Tampilkan postingan dengan label Bangka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bangka. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Maret 2026

Wajah industri di Nusantara di sekitar awal tahun 1940-an

Desember 1941: Tangki-tangki minyak di Kalimantan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Penambangan timah di Bangka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Menara pengilangan minyak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1941 (foto pertama)
Tempat: Bangka (foto kedua), Kalimantan (foto pertama)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 15 Oktober 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (19)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Kapal uap berbendera Belanda bernama “Zeemeuw”, kemungkinan dalam pelayaran menyusuri pantai barat Sumatera
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Suasana di sebuah kampung di Aceh. Seorang ibu tampak mencuci sehelai kain atau pakaian di sungai, sementara anaknya duduk di tepi, kemungkinan sesudah mandi di kali ini. Kali kecil ini memiliki jembatan sederhana dari sebilah papan. Di sebelah kiri tampak sebuah rumoh Aceh sangat sederhana, yang merupakan rumah panggung agak tinggi, terbuat dari kayu, bambu, dan atap sirap, dengan sebuah tangga menuju tempat keluarga berdiam.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Pulau Penyengat yang terletak tidak jauh dari Tanjungpinang. Karena lukisan ini lumayan mirip dengan sebuah karya Van de Velde yang terbit sekitar tahun 1844 (lihat posting ini) ada kemungkinan Rappard mengambil inspirasi (menjiplak dengan variasi?) dari karya yang lebuh dulu muncul ini.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah tungku peleburan timah (di sekitar Bangka?). Tujuh pria bertopi caping (Tionghoa?) tampak bekerja di gedung yang panas ini. Lima orang tampak terlibat langsung di pengolahan biji timah  di dalam tungku, seorang jongkok mengawasi keluaran cairan timah dari tungku, dan seorang lain memindahkan timah cair ini ke cetakan.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Jumat, 23 Agustus 2024

Peta kuno berbahasa Perancis dari tahun 1745: Pesisir Jawa dan sekitarnya

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1745
Tempat terbit: Paris
Tokoh:
Deskripsi: Peta ini tampaknya fokus sepenuhnya ke navigasi pelayaran, dan hanya mencantumkan informasi tentang wilayah-wilayah pesisir, serta tidak peduli dengan kawasan pedalaman. Kita melihat tampilan penuh tentang Bangka, Belitung, dan Madura, serta sebagian kecil dari Kalimantan dan Sumatera. Sesuai judul peta, Carte de l'isle de Java, pulau Jawa menjadi tokoh utama di peta ini dengan pencantuman nama-nama kawasan sbb. sesuai arah jarum jam: Banten (Bantam), Jakarta (Jakatra), Karawang, Ciasem, Cirebon, Gresik, Surabaya (Soberabaie), Panarukan, Blambangan (Balemboang), Surapati, Yogyakarta (Susuhunan dan Panaraga), Bagelen, Sukapura, dan Cidamar (Sidamer).
Juru kartografi: Jean-Baptiste d’Apres de Mannevillette
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Jumat, 13 Januari 2023

Gempuran Jepang atas armada Sekutu di Selat Gaspar, 15 Februari 1942

Gempuran bom Jepang di Selat Gaspar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Salah satu kapal perang Sekutu menjadi sasaran
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kepungan bombardemen Jepang di sekitar sebuah kapal Sekutu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Benturan bom Jepang di sekitar kapal Belanda HMS Java
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pertempuran Selat Gaspar dilihat dari sebuah kapal Sekutu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kapal perusak Van Ghent kandas di dekat Pulau Bamijo (Kepulauan Lima, Belitung) dan menurut informasi Belanda kemudian ditinggal dan sengaja dibakar oleh para awaknya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 15 Februari 1942
Tempat: Selat Gaspar (antara Bangka dan Belitung)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 15 Juni 2022

