Tampilkan postingan dengan label Parepare. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parepare. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Desember 2019

Sepak terjang, dan kekejaman, pasukan khusus Belanda di Sulawesi Selatan, 1946/1947 (2)

PENGANTAR

Seri foto berikut berasal dari sebuah unit DST (Depot Speciale Troepen, cikal bakal Korps Speciale Troepen yang kemudian mengilhami TNI untuk membentuk pasukan khusus Angkatan Darat) yang beroperasi di wilayah Sulawesi Selatan dari sekitar Desember 1946 hingga ke Juni 1947. Foto-foto ini diberi catatan tanggal, peristiwa, dan tempat; sehingga kita bisa menelusuri aktivitas unit DST ini. Nama tempat seperti Batu-batu, Camba, Gelenge, Maros, Parepare, dan Salomoni bisa diidentifikasi dengan jelas; tapi ada juga nama seperti "Tahalasi" (Takkalasi?) dan "Balla" (Ralla di dekat Salomoni?) yang perlu diteliti lebih lanjut.

(klik untuk memperbesar)

Seri foto ini, selain memperlihatkan patroli mereka dalam memburu para pejuang kemerdekaan, juga menunjukkan bagaimana mereka berkali-kali membakar rumah penduduk, bahkan juga menggranatinya, jika mereka mencurigai pemiliknya adalah pejuang atau bersimpati pada kemerdekaan Indonesia. Yang mencengangkan, mereka juga melakukan eksekusi massal di lapangan terbuka, di hadapan warga yang dikumpulkan, serta mempertontonkan jasad para warga yang mereka bunuh.

Mengejutkan bahwa foto-foto ini tidak hilang atau dihilangkan. Kita tidak tahu apakah ada kekejaman lain yang tidak mereka foto atau yang fotonya disembunyikan. Mudah-mudahan foto yang ada di sini bisa menambah kontribusi atas sejarah perjuangan kemerdekaan di Sulawesi Selatan.

Januari 1947: Unit DST di depan sebuah gua dengan seorang pemandu lokal.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Januari 1947: Unit DST di pinggiran hutan; tampak wajah anggota kesatuan ini merupakan campuran antara Belanda dan wajah pribumi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
14 Januari 1947: Unit DST dengan jeep dan trailer antara Maros dan Pangkajene
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
4 Juni 1947: Kesatuan DST mendekati Parepare
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1947
Tempat: Parepare, Sulawesi Selatan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 07 Agustus 2014

Republik Indonesia Serikat (8) - Negara Indonesia Timur

Pengantar: Sejarah Indonesia tentang masa tahun 1949-1950 akan menyebut kata RIS alias Republik Indonesia Serikat. Tetapi kita tidak banyak menemukan bahasan tentang hal itu. Boleh jadi karena negeri-negeri federasi ini dianggap negara boneka buatan Belanda, dan tokoh-tokohnya dipandang sebagai kaki tangan Belanda di dalam usaha mereka mempertahankan kendali mereka atas Indonesia.

Seri posting kali ini akan menampilkan beberapa foto yang berkenaan dengan RIS ini. Mudah-mudahan ini bisa berkontribusi di dalam menggali bagian sejarah Indonesia yang tampak terlantarkan ini.



Negara Indonesia Timur - Kunjungan Sukawati ke Sulawesi Selatan

Gedung Parlemen Negara Indonesia Timur di Makassar ((c) gahetna)
Sukawati di Sulawesi Selatan, 17 Mei 1947 ((c) gahetna)
Sukawati di Sulawesi Selatan, 17 Mei 1947 ((c) gahetna)
Sukawati di Sulawesi Selatan, 30 April 1947 ((c) gahetna)
Sukawati meninjau PLTA Sadang, Pare-pare ((c) gahetna)
Sukawati bersama isteri meninjau PLTA Sadang, Pare-pare ((c) gahetna)
Sukawati dan kesatuan tentara Belanda di Makassar, 28 Januari 1948 ((c) gahetna)
Sukawati di Pare-pare ((c) gahetna)

Waktu: 1947, 1948
Tempat: Pare-pare, Makassar
Tokoh: Cokorda Gde Raka Sukawati (Presiden Negara Indonesia Timur)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal
Catatan: Isteri Sukawati berasal dari Perancis.

Selasa, 22 Oktober 2013

Apel Trikora pasukan TNI di Parepare, 1962

Waktu: 8 Januari 1962
Tempat: Parepare, Sulawesi Selatan
Tokoh:
Peristiwa: Pasukan TNI melakukan apel Trikora di Parepare, dalam rangka persiapan penerjunan di Irian Barat, 1962.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Bettmann / Corbis