Tampilkan postingan dengan label Gunung Merapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung Merapi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 September 2022

Wajah Nusantara dalam album foto "Herinneringen aan Insulinde" keluaran studio Onnes Kurkdjian (5)

1921: Kawah Gunung Papandayan, Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1921: Pesawahan di Yogyakarta dengan latar belakang Gunung Merapi (berasap) dan Merbabu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan Talaga Cipanas, Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Situ Bagendit, Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah air terjun di perbukitan Priangan
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: antara 1910 dan 1921
Tempat: Garut, Jawa Barat, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Onnes Kurkdjian (Surabaya)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 25 Februari 2022

Sebelas lukisan geologi tentang Jawa karya Franz Wilhelm Junghuhn (6)

PENGANTAR

Friedrich Franz Wilhelm Junghuhn adalah seorang Belanda-Jerman yang masyhur sebagai pakar botani dan geologi yang mewariskan beberapa tulisan dan catatan ilmiah tentang Jawa dan Sumatera. Di tahun 1850 terbit salah satu bukunya dalam bahasa Belanda dengan judul Java, deszelfs gedaante, bekleeding en inwendige struktuur yang berisi 11 gambar berwarna tentang beberapa tempat di Jawa. Edisi bahasa Jermannya terbit dengan judul Java, seine Gestalt, Pflanzendecke, und sein innerer Bau mulai tahun 1953. Terdapat beberapa variasi kecil di gambar edisi Belanda dan Jerman, yang tampaknya menunjukkan bahwa sketsa atau gambar awal berasal dari Junghuhn sendiri, yang kemudian diedit sebelum dicetak.

Blog ini akan menampilkan kesebelas lukisan ini. Masing-masing gambar akan diawali dengan edisi Belanda tahun 1850, kemudian terbitan Jerman tahun 1853, dan ditutup dengan cetakan Jerman 1857. Khusus di bagian akhir seri ini, ditampilkan juga jilid dari edisi bahasa Jerman keluaran tahun 1853, disertai dengan dua halaman yang menguraikan detail dari kesebelas gambar ini.


Gunung Merapi, Sleman

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)

Jilid dan uraian edisi Jerman tahun 1853

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: gambar dibuat sekitar 1830-an, dan diterbitkan di tahun 1850-an
Tempat: Sleman
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Franz Junghuhn
Sumber: Internet Archive
Catatan:

Jumat, 18 Desember 2020

Karikatur-karikatur karya Johan Braakensiek tentang Nona Belanda dan Mbok Indonesia, 1904-1930

Amerika punya Uncle Sam, Inggris memiliki John Bull, dan dari Belanda ada Nederlandse Maagd (Dutch Maiden; Nona Belanda). Nona Belanda ini bisa tampil dalam versi terhormat seperti dewi Romawi, atau versi ndeso dalam pakaian tradisional Belanda.

Para karikaturis Belanda zaman dulu tampaknya juga mencoba mengilustrasikan Hindia-Belanda dalam bentuk seorang perempuan. Perempuan ini bisa mengenakan kain dan kebaya, atau kain kemben. Si Mbok Indonesia ini terkadang langsing, terkadang juga berisi; terkadang terlihat lanjang, atau memiliki banyak anak.

Posting kali ini akan memperlihatkan si Nona Belanda dalam kaitannya dengan Indonesia, atau malah muncul bersamaan dengan si Mbok Indonesia.

De Amsterdammer, 14 Agustus 1904
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

John Bull, yang mengalami konflik di jajahannya di Afrika Selatan, bertemu dengan Nona Belanda, yang masih berperang melawan rakyat Aceh. John Bull menawarkan Nona Belanda untuk meniru cara dia di Afrika Selatan, yaitu dengan membuat kamp konsentrasi serta juga memerangi wanita dan anak-anak. Nona Belanda menampik dengan berujar bahwa dia memerangi musuhnya, tapi tidak menyiksanya.

