![]() |
| (klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection) |
Tahun terbit: kemungkinan abad ke-19
Tempat terbit: kemungkinan besar Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Pieter van Oort
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan:
Sebuah usaha untuk mengumpulkan foto/gambar tentang Indonesia zaman dulu yang tersebar di dunia maya. Setelah 13 tahun (hampir) tiap hari mengudara blog ini mohon izin untuk mulai mengurangi frekwensi siarannya. Anda tetap diminta untuk menambahkan/membetulkan informasi di setiap foto/gambar ini. Urun rembug Anda akan membantu pemirsa yang lain.
![]() |
| (klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection) |
![]() |
| (klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection) |
PENGANTAR
Di antara album foto yang dibeli National Gallery of Australia dari koleksi Leo Haks, ada sebuah buku foto yang oleh NGA diberikan keterangan singkat "Samsoedin Indonesian family album 1930 - 1933". Sepintas isi album ini memang foto-foto keluarga Indonesia, yang berisi gambar dari anak kecil hingga dewasa, ketika di rumah atau sedang bepergian. Si keluarga tampaknya lumayan berada. Mereka memiliki mobil dengan plat nomor D, memiliki anjing ras, dan Samsoedin ini memiliki kamera yang tampaknya dia gunakan untuk mengambil banyak foto yang ada di album ini. Kemudian keluarga ini banyak berpergian, keliling Jawa, ke Bali, ke Palembang, bahkan sampai ke Singapura.
Si penyusun foto memberikan beberapa catatan, sehingga kita masih bisa mengetahui tentang apa foto-foto ini. Di salah satu foto ada keterangan De Koninklijke familie Kanoman, atau "Keluarga Kerajaan Kanoman". Ini menimbulkan dugaan bahwa keluarga yang ditampilkan di album ini adalah keluarga Keraton Kanoman, Cirebon. Dugaan ini diperkuat dengan catatan Samsoedin di foto dia bersama kerabat lelakinya yang diberi catatan 't Kanoman-trio and little brothers. Akhirnya catatan dia di awal album yang menyebutkan namanya, dan nama tempat "Soerabaja", "Bandoeng", "Java", dan "Kanoman" makin mengukuhkan dugaan ini.
Album ini menjadi menarik karena menampilkan golongan berada Indonesia di tahun 1930-an: pakaiannya, pendidikannya, bahasa yang digunakan, kegiatannya, serta pertemanannya. Album ini juga ikut memperlihatkan tempat mana saja yang menjadi tujuan perjalanan atau wisata saat itu. Dari album ini kita juga melihat bahwa Samsoedin ini sangat senang memfoto anak kecil terutama keponakannya, dan dalam beberapa foto juga kaum perempuan termasuk ibu dan saudara-saudara wanitanya. Ada juga foto yang memperlihatkan kunjungan Dr. Khalid Sheldrake ke Bandung. Khalid, yang nama aslinya Bertram William, adalah filantrop Inggris yang masuk Islam dan sempat dinobatkan menjadi Raja Islamestan di wilayah Xinjiang, RRT, sekarang.
![]() |
| Penjelajahan bersama teman-teman sekolah a.l. ke Subang, Gunung Tangkuban Perahu dan Gua (?) Pawon di Bandung, serta Situ Empang di Purwakarta (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Kunjungan ke Palembang dan Bali (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Kenang-kenangan dari kunjungan ke Bangkalan, Cicalengka, Lamongan, dan menyebarangi Bengawan Solo melalui jembatan Babat-Widang di Tuban (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Foto keluarga a.l. di Jubileumspark Bandung dan Singapura (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Kebun binatang Darmo di Surabaya dan berburu banteng di Tomo/Buahdua, Sumedang (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Samsoedin dalam pakaian Bali, ayah-ibunya, serta sanak saudaranya, serta foto dari kunjungan ke Malang (klik untuk memperbesar | © NGA) |
PENGANTAR
National Gallery of Australia membeli banyak koleksi foto dari Leo Haks. Salah satunya adalah sebuah album foto berjudul Herinneringen aan Java 1913-1919 (Kenang-kenangan tentang Jawa 1913-1919) yang memuat 39 foto yang tampaknya keluaran studio foto Onnes Kurkdjian, Surabaya. Album ini banyak berisi foto dari kawasan Jawa Timur serta tentang hasil bumi, yang mengindikasikan bahwa pemiliknya kemungkinan adalah seorang Belanda yang aktif di bidang perkebunan/kehutanan di Jawa Timur dari tahun 1913 hingga 1919. Album ini juga berisi beberapa foto dari kawasan Priangan, Borobudur, Jogjakarta dan malah Sulawesi, yang kemungkinan menunjukkan wilayah lain di Nusantara yang pernah dikunjungi si pemilik album ini.
![]() |
| (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Sebuah kampung warga Priangan (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Pesawahan di wilayah Priangan (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Kawah Gunung Tangkuban Parahu (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Nelayan Madura (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Sabung ayam di Madura (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Salah satu pesisir Sulawesi (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Kawah Gunung Papandayan, Garut (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Sumber belerang di kawah Papandayan, Garut (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Letupan Gunung Tangkuban Parahu, Bandung (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Kawah Manuk, Garut (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Talaga Bodas, Garut (klik untuk memperbesar | © NGA) |
Di rangkaian posting sebelumnya blog ini menampilkan foto-foto dari album keluaran penerbit Kleynenberg & Co. dari tahun 1912-1914. Album yang berisi 150 foto ini menyajikan wajah-wajah Nusantara dari berbagai pelosok. Sebelumnya, di tahun 1911, Toeristenbond voor Nederland juga mengeluarkan album yang mirip. Album keluaran jawatan pariwisata Belanda ini berisi 100 foto yang juga menampilkan berbagai wajah Nusantara.
Isi album ini didominasi oleh foto karya Jean Demmeni, seorang fotografer campuran Perancis-Madura yang lahir di Padang Panjang dan banyak aktif di wilayah Minangkabau. Tidak mengherankan apabila hampir setengah dari album ini berisi foto dari wilayah Sumatera Barat.
Berbeda dengan album foto Kleynenberg yang mencakup banyak wilayah, album Toeristenbond ini masih membatasi tambahan liputan ke Jawa dan sedikit Sumatera Utara, di samping Sumatera Barat. Meski demikian, album ini tetap menarik karena mengindikasikan aspek warga Nusantara yang, paling tidak menurut khalayak Belanda saat itu, menarik untuk dicermati dari sudut pandang pariwisata.
Blog ini akan menampilkan ke-100 foto ini berurut sesuai nomornya. Foto-foto yang pernah dimuat sebelumnya, dalam konteks lain, akan diberi catatan.
![]() |
| 13. Pembuat wayang batu (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
| 14. Perkebunan kina Jayagiri di Lembang, Bandung (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
| 15. Kawah Tangkuban Parahu, Bandung (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
| 16. Kawah Tangkuban Parahu (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
| 17. Gunung Papandayan, Garut (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
| 18. Kawah Gunung Papandayan, Garut (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.
Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.
Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.
Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.
![]() |
| Tanpa nomor: Kawah Tangkuban Perahu (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
| 1. Pantai utara Laut Jawa di Desa Bonang (Lasem, Rembang) (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
| 2. Desa tertinggi di Jawa: Sembungan (Dieng, Wonosobo) (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
| 3. Profil perbukitan di dataran tinggi Dieng (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
| 4. Dataran di Pulau Madura (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
| 5. Pesawahan dengan latar belakang Gunung Singgalang (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
| 6. Ngarai Sianok, Bukittinggi (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |