10)

PENGANTAR

Bob van Dijk adalah seorang tentara Belanda dari kesatuan zeni yang diterjunkan ke Nusantara, terutama di wilayah Jawa Timur, semasa Perang Kemerdekaan. Bob tampaknya menggemari fotografi, dan kamera fotonya banyak mengabadikan suasana sejak di berangkat dari Belanda melalui berbagai tempat dan pelabuhan sebelum akhirnya tiba di Hindia-Belanda. Blog ini akan mencoba untuk memperlihatkan karya-karya Bob ini yang a.l. banyak didominasi oleh suasana sehari-hari seorang tentara Belanda ketika bertugas di Indonesia.

Bob juga banyak membuat jepretan ketika dia bertugas di lapangan. Koleksi dia juga berisi beberapa foto dari medan pertempuran yang tampaknya merupakan karya jurnalis perang profesional seperti Hugo Wilmar. Secara keseluruhan, koleksi ini lumayan menarik karena memperlihatkan suasana sehari-hari semasa Perang Kemerdekaan dari sudut pandang seorang tentara Belanda.


Desember 1946 (?): Sinterklaas ditemani Zwarte Piet berkunjung ke rumah sakit angkatan laut, …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… berpose bersama para suster, dua di antaranya beratribut militer, satu di antaranya (?) menjadi Zwarte Pietin, …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… menyalami anak-anak, …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… menghibur tentara (?) yang dirawat, …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… dan membawa tradisi natalan Belanda ke para penghuni rumah sakit
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1946
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Bob J. van Dijk
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 03 Mei 2025

Kamp tawanan Kampili setelah Jepang kalah: Perayaan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina 31 Agustus 1945 (2)

Kamp Kampili tampaknya merupakan kamp tahanan terbesar yang didirikan Jepang di bagian timur Indonesia untuk menawan wanita dan anak-anak dari warga Belanda atau warga Sekutu lainnya. Hanya dua minggu setelah Jepang menyatakan menyerah dalam Perang Dunia II, warga kamp ini bisa menyelenggarakan acara yang mengembalikan keceriaan buat mereka, yaitu perayaan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina yang ke-65. Sementara itu, kemungkinan tanpa banyak disadari oleh para penghuni kamp, Indonesia sudah menyatakan merdeka, dan suasana yang akan berujung pada pertikaian sengit hingga empat tahun berikutnya sudah mulai pecah.


Upacara memperingati hari ulang tahun Ratu Wilhelmina, yang jatuh pada tanggal 31 Agustus, di kamp Kampili setelah Jepang menyerahkan kontrol atas kawasan ini
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Perlombaan antar anak-anak dalam rangka ulang tahun Ratu Wilhelmina
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang biarawati mengasuh anak-anak yang paling tidak sudah 3 tahun tidak melihat para bapaknya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak kecil diajak berjalan bersama menjelajahi kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 31 Agustus 1945
Tempat: Kampili (Gowa, Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Sebelumnya posting ini berjudul "Anak-anak Belanda di kamp tawanan Kampili, Gowa, 31 Agustus 1945 (2)"

Kamis, 01 Mei 2025

Kamp tawanan Kampili setelah Jepang kalah: Perayaan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina 31 Agustus 1945 (1)

Kamp Kampili tampaknya merupakan kamp tahanan terbesar yang didirikan Jepang di bagian timur Indonesia untuk menawan wanita dan anak-anak dari warga Belanda atau warga Sekutu lainnya. Hanya dua minggu setelah Jepang menyatakan menyerah dalam Perang Dunia II, warga kamp ini bisa menyelenggarakan acara yang mengembalikan keceriaan buat mereka, yaitu perayaan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina yang ke-65. Sementara itu, kemungkinan tanpa banyak disadari oleh para penghuni kamp, Indonesia sudah menyatakan merdeka, dan suasana yang akan berujung pada pertikaian sengit hingga empat tahun berikutnya sudah mulai pecah.


Anak-anak Belanda di kamp Kampili setelah dibebaskan dari kuasa Jepang yang kalah perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak Belanda mengerumuni seorang ibu yang kemungkinan sedang membaca cerita
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak mengadakan berbagai perlombaan dalam rangka hari ulang tahun Ratu Wilhelmina pada tanggal 31 Agustus, dengan latar belakang bangunan-bangunan bagian dari kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 31 Agustus 1945
Tempat: Kampili (Gowa, Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Sebelumnya posting ini berjudul "Anak-anak Belanda di kamp tawanan Kampili, Gowa, 31 Agustus 1945 (1)"

Minggu, 27 Oktober 2024

Perayaan hari ulang tahun Putri, kelak Ratu, Juliana di Jakarta, 30 April 1946 (4)

Prajurit-prajurit Inggris dari kesatuan The Seaforth Highlanders menunjukkan kebolehan musiknya, kemungkinan di jalan yang sekarang menjadi Jalan Merdeka Utara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah tank Belanda bernama Bulldog berjaga di tengah perayaan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Parade dari pasukan KNIL dengan genderang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pengibaran bendera di depan sebuah gedung yang dijaga dua orang Belanda berseragam
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 30 April 1946
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Beberapa foto dari perayaan hari ulang tahun ke-37 Putri Juliana, yang dua tahun kemudian dinobatkan menjadi Ratu Belanda, dan kelak di tahun 1971 merupakan kepala negara Belanda pertama yang berkunjung ke Indonesia setelah puluhan tahun.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting ini dan ini sebelumnya.