De Amsterdammer, 16 April 1905
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Perang Jepang melawan Rusia di tahun 1904-1905, yang dimenangkan Jepang, telah membuat Nona Belanda merasa khawatir bahwa posisi Mbok Indonesia terancam. Si Nona berteriak minta pertolongan, yang disambut oleh PM Belanda Abraham Kuyper. Saat itu Belanda tampaknya sudah memiliki firasat bahwa Jepang suatu saat akan datang ke Indonesia.

De Amsterdammer, 20 Agustus 1905
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Louis Frederik Johannes Bouwmeester adalah salah seorang seniman teater dan perfilman Belanda yang terkenal. Di tahun 1905-1906 Bouwmeester meninggalkan Belanda untuk menjalankan bakat seninya di Hindia-Belanda. Kepergian ini membuat Nona Belanda tampak cemburu dan bertanya apakah Bouwmeester sudah merasa menjadi seniman yang terlalu besar untuk ukuran Belanda. Bouwmeester menjawab bahwa ada hal-hal kecil yang mendorongnya pergi, katanya sambil menggandeng tangan Mbok Indonesia.

De Amsterdammer, 14 Oktober 1916
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Karikatur ini memperlihatkan bagaimana berharganya wilayah jajahan Hindia-Belanda buat Nona Belanda, laksana untaian kalung zamrud.

De Amsterdammer, 9 Oktober 1920
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Nona Belanda memperkenalkan Dirk Fock sebagai Gubernur Jenderal Hindia-Belanda yang baru. Sambutan Mbok Indonesia cukup mengagetkan.

1930
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Letusan Gunung Merapi di tahun 1930 menginspirasi Johan Braakensiek untuk memperlihatkan bahwa Nona Belanda bisa menjadi pelindung bagi Mbok Indonesia dan anak-anaknya.

Waktu: 1904, 1905, 1916, 1920, 1930
Tempat: karikatur di atas terbit di Belanda dengan mengacu ke peristiwa terkait Indonesia
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Johan Braakensiek
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk | Universiteit Leiden
Catatan:

Rabu, 17 Juni 2015

Pengungsi dan korban letusan gunung Merapi di tahun 1931

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1931
Tempat: Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Kamis, 16 April 2015

Sabtu, 04 April 2015

Penjelajahan Odoardo Beccari di Sumatera di akhir abad ke-19

Menyeberang sungai di Padang
(klik untuk memperbesar | © Alinari via Getty Images)
(klik untuk memperbesar | © Alinari via Getty Images)
(klik untuk memperbesar | © Alinari via Getty Images)
Desa di Padang
klik untuk memperbesar | © Alinari via Getty Images)
Gunung Merapi
(klik untuk memperbesar | © Alinari via Getty Images)
Rombongan Odoardo Beccari di lereng gunung Merapi
(klik untuk memperbesar | © Alinari via Getty Images)
Waktu: akhir abad ke-19 (antara 1865 dan 1878)
Tempat: Sumatera Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Getty Images
Catatan: Foto di atas adalah salah satu dari catatan ilmuwan alam Italia, Odoardo Beccari, yang menjelajahi Nusantara selama 13 tahun dari 1865 hingga 1878.

Sabtu, 01 Februari 2014

Memburu, menangkap, dan menahan tersangka komunis di tahun 1965

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
Waktu: 10 Oktober, 15 October, 17 November, 26 November, 1 Desember 1965
Tempat: Wilayah Gunung Merapi (tengah), Tangerang (bawah), Jakarta (lainnya)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Bettmann / Corbis
Catatan: Gambar tengah menunjukkan satuan rakyat yang dikerahkan untuk mencari Dipa Nusantara Aidit.


UPDATE 10 Januari 2016:
Foto di bawah memperlihatkan berita UPI (United Press International) tanggal 13 Oktober 1965 tentang penangkapan orang-orang yang diduga kaum kiri di Tanjung Priuk. Tampak spanduk SOBSI disertakan di penahanan ini.
(klik untuk memperbesar | © gahetna)