Pertambangan timah di Bangka-Belitung, 1936

Pemuatan timah ke kapal, Belitung
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dredger bernama Sergang pertambangan di Bangka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Foto udara atas kawasan pertambangan di Pangkalpinang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Penambangan timah di bawah tanah di Kelapa Kampit, Belitung
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kapal dredger bernama Doejoeng di perairan Belitung
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tangga penghubung di pertambangan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1936
Tempat: Bangka, Belitung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 25 November 2021

Pertemuan-pertemuan politik antara pihak Indonesia Republik, Indonesia Federal, dan Belanda di tahun 1949

Jakarta, 31 Januari 1949: Sidang Majelis Permusyawaratan Federal (Bijeenkomst voor Federaal Overleg) di gedung bekas Volksraad, sekarang Gedung Pancasila
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Bangka, 2 Maret 1949: Pertemuan antara pihak Republik yang saat itu dalam pembuangan (a.l. Soekarno, Hatta, dan Mohammad Roem di sebelah kiri), dan pihak Federal (a.l. Anak Agung Gde Agung dan Sultan Hamid II di sebelah kanan)
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Bandara Kemayoran, 12 April 1949: Kedatangan diplomat Van Roijen (paling kiri) yang akan memimpin pembicaraan antara Belanda dengan Indonesia
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Jakarta, 14 April 1949: Pembicaraan antara Belanda dan Indonesia; yang berjas gelap di tengah kemungkinan adalah Van Roijen
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1949
Tempat: Jakarta
Tokoh:
  • Anak Agung Gde Agung (bangsawan Bali, saat itu tokoh federal, kelak menjadi Menteri Luar Negeri RI dan pahlawan nasional)
  • Jan Herman van Roijen (diplomat Belanda)
  • Mohammad Roem (Menteri Dalam Negeri RI)
  • Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI)
  • Soekarno (Presiden RI)
  • Sultan Hamid II (Sultan Pontianak, tokoh federal)
Peristiwa: l.d.a.
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: Untuk foto pertama lihat juga posting ini yang menampilkan peristiwa yang sama.

Jumat, 18 Juni 2021

Kunjungan rombongan wartawan Amerika untuk meliput Indonesia, 1949 (1)

PENGANTAR

Di salah satu posting sebelum ini, blog ini menampilkan foto bagaimana Ki Hajar Dewantara memperlihatkan dan menerangkan pamflet PKI ke rombongan wartawan Amerika Serikat yang berkunjung ke Yogyakarta. Berikut ini tambahan dan update dari kegiatan para jurnalis ini.

Awalnya tampaknya para wartawan ini menemui Soekarno di pengasingannya di Bangka. Setelah itu mereka pergi ke Yogyakarta untuk bertemu dengan para tokoh Republik. Seterusnya, para wartawan ini berkunjung ke Jakarta untuk berbicara dengan tokoh-tokoh Serikat. Kemudian perjalanan mereka dilanjutkan ke Medan untuk berbicara dengan tokoh anti-republik.

Seperti disebutkan sebelumnya, ketika mereka meneruskan penerbangan ke India, kecelekaan pesawat menewaskan semua peserta rombongan ini. Foto-foto kegiatan mereka selama di Indonesia tapi tetap terwariskan ke kita.


(klik untuk memperbesar | © Theo van Pinxteren / AVS)

Waktu: Bangka
Tempat: 21 Juni 1949
Tokoh: Soekarno (Presiden Republik Indonesia)
Peristiwa: Soekarno menghadapi para wartawan asal Amerika Serikat yang menemui di pengasingannya di Bangka.
Juru foto/gambar: Theo van Pinxteren
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: Sebelumnya, posting ini berjudul Wartawan Amerika menemui Soekarno di pengasingannya di Bangka, 1949 yang sekarang diubah setelah ditemukan tambahan foto-foto lain yang terkait dengan aktifitas rombongan para wartawan ini.

Selasa, 30 Maret 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (16)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


47. Kilang minyak di Balikpapan
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
48. Sumur minyak di Suban Jeriji, Muara Enim
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
50. Tambang timah di Bangka
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
52. Kawasan pecinan Pintu Kecil, Jakarta
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
53. Taman Wilhelmina di Jakarta (sekarang kawasan Mesjid Istiqlal)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
54. Salah satu gerbang menuju Keraton Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Balikpapan, Muara Enim, Bangka, Jakarta, Jakarta, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 48 pernah dimuat di posting ini.

Minggu, 27 Oktober 2019

Beberapa alat transportasi zaman dulu (1)

Pedati, tandu dengan kabin, kereta kuda
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
1841: Tandu di Bangka dengan sistem pikulan dua tahap
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)

Waktu: 1841 (gambar kedua)
Tempat: Bangka (gambar kedua)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Zwiggelaar Auctions
Catatan:

Minggu, 21 April 2019

Soekarno-Hatta dan para menteri Republik Indonesia ketika diasingkan oleh Belanda di Bangka, 1949

(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: Februari 1949
Tempat: Bangka
Tokoh (d.ki.k.ka.):
  1. Abdul Gaffar Pringgodigdo (Sekretaris Negara)
  2. Muhammad Natsir (Menteri Penerangan)
  3. Mohammad Roem (mantan Menteri Dalam Negeri)
  4. Herling Laoh (Menteri Pekerjaan Umum)
  5. Abdul Halim (salah seorang pembentuk PDRI)
  6. Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri)
  7. Darma Setiawan (mantan Menteri Kesehatan)
  8. Soekarno (Presiden)
  9. ?
  10. Muhammad Hatta (Wakil Presiden; Perdana Menteri)
  11. Johannes Leimena (Menteri Kesehatan)
  12. Djuanda Kartawidjaja (Menteri Perhubungan)
  13. Subari (?)
  14. Kusnan (Menteri Perburuhan dan Sosial)
  15. Assaat gelar Datuk Mudo (Ketua BP-KNIP)
  16. Ali Sastroamidjojo (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan)
  17. [Sumarto (seorang komisaris polisi Belanda)]
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Rabu, 10 April 2019

Kekalahan Angkatan Laut Belanda di Selat Gaspar, 1942

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)

Waktu: 15 Februari 1942
Tempat: Selat Gaspar (antara Bangka dan Belitung)
Tokoh:
Peristiwa: Kedua foto di atas memperlihatkan serangan Jepang atas kapal-kapal Angkatan Laut Belanda di Selat Gaspar. Terlihat dua ledakan besar di foto pertama; dan di kedua foto kapal HNLMS De Ruyter tampak berasap setelah terkena gempuran tentara Jepang.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Selasa, 18 Februari 2014

Soekarno bersama para tokoh lain pendiri republik ini (3), 1949

Mohammad Roem, Soekarno, Agus Salim
(© Bert Hardy | Picture Post/Getty Images)
Mohammad Roem, ?, Muhammad Hatta, Soekarno, ?, Haji Agus Salim, Ali Sostromamidjojo, Muhammad Natsir
(© Bert Hardy | Picture Post/Getty Images)
Waktu: 1949
Tempat: kemungkinan besar di pengasingan di Bangka setelah Belanda menangkap Soekarno, Hatta, dan para menteri Republik Indonesia semasa Aksi Polisionil 2
Tokoh: Soekarno (Presiden Indonesia), Muhammad Hatta (Wakil Presiden Indonesia), Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri), Muhammad Natsir (Menteri Penerangan), Ali Sastroamidjojo (Menteri Pengajaran), Mohammad Roem (mantan Menteri Dalam Negeri)
Peristiwa:
Fotografer: l.d.a.
Sumber / Hak cipta: l.d.a.
Catatan:

Kamis, 31 Oktober 2013

Bung Hatta, 1949

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 1949
Tempat: Bangka (?)
Tokoh: Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Hulton-Deutsch Collection / Corbis

Sabtu, 19 Oktober 2013

Soekarno di tahun 1949

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 1949
Tempat: Bangka (?)
Tokoh: Soekarno (Presiden RI)
Peristiwa:
Fotografer: Bert Hardy
Sumber / Hak cipta: Hulton-Deutsch Collection / Corbis