Jumat, 25 Oktober 2024

Perayaan hari ulang tahun Putri, kelak Ratu, Juliana di Jakarta, 30 April 1946 (3)

Barisam anak-anak dengan bendera Belanda yang akan menonton parade
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Defile dari korps KNIL perempuan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Barisan KNIL Laut perempuan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Parade dari pasukan Inggris yang saat itu masih ada di Jakarta dengan lantunan musik dari bag pipes
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 30 April 1946
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Beberapa foto dari perayaan hari ulang tahun ke-37 Putri Juliana, yang dua tahun kemudian dinobatkan menjadi Ratu Belanda, dan kelak di tahun 1971 merupakan kepala negara Belanda pertama yang berkunjung ke Indonesia setelah puluhan tahun.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting ini dan ini sebelumnya.

Rabu, 23 Oktober 2024

Perayaan hari ulang tahun Putri, kelak Ratu, Juliana di Jakarta, 30 April 1946 (2)

Perlombaan lari di antara dua garis di sebuah lapangan yang biasa digunakan untuk bermain sepak bola
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pertandingan lari melewati rintangan untuk anak-anak perempuan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pertandingan lari dengan mata tertutup untuk anak-anak perempuan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Balap karung untuk bocah-bocah laki-laki
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 30 April 1946
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Beberapa foto dari perayaan hari ulang tahun ke-37 Putri Juliana, yang dua tahun kemudian dinobatkan menjadi Ratu Belanda, dan kelak di tahun 1971 merupakan kepala negara Belanda pertama yang berkunjung ke Indonesia setelah puluhan tahun.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting ini dan ini sebelumnya.

Senin, 21 Oktober 2024

Perayaan hari ulang tahun Putri, kelak Ratu, Juliana di Jakarta, 30 April 1946 (1)

Kerumunan anak-anak Belanda dan lokal mengusung bendera Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Parade pasukan marinir Belanda yang kembali ke Indonesia setelah terusir Jepang 4 tahun sebelumnya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tumpukan bendera dan hadiah yang akan dibagikan kepada anak-anak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Minuman gratis untuk anak-anak di tengah panasnya Jakarta
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 30 April 1946
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Beberapa foto dari perayaan hari ulang tahun ke-37 Putri Juliana, yang dua tahun kemudian dinobatkan menjadi Ratu Belanda, dan kelak di tahun 1971 merupakan kepala negara Belanda pertama yang berkunjung ke Indonesia setelah puluhan tahun.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting ini dan ini sebelumnya.

Kamis, 24 Oktober 2019

Jakarta 1895: Warga Tionghoa Jatinegara dan perayaan Peh Cun

Pertokoan warga Tionghoa di Jatinegara
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Para "babah" Jatinegara dengan para pekerja lokalnya
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Perayaan Peh Cun di Kali Ciliwung di sekitar Jatinegara …
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
… yang tidak hanya dirayakan warga Tionghoa saja
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1895
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Kamis, 22 Agustus 2019

Anak-anak merayakan hari ulang tahun Putri, kelak Ratu, Juliana di Cideng, 1946

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Waktu: 30 April 1946
Tempat: bekas kamp tawanan Cideng (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa: Di masa pendudukan Jepang, militer Jepang mengasingkan para lelaki Belanda ke Manchuria, atau menahannya misalnya di penjara militer Glodok. Kaum wanita dan anak-anak diinternir di beberapa kamp tawanan; salah satu yang terkenaladalah kamp Cideng. Foto di atas memperlihatkan kamp Cideng, sekitar 7 bulan setelah dibebaskan oleh pasukan Inggris. Anak-anak penghuni kamp tampak berbaris untuk merayakan hari ulang tahun Ratu Juliana.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 08 Maret 2015

Perayaan Hari Oranye di Malang, sekitar tahun 1910

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: sekitar 1910
Tempat: Malang
Tokoh:
Peristiwa: Masyarakat Malang berpawai di dalam rangka memperingati oranje dag, atau hari ulang tahun Ratu Wilhelmina saat itu.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Jumat, 06 Maret 2015

Peringatan 100 tahun kemerdekaan Belanda, di Bandung dan Magelang, 1913

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1913
Tempat: Magelang (atas), Bandung (4 foto bawah)
Tokoh:
Peristiwa: Warga Belanda dan masyarakat Hindia-Belanda memperingati 100 tahun terbebasnya Belanda dari kekuasaan Kekaisaran Perancis di bawah Napoleon Bonaparte.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Selasa, 27 Agustus 2013

Perayaan ulang tahun Putri Beatrix di Bandung, 1946

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 31 Januari 1946
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa: Perayaan ulang tahun Putri Beatrix yang ke-8.
Fotografer:
Sumber: Java Post
Catatan: Foto di atas dimuat dengan tautan langsung dari blog Java Post.